MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 157


__ADS_3

kini Aldo sudah diperbolahkan menjenguk Rey namun sampai saat ini kesadarannya belum pulih juga dia tatap wajah Rey yang tampak sedikit kurus dengan bulu bulu halus yang mulai tumbuh di wajahnya


" tuan aku berjanji akan segera menemukan siapa dalang di balik ini, dan maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik. " ucap Aldo


" tuan cepatlah sadar nona Shofia sangat merindukanmu orang-orang rumah semua merindukanmu tuan " lalu ia keluar dari ruang ICU tersebut karena ponselnya berdering


" hallo bagiamana apa Baron sudah sadar? " tanyanya pada Alex


" belum dia masih belum sadarkan diri"


" beritahu aku jika dia sudah siuman "


" oke bro ini orang orang ku sedang mengeluarkan peluru dari tubuhnya "


"ingat usahakan dia tetap hidup sampai dia memberikan informasi pada kita siapa yang membayarnya "


" oke kau tenang saja " jawab Alex


mereka pun mematikan panggilannya.


lalu Aldo berusaha menghubungi seseorang " " " hallo kamu dan tiga anak buah mu segera kawal nyonya Widya terbang ke LA "


" baik tuan "


" dan sebagian yang lain tetap kawal nona shofia dan nona Kyara aku tidak mau terjadi apa apa dengan mereka, trus tiket dan semuanya sudah di siapkan Cindy kalian berangkat nanti malam "


" baik bos " lalu memasukkan ponselnya di dalam saku celananya. dan kembali masuk ke ruang ICU dimana kini Rey sedang dirawat. dan kembali ponselnya berdering dan saat ini yang menghubungi nya adalah Shofia


" hallo al gimana kabar mas Rey apa sudah sadar pasca operasi? "


" belum nona tuan belum sadar juga "


" bisa kau arahkan kamera ke mas Rey? "


" tentu nona " Aldo mengarahkan kameranya ke arah Rey Shofia menatap wajah laki laki yang sangat ia rindukan seandainya bisa dia ingin terbang ke sisi suaminya memeluk dan menciumnya


" mas aku kangen maaf aku nggak bisa menemani mu di sana " isaknya Aldo ikut merasakan kesedihan istri bosnya tersebut Shofia mematikan ponselnya karena tak kuat melihat kondisi suaminya. dan Aldo hanya menahan nafasnya.


keesokan malamnya mama Widya tiba di LA Aldo segera menjemput ibu dari atasannya tersebut


" gimana Al apa Rey sudah sadar? " tanya mama Widya saat perjalanan keluar dari bandara


" belum nyonya dan dokter masih terus melakukan observasi "


" lalu bagiamana apa sudah ketemu siapa dalang semua ini?"


" belum Nyonya karena ketua geng Mafia yang di sewa masih belum sadarkan diri "


" segera kau temukan siapa dalangnya Aku takut mereka akan mengancam keluargaku yang lain "


" baik Nyonya saya akan secepatnya mencari siapa pelaku dibalik ini semua ini"


mobil yang mereka tumpangi telah sampai di rumah sakit Aldo langsung mengajak mama Widya ke ruang ICU di mana Rey saat ini di rawat.


mama Widya membelai wajah putranya tersebut.


" sayang kenapa seperti ini sih, kamu cepatlah sadar apa kau tidak merindukan anak dan istri mu mereka sangat mencemaskan mu cepatlah sadar Rey kasian mereka " ucap mama Widya sambil mengusap air mata nya dan bersamaan dengan itu dokter yang menangani Rey masuk ke dalam ruangan tersebut.


" permisi Nyonya saya akan memeriksa tekanan darah pasien sebentar "


" ya dok silahkan " lalu dokter pun mulai memeriksa kondisi Rey


" gimana dok kondisi putra saya "


" secara keseluruhan kondisi tuan Rayyan tidak ada masalah cuman kesadarannya yang belum kita akan terus memantau nya "


" tapi kenapa ia belum sadarkan diri juga dok? "


" iya ini karena peluru yang mengenai paru paru tuan Rey cukup dalam sehingga oksigen yang masuk agak sedikit terhambat ini yang menyebabkan kesadaran pasien belum pulih kita tunggu sampai besok semoga tuan Rayyan segera sadar"


" apa dia bisa mendengar dok ketika kita bicara"


" ya pasien bisa mendengar tapi tidak bisa merespon, teruslah ajak bicara terutama dengan orang orang terdekatnya karena dengan begitu akan cepat merangsang saraf motoriknya "


" baik dok Terima kasih "


" dan tolong masuk ke ruang ini di batasi satu atau dua orang saja " kata dokter itu lagi


" ya dok baik"


" klo begitu saya permisi Nyonya "


" silahkan dok " dan dokter tersebut keluar dari ruang ICU meninggalkan Mama Widya bersama Rey di sana.


mama Widya meraih ponselnya kemudian menekan nama Shofia melalui sambungan video call.


