
sepasang suami istri itu masih setia bergelung di bawah selimut setelah beberapa menit yang lalu mereka menyelesaikan pergulatan panas mereka.
" mas... aku boleh nanya nggak " tanyanya sambil mengusap dada bidang suaminya
" hem mau nanya apa? " sembari menciumi pucuk kepala sang istri.
" kamu tau nggak gimana kabarnya Eliza? "
" ntah " jawab Rey asal
" gimana klo kita jenguk dia besok karena biar bagaimana pun..."
" buat apa lagian aku sibuk besok " potong Rey cepat
" mas tapi .. "
" udah nggak usah bahas dia masalah dia sudah ada pengacara yang mengurus kasusnya atau jangan jangan kamu belum puas menamparnya Oke besok mas antar kamu ke sana biar bisa puas nampar atau kamu mau menjambaknya juga boleh " ucap Rey sambil terkekeh
" maasss ih orang serius juga "
" udah nggak usah nanyain yang nggak penting sekarang sebaiknya kita tidur sudah malam, atau kamu mau nambah yang tadi hem.. "
" nggak aku ngantuk capek mau tidur " ucap shofia lalu dengan cepat menarik selimut menyembunyikan kepalanya
" yaang bagi selimutnya dong dingin.. " kemudian ikut masuk ke dalam selimut lalu memeluk sang istri sambil berusaha memejamkan matanya.
namun baru setengah jam Rey terlelap ia sudah di ganggu oleh sang istri
" sayang... bangun aku laper.. " sambil menggoyang kan tubuh suami nya
" hemm "
" mas... bangun aku laper... " ucap Shofia lagi masih menggoyang goyangkan tubuh suaminya
" sayang ayo dong bangun...! "
" kenapa sayang ? " ucap Rey dengan suara parau
" aku lapar.. " rengek Shofia
" kamu lapar? mau makan apa? " tanya Rey sambil berusaha duduk dari tidurnya
" aku mau nasi goreng yang telurnya di orak arik"
" Oke sebentar mas bangunkan bi jum dulu "
" eeh jangan kasian bi jum, dia pasti baru tidur sekarang "1
" ya udah klo gtu kita pesan gofood aja "
" nggak mau..! "
" lha terus tadi katanya lapar.. " ucap Rey dengan sedikit kesal
" aku mau kamu yang masakin "
" apa... ? " teriak Rey sambil membelalakkan matanya
" iya anak anak kita pingin makan nasi goreng buatan papinya "
" tapi sayang kamu kan tau aku nggak bisa masak "
" tapi kan kamu belum nyoba, bikinin ya.. ya..! anak kamu pingin lho.. emang kamu mau anak kamu ileran nantinya karena nggak kesampaian makan nasi goreng buatan papinya? "
__ADS_1
" ya nggak lah.. ya udah aku bikinin " ucap Rey lalu turun dari ranjangnya yang di susul Shofia
" eh kamu mau kemana? "
" ya bantuin kamu masak lha "
" nggak usah kamu tunggu aja di sini biar aku saja "
" emang bisa...? "
" he he nggak sih "
" ya udah ayo aku bantuin " dan Rey pun melangkah keluar dari kamarnya sembari menggandeng tangan istrinya turun ke dapur.
Shofia mengeluarkan beberapa bahan seperti telur sosis sayur hijau dan juga bumbu
" sayang kamu kupas dulu bawang nya " kata Shofia sembari mencuci sayur
" sayang udah kamu duduk aja biar aku yang mengerjakan kamu tinggal kasi intruksi "
" bener nggak mau dibantu? "
" iya serahkan semuanya pada suamimu tercinta "
" huek" Shofia memeletkan lidahnya disusul dengan kekehan mereka berdua
Rey mulai melakukan apa yang di intruksi kan istrinya mulai mengipas bawang merajangnya lalu menumisnya
";aauww panas.. " Teriak Rey yang terkena cipratan minyak panas shofia segera mendekat.
