MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 62


__ADS_3

*hay hay para readers ku makasih buat kamu yang udah do'ain pak Rey agar cepat sembuh. semoga kita semua sehat sehat tarus ya


di part ini akan ada cerita di mana mereka berdua mulai jealous satu sama lain


happy reading 😘😘😘*


******"""


shofia segera kembali ke kamarnya di lihatnya Rey masih membuka matanya


" anda belum tidur pak Rey ? " tanya shofia sambil melangkah mendekati ranjang


" kepala saya terasa sakit jadi saya sedikit kesulitan untuk memejamkan mata, saya bisa minta tolong? tolong pijitin kepala saya " pinta Rey kepada shofia


" baiklah saya akan pijitkan " ucap shofia lalu menarik kursi dan meletakkannya di samping Ranjang kemudian dengan pelan shofia memijat kepala Rey suaminya. hingga tiga puluh menit kemudian Rey pun kembali memejamkan matanya sentuhan tangan shofia memberinya rasa nyaman baginya.


melihat Rey yang mulai tertidur shofia pun membetulkan selimut suaminya. kemudian melangkah menuju sofa hendak merebahkan tubuhnya dan baru saja dia melangkah


" kamu mau kemana ?" tanya Rey yang kembali membuka matanya


" ah tidak tidak kemana mana " jawab shofia sambil membalikkan tubuhnya


" tolong pijitin lagi kepala saya " ucap Rey yang ternyata hanya pura pura tertidur. kemudian shofia pun kembali duduk di kursi samping ranjang sambil memijit kepala suaminya


satu jam kemudian shofia pun merasakan kantuk yang luar biasa hingga tanpa sadar dia terlelap disamping ranjang dengan posisi kepala menelungkup di sisi ranjang


Rey yang merasakan gerakan shofia semakin melemah pun membuka matanya dan dilihatnya shofia sedang tertidur dalam posisi duduk. kemudian Rey pun bangun dari duduknya kemudian mengangkat tubuh istrinya dan meletakkannya di atas ranjangnya.


sebenarnya Rey kondisinya sudah baikan tadi namun untuk tidur lagi dia sama sekali tidak merasakan kantuk sedikit pun karena itu dia berpura pura sakit kepala agar shofia menemaninya tadi.


shofia sedikit menggeliat namun tidur lagi lalu Rey pun ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya sambil memeluknya dan sepertinya posisi seperti ini akan menjadi posisi favorit nya mulai saat ini.


ketika subuh menjelang seperti biasa shofia pun bangun namun dia merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak sepertinya sesuatu yang berat sedang menimpanya shofia pun membuka matanya dan betapa terkejutnya dia karena saat ini dia tidur diatas ranjang disamping suaminya dengan tangan dan kakinya memeluk tubuhnya dengan cepat dia buka selimutnya dan memeriksa pakaiannya


" alhamdulillah masih lengkap " gumamnya


" saya tidak melakukan apa apa sama kamu lagian kamu itu buka tipe saya " ucap Rey dengan suara seraknya dan meregangkan pelukannya namun matanya masih terpejam


shofia pun mendengus kesal " tapi peluk tidur peluk peluk apaan tu bukan selera saya " batin shofia


" ya syukur lah klo saya bukan tipe bapak " ucapnya lalu segera turun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. namun belum beberapa langkah shofia pun kembali membalikkan tubuhnya


" tapi tunggu tunggu bagiamana saya bisa tidur di atas ranjang padahal seingat saya, saya duduk di kirsi itu tadi malam? pasti bapak ya yang memindahkan saya? " tuduh shofia


" enak aja kamu tu yang naik dan ke sini sendirian sambil tertidur " ucap Rey dengan wajah serius nya


" masak sih? ah bapak bohong bapak tipu saya ya bilang aja pak Rey ingin tidur sama saya ya kan ayo ngaku! " kata shofia lagi


" idih jangan ge er kamu..! kamu tu bukan tipe saya liat aja dadamu aja kecil " shofia langsung menutupi dadanya


" tubuhmu krempeng kayak gitu apanya yang bagus coba " ejek Rey


" ih dasar otak mesum " ucap shofia lalu bergegas masuk ke kamar mandi sedang Rey terkekeh melihat ekspresi wajah shofia yang cemberut.


seusai dari kamar mandi shofia segera melaksanakan sholat subuh setelah itu dia rapikan kembali mukenahnya


"pak Rey nggak sholat? " tanya shofia


" sholat tapi saya masih pusing untuk jalan kamu tolong bantu saya ke kamar mandi..!" pinta Rey


" baiklah ayo saya bantu " ucap shofia lalu mulai memapah suaminya menuju kamar mandi