" hallo assalamu'alaikum ma! mama sudah nyampek? "


" ya sayang mama baru aja sampek dan sekarang mama ada di ruang perawatan Rey "


" gimana kabar mas Rey ma? " mata mulai berkaca


" dia belum sadarkan diri sebentar mama arahkan kamera ke Rey " Shofia menatap suaminya yang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan

__ADS_1


" bicara lah padanya Shof kata dokter alam bawah sadarnya mendengar apa yang kita bicarakan cuman saja dia belum bisa merespon"


" ya ma " lalu mama Widya mendekatkan ponsel ke telinga Rey


" assalamu'alaikum sayang aku kangen, kamu cepat bangun ya apa kamu nggak kangen aku, aku Kyara dan semua orang di mansion sangat merindukanmu." sambil mengusap air dari sudut matanya


" sayang apa kamu tau bayi bayi kita sekarang sudah tumbuh semakin besar dalam perut aku dan mereka semakin lincah dan kau tau tendangannya semakin keras terkadang aku sampai meringis menahan tendangan mereka" sambil terkekeh


kamu cepat bangun ya aku sangat merindukanmu kamu kan janji pergi hanya satu minggu tapi ini sudah satu bulan lebih kamu nggak pulang, aku bakal marah klo kamu nggak cepat bangun karena aku dan anak anak sangat merindukanmu honey " ucap Shofia lirih namun Rey masih tak bereaksi


" sayang aku mau bernagkat ke kantor dulu mengurus perusahaan mu nanti kita ngobrol lagi oke I love you muach "


" ma aku ke kantor dulu karena aku ada janji dengan klien nanti aku telpon lagi "


" ya sayang mama juga akan istirahat sebentar dan kebetulan hotel Mama berdekatan dengan rumah sakit "


" mama jaga kesehatan ya selama di sana jangan terlalu capek "


" ya sayang, kamu juga di sana jangan capek capek jaga kesehatan kamu mama titip cucu cucu Mama "


" ya ma mama tenang aja "


" jangan lupa terus doakan Rey suamimu agar segera sadar dan pulih dari komanya "


" ya ma pasti itu "


" ya udah assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " lalu mama Widya memasukkan ponselnya ke dalam tas.


kini tiga hari sudah mama Widya menemani Rey di rumah sakit namun Rey belum juga sadar pasca operasi dan Shofia hampir setiap hari berbincang dengan Rey melalui sambungan telpon.


besok sidang hak asuh Kyara akan di gelar Shofia dan tim pengacara telah menyiapkan segala materi untuk besok


" ma besok sidang kedua Kyara mama doakan ya semoga semua lancar " tutur Shofia saat menelpon


" ya sayang mama selalu doakan kok oh ya kamu mau bicara sama Rey "


" ya ma aku mau bicara " dan mama Widya kembali meletakkan ponsel di telinga Rey.


" assalamu'alaikum mas gimana kabar kamu sayang trus kamu kapan mau bangun oh ya besok aku akan menghadiri sidang hak asuh Kyara seperti kemaren aku ceritakan Eliza hendak merebut hak asuh Kyara, jujur aku merasa lemah tanpa kamu mas, ayo dong mas kamu bangun kamu bantu aku hadapi semuanya, aku lemah tampa mu mas dan aku berharap kamu segera sadar dan lekas lah sembuh pangeranku jantung hatiku aku butuh kamu sayang hik hik.. " isak Shofia dan tanpa terasa mama Widya juga menitikkan air matanya dan seketika jari tangan Rey seperti bergerak


" sayang Rey menggerakkan jari tangannya "


" benarkah ma? "


" ya sayang! "


" alhamdulillah "


" ada apa Nyonya? " tanya Aldo yang menunggu di luar ruangan


" Rey menggerakkan jarinya Al, sekarang kamu panggilkan dokter "


" baik Nyonya "dan Aldo segera pergi memanggil dokter


sementara di dalam


" sayang aku tau kamu pasti sadar aku tau kamu pasti merindukan kami cepatlah sembuh sayangku "


" silahkan dok " mama Widya masuk bersama Seseorang dokter dan dua orang perawat.


