
hari ini aku up lebih awal ya para reader's ku. happy Reading 😘😘😘
****
Sesuai dengan permintaan Rey, aldo pun sudah mendapatakan ponsel baru dengan gambar apel digigit keluaran baru
" ini tuan handphone yang Anda inginkan dan di sini sudah di setting tinggal di gunakan saja tuan " ucap aldo
" oke bagus Terima kasih " ucap Rey sambil memeriksa ponsel yang baru saja di berikan
" oh ya gimana dengan ekspor produksi barang kita? kapan mulai di kirim? " tanya Rey
" rencananya besok akan mulai di kirim " jawab Aldo
" apa kamu sudah cek semuanya? "
" sudah tuan bahkan sudah tiga kali tahap pengecekan "
" bagus saya mau produk kita tidak ada yang cacat agar kostumer kita yang di luar negeri tidak kecewa dengan produk kita " ucap Rey.
" ya sudah klo begitu kamu boleh kembali ke ruangan mu " kata Rey. lalu aldo pamit keluar dari ruangan bosnya.
sedang Rey kembali membuka tumpukan file yang harus dia pelajari dan tanda tangani banyak sekali pekerjaan yang harus dia tanda tangani karena tiga hari dia tidak masuk kantor.
" tok tok..! permisi pak.! " ucap Rani dari balik pintu
" masuk..! ada apa ran? " tanya Rey
" maaf pak saya hanya mau menawarkan kopi untuk anda " ucap Rani sambil membawa nampan dan secangkir kopi di atasnya dan meletakkan di atas meja
" makasih ran kebetulan sekali saya sedikit ngantuk " ucap Rey lalu menyeruput kopi yang di bawakan Rani untuk nya.
" baik Pak klo gitu saya permisi " ucap Rani
" oh ya pak satu jam lagi bapak ada rapat dengan beberapa divisi mengenai ekspor perdana pengiriman produk kita ke beberapa negara " kata Rani mengingatkan
" oke makasih ran " jawab Rey
lalu Rani segera melangkah keluar dari ruangan atasannya tersebut. dan Rey pun melanjutkan kembali pekerjaannya
sementara di tempat lain shofia sudah siap siap untuk pulang namun sebelum kembali ke mension dia rencananya akan menjenguk vania sahabat nya setelah menjemput kyara di sekolahnya.
shofia berjalan ke luar dari area parkiran rumah sakit dan tampak mobil jemputan yang dikendarai mang udin parkir beberapa meter dari rumah sakit shofia pun segera melangkah mendekati mobil tersebut. dan dengan sigap mang udin membukakan pintu mobil untuk nyonya mudanya.
" silahkan nona! " ucap mang udin sopan.
" Terima kasih mang " kata shofia lalu masuk kedalam mobil.
" mang nanti setelah jemput kyara tolong antar saya ke tempat teman saya kebetulan dia lagi sakit " kata shofia
" baik Non" jawab mang udin lalu menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan mobil pun bergerak meninggalkan rumah sakit.
setelah menjemput kyara shofia pun segera meminta mang udin mengantarnya ke tempat vania
" mang sebelum ke sana kita mampir beli buah dulu ya mang ! " kata shofia
" baik Non " lalu mang udin segera menjalankan mobil untuk mencari toko buah terdekat.
sepuluh menit kemudian mobil pun berhenti di depan toko buah dan shofia segera membuka pintu mobil
" sayang kamu mau ikut temani mami cari buah? " tanya shofia pada kyara
" iya mam aku ikut " ucap kyara semangat
" baik ayo..! " ajak shofia
" tunggu sebentar ya mang " kata shofia pada mang udin sebelum turun dari mobil.
shofia pun memilih beberapa buah dan memasukkannya ke dalam keranjang
" mam aku mau buah itu! " tunjuk kyara
" oh itu? boleh itu namanya leci sayang rasanya hampir sama kayak rambutan, kamu mau yang ini sebentar ya ? " terang shofia pada putrinya.
setelah mendapat kan beberapa buah yang di inginkan mereka berdua keluar dari toko buah dan kembali masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
mobil pun kembali bergerak melanjutkan perjalanan menuju kediaman vania.
empat puluh menit kemudian mereka tiba di kediaman vania satpam rumah segera membukakan pintu untuk shofia karena satpam tersebut sudah kenal betul dengan shofia.