" pak Rey dulu masih kecil makannya apa sih? kok anda tinggi banget kayak jerapah " ceplos shofia dan langsung mendapat sentilan di dahinya


" aduh sakit pak Rey..! anda sakit ternyata tenaganya kuat juga " ucap shofia sambil mengusap jidadnya yang terkena sentil tadi


" sudah ..! sekarang bapak mau wudhu? " tanya shofia ketika berada di kamar mandi


" tolong bukakan pakaian saya! " perintah Rey


dan shofia pun membelalakkan matanya


" apa pak nggak nggak bapak jangan macam macam sama saya " ucap shofia sambil memasang kuda kuda, Rey pun mentonyor jidad shofia dengan telunjuknya

__ADS_1


" pikiranmu tu yang macam macam saya mau mandi, sejak kapan orang mandi pake baju " ucap Rey


" tapi pak ? "


" udah jangan banyak tanya kepala saya pusing klo kelamaan berdiri " ucap Rey dan shofia pun akhirnya membantu membukakan pakaian suaminya yang hanya menyisakan ****** ******** saja. shofia menelan ludahnya melihat sesuatu yang menonjol di balik ****** ***** suaminya. kembali dada berdebar ini pertama kalinya dia berduaan dengan laki laki di ruangan seperti ini apalagi laki laki tersebut hampir tanpa busana.


" mandikan saya! " perintah Rey lagi


" hah? " kembali shofia membelalakkan matanya


" kenapa .? kamu kan calon dokter emang kamu belum pernah memandikan pasienmu? " ucap Rey lagi


"iya pernah tapi kan..! "


" udah ayo cepat .! tubuh saya terasa gerah mulai kemaren nggak mandi " ucap Rey lagi.


kemudian shofia pun mulai mengelap tubuh Rey menggunakan handuk dan air hangat setelah selsai shofia pun mengambilkan handuk untuk suaminya.


Rey pun membuka ****** ******** dengan begitu santainya di depan shofia kemudian melilitkan handuk di tubuhnya


" sumpah demi apapun laki laki ini sudah menodai pandangan mataku yang suci ini" umpat shofia


" kenapa kamu bengong ayo antar saya kembali ke kamar " ucap Rey, lalu shofia pun kembali memapah suaminya masuk ke kamarnya


" pakaikan saya baju " ucap Rey. dan lagi lagi shofia menurut perintah suaminya


shofia pun melangkah ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian ganti untuk Rey setelan koas dan celana selutut.


shofia mulai memakaikan kaos lengan pendek untuk suaminya karena portur tubuh Rey yang lebih tinggi sehingga Rey pun harus duduk di pinggir ranjang agar shofia mampu menjangkaunya.


" celananya anda pakai sendiri " ucap shofia sambil memberikan celana pendek ke pada Rey .


" kenapa kamu nggak mau memakaikannya? " tanya Rey


" pak Rey mata saya ini masih suci jadi tolong ya jangan anda nodai " ucap shofia sambil membalikkan badannya


" alah tadi kamu sudah melihat milik saya dan saya tau kamu penasaran kan sama milik saya" bisik Rey di telinga istrinya


shofia turun ke bawah langsung menuju dapur


" nona gimana keadaan tuan Rey? " tanya bi jum


" alhamdulillah bi sudah baikan oh ya hari ini nggak usah bikinkan bubur lagi tapi cukup nasi biasa tapi agak lembek ya dan buatkan soup juga buat pak Rey " ucap shofia sambil menuangkan air ke dalam gelas lalu meminumnya.


" baik non " jawab bi jum kemudian dengan di bantu dengan beberapa pelayanan bi jum pun menyiapkan menu sarapan pagi ini.


" kyara sudah bangun mba! " tanya shofia pada salah satu nany di sana


" sudah non malah sudah mandi " jawab salah satu nany di sana


" ya udah saya ke atas dulu liat kyara " ucap shofia lalu naik ke atas menemui putrinya


"hallo sayang anak mami sudah mandi " kata shofia sambil memeluk tubuh kyara.


