
Rey berangkat bersama Aldo menuju Malaysia dengan menggunakan pesawat komersial melalui Bandara Soekarno Hatta.
tujuan utama mereka adalah Kuala Lumpur di sana dia dan Aldo akan berada selama 2 hari setelah itu lanjut ke brunai dan Singapore
" bagaimana Al berkasnya Sudah siap? " tanya Rey
" Sudah Tuan " jawab aldo
"bagus kita langsung menuju hotel saja, setelah dari hotel, baru kita menuju lokasi pertemuan. " jelas Rey
"Baik Tuan kemudian mereka masuk ke Terminal 1 duduk di ruang penumpang sambil menunggu keberangkatan.
sementara di rumah Sofia bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit dan Sebelumnya dia harus mengantarkan kyara terlebih dahulu ke sekolahnya
"sayang kita naik taksi online saja ya soalnya mang udin masih ngantar papi ke bandara " ucap shofia sambil membetulkan tas di punggung kyara
" iya mami nggak papa kok " jawab kyara
lalu mereka pun berangkat ke sekolah dengan menggunakan taksi online.
setelah mengantarkan Kiara masuk ke kelasnya Sofia pun berangkat menuju rumah sakit sampai rumah sakit dia langsung disambut oleh sahabatnya Vania
" cie cie pengantin baru..! gimana sudah enak-enak nggak.?" goda vania sahabatnya
" apa sih loe" jawab Sofia
" gimana malam pertamanya Cerita dong ke gua! gua kan kepo " ucap vania lagi
" apaan sih nggak ada malam pertama..! " ucap shofia kesal pada sahabat nya yang berusaha menggoda nya terus
" serius lu belum malam pertama sama pak Rey?" tanya vania,Sofia hanya mengangkat bahunya.
" apa pak Rey nggak nyentuh lu sama sekali? sebentar sebentar..! " Vania pun Memutar tubuh Sofia
" lu cantik dan body lu juga bagus..!jangan-jangan emang laki lu kali ya ada kelainan " ucap Vania
"sembarangan kalo ngomong ..!" ucap shofia sambil memukul punggung sahabatnya
" lah terus kenapa wanita cantik kayak lu bisa dianggurin! apa dia nggak lihat ada bidadari yang cantik disamping dia tidur ? "
" kita Pisah Ranjang kita tidur tidak satu ranjang"
" apa ??? serius loe? " tanya vania kaget
shofia menarik nafas panjang " loe kan tahu kita nikah juga karena anaknya bukan karena cinta " ujar Sofia
" tapi lu cinta kan sama Pak Rey? " tanya vania lagi yang terus mengintrogasi
" ntahlah apa gua cinta atau tidak, gua nggak tahu apa perasaan yang gua rasakan ini cinta atau bagaimana tapi yang jelas gua berdebar sih setiap berdekatan dengan pak Rey " ucap shofia sambil membayangkan wajah tampan suaminya.
" itu namanya cinta..!" kata vania
" sudah nggak usah bahas itu lagi sekarang ayo mulai bertugas " ajak shofia lalu mereka masuk ke dalam gedung rumah sakit untuk mulai menjalankan tugas mereka memeriksa pasien yang baru datang ke UGD.
__ADS_1
shofie pulang pada jam lima sore mang udin sudah standbay di depan gerbang rumah sakit untuk menjemput nyonya mudanya
" silahkan nyonya..! " ucap mang udin sambil membukakan pintu mobil
"Terima kasih mang !" lalu Sofia masuk ke dalam mobil duduk di kursi penumpang
"mang jangan panggil Nyonya ya saya nggak enak panggil shofia aja " ucap Sofia
" tapi nyonya kan memang gitu ya " ucap mang udin
" ya tapi jangan panggil nyonya kok saya berasa tua ya.!" ucap shofia lagi sambil terkekeh.
mang udin juga ikut terkekeh " ya sudah biar saya panggil nona aja ya?" tawar mang udin
" ya terserah mamang aja " kata Sofia
" Oh ya mang, kyara sudah nyampe di rumah? tanya shofia
"Sudah nona, sudah tadi saya yang jemput. oh ya kita kemana dulu apa non Sofia mau mampir ke mana lagi biar sekalian sama mamang diantar " ujar mang udin
"nggak mang kita langsung pulang aja" sampai di rumah Sofia langsung disambut oleh Kiara
" Mami..! Mami baru pulang ?"
"ya sayang ..! anak Mami sudah mandi ?"
"sudah Mami, sudah cantik sudah harum coba cium..! " kata kyara sambil mencondongkan tubuhnya
" heemmm iya anak mami sudah Harum " ujar shofia sambil mencium putrinya.
" ya mam aku mau main boneka dulu "
" ya udah nanti mami nyusul " lalu shofia pun langsung naik ke lantai atas masuk ke kamarnya.
selesai mandi dia rebahkan tubuhnya di atas ranjang dia raih ponselnya berharap Rey menghubungi mengabarkan apakah sudah sampai atau belum namun dari pagi tidak ada kabar sama sekali dari laki-laki yang baru kemaren menjadi suaminya.
shofia menarik nafas panjang ternyata tidak ada panggilan masuk maupun chat masuk dari suaminya yang ada hanya dari group teman temannya sesama koas.