" vania nya ada pak? " tanya shofia dari dalam mobil
" ada mba silahkan masuk aja sudah di tunggu mba vania" ucap satpam tersebut. lalu shofia dan kyara segera turun dari mobil berjalan menuju pintu utama dan mengetuk pintu kediaman vania. tak lama seorang pelayanan datang membukakan pintu
" mba shofia masuk mba sudah di tunggu sama Non vania di kamar " ucap bi sri
" makasih bi..! ayo sayang.. " lalu shofia naik ke lantai dua dengan menggandeng kyara, dan langsung menuju kamar vania
" assalamu'alaikum van..! "
" waalaikum salam masuk aja shof nggak di kunci kok " lalu shofia membuka pintu kamar vania dan tampak Vania sedang terbaring di tempat tidur
" loe kenapa? paling loe kurang istirahat banyak begadang karena nonton drakor ..! makanya loe tu ya harus pinter bagi waktu van klo sudah kayak gini gimana siapa yang bakal urus loe..!
loe kan tau sekarang gua nggak bisa kayak dulu lagi sedang papa mama loe ada diluar kota " ucap shofia panjang lebar.
" aduh shof loe kemari cuman mau ngomelin gue aja gitu? lagian gue cuman demam biasa kok "
" ya tetep aja gue kawatir, loe udah makan?"
" udah tadi pagi tu bekasnya " tunjuk vania
" siang ini belum kan? kamu itu ..! sudah tunggu sebentar..! kyara sayang kamu di sini dulu ya sama tante Vania mami mau ke bawah sebentar " ucap shofia
" iya mam " saut kyara
shofia pun turun ke dapur minta pelayanan membuatkan soup daging sekaligus menyiapkan makan siang untuk vania.
sementara dikamar vania
" hay kyara makasih ya sudah kemari jengukin tante "
" iya tente sama sama, kemaren papi aku juga sakit tapi mami yang ngobatin papi dan sekarang papi sudah sembuh. " tutur kyara
" oh ya ceritain dong gimana papi diobati sama mami " pancing vania dengan senyum devil
" oh ya trus kyara senang nggak mami shofia jadi mami kyara sekarang? "
" senang "
" trus klo papi gimana apa sering marah marah nggak ke mami ? " tanya vania lagi
" nggak..! " jawab kyara. dan obrolan mereka pun terhenti karena kedatangan shofia di kamar
" Van loe sudah ke dokter? " tanya shofia
" nggak usah, gue kan dokter lagian gue cuman demam biasa nanti dah klo tiga hari gua masih demam gue ke dokter" ucap vania
" ya udah, oh ya tadi bi sri gue minta buatin loe soup, loe makan ya! "
" ya siap bu bos " jawab vania
tak berselang lama bi sri datang membawa soup dan nasi menu makan siang vania
" sini bi taro di sini aja " ucap shofia
" baik mba "
shofia pun mengambil nampan nasi tersebut lalu hendak menyuapi sahabatnya tersebut
" nggak usah shof ntar biar gue makan sendiri " tolak vania
" tapi gue mau liat loe makan "
" iya mana sini biar gue makan sendiri emang gua pak Rey sakit makan di suapin " sindir Vania sontak shofia sedikit kaget lalu dia melihat putrinya
" pasti loe nanya nanya sama anak gua " tuduh shofia dan vania pun terkekeh sambil mulai mengunyah makanannya.
