
saat ini Rey tengah menyuapi shofia dengan telaten
" mas udah aku udah kenyang " sambil mendorong sendok yang di sodorkan suaminya
" kamu harus makan yang banyak ingat di sini bukan hanya satu tapi ada dua " sambil mengusap perut sang istri
" tapi aku nggak mau makan ini mas "
" trus kamu mau apa sayang? "
" aku mau gado gado yang ada baksonya " ucap shofia malu
" apa istri aku mulai ngidam? " goda Rey
" eemmh mas! "
" ha ha oke oke sebentar mas pesan kan ya! " shofia mengangguk semangat
" mas kamu juga sekalian pesan makanan kamu kan juga belum makan "
" iya sayang kamu nggak usah pikirin mas yang penting sekarang kamu makan yang banyak agar anak anak kita tumbuh sehat di dalam sini " ucap Rey sambil mengelus perut istrinya yang masih rata. kemudian segera memesan makanan melalui aplikasi di hapenya.
" sayang kita belum kasi tau mama tentang kabar gembira ini " ucap shofia
" ah iya aku lupa sebentar " dan Rey langsung menghubungi mama widya tentu kabar ini sangat menggembirakan hati sang mama
selesai menghubungi mama widya Rey beralih menghubungi mama Rika dan tak kalah bahagianya mama Rika sampai menangis bahagia mendengar jika putrinya sedang mengandung baby twins
" mama titip shofia nak Rey Insya Allah besok pagi mama ke rumah sakit jenguk kalian "
" nggak usah ke rumah sakit ma karena besok Insya Allah shofia sudah bisa pulang "
" ya oke klo gitu mama nanti langsung ke rumah kamu aja " kata mama Rika
" ya ma klo gitu aku tutup telpon nya assalamu'alaikum "
"waalaikum salam "
" gimana apa kata mama ? " tanya shofia penasaran
" mereka exited banget sayang dan besok mama akan ke rumah jengukin kamu "
" oh ya! alhamdulillah ya mas kabar ini membawa kebahagiaan semua orang, tapi gimana kyara apa dia sudah tau ? "
" tadi kata mama kyara sudah tidur jadi dia belum tau berita ini tapi aku yakin dia pasti seneng banget karena dari kemaren dia kan yang nanyain adek terus "
" ah iya kamu benar mas " sambil bergelayut manja
tak lama kemudian jasa pengantar makanan datang membawakan pesanan mereka Rey segera membayarnya. setelah membayar Rey membuka box berisi gado gado yang mereka pesan tadi, mereka berdua pun menikmati dengan lahap.
" gimana sudah kenyang? " tanya Rey sambil membereskan bekas makan mereka dan shofia menganggukkan kepalanya
" apa kamu nggak ngerasa mual mual gitu? "
" nggak mas mungkin belum semoga saja tidak" jawab shofia
" ya dulu maminya kyara juga tidak mengalami mual " dan tiba tiba wajah shofia menjadi merengut masam
" kenapa kamu nyebut maminya kyara apa kamu belum bisa move on dari dia atau kamu memang ada niat untuk balikan sama dia iya? " ucap shofia dengan mata yang mulai berembun mungkin perubahan hormon membuatnya lebih sensitif
" ya ampun istri aku ini kenapa melo sekali dan cepet sekali marah " batin Rey
" lho kok ngomongnya gitu mas hanya menceritakan pengalaman mas dulu, ya udah mas minta maaf klo kamu nggak suka" sambil membelai tangan shofia dan shofia menepis nya
__ADS_1
" iya mas janji nggak akan nyebut dia lagi udah jangan marah istri mas ini jelek klo lagi ngambek " kini berusaha memeluk sang istri
" nggak usah deket deket jauh sana aku mau tidur " sambil mendorong suaminya kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sedang Rey hanya menarik nafasnya dalam dalam
" ya udah kamu istirahat mas akan tidur di sana" sambil membetulkan selimut istrinya. lalu melangkah ke arah bed satunya.
ruangan tempat shofia di rawat memang terdapat dua bad satu untuk pasien dan satu lagi untuk keluarga pasien. namun keinginan Rey sebetulnya ingin tidur di samping istrinya tapi apa daya shofia mengusirnya dan dia harus mengalah. Rey yang notabene nya sudah pernah menghadapi wanita hamil jadi dia sangat memahami akan kondisi seperti ini.
Rey merebahkan tubuhnya dengan menghadap kan wajahnya ke arah shofia sementara shofia pura pura memejamkan matanya, hampir satu shofia belum bisa memejamkan matanya dia terus membolak balikkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman
" kenapa nggak bisa tidur? " tanya Rey yang dari tadi memperhatikan istrinya yang mana sama halnya shofia dia pun belum bisa memejamkan matanya
" hee em " jawab shofia pelan kemudian Rey bangun dari tidurnya melangkah mendekati ranjang sang istri
" mau aku pijitin? " lagi lagi shofia mengangguk
Rey pun mulai memijat kepala hingga bahu yang istri
" mas..! kamu temani aku tidur ya.! aku nggak bisa tidur " ucap shofia
" ah akhirnya dengan senang hati sayang " batin Rey
" ya sudah mas akan tidur di sini tapi nggak papa nih mas tidur di sini tadi di usir " ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di sisi yang istri
" iiihk.. " shofia mencebikkan bibirnya sambil memukul dada suaminya dan Rey hanya terkekeh melihat wajah istrinya yang bersemu merah.
