
Aldo dan Rey kini berada di dalam mobil tampak raut kecemasan dari wajah Rey
"al lebih ngebut dikit al "
" baik tuan " aldo pun menambah kecepatan laju mobilnya
" al menurut loe kenapa Eliza kembali ke indonesia? " tanya Rey
" saya kurang tau tuan"
" bukannya menurutmu dia sudah menjadi model internasional di Amerika tapi kenapa sekarang dia ke sini "
" aku takut dia mengambil kyara dari aku, kenapa aku lengah selama ini? " ucap Rey lagi.
" tapi tuan bukannya nona Eliza tidak menginginkan nona kecil ? "
" iya itu makanya sekarang aku heran apa tujuan dia datang ke indonesia "
" mungkin dia hanya kangen dengan nona kyara tuan "
" tapi aku tak percaya Semoga saja dia tidak ada niat yang aneh aneh " gumam Rey
sementara shofia kini menemani putrinya di kamar
" mami siapa tante tadi kenapa dia langsung memeluk aku dan kenapa dia kenal sama aku?" tanya kyara
" mami juga nggak tau mungkin dia teman papi atau teman oma, ya udah sekarang gimana klo kita mewarnai sekarang "
" ayo.. ! " ucap kyara semangat kemudian mengambil buku gambar dan crayon lalu mulai mewarnai buku gambarnya. sedang shofia masih bertanya tanya apa dia memang benar ?mama kandungnya kyara mau apa dia datang ke mari? apa dia ingin melihat putrinya ah iya wajar saja klo dia ingin bertemu dengan putrinya tapi bagaimana klo dia ingin kyara dan bagaimana klo dia ingin balikan sama mas Rey? ah tidak itu tidak mungkin" batinnya
" mami..! kok bengong ayo dong bantuin ngewarnainya " ucap kyara membubarkan lamunannya
" ah iya sayang " kemudian shofia pun mulai ikut mewarnai bersama kyara walau pikirannya terus memikirkan wanita yang saat ini berada di bawah bersama mertuanya.
" mami aku haus "
" oh iya kenapa sayang? "
" mami kenapa bengong terus sih ! aku haus mami "
" oh ya sebentar mami ambilkan air minum dulu ya " kyara pun menganggukkan Kepala nya.
shofia lalu turun kebawah untuk mengambil kan kyara air minum.
dan di ruang tamu tampak mama widya sedang duduk berhadapan dengan Eliza tampak bi jum membawakan minuman dan juga snack untuk Eliza
" silahkan nona "
" Terima kasih, kamu bi jum kan wah ternyata kamu masih setia ya bekerja di sini "
" iya nona, nona apa kabar? "
" saya baik bi jum "
" klo begitu saya permisi " bi jum pun kembali ke dapur menyisakan mama widya dan Eliza
" klo kamu sudah tidak ada urusan saya rasa kamu bisa meninggalkan rumah ini " usir mama widya secara halus
" ma aku mau bicara sama mas Rey "
" dia tidak ada dia kerja dan mungkin hari ini dia lembur "
" aku akan menunggu sampai Mas Rey pulang "
" terserah kamu saja " jawab mama widya mulai kesal dan tak berapa lama Rey pun tiba dan langsung masuk ke dalam mension
" ma.. ! " panggil Rey mereka berdua melihat ke arah pintu
" Rey " ucap mama widya sedang Eliza menatap Rey dengan penuh rasa kagum Rey yang sekarang lebih berisi dan wajahnya kini jauh lebih tampan di tambah lagi otot otot sixpaxnya yang sekilas tampak dari balik kemejanya.