" aduh nggak usah berharap shofia,..! " batinnya. lalu shofia pun turun ke bawah menemani kyara bermain.
selesai sholat magrib mereka semua duduk di meja makan shofia dengan laten menyuapi kyara itulah kebiasaannya makan dia lebih suka di suapi oleh mami nya
" sayang mami kan juga mau makan. kamu makan sendiri ya kasian mami kamu " kata omanya
" nggak papa kok ma aku makan sambil nyuapin kyara lagian kalo nggak di suapin dia makannya cuman sedikit " kata shofia
sementara di tempat lain Rey baru saja keluar dari kafe tempat ia bertemu dengan klien
" maaf tuan tadi nyonya widya sempat telpon, apa tuan mau telpon balik? " tanya aldo saat ini mereka berada didalam mobil menuju hotel
nanti saja di hotel aku telpon balik, habis ini apa Acara kita ?" tanya Rey
" Nanti jam 8 malam kita ada pertemuan dengan pengusaha yang dari kelantan tapi saya memilih untuk kita ketemuannya di restoran hotel saja "
__ADS_1
"bagus jadi kita tidak perlu keluar dari hotel" ucap Rey
" benar tuan "
mobil pun melaju dengan kecepatan sedang sekitar 45 menit Mereka pun sampai di hotel.
sampai di hotel mereka Langsung berjalan dengan melalui tangga lift masuk ke kamar masing-masing .
sampai di kamar hotel Rey langsung merebahkan tubuhnya sejenak untuk melemaskan otot-ototnya yang kaku kemudian setelah itu Ray masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi Rey langsung melaksanakan salat magrib kemudian dia meraih ponselnya untuk menghubungi mamanya melalui panggilan video
Assalamualaikum Halo Ma..!"
"Waalaikum salam...! Gimana kabarmu? Kenapa nggak ngabarin mama klo kamu sudah sampai apa belum, mama telpon juga nggak diangkat.!" nyerocos mamanya sambil menikmati makan malamnya
"Maaf ma tadi sampai di Malaysia aku langsung sibuk meeting sama klien" jawab Rey
"kyara mana ma aku kangen sama dia" ucap Rey lagi
"tu kyara lagi di suapin sama mamanya " lalu mama widya mengarahkan ponselnya ke Tiara dan memberikannya
"Papi ..! Papi lagi ngapain ? papi sudah makan? " tanya kyara sambil mengunyah makanannya
" belum bentar lagi papi turun ke bawah makanan "
" aku sekarang lagi makan disuapin sama mami " ucap kyara sambil mengarahkan ponsel nya ke arah mami nya.shofia hanya tersenyum menatap wajah suaminya dan tanpa sengaja Rey pun menarik sudut bibirnya melihat pemandangan yang menyejukkan hati
" kamu makannya yang banyak ya biar cepet gede " kata papinya lagi
"siap papi. papi kapan pulang? " tanya kyara
" insya Allah minggu depan papi sudah di rumah " jawab papinya
" ya sudah papi tutup telponnya om aldo sudah datang papi mau makan malam dulu di bawah " lalu Rey pun mematikan ponselnya. dan melangkah menuju pintu dan membukanya.
" kita turun sekarang? " tanya Rey
" baik tuan " jawab aldo sopan lalu mereka berdua turun ke area restoran buat makan malam sekalian meeting dengan klien.
kyara sedang belajar mengerjakan tugas sekolahnya shofia dengan telaten mendampingi kyara belajar. selesai mengerjakan tugasnya shofia pun ikut berbaring di samping kyara sambil membacakan cerita dan tak lama mereka berdua tertidur pulas sambil berpelukan.
mama widya masuk ke kamar cucunya. sampai di kamar dia tersenyum melihat pemandangan yang sangat indah, melihat kyara tertidur sambil memeluk maminya shofia. lalu mama widya pun iseng memfoto cucu dan menantunya yang sedang tertidur dan mengirimkan ke Rey.
Rey baru saja tiba di kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu sholat isya. selesai sholat Rey merebahkan tubuh diatas ranjang hotel yang empuk.
"ting" suara notifikasi pesan masuk dari mamanya. Rey membukanya dan tanpa sengaja dia tersenyum melihat foto putrinya dan mami sambungnya yang sedang tertidur
Rey terus memandang foto yang dikirimkan mamanya foto yang sangat indah dimana kyara memeluk erat tubuh shofia dan menelungkupkan wajahnya ke dada maminya sedang shofia memeluk putrinya dengan hangat. tanpa sengaja ada kristal bening di sudut matanya
" kasian kamu nak baru sekarang merasakan kasih sayang seorang ibu, papi janji akan terus membahagiakan kamu sayang " batin Rey dalam hati. dan tak lama kemudian Rey pun memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya.
*******
tetep dukungannya ya para readers untuk like dan komennya serta votenya
__ADS_1
happy reading๐๐๐