Rey memeluk tubuh istrinya dari belakang dan membiarkan lengannya sebagai bantal, tidak menunggu lama shofia pun langsung terlelap tidur diperlukan suaminya.
pagi itu setelah dokter memeriksa kondisi shofia akhirnya dokter memberikannya ijin pulang dan pagi itu juga vania sempat mengunjungi sahabatnya sebelum dia pulang ke rumah.
" bagaimana keadaan loe shof" tanya vania
" alhamdulillah sudah baikan van " jawab shofia
" iya bu dokter ...! cerewet " ucapnya sambil menerima sendok berisi nasi yang di suapkan Rey ke mulutnya
" tu kan gue kasi tau juga, pak Rey saja ijin ya kalo dia bandel boleh kan saya marahin "
" iya marahin aja apalagi klo dia sampe nggak makan " jawab Rey sambil terus menyuapi sang istri
" mas kamu kok belain vania sih "
" iya itu demi kebaikan kamu dan anak anak kita"
" ccck " shofia mencebikkan bibirnya
" assalamu'alaikum mami...! " teriak kyara
" waalaikum salam..! hay anak mami yang cantik kok pagi pagi sudah ke sini? "
" iya aku pingin ketemu sama mami, soalnya kata oma aku mau dapat adik dua beneran mami? "
" iya sayang kamu seneng nggak? "
" seneng nanti semua mainan aku mau aku kasiin adek aku "
" ah kamu baik banget sih sayang " sambil mencubit kedua pipi putrinya
" hay kyara tante kok nggak di sapa! " ucap vania
" hay tante vani apa kabar? "
__ADS_1
" baik sayang kamu mau sekolah? "
" iya tante abis ini aku langsung ke sekolah "
" iya kyara nggak sabaran pingin ketemu sama kamu shof bahkan tadi belum sempat sarapan langsung kesini " ucap mama widya
" lho kamu kok nggak sarapan sayang nanti kamu nggak konsentrasi lho belajarnya "
" nanti aku sarapannya di mobil mami"
" ya tapi bener janji ya sarapan nanti di mobil "
" iya mami, tapi mami kok makannya di suapin?
" tangan mami masih sakit sayang tu liat bekas di suntik " ucap Rey sambil menunjukkan perban bekas infus. dan kyara pun mengangguk mengerti
" trus gimana kondisi kamu shof apa sudah baikan? " tanya mama widya
" alhamdulillah sudah ma dan infusnya juga baru aja di lepas dan hari ini aku sudah boleh pulang"
" syukurlah kalo begitu, dan kamu sekarang harus memperhatikan kesehatan dan juga makanan kamu apalagi saat ini kamu mendung dua bayi sekaligus, dan kamu Rey mulai sekarang kamu harus lebih memperhatikan istri kamu jangan hanya pekerjaan saja yang kamu pikirkan "
" iya ma " jawab Rey tanpa membantah sedikit pun
" oh ya tante shofia dan pak Rey saya pamit pulang duluan ya maaf nggak bisa ikut mengantar sampai di rumah "
" iya nggak papa van loe pasti cepek udah loe pulang gih istirahat makasih ya " ucap shofia
" iya van nggak papa makasih ya van dan tente titip shofia selama dia berada di rumah sakit '
" oke siap tante saya akan jadi satpam galak untuk shofia " kelakar nya dan di balas plototan tajam dari shofia.
" ya udah saya pamit tante assalamu'alaikum "
"Waalaikum salam " kemudian vania meninggalkan ruang perawatan shofia bersamaan dengan Aldo yang datang dengan membawa paper bag berisi baju ganti untuk shofia dan Rey
" kyara ayok kita berangkat ke sekolah abis ini mami juga sudah boleh pulang sayang "
" tapi aku masih pingin sama mami..! " rengek nya
" lho kok gitu nanti kan kyara bisa main lagi sama mami sepulang sekolah lagian kamu harus sekolah yang rajin supaya nanti bisa ajarin dedeknya " bujuk shofia.
" iya dong sayang anak papi kan pinter bentar lagi jadi kakak kamu sekolah ya " kini Rey ikut membujuk
" ya udah klo gitu aku sekolah dulu mami papi "
" ya sayang kamu hati hati ya belajar yang rajin " ucap shofia
" iya mami "
" ayo salim sama mami sama papi " kata mama widya dan kyara pun mencium tangan kedua orang tuanya. lalu melangkah keluar dari ruangan perawatan sang mami.
sementara dari balik pintu tampak eliza sedang memperhatikan adegan di dalam ruang perawatan VVIP tersebut ada perasaan tidak rela di hatinya
" seharusnya aku yang ada disana yang di peluk dan di cium oleh putriku seharusnya aku yang ada disamping Rey saat ini " batinnya dan tanpa di minta air matanya jatuh menetes di pipinya
ada gurat penyesalan di matanya, dulu dia sangat haus akan popularitas dan juga ingin memiliki harta yang banyak. namun kini semua sudah dia dapatkan harta dan juga ketenaran namun semua terasa hampa
" seandainya aku tetap bertahan Rey mungkin aku juga akan merasakan kebahagiaan ini " ucapnya lirih.
tidak ingin berlama lama melihat drama di dalam sana Eliza memilih keluar meninggalkan gedung rumah sakit tersebut dengan langkah gontai.
***********
__ADS_1
segini aja dulu ya para readers jangan lupa untuk like vote dan komentar nya
happy ready 🥰🥰😍😍