MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 178


__ADS_3

selesai membersihkan diri kini mereka berdua duduk di sofa Shofia menggenggam tangan suaminya


" mas sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu karena selama ini aku nggak jujur sama kamu." Shofia diam sejenak


" sebenarnya aku tadi abis dari ketemu sama Eliza di penjara " Rey masih diam karena sebenarnya ia sudah tau dari awal dari GPS yang ia lacak dari ponsel Shofia yang menunjukkan dia berada di kantor polisi dimana Eliza di tahan dan ia hendak menyusul awalnya tapi ia urungkan ketika melihat Shofia sudah meninggalkan penjara dan menuju rumah sakit. dan siang tadi rencananya ia ingin makan siang bersama dengan istrinya karena nggak mungkin ia meminta istrinya untuk datang ke perusahaan.


" aku minta maaf ya "


" sudah berapa kali kamu menemuinya? " tanya Rey dengan suara datar


" mungkin sudah empat atau lima kali " . jawab Shofia


" Shofia kamu tau kan tindakan kamu itu berbahaya, bagaiamana jika ia melukaimu atau punya niat jahat sama kamu, kamu jangan memandang orang itu baik sama seperti kamu" ucap Rey yang kini mulai terbawa emosi


" tapi buktinya aku nggak papa kan mas..kamu tu jangan suudzon sama orang "


" ya sama orang lain mungkin iya tapi tidak dengan Eliza "


" mas tapi dia sudah berubah sekarang dan aku yakin dia sekarang sudah sadar "


" kamu itu baru kenal sama dia sedang aku, aku hampir delapan tahun kenal dia jadi kamu nggak tau apa apa tentang Eliza "


" tapi mas... "


" cukup...dan mulai sekarang kamu jangan lagi berhubungan dengan Eliza titik "


" kenapa sih mas kamu nggak mau memberikan kesempatan kepada orang lain jika orang itu ingin berubah, apa kamu tau saat ini Eliza sangat terpuruk dia sangat putus asa bahkan ia sempat beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya "


" itu bukan urusan ku "


" tapi dia mama kandung nya kyara mas "


" ya aku tau "


" karena itu kamu harus belajar memaafkannya, memaafkannya bukan berarti dia bebas dari hukuman bukan, tapi kita mulai berdamai dengan hati hilang kan segala amarah kamu pada Eliza "


"sebenarnya kenapa sih kamu sekarang malah mati matian membela dia tujuan kamu apa ?" ucap Rey yang kini berdiri dengan tangan di pinggang.

__ADS_1


" aku.. tidak ada, aku hanya ingin Kyara mempunyai hubungan baik dengan mama kandung nya karena aku bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan kasih sayang seorang anak dan itu lebih sakit dari pada kehilangan kasih sayang dari pasangan kita sendiri "


" aku hanya ingin Kyara mau menerima Eliza sebagai mama kandungnya itu saja " tambah Shofia lagi.


" siapa yang memberikan kamu ijin untuk itu, dan kamu.. kamu tidak tau apa apa tentang Kyara,bagaimana dia dulu menangis ingin menyusu dengan mamanya bagaimana dia tidur ingin di peluk saat sakit ingin di sayang dan semua itu tidak pernah ia dapatkan dan kamu tidak tau itu, kamu hanya orang baru yang masuk dalam kehidupan aku dan Kyara "


" deg" mendengar ucapan Rey Shofia merasa dadanya seperti di tusuk jarum dan tanpa terasa matanya sudah mulai berembun.


" ya mas kau tau aku hanya orang baru dalam kehidupan kamu dan Kyara aku hanya orang asing yang tiba tiba menjadi istri kamu dana ke dalam keluarga kamu, maaf...maafkan aku" ucap Shofia sambil menengadahkan wajahnya menahan agar air matanya tidak jatuh.


" maafkan aku karena sudah terlalu ikut campur dalam urusan kamu dan Kyara, maaf " sambung Shofia lagi. Rey menarik nafas dalam dalam sebetulnya ia tidak tega mengatakan hal itu pada Shofia ia tau Shofia sangat sedih tapi ia harus tegas pada sikap istrinya tersebut.


" bagus klo kamu faham itu, dan mulai hari ini kamu tidak boleh keluar kemanapun tanpa seijin ku dan mulai besok kamu akan di jaga pengawal yang akan menjaga memantau segala kegiatan kamu setiap hari di luar rumah"


" terserah kamu mas " ucap Shofia sambil memalingkan wajahnya dan kini ikutan kesal.