" maaf Nyonya bisa keluar sebentar kami akan memeriksa pasien "


" baik dok " lalu mama mengambil ponsel dari telinga putranya dan keluar dari ruangan tersebut


" gimana ma ? " tanya Shofia dari sambungan video callnya


" dokter masih memeriksanya sayang "


" semoga mas Rey segera sadar ya ma "


" ya sayang amin "


" ya udah mama tutup dulu ponselnya nanti mama hubungi kamu lagi "


" ya ma aku juga mau berangkat ke kantor "


" ya sayang kamu hati hati "


" ya ma assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " dan panggilan pun terputus. dokter masih memeriksa kondisi Rey mama dan Aldo masih setia menunggu di luar. setelah hampir lima belas dokter keluar dari ruangan ICU.


" bagaimana dok? "


" kondisi pasien belum sadar sepenuhnya tapi saya mau nanya apa benar ibu melihat gerakan tubuhnya? "


" ya dok tadi saya sempat lihat jari tangan putra saya sedikit bergerak sewaktu istrinya menelpon " tutur mama Widya dan dokter menganggukkan kepalanya


" ya jika memang benar seperti itu, itu hal yang bagus berarti pasien mulai merespon walau sedikit dan saya harap keluarga turus mengajaknya mengobrol karena seperti yang saya katakan pasien bisa mendengar apa yang kita katakan walaupun pasien masih belum sadar teruslah memberinya semangat Oh ya kenapa istrinya tidak di bawa saja ke sini "


" istrinya sedang hamil 7 bulan dan dokter tidak memberikan rekomendasi untuk dia terbang ke LA "

__ADS_1


" oh begitu ya sudah yang penting terus kasi semangat pasien agar cepat siuman "


" baik dok "


" klo begitu kami permisi dan kami akan terus memantau pasien "


" Terima kasih dok " dokter berlalu dari hadapan mereka


" Al apa tidak sebaiknya kamu pulang ke Indonesia kamu temani Shofia dalam sidang besok, Rey biar saya yang menjaganya "


" baik nyonya sekarang juga saya akan berangkat ke Indonesia "


" makasih Al, trus bagaimana apa sudah ada kabar siapa pelaku di balik ini? "


" belum nyonya karena pelaku belum sadarkan diri sampai sekarang "


" ya sudah kamu pergilah hati hati "


" baik nyonya klo begitu saya permisi, oh ya di sini juga ada pengawal yang akan menemani nyonya jadi jika butuh apa apa anda tinggal memanggilnya "


" ya baik Terima kasih " lalu aldo menundukkan sedikit badannya sebelum akhirnya meninggalkan ruang ICU.


dan keesokan harinya di ruang persidangan tampak Shofia di dampingi Vania mama Rika dan juga Aldo yang baru saja tiba di jakarta sedang menghadiri proses sidang pembelaan dari dua belah pihak antara Shofia dan Eliza.


pihak Eliza menunjukkan beberapa foto bagaimana Kyara duduk sendirinya di depan sekolah seolah menggambarkan bahwa tidak ada yang memperdulikannya semenjak papinya menghilang


" jadi tolong pak hakim pertimbangkan kembali putri saya tidak terurus saya sering melihat putri saya pulang sekolah sendirian tidak ada yang menjemputnya bagaimana jika ada penculik atau orang jahat yang melihatnya itu bisa membahayakan keselamatan nya, ya walaupun saya yakin mama sambungnya tidak bermaksud menelantarkannya tapi saya rasa saat ini dia sedang sibuk dengan kehamilannya apalagi mengandung anak kembar pasti sangat berat baginya "


" keberatan yang mulia apa yang di katakan penggugat itu tidak benar" protes Shofia sambil berdiri


" tolong pihak tergugat untuk tenang nanti anda akan saya beri waktu untuk bicara " ucap hakim


" silahkan lanjutkan "


" ini pak Hakim sebagai bukti klo saya tidak bohong" sambil berdiri dan menyerahkan foto foto yang sengaja di buat dan di rekayasa.


hakim memperhatikan foto foto yang diperlihatkan Eliza kemudian hakim memberikan kesempatan kepada Shofia untuk memberikan kesaksiannya, bagaimana Eliza dulu tidak menginginkan kehamilannya bahkan sampai tidak mau menyusui bayinya juga Shofia tidak segan segan membeberkan bagaimana skandal yang pernah di lakukan Eliza bersama beberapa laki laki hidung belang lengkap dengan foto dan juga nama nama saksi.


