MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 98


__ADS_3

shofia tiba lebih dulu di bandara seperti pesan nyonya besar nya untuk menemani shofia sampai Rey tiba di bandara.


" mamang klo mau pulang pulang aja saya nggak papa kok di sini nungguin tuan Rey "


" nggak papa non mamang di sini aja nemenin non shofia "


" oh ya udah klo gtu " dan lima belas menit kemudian Rey tiba di bandara dengan menggunakan ojek online.


" mas kamu kok bisa naik ojek aldo mana? "


" tadi di jalan macet makanya aku naik ojek biar cepet sampai sory, ya kamu nunggu lama " ucapnya sambil melangkah mendekati shofia dan shofia segera meraih tangan suaminya lalu mencium tangannya


" nggak papa kok mas ya udah ayo kota langsung cek in sebentar lagi pesawat akan berangkat, mang udin makasih ya sudah nemenin saya "


" iya non sama sama, tuan dan nona hati hati semoga selamat sampai tujuan "


" aamiin makasih mang " ucap shofia


" mang tunggu sebentar " ucap Rey sambil membuka dompetnya dan mengeluarkan tiga lembar uang merah dan menyerahkan nya kepada mang udin


" aduh nggak usah tuan " tolak mang udin


" udah ambil aja buat ngopi di pos satpam " ucap Rey


" aduh makasih tuan, klo begitu saya pamit "


" ya hati hati mang saya titip mama dan kyara " pesan Rey sebelum akhirnya masuk ke dalam gate keberangkatan.


sampai di Singapura mereka langsung menuju hotel yang sudah lebih dulu di boking aldo. selesai membersihkan diri dan makan malam mereka segera menuju rumah sakit.


" assalamu'alaikum ma gimana kabar mama? " ucap shofia sambil mencium tangan mamanya lalu meletakkan paper bag berisi beberapa macam buah


" alhamdulillah sudah baikan kalian baru sampai? "


" ya ma kita baru sampai tadi mas Rey ada sedikit pekerjaan makanya kita agak malam nyampek nya" tutur shofia


" maaf ya,mama ngerepotin kalian terus "


" mama ngomong apa sih kita nggak repot kok, ya kan mas? "


" ya ma kita nggak repot mama nggak usah mikir yang macam macam kita yang minta maaf karena nggak bisa jenguk tiap hari " ujar sang menantu


" nggak papa mama ngerti kok kalian kan juga sibuk, oh ya gimana kabar mama kamu Rey dan cucu mama kyara "


" alhamdulillah mereka baik ma " jawab Rey


" oh ya tadi mama widya titip salam dan kyara


juga tadi merengek pingin ikut cuman di sini kan rumah sakit jadi nggak bagus klo dia lama lama di sini" tutur shofia


" mama sudah nggak sabar pingin cepat pulang ke Jakarta "


" ya mama sabar aja semoga mama bisa segera bisa secepatnya balik ke Jakarta, oh ya mama sudah makan? " tanya shofia


" sudah baru saja suster nyuapin mama makan" dan tadi pagi juga mama sudah mulai bisa jalan jalan walau masih pakai kursi roda "


" ah syukur lah klo begitu semoga mama cepat pulih ya "


" ya sayang amiin " jawab mamanya.


" mama mau makan buah aku kupasin ya! " tawar shofia lalu mengupas buah yang dia bawa tadi dan meletakkannya di atas dua piring satu dia berikan ke suaminya yang duduk di sofa dan yang satu untuk mamanya.

__ADS_1


setelah jam sepuluh malam mereka memilih untuk kembali ke hotel.


" ma kita kembali ke hotel dulu mama istirahat ya besok kita ke sini lagi " ucap shofia sambil membetulkan selimut mamanya.


" ya sayang makasih ya sudah jenguk mama "


" ya ampun ma mama ngomong apa sih ini sudah jadi tanggung jawab aku sebagai seorang anak sudah ya jangan bicara kayak gitu lagi.sekarang mama istirahat supaya cepat pulih. "


" ya sayang "


" ya udah kita pamit ya ! assalamu'alaikum..! "


" waalaikum salam " jawab mamanya lalu Rey dan shofia pun kembali ke hotel dimana tempat mereka menginap.


keesokan paginya setelah sarapan mereka langsung menuju rumah sakit untuk menemani mamanya. sesampai di rumah sakit tampak dokter jaga dan dua orang perawat sedang memeriksa kondisi mama Rika.


