MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 184


__ADS_3

kini Shofia sudah berada di dalam ruang operasi. Rey dengan setia mendampingi istrinya.


" maaf nona bisa duduk sebentar saya akan menyuntikkan obat bius, agak membungkuk ya" ucap dokter anastesi dan Shofia pun duduk dengan dibantu dua orang perawat dan juga Vania sedang Rey menahan tubuh shofia dari depan.


" nona tolong angkat kakinya " kata dokter anastesi itu lagi setelah selesai menyuntik kan obat bius.


" nggak bisa dok kaki saya terasa berat"


" oke berarti obatnya mulai beraksi" kemudian para dokter mulai melakukan tugasnya. Rey tak henti hentinya mencium kening sang istri sambil sesekali melirik proses cesar tersebut. sungguh ia merasa tak tega melihat nya namun membiarkan istrinya di ruangan ini tanpa dirinya juga lebih tak tega lagi.


" bunda yang tenang ya kan anda sudah sering ngeliat operasi cesar kan " ucap dokter Farah


" ya dok "


" sayang kamu kok nangis? " tanya Shofia


" nggak sayang aku hanya terharu aja aku bahagia sayang karena sebentar lagi bayi kembar kita akan lahir " ucap Rey sambil menghapus air matanya.


" I love you sayang " ucap Rey kembali mengecup kening istrinya.


" love you too" jawab Shofia. dan dua puluh menit kemudian bayi pertama mereka berhasil di keluarkan seorang bidan dan perawat segera mengambil bayi tersebut untuk dibersihkan


"uwek uwek... " suara tangisnya pecah


" sayang bayi kita sudah lahir sayang " ucap Rey


" thankyou sayang Terima kasih muah muach." Rey memberikan ciuman bertubi tubi pada wajah istrinya.


setelah bayi pertama berhasil di keluarkan kini giliran bayi kedua mereka di keluar kan. kembali tangisan bayi bergema di ruang tersebut Shofia meneteskan air mata nggak percaya klo hari ini dia sudah menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.


" alhamdulillah bayinya sudah lahir semua dengan selamat dan bayinya laki laki keduanya sesuai prediksi " ucap dokter Farah kemudian perawat memberikan bayi pertama mereka untuk di azani dan di lanjutkan bayi ke dua. Shofia sangat terharu melihat suaminya mengazani kedua putra meraka. setelah itu bayi segera di bersihkan oleh sang perawat.sedang Shofia masih di tangani oleh dokter Farah dan juga dokter bedah. setelah dibersihkan bayi kembar mereka di letakkan di dada sang mami untuk melatih inisiasi menyusui dini atau di kenal dengan istilah IMD.


" sayang dia sangat pintar lihat dia langsung menemukannya " ucap Rey sumringah


" wah bayi loe tampan sekali Shofia.. aih ponakan aunty pintar sekali " kata Vania.


setelah melakukan IMD kedua bayi tersebut langsung di observasi oleh dokter anak sedang Shofia masih di tangani oleh dokter yang lain.


" tuan sepertinya bayi anda harus di letakkan di inkubator untuk beberapa jam ke depan. "


" kenapa apa ada masalah? " tanya Rey sedikit panik.


" tidak tuan cuman kita hanya ingin memastikan saja karena berat bayi keduanya kurang dari 2500 gram " kini dokter anak yang menjawab


" tapi secara keseluruhan semua baik dan normal jantungnya paru paru dan semua organ tubuh lainnya sudah sempurna terbentuk " sambung nya lagi


" oke lakukan yang terbaik "


" baik tuan, Sus tolong bawa bayi ini ke ruangan inkubator dan catat setiap setengah jam perkembangannya "


" baik dok " dan kedua suster tersebut segera membawa dua bayi tersebut ke ruangan khusus bayi.


" sayang mereka baik baik saja kan? " tanya Shofia dengan suara lemah dan mata yang mulai mengantuk


" ya mereka sehat cuman dokter perlu mengobservasi nya lebih lanjut. udah kamu istirahat kamu pasti capek kan "


" Van gua kok ngantuk ya.. "


" ya udah loe tidur aja istirahat " ucap Vania sambil membantu suster membersihkan tubuh Shofia dan tak berapa lama Shofia pun tertidur akibat efek dari obat bius tersebut. setelah bersih Shofia pun di pindahkan ke ruang pemulihan sebelum akhirnya di pindahkan di ruang perawatan.


Rey melangkah keluar dari pemilihan


" Rey gimana apa semuanya baik baik saja " tanya mama Widya "


" ya ma alhamdulillah operasi nya berjalan lancar "


" lalu Shofia bagaimana ? " kini mama Rika yang bertanya.


" Shofia juga baik baik saja cuman sekarang dia masih tertidur mungkin akibat obat bius tadi cuman bayinya belum bisa di bawa ke sini karena dokter masih harus melakukan observasi lebih lanjut "

__ADS_1


" apa ada masalah pada bayi kalian ? "


" nggak ma cuman karena berat bayinya masih kurang sedikit maka dokter perlu melakukan observasi lebih lanjut tapi semuanya normal jantung dan organ lain sudah terbentuk sempurna "


" alhamdulilah syukur lah klo begitu mama tenang mendengar nya . lalu kapan Shofia dipindahkan ke ruang perawatan? "


" nanti ma menunggu dia sadar dulu "


" ya sudah kamu istirahat dulu kamu pasti belum makan kamu makan dulu biar mama sama mama Rika yang jaga di sini "


" ya ma aku baru merasa lapar dari tadi tegang terus "


" ya udah kamu ke kantin sana "


" mama klo mau masuk masuk aja ada Vania kok di dalam "


" ya nanti mama masuk kamu makan sana karena nanti kamu harus jagain dua bayi sekaligus"


" ya ma" dan Rey melangkah menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah terasa lapar.


dan kini Shofia sudah dipindahkan ke ruang perawatan dan kedua bayinya pun sudah di pindahkan jadi satu dengan maminya setelah enam jam di lakukan observasi dan hasilnya semua berjalan normal.


mama Widya dan mama Rika mereka masing-masing menggendong cucu mereka satu satu sedang kyara duduk di atas ranjang di samping maminya. seolah tau setelah ini maminya akan lebih banyak fokus pada adik kembarnya.