" sayang kamu nggak papa? hati hati dong kan aku sudah bilang ini panas " ocehnya sambil meniup tangan suaminya yang kena cipratan minyak. Rey tersenyum melihat istrinya yang terus mengoceh sambil sesekali meniup tangannya
" hem...bau gosong.. ya ampun mas bawang nya gosong..! " ucap shofia lalu mematikan kompornya. Rey hanya nyengir sambil menggaruk tengkuk nya
" sudah sekarang kamu duduk biar aku yang masak " kata Shofia mulai kesal
" nggak usah biar aku saja kasan klo harus membangunkan mereka "
" tapi ini kan memang tugas mereka yang.. "
" iya tapi ini sudah di luar jam kerja.. udah sekarang kamu bantuin aku ngupas bawang nya dan diam jangan protes " kata Shofia lagi sambil menyiapkan wajan baru memberi sedikit minyak goreng lalu memulai aksinya memasak nasi goreng Rey berdiri di samping sang istri, dan dengan sigap mengambilkan apa yang di minta oleh sang istri dan lima belas menit kemudian
" taraaa..! nasi goreng ala Chief Shofia sudah siap " kata Shofia setelah berhasil menghidangkan dua porsi nasi goreng di atas meja
" wah kayaknya enak ni sayang, jadi nggak sabar pingin makan "
" ayo kita makan.. "
" tunggu mas ambilkan air minum dulu " kemudian melangkah menuju dispenser mengisi dua gelas dengan air putih.
kini mereka berdua sedang duduk menikmati nasi goreng yang mereka buat bersama
" gimana enak kan? "
" iya enak.. aku jadi ingat waktu kamu bikin nasi goreng pertama kali "
" tapi kata kamu nasi goreng nya nggak enak.. " sindir Shofia
" ya emang nggak enak.. "
" bohong buktinya kamu hampir habis makannya, bilang aja kamu itu gengsi waktu itu , iya kan..! "
" nggak orang emang nggak enak kok "
__ADS_1
" ckk bohong.."
" iya bener nggak enak.. "
" tapi sekarang kok kamu makannya habis padahal yang kemaren itu resepnya sama kok "
" iya emang nggak enak "
" kok habis.. "
" karena laper.. "
" cck..prank.. " Shofia langsung meletakkan sendok di piringnya
" jadi masakan aku nggak enak gitu.. " ucapnya sembari melipat kedua tangannya di dada dengan wajah di Teluk
" eeeh kok ngambek " batin Rey yang tiba tiba merasa aura horor seketika muncul
" nggak gitu sayang masakan kamu enak kok ni liat aku habis kan makannya " Rey berusaha mengembalikan mood sang istri namun Shofia tak bergeming
" ya dulu itu masakan kamu juga enak " ucap Rey lagi namun Shofia masih tak bergeming malah ia semakin memicingkan matanya
" Oke..oke jujur mas dulu memang gengsi klo bilang masakan kamu itu enak, klo nggak percaya tanya aja Aldo dia aja ketagihan sama masakan kamu " kata Rey lagi dan seketika senyum mengembang dari bibir istrinya
" jadi benarkan masakan aku enak soalnya itu resep almarhum papa waktu masih buka restoran dulu dan itu Jadi menu favorit di restoran kami " tutur nya dengan wajah berbinar
" ya udah sekarang kamu habiskan makanan mu, ayo mas suapin " Rey mengambil alih sendok dan mulai menyuapi sang istri hingga nasi di piring istrinya tandas. kemudian mengambil segelas air
" ayo minum dulu.. " sambil memberikan gelas berisi air putih
" gimana udah kenyang..? " tanya Rey setelah Shofia menghabiskan air putih di gelasnya.
" ya udah ayo tidur ini sudah hampir lewat tengah malam " ajak Rey dan Shofia pun menurut ikut kembali ke kamarnya.
****
keseekon harinya seperti biasa selesai sarapan mereka berangkat ke tempat tujuan masing masing
" sayang hari ini aku biar diantar mang udin ya kasian kamu harus bolak balik antar aku dari rumah sakit balik lagi ke kantor " ucapnya sambil berjalan menuju halaman dimana mobil sudah menunggu mereka
" bener nih nggak mau diantar? "
" iya mas biar aku ikut sama mang udin sekalian sama Kyara aja "
" ya udah tapi hati-hati ya...mang udin..! "
" ya tuan "
"kamu bawa mobilnya pelan pelan dan hati hati"
" iya tuan siap "
" ya udah aku berangkat duluan ya " cup " " mengecup pipi kening dan terakhir bibir istrinya kemudian beralih kepada putri nya.
" kamu belajar yang rajin jangan nakal Oke girl "
" Oke papi.. "
" papi berangkat ya cup " assalamu'alaikum daaa... " dan Rey pun masuk ke dalam mobilnya
setelah mobil suaminya keluar dari mansion kini Shofia dan Kyara masuk ke dalam mobil
" kita ke mana dulu non? "
__ADS_1
" antar Kyara dulu mang "
" baik non " dan mobil pun perlahan bergerak meninggalkan mansion menuju sekolah Kyara.