" pagi dok " sapa shofia


" pagi tuan nyonya " sapa balik sang dokter


Rey melangkah mendekati ranjang pasien


" bagaimana perkembangan kondisi mama mertua saya dok? " tanya Rey


" kondisi nya mengalami kemajuan yang sangat pesat dan jaringan organ jantung nya juga berkembang dengan pesat klo kondisinya stabil terus mungkin satu atau dua minggu lagi pasien sudah boleh pulang ke Indonesia dan bisa melanjutkan perawatan disana "


" alhamdulillah syukurlah dok"


" yang penting pasien jangan dulu berpikiran yang keras jangan kerja yang berat berat dan satu lagi pasien jangan sampai stres " tutur dokter loe


" baik dok kami akan usahakan menjaga pasien agar kondisi tetap stabil "


" oke klo begitu saya tinggal dulu, nyonya Rika sekarang yang penting anda cukup istirahat dan makan yang banyak supaya segera bisa cepat pulih "


" baiklah saya permisi mari tuan, nyonya " pamit dokter leo


" silahkan dok " ucap Rey sambil mengiringi dokter leo hingga ke pintu.


" mama mau jalan jalan? " tawar shofia


" ya mama bosan di kamar terus "


" oke sebentar aku ambilkan kursi roda dulu " ucap shofia lalu keluar dari kamar dan beberapa menit kemudian shofia kembali membawakan kursi roda untuk mamanya.


rey mengangkat mertua nya lalu mendudukkan nya di atas kursi roda kemudian mendorongnya perlahan keluar dari kamar di ikuti shofia mengelilingi taman rumah sakit.


" shofia mama pingin minum tolong ambilkan minuman mama di kamar " pinta sang mama


" ya ma sebentar, mas aku ke kamar mama dulu ya ambil minum "


" ya sayang " jawab Rey lalu mengunci kursi roda mertua nya dan dia duduk di kursi panjang di sampingnya.


" nak Rey mama bersyukur sekali nak Rey menjaga putri mama dengan baik, mama sangat kasian sekali sama shofia semenjak papanya meninggal dan di usianya yang masih mudanya dia harus bekerja keras membiayai kehidupan kami berdua dan juga membantu membiayai pengobatan mama. beruntungnya biaya pendidikan nya sudah dipersiapkan oleh almarhum papanya klo tidak mungkin dia tidak akan bisa melanjutkan kuliah nya " cerita mama mertuanya


" mama kasian dia tidak bisa menikmati hasil jerih payah papanya setelah semua restoran dikelola dan di kuasai oleh pamannya "


" bukannya menurut cerita shofia restoran itu bangkrut ma " tanya Rey


" ya tapi itu tidak masuk akal, itu bangkrut kerena dia sudah meminjam uang yang cukup besar atas nama shofia lalu dia tidak pernah mencicilnya sehingga pihak bank perlahan lahan melelang beberapa restoran dan bahkan rumah kami pun di ambil oleh pihak bank " tutur sang mertua sambil berurai air mata. Rey berusaha menenangkan mama mertuanya dengan mengusap usap punggung sang mertua.


" mama yang sabar ya klo memang itu rezeki kita aku yakin ma suatu saat akan kembali menjadi milik mama dan shofia "

__ADS_1


" setiap hari mama selalu memikirkan nasib dan masa depan shofia dan mama tenang sekarang karena dia bersama orang baik dan menyayanginya. oh ya gimana awal kalian bisa bertemu ? " tanya sang mertua


" ma ini airnya " tiba tiba saja shofia datang dengan membawa botol air mineral untuk mamanya. mama Rika menerima air tersebut lalu meminum nya .