" ah ini wajah mereka kayak siapa ya..? " tanya mama Widya


" matanya mirip Rey hidungnya juga tapi bibirnya kayak maminya


" oma aku boleh gendong adik bayinya? " tanya kyara


" boleh tapi nanti klo dedeknya sudah agak besar ya sekarang dedeknya masih sangat kecil sayang " saut oma Widya


" kyara senang nggak punya adek? " pancing Shofia


" senang "


" sayang nggak? "


" ya nggak bisa dong sayang kamu kan cewek klo dedek nya kan cowok kan beda mainannya "


" emang gitu mami? "


" ya sayang klo kakak kyara kan main boneka sama masak masak klo dedeknya main mobil mobilan bola "


" oh tapi nggak papa nanti aku beliin dedek mainan mobil mobilan "


" memang kaka punya uang " tanya sang papi


" punya aku kan punya tabungan di celengan, ayam jago aku sudah penuh papi "


" oh anak papi pinter sini cium dulu muah "


" Rey kamu sudah nyiapin nama buat kedua bayi kembar mu ini? " tanya mama Widya


" sudah sih ma tapi aku masih bingung "


" lho bingung kenapa.? "


" ya aku punya dua pilihan Rafa dan Rafi atau dafa dan Dafi ma? "


" Mama suka Rafa dan Rafi aja kan sama inisialnya dengan nama kamu Rey " ucap mama Rika


" ya mama setuju sama mama Rika "


" ya udah klo kamu sayang? " tanya Rey sambil mengelus pipi istrinya


" ya aku setuju sama mama "


"oke berarti nama bayi kita muhamad Rafa Rayyan kusuma dan muhamad Rafi Rayyan kusuma "

__ADS_1


" ya aku setuju sayang nama yang bagus " ucap Shofia.


" sayang seperti nya Rafa haus ini " ucap mama Rika


" ya ma sini aku sekalian mau ngelatih dia untuk menyusu "


" ya udah ini " lalu Rey membantu Shofia untuk duduk bersandar dan mama Rika menyerah kan bayi Rafa pada Shofia. kemudian membantunya untuk menyusui sang bayi. tampak Shofia masih terasa kaku


" gimana sudah terasa nyaman posisinya? " tanya mama Rika


" ya ma "


" wah cucu oma sudah pintar minum yang banyak ya supaya cepat besar " ucap mama Rika sambil mengusap pipi cucu nya.


" tok tok "


" siapa " ucap Rey sambil melangkah menuju pintu


" saya tuan "


" oh masuk al "


" Terima kasih tuan, oh ya selamat atas kelahiran putra putra nya tuan "


" ya Terima kasih ayo silahkan duduk "


" siapa al? " tanya mama Widya


" Aldo ma "


" oh Aldo " ucap mama Widya kemudian keluar dari ruang Shofia yang kebetulan terdapat ruang tamu juga di sana


" ini putra anda tuan? wah tampan sekali "


" ya dong siapa dulu dong papanya kau bawa kado apa untuk putraku? " todong Rey. aldo yang di tanya hanya menggaruk tenggkuknya


" maaf tuan saya belum menyiapkannya tapi ini saya hanya membawa bunga untuk nyonya muda shofia " jawab Aldo sambil hendak masuk ke ruangan di mana Shofia sedang menyusui.


" eh mau apa kamu jangan masuk nanti saja istriku masih memberikan asi pada putra ku"


" oh maaf tuan " jawab Aldo jengah


" kamu mau coba menggendongnya? " mama Widya mencoba mengalihkan pembicaraan.


" nggak tan saya masih takut klo usia segitu takut salah megang "


" he he nggak papa kok, oh ya kamu kapan liat Rey aja sudah punya tiga anak trus kamu kapan? "


" ya tan "


" ya apa? "


" masih belum menemukan yang pas tante "


" ah kau terlalu memilih kemaren tante dengar Shofia menjodohkan kamu sama Vania "


" ah dia mah cemen nggak berani " timpal Rey


" sebentar sepertinya bayi ini juga haus, tante tinggal sebentar ya "


" ya tan silahkan " dan mama Widya masuk ke dalam ruang perawatan Shofia lalu menyerahkan bayi Rafi pada maminya.


sedang Aldo bersyukur terlepas dari tema dirinya yang masih jomblowati


*******


like like ya... dan komentar juga masukkan favorit buat karya aku.


dan novel ini rencananya akan tamat sebentar lagi tapi akan ada bab ekstranya kok. jadi dukung aku terus ya..

__ADS_1


dan mohon doa nya author lagi ngedrop ni semoga author lekas pulih ya para readers ku.


peluk cium dari uthor buat kalian pembaca setia karya aku 😘😘😘


__ADS_2