
pagi itu selesai sarapan Rey dan shofia segera berangkat ke rumah sakit untuk menemani mama Rika operasi.
" sayang nanti siang aku ada meeting dengan klien kamu nggak papa kan aku tinggal? " ucap Rey ketika mereka berada di dalam taxi online
" nggak papa biar nanti aku stay di rumah sakit aja jagain mama " jawab shofia
" baik klo begitu, rencananya Aldo akan datang hari ini dan setelah itu kita akan meeting sebentar" terang Rey lagi
" jam berapa kamu meeting? " tanya shofia
" setelah makan siang jadi nanti aku temani dulu kamu makan siang abis gitu baru aku meeting"
" ya aku nggak papa kok klo kamu tinggal kamu tenang aja " kata shofia lagi.
setelah sepuluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi tiba di rumah sakit. Rey dan shofia segera melangkah masuk ke ruangan tempat mama Rika di rawat.
" pagi ma! " sapa Rey dan shofia sambil mencium tangan mama widya
" pagi sayang.. ! " jawab mamanya
" gimana kabar mama? " tanya Rey
" alhamdulillah baik cuman tadi malam mama agak sulit tidur mungkin karena kepikiran kali ya, tapi mama baik baik aja kok barusan perawat ngecek kondisi mama " tutur mama Rika
" ah syukurlah klo begitu, mama jangan takut ya insya Allah semua akan berjalan dengan baik " kata Rey lagi memberi semangat
" iya nak Rey Terima kasih"
" ma kita berdua akan di sini nungguin mama jadi mama jangan kawatir " kini shofia menimpali.
" oh ya, nak Rey nggak papa lama lama di sini emang nak Rey nggak kerja? " tanya mama mertua nya.
" nggak papa kok ma lagian kebetulan juga aku ada kerja di sini jadi " jawab Rey. lalu tiba tiba ponselnya berdering
" ma maaf aku angkat telpon sebentar " ucap Rey
" dari siapa mas? " tanya shofia
" Aldo..! aku angkat sebentar ya! " lalu Rey memilih sedikit menjauh.
" ya al ada apa? " tanya Rey
" tuan sekarang saya sudah berada di bandara soekarno -hatta mungkin sekitar dua atau tiga jam lagi sampai "
" ya bagus kamu hati hati "
" iya tuan, tapi anu tuan nyonya dan Nona kyara maksa ingin ikut katanya kangen sama nona shofia jadi saya terpaksa mengajak mereka sekalian tapi kalo tuan tidak mengijinkan saya akan meminta sopir untuk mengantarnya kembali pulang " ucap Aldo
" udah nggak papa nanti mereka langsung saja kamu antar kan ke rumah sakit " ucap Rey
" baik tuan kalo begitu saya tutup telponnya " Aldo pun menutup panggilan telponnya
" gimana al apa kata Rey " tanya mama widya
" ya nyonya tuan membolehkan anda dan nona kyara untuk ikut dengan saya ke Singapore "
" alhamdulillah .. sayang kita jadi ke Singapore sebentar lagi kamu bakal ketemu sama mami kamu sayang" ucap mama widya
" yey.. ketemu mami yey..! " kyara meloncat kegirangan.
" ya sudah ayo kita masuk ke bandara karena dua puluh menit lagi pesawat akan berangkat " ajak Aldo lalu mereka bertiga pun segera masuk ke terminal keberangkatan.
sementara Rey masih masih setia menemani istri dan mama mertuanya di rumah sakit.
__ADS_1
tiga puluh menit kemudian dokter loe dan tiga orang perawat masuk ke dalam ruangan tersebut. dengan membawa bangsal kosong
" selamat pagi nyonya Rika tuan dan nyonya Rey ! " sapa dokter loe
" pagi dok " jawab shofia
" pasien akan segera di bawa ke ruang operasi ya..,! nyonya Rika gimana kabarnya? rileks ya nyonya jangan tegang " ucap dokter loe
" iya dok insya Allah saya tenang dok " jawab mama Rika.
lalu tiga orang perawat memindahkan mama widya ke atas bangsal dan mendorongnya keluar dari ruangan tersebut sedang shofia terus berada di samping mama nya sambil menggenggam tangan mamanya.
"sampai di sini saja ya nganternya " ucap dokter leo ketika mereka sampai di depan ruang operasi.
" mama semangat ya! mama jangan takut " ucap Rey
" ya nak do'a kan mama ya "
" ya ma kita selalu do'akan mama " jawab shofia. lalu mama Rika pun di dorong masuk ke dalam ruangan Operasi. sedangkan Rey dan shofia duduk di luar ruangan dengan perasaan sedikit cemas.
Rey terus menggenggam tangan shofia sambil sambil mengelus punggung tangannya
" udah kamu tenang serahkan semuanya pada dokter aku tau di dalam sana banyak dokter profesional yang akan menangani mama. tugas kita adalah berdo'a minta kepada Tuhan agar di lancarkan operasi nya. " ucap Rey
" iya mas tapi tetep aja aku kawatir " ucap shofia kini memeluk suaminya.
sudah dua jam lebih tapi belum ada tanda tanda pintu ruang operasi di buka shofia berjalan maju mundur gelisah menunggu di luar ruangan
" sayang duduk sini nanti kamu capek berdiri terus " ucap Rey
" iya mas " jawab shofia dan kembali ponsel Rey berdering dan dia segera mengangkat panggilan tersebut
" ya Al bagaimana? "
" ya kamu langsung ke ruang operasi saya dan shofia ada di sana"
" baik tuan " lalu panggilan terputus dan lima belas menit kemudian
" mami...! " terdengar teriakan kyara dari ujung karidor rumah sakit
" kyara ! mama..! " ucap shofia kaget lalu berdiri menyambut anak dan mama mertua nya.
kyara langsung memeluk maminya
" Mami aku kangen..! " ucap nya manja.