" ma matahari sudah semakin tinggi kita kembali ke kamar ya! " ajak shofia dan mamanya pun menganggukkan kepalanya.


menjelang malam shofia dan Rey segera kembali ke hotel dan di tengah perjalanan Rey mengajak shofia untuk jalan jalan sebentar menikmati keindahan dan keramaian kota Singapore di malam hari. mereka berjalan jalan di clarke quay sebuah pertokoan di tepi sungai dengan barisan toko toko dan juga berbagai macam kuliner.


" sayang kamu coba ini, ini enak banget lho " ucap Rey sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut istrinya.


" hemm iya enak " jawab shofia sambil mengunyah makanannya.


selesai menikmati beberapa macam kuliner mereka memilih melanjutkan berjalan mengelilingi area pertokoan yang memiliki pemandangan sungai yang indah dengan gemerlap lampu yang menerangi area tersebut.


Rey berhenti di sebuah toko jam lalu mulai memilih model jam tangan couple untuk dirinya dan shofia


" sayang ini bagus nggak buat aku? " tanya Rey


" bagus ini kesannya simple tapi terlihat elegan" jawab shofia


" klo begitu sini tangan kamu " ucap Rey sambil meraih tangan istrinya lalu memasangkan jam tangan di pergelangan istri nya


" wah ini pas banget sama tangan kamu sayang..! oke kita ambil ini yang couple " ucap Rey pada pelayan toko tersebut


" sayang tapi ini terlalu mahal " ucap shofia sembari melihat harga yang tertera pada jam tersebut


" udah kamu tenang aja apa kamu nggak tau klo suamimu ini banyak uangnya "


" alah sombong " balas shofia lalu mereka berdua tertawa lepas


setelah mendapatkan sepasang jam tangan mereka kembali melanjutkan jalan jalan mereka Rey terus menggenggam tangan istrinya dengan sesekali mengecupnya


" sayang jangan begitu malu diliatin orang orang "


" kenapa harus malu kamu kan istri aku lagian kita nggak kenal sama mereka "


" iya tapi kan "


" udah nggak usah mikirin mereka, ayo kita duduk di bangku pinggir sungai itu " ajak Rey lalu melangkah menuju sebuah bangku di pinggir sungai


" sayang maaf ya aku belum bisa bahagiain kamu " ucap Rey saat mereka duduk berdua di bangku tersebut sambil menatap wajah cantik istrinya


" sayang kamu ngomong apa sih aku susah bahagia kok "


" ya tapi aku belum pernah memberikanmu barang barang mewah, sekarang kamu mau beli apa cincin kalung berlian atau gelang ayo kamu tinggal bilang aja "


"nggak usah sayang aku begini aja sudah bahagia kok"


" tapi kan biasanya wanita itu suka barang barang mahal dan branded "


" ya tapi sekarang aku belum butuh nanti klo aku butuh aku akan bilang ke kamu "


" ya udah mulai besok aku akan menambah jatah bulanan mu"


" nggak usah sayang itu saja sudah cukup aku tidak membutuhkan apa apa lagi, dengan keberadaan kamu di samping aku itu saja sudah cukup " ucap shofia sambil memegang kedua pipi suaminya, kini giliran Rey yang merona dan sedetik kemudian dia miringkan wajahnya lalu menyesap bibir manis istrinya.


" sayang sudah jangan di sini ntar kita ditangkap polisi karena berbuat mesum di tempat ramai "


" ah kau ini ya udah ayo kita lanjutkan di hotel saja " ucap Rey sambil menarik tangan istrinya dan tentu saja membuat pipi shofia merona.


dan benar saja sesampainya di hotel Rey kembali melanjutkan aksinya Rey menggendongnya shofia ala bridal lalu membawanya ke kamar mandi kali ini mereka melakukannya di dalam kamar mandi tidak hanya di situ permainan mereka kembali berlanjut di atas ranjang hingga membuat shofia kewalahan menerima permainan panas suaminya yang seolah tidak ada lelahnya. hingga hampir dua jam barulah Rey menghentikan permainannya.

__ADS_1


shofia melangkah ke kamar mandi dengan sedikit kesulitan karena merasa sedikit nyeri dan perih di area selangkangannya. setelah membersihkan **** ********** nya shofia membaringkan tubuhnya di samping sang suami yang tampak kelelahan dengan nafas yang masih naik turun.


__ADS_2