
setelah kyara tertidur shofia perlahan turun dari ranjang di ciumnya kening kyara sebelum akhirnya keluar dari kamar anaknya berjalan hendak masuk ke dalam kamarnya sampai di depan pintu
" kyara sudah tidur shof? " tanya mama widya
" udah ma, oh ya ma ada yang mau aku sampaikan ini mengenai kyara "
" ada apa? "
" kita duduk di sana ma " ajak shofia dan mereka duduk di sofa yang ada di depan kamar
" jadi begini ma tadi Eliza menemui kyara di sekolah nya "
" apa? mau apa dia menemui kyara bukannya dulu dia nggak peduli "
" iya itu aku kurang tau ma cuman yang aku nggak suka ketika dia meracuni pikiran kyara dengan mengatakan klo aku ini mami tirinya dan mami tiri itu jahat, dan itu yang aku tidak suka ma " adu shofia pada mama mertuanya
" mama nggak habis pikir apa sih maunya dia dulu dia yang memilih untuk pergi tapi sekarang tiba tiba dia kembali, kamu harus kasi tau Rey akan masalah ini shof mama kawatir dia akan berbuat lebih jauh lagi " kata mama mertua nya
" iya ma rencananya nanti sepulang mas Rey dari kantor aku akan kasi tau semuanya "
" mama kok gregetan sama dia dan kenapa juga dia datang ke sini lagi mama kira dia akan tetap menetap di Amerika " ucap mama widya dengan kesal.
" kamu telp aja Rey biar dia cepat pulang "
" nggak usah ma aku takut mas Rey sedang sibuk di kantor aku nggak mau mengganggu pekerjaannya "
" ya sudah kamu nggak usah mikir yang tidak tidak biar nanti Rey yang urus semuanya "
" iya ma "
" kamu istirahat sana ingat kamu jangan capek nggak boleh stres kasian cucu cucu mama di dalam sini klo maminya banyak pikiran " ucap mama widya sambil mengelus perut sang menantu
" ma makasih ya mama perhatian banget sama aku "sambil memeluk mama widya
" itu sudah sepantasnya kamu itu sudah mama anggap seperti anak mama sendiri, udah sana masuk istirahat "
" iya ma aku ke kamar dulu " kemudian shofia masuk ke dalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh dan fikiran nya.
menjelang makan malam Rey baru tiba dari kantornya shofia yang nggak sabar menunggu kedatangan sang suami langsung melangkah menuju pintu begitu mendengar suara deru mobil.
" assalamu'alaikum..! "
" waalaikum salam " jawab shofia sambil menyambut suaminya didepan pintu lalu mencium punggung tangan suaminya dan Rey membalas dengan mencium kening sang istri.
lalu mereka melangkah menuju lantai atas.
sampai di kamar Rey segera membersihkan dirinya sedang shofia menyiapkan pakaian ganti untuk Rey.
Rey keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang sedang satu handuk kecil dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya
" cup" kenapa melamun hem..! apa yang di pikirkan ? apa kamu memikirkan bayi kita? " tanya Rey setelah mencium sekilas pipi istrinya.
shofia menggelengkan kepalanya
" trus ? " tanya Rey sambil terus mengusapkan handuk di kepalanya
" aku mikirin kyara mas "
" ada apa dengan kyara, apa dia ada masalah di sekolah nya? " tanya Rey
" nggak, tapi tadi Eliza menemuinya di sekolah dan mulai mengatakan yang tidak tidak kepada kyara"
__ADS_1
" maksudnya? "
" dia mengatakan klo aku bukan ibu kandungnya, katanya aku ini ibu tiri nya dan katanya ibu tiri itu jahat " jelas shofia dengan matanya yang mulai berembun
" gimana ceritanya? " tanya Rey lagi kini ikut duduk di samping istrinya.