" ya sayang mami juga kangen" balas shofia lalu berlalih mencium tangan dan memeluk mama mertuanya
" ma apa kabar " sapa shofia
" alhamdulillah baik " jawab mama mertuanya
" kalian kenapa tidak bilang mau ke sini? " tanya shofia
" iya mama mendadak, begitu tau Aldo akan kemari mama maksa ingin ikut " kata mama widya
" trus gimana mama kamu? " tanya mama widya
" mama masih di ruangan operasi ma ini sudah hampir tiga jam tapi sepertinya belum selesai juga " jawab shofia
" kamu yang tenang ya mama yakin semua akan baik baik saja " kata mama widya berusaha menenangkan
" makasih ma, mama sudah nenangin aku " ucap shofia sambil menggenggam tangan mama widya
__ADS_1
" ini sudah jam makan siang kalian belum makan? " tanya Rey
" belum Rey kita dari bandara langsung menuju ke sini " jawab mamanya
" ya udah kita makan dulu ya! sayang ayo kita makan dulu nanti kita ke sini lagi " ucap Rey pada istrinya. dan shofia menggelengkan kepalanya
" aku belum lapar, lagian aku mau tetep di sini, aku takut nanti klo dokter butuh sesuatu bagaimana kalo kita semua pergi, lebih baik kalian aja duluan biar aku di sini nungguin mama " ucap shofia
" Al tolong kamu ajak mama dan kyara untuk makan siang trus nanti tolong kamu bungkus kan untuk aku dan shofia " perintah Rey pada Aldo asisten nya.
" baik tuan., nyonya dan nona kyara mari ikuti saya " ucap Aldo sopan
" mami nggak ikut makan sama kita? " tanya kyara pada mami nya
" nggak sayang mami kan harus nungguin nenek kasian nenek klo di tinggal, jadi sekarang kamu makan sama oma dan om Aldo ya!" ucap shofia pada putrinya.
" ya mam" lalu mereka bertiga meninggalkan shofia dan Rey di rumah sakit untuk mencari makan siang.
Rey masih setia menemani istrinya duduk di kursi di depan ruang operasi. sesekali Rey meletakkan kepala istrinya di bahunya untuk bersandar.
" sayang apa kita sholat dulu sebentar, nanti kita ke sini lagi " ajak Rey
" ya mas kamu benar sebaiknya kita sholat dulu" lalu mereka segera melangkah menuju mushola rumah sakit untuk melaksanakan sholat dzuhur.
selesai sholat shofia kembali ke depan ruang operasi. tak lama kemudian mama widya kyara dan Aldo datang membawa dua kotak berisi makan siang untuk Rey dan shofia.
" sayang ayo makan sini biar aku suapin! " ucap Rey
" nggak usah mas nanti saja aku makan aku belum lapar" tolak shofia
" tapi kamu harus makan nanti kamu sakit klo terlambat makan" kata Rey lagi.
" iya shof bener kata suami kamu ayo makan nanti klo kamu sakit siapa yang akan mengurus mama kamu klo kamu sakit, ayo makan sedikit aja " bujuk mama widya.
dan akhirnya shofia pun makan walau lidahnya terasa hambar. lalu Rey mengambil alih sendok shofia dan mulai menyuapi nya.
" mami sudah gede kok makannya di suapin aku aja tadi makan sendiri ya kan oma? " celetuk kyara
" iya mami mu sekarang manja sayang minta papi yang nyuapin baru mami mau makan banyak ya kan mi " ujar Rey sambil menyuapi istrinya sedang mama widya hanya tersenyum melihat perhatian putranya terhadap shofia istrinya.
" kreeek" suara pintu ruang operasi di buka tampak dokter loe keluar dari ruangan tersebut dan sontak Rey dan shofia berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati dokter loe.
" dok gimana operasi nya dok? " tanya shofia tak sabar
" alhamdulillah operasi nya berjalan lancar namun saat ini pasien belum sadarkan diri jadi kita tunggu dua atau tiga jam lagi " tutur dokter leo
" alhamdulillah" . ucap semuanya
" trus apa kita bisa melihat ke dalam dok? "tanya shofia lagi
" untuk saat ini belum bisa jadi tunggu pasien di pindah di ruang perawatan barulah keluarga bisa mengunjungi.
" baiklah dok klo begitu Terima kasih "! ucap Rey kepada dokter loe.
lalu mereka kembali duduk di kursi tersebut
" kalian klo capek bisa istirahat dulu sebentar di hotel nanti dua jam lagi kalian ke sini " tawar Rey
" ya kamu benar Rey ayo shof kamu istirahat dulu sebentar kasian kamu pasti lelah " kata mama widya.
" ya sayang kamu istirahat dulu lagian aku sebentar lagi ada meeting paling lama satu jam abis itu aku jemput kamu di hotel trus kita ke rumah sakit " ucap Rey
" ya deh mas boleh toh mama juga belum sadar " kata shofia lalu bangkit dari duduk kemudian mereka semua pergi meninggalkan rumah sakit menuju hotel.
__ADS_1