MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 169


__ADS_3

Sore harinya para tamu mulai berdatangan Shofia pun sudah bersiap dengan gaun warna putih sedang Rey menggunakan koko warna putih senada dengan Shofia dan juga Kyara karena hari ini acaranya pengajian maka mereka menggunakan pakaian muslim


" sayang ayo kita kebawah tamu seperti nya sudah mulai datang " ajak Shofia


" hem" jawab Rey singkat sepertinya ia masih dengan mood ngambeknya


" hey kamu kenapa? hem..! kok wajahnya di tekuk kayak gitu, ingat hari ini acara kita berdua ayo senyum " ucap Shofia sambil mencubit dua pipi suami nya.


" yang masak dua hari sih yang... " ucap Rey dengan tatapan sendu


" ya ampun mas kamu masih ingat yang tadi. ampun dah bener bener ya di kepala kamu hanya itu itu aja " sambil menggelengkan kepalanya lalu berlalu pergi meninggalkan suaminya


" yang tunggu.. ! " teriak Rey lantas menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam lift


"papi.. mami mana? " tanya Kyara yang baru saja keluar dari kamarnya


" mami sudah di bawah sayang ayo kita susul ke bawah" ajak Rey pada putri nya Kyara


sampai di bawah Rey dan Shofia menyambut tamu yang datang. setelah menunggu beberapa saat acara pun di mulai dengan pengajian yang diisi oleh ustad kondang yang biasa tampil di TV. setelah acara tausiah di lanjutkan dengan sambutan dan santunan untuk anak anak panti dan di tutup dengan doa dan terakhir adalah acara ramah tamah yaitu menikmati sajian yang sudah di tata rapi diatas meja prasmanan. acara berlangsung cukup khidmad hingga menjelang magrib satu persatu para undangan pun meninggalkan kediaman Rayyan.


kini hanya tertinggal keluarga dan juga Aldo dan Vania mereka saat ini sedang menikmati makan malam mereka setelah melaksanakan sholat magrib bersama.


selesai makan malam Rey dan Aldo masuk ke ruang kerja sedang Vania pamit undur diri,


" kamu hati hati ya Van? "


" ya loe tenang aja "


" nak Vania kenapa tidak bermalam aja di sini "


tawar mama Widya


" makasih tan tapi besok aku ada praktek di rumah sakit jadi pagi pagi sekali sudah berangkat "


" ya udah kamu hati hati atau minta Aldo saja yang mengantarkan " kata mama Widya lagi


" nggak usah tan aku bawa mobil kok " lalu mencium tangan mama Widya dan juga mama Rika


" makasih ya Van.. udah bantuin dari tadi " ucap Shofia sambil mengiringi Vania sampai pintu utama


" ya sama sama "


" sampain salam gua ke nyokap loe bilang makasih udah datang tadi " teriak Shofia sebelum sang sahabat masuk ke dalam mobil.


Shofia kembali masuk ke dalam mansion bergabung bersama mama Rika dan juga mama Widya setelah mobil vania menghilang dari gerbang utama.


" mami aku mau bobo tapi mami temani aku ya..! " rengek Kyara yang tampak matanya sudah mengantuk


" oh kamu mau bobo sayang, ayo mami temani" bangkit dari duduknya sambil menggandeng tangan putri nya


" ma aku duluan ya ma mau boboin Kyara katanya sudah ngantuk "

__ADS_1


" aduh cucu oma sudah mau bobo.. yah kamu bobo ya mimpi indah sayang " kata mama Widya sambil mencubit hidung Kyara lalu menciumnya


" aku bobo dulu ya oma.. nenek.. " pamit Kyara


" iya sayang sini cium dulu sama nenek " kata mama Rika yang tidak mau ketinggalan untuk menciun Kyara yang begitu menggemaskan. selesai ritual cium pipi ditambah cubitan sayang dari kedua neneknya Kyara pun melangkah menaiki lift menuju lantai atas menuju kamarnya.


tak menunggu lama Kyara pun tertidur setelah di nina bobokan oleh sang mami karena lelah shofia pun ikut terlelap di samping putri nya tersebut.


sementara Rey dan Aldo mereka sedang membicarakan masalah pekerjaan dan juga beberapa proposal kerja sama yang masuk dari perusahaan lain yang sempat tertunda karena kejadian yang dialami oleh Rey kemaren. hingga pukul sepuluh barulah mereka selesai meeting terbatas dan Aldo pun segera pamit undur diri.


" jadi besok jam berapa kita meeting dengan perusahaan Wijaya "


" jam 10 pagi tuan "


" oke klo begitu besok suruh Cindy untuk menyiapkan semua materinya "


" baik tuan "


" sekarang pulanglah istirahat kamu pasti lelah aku akan di sini dulu memeriksa beberapa berkas yang kau kirimkan tadi "


" baik tuan klo begitu saya permisi "


" hem" jawab Rey dan kembali pada laptopnya. sedang Aldo segera keluar dari ruang kerja bosnya dan memilih kembali ke apartemen nya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.


Rey keluar dari ruangannya karena ada berkas yang harus ia ambil dari dalam tas kerjanya ia masuk ke dalam kamar namun tidak menemukan sang istri.


" kemana dia apa dia sengaja menghindariku? " batin Rey sambil melangkah mengabil berkas dari dalam tasnya kemudian membuka kamar mandi mencari istrinya mungkin berada di kamar mandi namun kosong.


" kenapa kamar Kyara terang " katanya lagi karena setelah anaknya tidur maka lampu akan di ganti dengan lampu tidur. Rey masuk ke dalam kamar putri nya berusaha mengecek apakah putri nya itu sudah tidur atau belum.