" ya tadi pulang sekolah kyara nanya ke aku ibu tiri itu apa dan dia juga nanya siapa ibu kandungnya dan apa benar ibu kandungnya sudah di surga "
" ya Tuhan memang perempuan itu selalu bikin masalah "
" kamu harus berbuat sesuatu mas aku nggak mau dia meracuni pikiran putri kita kyara aku nggak mau dia jadi benci sama aku kamu tau kan aku sangat menyayanginya " kini air mata yang tadi dia tahan akhirnya keluar juga
" sudah kamu tenang aja nanti mas akan kasi tau pihak sekolah agar lebih perketat lagi penjagaan di sekolah dan mas juga akan melarang orang asing untuk masuk ke lingkungan sekolah kyara atau jika perlu mas akan menaruh bodyguard untuk kyara "
" nggak usah segitunya kasian kyara klo harus di kawal kemana mana aku takut dia jadi takut. kamu cari cara lain aja "
" ya nanti aku minta mang udin untuk lebih memperhatikan kyara dan melarangnya untuk bicara sama orang lain"
" mas tapi sampai kapan kita akan menyembunyikan mama kandungnya pada kyara? biar bagaimana pun dia harus tau klo dia masih memiliki ibu kandung " ujar shofia
" iya aku akan mengatakan nya tapi tidak sekarang "
" tapi mas aku takut dia tau dari orang lain dan akhirnya membenci kita karena kita tidak jujur "
" iya aku ngerti tapi dia masih sangat kecil untuk mengetahui hal ini aku janji jika memang sudah waktunya aku akan menceritakan semuanya "
" nanti aku akan bicara sama Eliza agar jangan mengganggu keluarga kita terutama kyara karena aku tidak akan tinggal diam jika dia terus menggangu keluarga kita " ucap Rey mulai emosi.
" sudah kamu jangan terlalu memikirkan ini trus gimana kyara sekarang ? " tanya Rey lagi
" alhamdulillah setelah aku kasi pengertian dia akhirnya mengerti tapi dia tadi sempat menanyakan kebenaran ibu kandungnya dan aku tidak bisa menjawabnya aku bingung harus jawab apa " terang shofia
" ya sudah nanti biar aku yang akan menjelaskan sekarang ayo turun kita makan malam dulu" ajak Rey lalu menggandeng tangan istrinya turun ke ruang makan.
" hallo selamat malam tuan Rayyan ada yang bisa saya bantu. ? " tanya kepala sekolah kyara
" begini bu saya minta untuk mulai besok anda tidak membolehkan orang asing kecuali orang tua atau wali murid datang dan masuk ke area sekolah "
" baik Pak "
" bagus kalo perlu setiap yang masuk ke lingkungan sekolah harus menunjukkan ID card terlebih dahulu anda faham kan maksud saya?"
" ya saya faham pak "
" bagus dan saya titip tolong untuk putri saya khususnya jangan kasi siapa pun yang datang menemuinya tanpa seijin saya ingat itu "
" baik Pak "
" Oke bagus klo begitu Terima kasih atas kerja samanya "
" sama sama tuan " kemudian Rey mematikan ponselnya. setelah selesai menelpon kepala sekolah kyara Rey kemudian dia menghubungi Aldo
" ya ada apa tuan "
" begini tolong kamu cari dimana Eliza tinggal selama ini "
" baik tuan, tapi klo boleh saya tau ada apa tuan? " tanya Aldo. Rey menarik nafasnya dalam dalam
" dia sudah berani menemui kyara dan mengatakan klo shofia ibu tirinya dan mengatakan dia memiliki ibu kandung, aku nggak mau dia berbuat yang lebih jauh lagi "
" baik tuan saya akan mencarinya segera "
__ADS_1
" Oke terima kasih "ucap Rey lalu mematikan ponselnya
keesokan harinya selesai sarapan Rey langsung di jemput Aldo
" kita jadi ke apartemen nona Eliza tuan ? " tanya Aldo saat mereka berada di dalam mobil.
" iya aku ingin masalah ini cepat selesai "
" baik tuan " kemudian Aldo menambah kecepatan laju mobilnya.
empat puluh menit kemudian mereka tiba di salah satu apartemen mewah di daerah jakarta selatan
" menurut keterangan yang saya Terima sepertinya memang ini alamatnya tuan " ucap Aldo lalu memencet bel yang ada di depan pintu apartemen.