" tante harus makan banyak supaya cepat sembuh " ucap kyara
" iya sayang ni tante lagi makan " ucap Vania sambil menyendok makananya
__ADS_1
" van kayaknya gue harus balik sekarang, soalnya gue janji sama papinya kyara sebelum dia pulang kantor gue sudah ada di rumah " kata shofia setelah vania selesai makan dan minum obat.
" ya makasih ya loe udah jenguk gua..!, kyara Terima kasih ya sudah ngunjungin tante ..! "
" ya tante sama sama, semoga tante cepat sembuh ya! "
" ya sayang Terima kasih " jawab vania
" ayo sayang salim sama tante Vania dulu " perintah shofia pada kyara, dan kyara pun mencium tangan vania
" sory ya gua nggak bisa antar sampe di depan" ucap vania karena kepalanya masih sedikit pusing
" udah nggak papa loe istirahat aja, gua balik ya assalamu'alaikum.! "
" waalaikum salam "
shofia dan kyara pun segera keluar dari kamar vania
" mba shofia mau kemana?" tanya bi sri
" saya mau pamit pulang takut kemaleman" jawab shofia
" wah padahal bibi mau masakin buat makan malam bibi kira mau sampe malam. oh ya ni siapa cantik sekali..!" tegur bi sri pada kyara
" dia anak saya bi " jawab shofia dan bi sri pun kaget karena setau dia Shofia belum pernah menikah tau tau anaknya kok sudah besar pikir bi sri
" ya udah kita pamit ya bi dan saya titip Vania "
" ya mba shofia tenang aja bibi jagain kok "
" sayang salim dulu sama bi sri " kata shofia dan kyara pun mencium tangan bib sri dengan sopan.
mereka berdua pun akhirnya meninggalkan kediaman vania
" kita langsung pulang Non! " tanya mang udin
" iya mang " jawab shofia dan mobil pun terus bergerak dengan kecepatan sedang. setelah hampir empat puluh menit barulah meraka tiba di mension.
shofia turun Dari mobil dengan mengendong kyara yang tertidur di pangkuannya
" mana Non biar saya yang bawa kasian, Non kyara kan berat " kata mang udin
" makasih ya mang awas pelan pelan takut dia bangun " ucap shofia lalu mereka pun masuk ke dalam mension
shofia berjalan di belakang mang udin sambil menenteng tas kyara, mang udin menidurkan kyara diatas kasurnya lalu shofia membuka sepatu kyara.
" ada lagi yang bisa mamang bantu Non? " tanya mang udin
" udah nggak ada makasih ya mang! " ucap shofia
" iya Non nggak usah ngucap makasih Non ini kan sudah tugas saya Non! klo begitu saya pamit Non"
" ya mang " jawab shofia lalu shofia pun hendak keluar dari kamar kyara
" mami..! " panggil kyara yang tiba tiba membuka matanya.
" sayang kamu udah bangun..? kamu pasti capek kamu mandi gih biar seger " ucap shofia
" boleh nggak mandinya nanti aja "
" lho kok nanti ini sudah hampir gelap lho nanti papi pulang kamu masih bau acem, mandi mami siapin air hangat buat kamu "
" iya mi " lalu shofia pun masuk ke kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat lalu keluar dari kamar mandi putrinya
" sayang airnya sudah mami siapin sekarang kamu mandi gih "
" iya mam " lalu dengan cepat kyara pun masuk ke dalam bathtub berendam dengan air hangat.
shofia masuk ke kamar nya dia juga merasa lelah ingin berendam dengan segera dia masuk ke kamar mandi lalu mengisi bathtub dengan air hangat dengan menuangkan sabun aroma terapi kemudian dia berendam didalam bathtub tersebut sambil memejamkan matanya.
****
hari ini rencana ya aku double up ya kasi like yang kenceng komen serta vote kalian para readers ku
dan selamat hari raya nyepi buat saudara saudaraku yang beragama Hindu
__ADS_1