" saya mungkin bukan ibu kandungnya tapi cinta dan kasih sayang saya pada Kyara sangat tulus sepertinya Kasih sayang seorang ibu dengan anak kandungnya dan saya tidak mungkin membiarkan anak saya tinggal dengan wanita seperti itu akan jadi apa dia nanti" tutur Shofia dan hakim kembali menanyakan beberapa hal kepada Eliza dan juga Shofia berdasarkan fakta fakta yang sudah di berikan. dan sidang pun di tunda minggu depan untuk mendengarkan keterangan para saksi.


Shofia keluar dari ruang sidang di ikuti oleh Aldo vania dan tim pengacara sampai di depan pintu


" aku nggak nyangka kamu bisa melakukan hal hal kotor untuk memuluskan rencanamu tapi aku pastikan kamu nggak akan mendapat kan apa yang kamu inginkan " ucap Shofia sinis


" kita lihat saja nanti nyonya Rayyan tapi aku tidak yakin sih apalagi sampai saat ini suami mu belum menampakkan batang hidungnya atau jangan jangan suami mu sudah pergi peninggalkan mu "


" jaga bicaramu " bentak Aldo


" sudah wanita marahan seperti dia nggak usah di ladeni ayo Al kita ajak Shofia pergi dari sini " timpal vania lalu mereka semua melangkah meninggalkan pengadilan


Eliza dan pengacaranya sedang duduk diskusi di ruangan pengacara


" bagaimana menurut kalian apa kita berada di atas angin? " tanya Eliza


" tentu Nona dan sepertinya lawan kita sedang kalang kabut dan saya bisa pastikan anda akan memenangkan kasus ini "


" tentu aku sudah bayar mahal kalian " dan pembicaraan mereka terputus karena ponsel Eliza berbunyi dan dia melangkah sedikit menjauh


" hallo ada apa sudah aku bilang jangan pernah menghubungi aku klo aku tidak menghubungi kalian "


" sorry nona tapi ini masalah genting"


" apa maksudmu? "


" tawanan berhasil di bebaskan dan semua anak buah berhasil mereka lumpuhkan dan Baron saat ini tertembak dan menjadi tawanan mereka "


" apa lalu bagaimana apa Baron selamat? "


" saya kurang tau nona karena baron masih mereka tawan "


" goblok aku sudah membayar kalian mahal kau tau aku sampai menjual semua aset ku di sana untuk membayar kalian "


" maafkan kami nona "


" pokoknya aku nggak mau tau kalian harus membebaskan Baron atau bunuh dia agar dia tidak buka mulut "


" maaf nona kekuatan mereka sangat besar ditambah tuan mandez meminta bantuan mafia dari Jerman "


" dasar pengecut kalian ..! klo begitu kembalikan uang yang sudah aku berikan "


" tut. tut.. tut.. " sambungan di matikan


" **** sial kurang ajar mereka " umpat Eliza sambil memijat keningnya.


" apa yang harus aku lakukan tapi sepertinya mereka belum tau jika aku dalang di balik semua ini, karena tadi sikap Aldo dan shofia biasa biasa saja " fikirnya lalu ia melangkah kembali bergabung pada tim pengacaranya


" bagini bisakah kalian mempercepat proses pengadilannya aku ingin prosesnya di percepat"


" tapi nona memang seperti ini prosedur nya biasanya dua bulan paling cepat "


" aku mau satu bulan kau bisa kan menyuap salah satu hakim dan kita buat cerita seolah olah Kyara betul betul membutuhkan aku mama kandungan nya "


" aku akan membayar kalian dua kali lipat "

__ADS_1


" baik Nona akan kami usahakan "


" bagus " lalu mereka kembali membicarakan strategi yang akan mereka lakukan kedepannya.


__ADS_2