" ceklek " pintu di buka tampak seorang laki laki dengan penampilan feminim. yang tak lain adalah manager Eliza.?
" hay..! maaf anda cari siapa ya? "tanya nya dengan tatapan tak berkedip melihat dia laki laki tampan di depan nya.
" Eliza ada? bilang Rey ingin bertemu " ucap Rey dengan suara dan tatapan dinginnya.
" waw jadi anda tuan Rayyan wah ternyata benar ya anda memang ganteng banget pantes aja nona Eliza kejar kejar anda.. opps" ucapnya keceplosan
" oke silahkan masuk saya akan panggilkan nona Eliza " ucap sang manager sambil mengedipkan matanya membuat Rey sedikit geli.
Rey masuk ke dalam apartemen dengan Aldo mengekor di belakangnya. dan sepuluh menjadi kemudian Eliza datang hanya menggunakan gaun tidurnya.
" hay Rey ada apa nih wah kejutan banget kamu pagi pagi datang ke apartemen aku " ucap Eliza yang langsung duduk di depan Rey dan Aldo
" oke langsung saja aku nggak suka kamu menemui kyara dan aku peringatkan ke kamu untuk jangan pernah ganggu keluarga aku lagi dan jangan pernah temui kyara" ? ucap Rey tanpa basa basi
" kenapa bukannya aku juga punya hak atas kyara karena aku ibu kandungnya "
" hem ..! sejak kapan kamu mengakuinya sebagai anakmu bukannya sejak dalam kandungan kamu tidak menginginkan nya " dengan senyum mengejek
" ayolah Rey kamu nggak usah mengungkit hal itu aku sungguh menyesal tolong maafkan aku ya ..! aku ingin memperbaikinya jadi please maafin aku " ucapnya sambil berusaha memegang tangan Rey namun dengan cepat dia menapiknya
" aku rasa itu semua sudah terlambat apa kamu tau kyara sudah tidak pernah mengharapkan mu jadi mulai sekarang kamu nggak usah temui dia lagi apalagi sampai mengatakan yang tidak tidak padanya "
" tapi bagaimana pun dia darah daging ku sembilan bulan aku mengandung nya apa kamu lupa? "
" tidak aku tidak lupa tapi apa kamu lupa klo aku sudah membayarmu dengan mengganti nya dengan mobil sport sesuai keinginanmu "
" oke oke aku ngaku salah aku dulu sangat panik karena karir aku baru naik lalu aku harus hamil tapi baiklah akan mengembalikan mobil itu tapi tolong maafin atas segala kesalahan aku dulu " ucap Eliza sambil berjongkok memeluk kaki Rey namun dengan cepat Rey berdiri menjauh dari tubuh Eliza
" aku sudah memafkanmu tapi dengan satu syarat kamu jangan lagi ganggu keluarga aku apalagi kyara "
" Rey kenapa sih kamu begitu benci aku apa karena wanita penggoda itu ya? mana cintamu yang dulu Rey aku sangat mencintaimu Rey dari dulu bahkan sampai sekarang" ucap Eliza dengan nada tinggi
Rey berdiri lalu mencekik leher Eliza
" jangan pernah menghina istri aku dia tidak seperti dirimu yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya "
"tuan lepaskan nona Eliza tuan dia bisa kehabisan nafas " Aldo berusaha mengingatkan bosnya agar melepaskan cengkraman tangannya di leher Eliza.
" uhuk uhuk" Eliza terbatuk setelah Rey melepas kan cekikannya.
" kamu ingat Rey aku akan mengambil kyara dari tanganmu karena aku juga berhak atas kyara " ancam shofia
" silahkan saja jika kamu melakukannya aku tidak akan segan segan membocorkan skandal mu dengan beberapa bandot tua itu " Rey balik mengancam.
" silahkan saja aku tidak peduli yang jelas aku ingin mengambil hak asuh untuk kyara " ucap Eliza tak gentar
__ADS_1
" oke kita ketemu di pengadilan dan sampai itu terjadi maka aku pastikan kamu akan kehilangan semua kontrak kerja mu camkan itu" ucap Rey lalu melangkah keluar dari apartemen Eliza diikuti Aldo sang Asisten.