" ceklek " Rey membuka handle pintu lalu melangkah masuk ke kamar putri nya. senyum langsung terbit dari sudut bibirnya melihat pemandangan yang sangat indah dimana ibu dan anak tidur dengan saling berpelukan.


Rey memasangkan selimut untuk anak dan istrinya mencium keningnya secara bergantian.


" Terima kasih kalian sudah hadir dalam hidup ku " ucap Rey pelan


" hemm" Shofia melengkuh karena ciuman suaminya karena lelah ia melanjutkan lagi mimpinya dan sebelum keluar kamar tak lupa Rey mengusap perut istrinya dengan lembut.


" kalian baik baik ya di perut mami jangan bikin mami kamu susah,oke boys " ucap Rey kemudian menciumnya sesaat lalu keluar meninggalkan kamar putrinya kembali ke ruang kerjanya.


jam sebelas malam Shofia terjaga dari tidur karena perutnya terasa lapar dia pun turun dari ranjang putri nya


" ah rupanya aku ketiduran di sini.. kalian lapar sayang ? sebentar kita ke bawah ya kita cari makan " Shofia bermonolog kemudian keluar dari kamar Kyara, sebelum keluar ia baguskan selimut putri nya agar tidak merasa kedinginan.


sampai di dapur ia membuka kulkas dan melihat masih ada sisa makanan tadi sore kemudian ia mulai menghangatkannya. setelah selesai Shofia langsung menuangkan nasi di atas piringnya meletakkan lauk dan sayur lalu melahapnya.


setelah merasa kenyang Shofia mencuci piring bekasnya makan kemudian berniat kembali ke kamarnya namun langkahnya terhenti ketika melihat ruang kerja suaminya masih terang yang menandakan ada orang di dalam. Shofia membuka pintu perlahan tampak suaminya sedang mantengin laptopnya.


Shofia masuk ke dalam mendekati sang suami lalu memeluknya dari belakang


" sayang kamu belum tidur? " tanya shofia

__ADS_1


" hey iya nih aku ada kerjaan sedikit lagi. kamu kenapa bangun? "


" tadi aku lapar jadi aku makan sebentar di dapur " jawab Shofia, lalu Rey menarik istrinya mendudukkan diatas pangkuan nya


" apa kau sering begini bangun tengah malam karena lapar? " tanya suaminya dan Shofia mengangguk


" maaf ya karena nggak bersama mu beberapa waktu kemaren "


" udah nggak usah di bahas lagi itu bukan salah mu, oh ya apa mas mau aku buatkan minuman?"


" nggak usah lagian mas sedikit lagi selesai kok, sekarang kamu istirahat sudah malam " Shofia tersenyum


" ya udah aku ke kamar ya.. kamu istirahat jangan tidur terlalu larut ingat kamu baru saja sembuh " Shofia mengingatkan


" iya sayangku cintaku "cup" diakhiri dengan ciuman dan jangan di tanya Shofia pipinya memerah karena malu.


Shofia melangkah keluar dari ruang kerja suaminya dan naik ke lantai atas menuju kamarnya.


sampai di kamar Shofia membersihkan diri lalu melaksakan sholat Isya, tad ia belum melaksanakan sholat Isya karena ketiduran di kamar Kyara.


selesai sholat Shofia duduk di meja rias memoles wajahnya dengan krim malam setelah dirasa cukup ia segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur lalu merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya. karena tadi sudah tidur Shofia tidak dapat memejamkan matanya.


Shofia membolak balikkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman namun tetap matanya tak mau di pejamkan juga akhirnya ia kembali ke bawah ke ruang kerja suaminya


" ceklek "


" lho sayang kok balik lagi kenapa masih laper? mau makan sesuatu? " tanya Rey langsung berdiri melangkah mendekati istrinya dan Shofia menggelengkan kepala


" trus kenapa? " membimbing istrinya duduk di sofa di ruang kerjanya


" aku nggak bisa tidur mas.. kan tadi aku udah tidur banyak "


" ya udah ayo mas temani kamu tidur, nggak baik ibu hamil begadang " katanya lalu membawa istrinya untuk kembali ke kamar mereka.


" kan aku baru bangun mas jadi belum ngantuk"


" ya tetep aja Kamu nggak boleh begadang " kata Rey lagi sambil membuka pintu kamarnya dan membimbing istrinya untuk merebahkan diri dan Rey pun ikut berbaring di samping istrinya.


" mau mas pijitin? " Shofia mengangguk cepat


" oke tunggu sebentar " Rey turun dari ranjang untuk tuk mencari minyak zaitun dan mulai memijat pelan kaki Shofia.


" gimana sudah ? "


" udah mas sekarang kamu tidur aja sini? " ajak shofia dan Rey pun langsung ikut merebahkan dirinya di samping Shofia memeluknya dengan erat.


" yang masih ini sakit? " tanya Rey sambil memegang milik Shofia


" hem masih sedikit perih "


" ya udah klo gitu kita tidur aja mas nggak akan minta jatah malam ini" ucap Rey lalu mulai memejamkan matanya sambil memeluk tubuh istrinya dan meletakkan kepala sang istri di lengannya sambil sesekali menciumi kepala sang istri. Shofia merasa posisi ini adalah posisi ternyaman ia merasakan kedamaian ketika berada dalam dekapan sang suami hingga tak menunggu lama ia pun terlelap dalam hangatnya pelukan sang suami.

__ADS_1


__ADS_2