" mami gimana papi apa sudah sembuh? " tanya shofia yang sudah berdandan rapi


" alhamdulillah papi sudah baikan tapi maaf ya mami nggak bisa antar kamu ke sekolah " kata shofia


"iya nggak papa mami nanti aku berangkat sama mang udin aja " ucap shofia


" klo gitu ayo kita sarapan di bawah sebagai ganti mama tadi malam nggak nemenin kyara bobo pagi ini mami suapin kamu makan Oke..! "


"oke mami.! "


lalu mereka berdua menuju meja makan menikmati sarapan bersama selesai sarapan shofia mengantar kyara sampai di depan gerbang


" hati hati mang udin " teriak shofia ketika mobil yang membawa kyara bergerak perlahan meninggalkan mension.


setelah mobil menjauh shofia pun kembali masuk ke dalam mension menuju dapur


" bi jum sarapan buat pak Rey sudah siap? " tanya shofia


" sudah non itu saya letakkan di meja " ucap bi jum

__ADS_1


" oke saya bawa ke atas dulu " lalu shofia pun masuk ke dalam kamar membuka pintu dengan kakinya


" pak Rey anda sarapan dulu lalu minum obat " ucap kyara lalu meletakkan nampan di atas nakas


" hemm" jawab Rey masih sibuk dengan ponselnya. kemudian shofia pun mengambil ponsel dari tangan suaminya dan sontak Rey menatapnya tidak suka


" he he pak Rey anda kan masih sakit jadi jangan kerja dulu ya ponselnya di letakkan dulu sekarang kita makan lalu minum obat oke ..! " ucap kyara dengan suara lembut dan tersenyum manis.


Rey pun luluh melihat senyum manis dan ekspresi imut istrinya


"ya sudah ayo suapin saya " ucap Rey lalu shofia pun mengambil piring berisi nasi dan menaruh lauk dan soup di atasnya


" ternyata papinya kyara klo sakit sangat manja juga ya! " ledek shofia


" nggak usah ngeledek saya! " ucap Rey.


setelah menghabiskan sarapannya Rey pun meminum obatnya.lalu shofia kembali memeriksa suhu tubuh suaminya


"37 " alhamdulillah sudah turun panasnya trus apa pak Rey masih merasa pusing? " tanya shofia


" masih sedikit dan tubuh saya masih terasa lemas " tutur Rey


"baik klo begitu sekarang pak Rey istirahat agar cepat pulih " ucap shofia sambil membetulkan bantal dan selimut suaminya


" kamu temani saya di sini jangan kemana mana " ucap Rey


" iya tenang aja saya di sini kok sambil buat laporan "


" oh ya kamu nggak ke rumah sakit hari ini ? " tanya Rey


" nggak pak saya ijin dan tukar jadwal sama teman "


kemudian shofia pun duduk di di sofa sambil membuka laptopnya untuk membuat laporan sedang kan diam diam memperhatikan wanita yang duduk di depannya.


menjelang siang hari shofia pun turun ke bawah setelah melihat suaminya tertidur pulas.


membantu para pekerja di dapur untuk menyiapkan makan siang.


makan siang pun telah siap shofia pun kembali ke atas sambil membawa nampan berisi makan siang untuk suaminya dan betapa kaget nya dia melihat stela berada di kamar mereka.


stela duduk di tepi ranjang sambil memeluk tangan suaminya, Rey yang melihat kedatangan shofia pun tersenyum manis


" kamu..! lancang sekali kamu masuk ke kamar ini tanpa ketuk pintu dulu! " ucap stela


" maaf bukannya anda yang lancang masuk ke kamar orang tanpa permisi anda seorang wanita jadi tidak pantas masuk ke kamar laki laki " ucap shofia dengan tatapan tajam


" berani sekali kamu ? kamu tu siapa kamu tu tidak lebih hanya baby sitter disini jadi jangan berlaga jadi nyonya besar! " balas stela dengan nada tidak kalah tingginya


shofia menatap lengan suaminya yang dipeluk oleh stela dengan cepat Rey berusaha melepaskan pelukan stela


" stel aku gerah bisa lepasin nggak tangan kamu " ucap Rey namun stela seolah tak mendengar kata kata Rey


shofia lalu melangkah mendekati ranjang


" pak Rey ini makan siang anda apa mau saya suapin?" ucap shofia seolah memanasi stela


" mana biar aku yang nyuapin kamu silahkan keluar " usir stela


" apa hak anda menyuruh saya keluar! " ucap shofia tak Terima


" hey kamu tu cuman baby sitter, dan saya teman dekatnya Rey jadi saya bisa saja ngusir kamu "


" silahkan saja usir saya kalo kamu bisa " ucap shofia tidak kalah sengit sambil meletakkan nampan berisi makan siang untuk Rey.


" sudah sudah kenapa kalian ribut di sini shofia sekarang lebih baik kamu keluar " ucap Rey


dan kamu stel klo kamu mau ribut sebaiknya kamu pulang " ucap Rey


lalu dengan kecewa shofia pun keluar dari kamarnya , kecewa karena suaminya lebih memilih wanita lain menemani nya ketimbang dirinya.


*******


tetep tinggalkan jejak like dan koment serta vote kalian para readers ku 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2