" ingat jangan keluar kemanapun tanpa seijin aku " kata Rey lagi sebelum akhirnya keluar dari ruangan tersebut.


Shofia menangkup wajahnya dengan kedua tangannya " ya Tuhan apa sikap aku salah ? ßaku hanya ingin hubungan Kyara dan mamanya baik baik saja dan sekarang mas Rey seperti nya sangat marah " ucapnya pelan.


Rey berjalan sambil menghubungi seseorang


" baik tuan " jawab Aldo dan segera melangkah menuju ruang meeting.


kini Rey dan Aldo duduk di ruang manager rumah sakit.disana juga sudah hadir dokter senior kepala perawat dan juga kepala keamanan


" tuan saya selaku manager rumah sakit mohon maaf atas kelalaian kami tuan " ucap kepala rumah sakit tersebut


" oke aku tau ini bukan salah kalian sepenuhnya cuman aku kecewa dengan kinerja kalian bagaimana bisa kalian tidak bisa mengawasi dan menjaga istri ku membiarkannya keluyuran dengan kondisi sedang hamil tua " Rey mulai membuka suara.


" seandainya sampai terjadi sesuatu maka kalian semua akan aku pecat karena membiarkan karyawan apalagi dia seorang koas keluar tanpa ijin "


" jadi mulai sekarang siapapun yang bekerja di rumah sakit jika ingin meninggalkan rumah sakit harus ijin kepada kepala staf kepegawaian atau minimal pada petugas jaga, dan aku juga mau kalian ikut mengawasi dan menjaga istri ku "


" baik tuan"


" dan untuk beberapa hari ini aku melarang ia keluar rumah jadi beberapa hari kedepan ia ijin tidak datang ke rumah sakit, apa kalian keberatan? "

__ADS_1


" tidak tuan tidak apa apa lagipula nona saat ini sedang hamil besar kami memakluminya " jawab kepala rumah sakit


" bagus " kalau begitu kalian boleh kelaur, oh ya bisa kau panggilkan temannya istri ku dia juga termasuk dokter koas di sini "


" baik tuan saya tau , akan saya panggilkan segera " sahut kepala perawat lalu mereka semua keluar dari ruangan meeting tersebut.


tak menunggu lama Vania datang ke ruangan dimana Rey dan Aldo sedang menunggu nya. Vania tampak sedikit takut dan gugup


" duduk " ucap Aldo sedang Rey hanya diam dengan wajah dinginnya


" kamu temannya Shofia kan? " tanya Rey sambil mengetuk ngetuk jari telunjuknya di atas meja dengan tatapan tajam


" I iya tuan "


" jadi kamu pasti tau kan klo dia sering menemui wanita itu di penjara bukan? " tanya Rey mengintimidasi


" ah iya tuan eh tidak tuan.. " jawab vania sedikit gugup


" jawab yang benar nona " kini Aldo ikut berbicara


" maksud saya, saya baru tau beberapa hari yang lalu tuan, sungguh "


" dan kau tidak melarang nya teman macam apa kau ini" ucap Aldo.


" saya sudah melarang nya dan saya juga sudah menawarkan diri untuk menemani nya tapi dia tolak. "


" tapi kau kan bisa memaksanya dan kenapa juga kamu tidak memberitahu taun Rey " kata Aldo lagi


" ya.. ya karena saya.. ya karena itu bukan urusan saya, iya.. " Vania berusaha membela diri


" sudah sudah kenapa sekarang malah kalian yang ribut bikin aku tambah pusing " ucap Rey kesal


" maaf tuan " ucap Aldo dan Vania bersamaan


" sekarang kamu, tolong awasi Shofia tolong bantu saya untuk menjaganya karena dia sekarang sedang mengandung bayi kembar dan saya tidak ingin terjadi sesuatu yang akan membahayakan dirinya dan bayinya"


" baik tuan saya akan berusaha terus mengawasi Shofia, dan saya juga minta maaf tidak memberi tau anda dan saya kemaren tidak berfikir panjang kemungkinan yang akan terjadi pada Shofia "

__ADS_1


" ya sudah itu juga bukan salah kamu, klo begitu kamu boleh pergi "


" baik klo begitu saya permisi " dan Vania pun keluar dari ruang meeting tersebut.


__ADS_2