" Rey sayang akhirnya kamu pulang juga aku kangen sekali sama kamu sayang " sambil melangkah mendekati Rey dan berusaha memeluk mantan suaminya tersebut
" jaga sikap kamu Eliza..! " ucap Rey dingin berusaha menahan agar Eliza tidak memeluknya
"tapi aku hanya ingin memelukmu "
" maaf kita bukan lagi suami istri jadi tolong jaga sikapmu " ucap Rey lagi
" ayolah Rey jangan seperti itu aku tau kamu marah sama aku tapi aku tau kamu juga nggak bisa melupakan aku kan? " ucap Eliza
" jelas aku nggak akan pernah bisa melupakan kamu wanita yang tega menyia-nyiakan putrinya sendiri yang tidak mau menerima kehadiran putrinya sendiri " ucap Rey yang kini duduk di sofa
"Rey aku tau aku salah karena itu aku ke sini mau minta maaf sama kamu dan aku ingin memperbaiki semua nya aku mau kita rujuk kembali Rey selama ini aku baru sadar kalau ternyata aku sangat mencintai kamu Rey kita rujuk lagi ya demi kyara " ucap Eliza
" prang " buhgk " terdengar suara benda terjatuh dan terdengar teriakan bi jum
" nona shofia.. ya Allah tuan tolong tuan nona shofia pingsan " teriak bi jum dari balik ruang tamu dan Rey segera berlari mendekati shofia yang sudah terkulai di lantai
" shofia kenapa bi? sudah biar aku aja , bibi tolong bersihkan pecahan gelasnya " ucap Rey sambil mengangkat tubuh istrinya
__ADS_1
" shofia kenapa Rey " tanya mama widya yang juga ikut mendatangi shofia yang pingsan
" kayaknya dia pingsan ma "
" ya Allah wajahnya bisa pucat kayak gitu sudah kamu langsung bawa ke rumah sakit kyara biar mama yang jaga dan kamu usir wanita itu sekarang mama nggak suka dia lama lama ada di sini "
" Eliza sebaiknya kamu kembali sekarang..! ma aku langsung bawa shofia ke rumah sakit aku titip kyara, al siapkan mobil" ucap Rey lalu melangkah menuju mobil. Aldo dengan sigap membukakan mobil untuk Rey kemudian Rey pun masuk ke dalam mobil. sedang Elisa hanya menatap pemandangan di depannya
" Rey begitu panik melihat wanita itu pingsan kenapa aku sakit melihatnya " batin Eliza
" kamu dengar apa kata Rey? jadi sekarang sebaiknya kamu tinggalkan rumah ini dan saya harap kamu jangan pernah datang ke rumah ini lagi. " ucap mama widya lalu melangkah menaiki tangga. dan Eliza pun terpaksa pergi meninggalkan kediaman mantan suaminya tersebut
sementara di dalam mobil
" cepat Al "
" ya tuan ini sudah ngebut tuan " jawab Aldo yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi. jarak antara rumah dan rumah sakit yang seharusnya di tempuh empat puluh menit kini hanya dua puluh menit.
dengan cepat Aldo membukakan pintu mobil dan memanggil perawat untuk membawakan brankar. shofia pun di letakkan diatas brankar kemudian dua orang perawat mendorong brankar tersebut Rey terus menggenggam tangan istrinya
" sampai di sini aja tuan pasian akan segera di periksa dokter " ucap perawat tersebut dan Rey pun nurut sementara di dalam tampak seorang dokter dan dua orang perawat sedang memeriksa kondisi shofia
Rey berjalan mondar mandir di depan pintu IGD. Rey yang hanya melihat atasanya mondar mandir pun menjadi pusing
" ya Tuhan duduk lah Anda tuan Rey istrimu masih di periksa oleh dokter " ucap Aldo namun hanya dalam hati.
" pak Rey Anda kenapa ada disini siapa yang sakit " tiba tiba terdengar suara dari sampingnya yang ternyata vania yang kebetulan bertugas jaga malam
" oh Anda nona vania, ini shofia "
" apa shofia dia kenapa apa ? apa yang terjadi jangan bilang Anda tidak menjaganya dengan baik apa Anda tau klo dia.. "
" nona jaga bicara Anda " potong Aldo dengan tatapan tak bersahabat
" dia pingsan tadi di rumah dan saya langsung membawanya ke sini " ucap Rey dan bersamaan dengan itu pintu ruangan IGD di buka Rey segera melangkah mendekati dokter tersebut diikuti vania
" bagiamana Kondisi istri saya dok? "
" istri Anda baik baik saja dia hanya kelelahan dan sepertinya dia kekurangan cairan dan juga nutrisi, apa pasien tidak mau makan beberapa hari ini? dan itu yang membuat tubuhnya sedikit lemah apalagi saya curiga seperti nya istri tuan sedang mengandung, tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya nanti langsung di bawah ke bagian obigyn "
" apa dok istri saya hamil? "
" iya itu dari hasil analisa saya sementara "
" ya Tuhan.! kenapa aku tidak menyadarinya " ucap Rey pelan namun masih terdengar oleh savira dan dokter tersebut
" apa sekarang saya bisa menemui istri saya dok? "
" kapan istri saya akan siuman dok? " tanya Rey sambil menggenggam tangan istrinya dan terus menatap wajah pucat istrinya.
" sebentar lagi istri Anda akan sadarkan diri klo begitu kami akan menyiapkan poli kandungan untuk memeriksa kandungan istri Anda tuan "
" yah silahkan " jawab Rey tanpa melihat ke arah dokter
" klo begitu saya permisi tuan" dan dokter tersebut undur diri.
" kenapa kamu nggak bilang sayang klo kamu lagi hamil? " ucap Rey sambil membelai rambut sang istri
" bukannya dia mau bilang tapi Anda sendiri tidak mau mendengarnya" kata vania
" bahkan dia menolak saya ajak makan siang karena Anda berjanji akan makan siang bersama sampai sampai dia melewati makan siangnya" tambah vania lagi tampak gurat kesedihan di wajah Rey
" sejak kapan dia tau kalo dirinya hamil " tanya Rey
" tadi pagi " jawab vania dan Rey ingat tadi pagi shofia ingin mengatakan sesuatu tapi dia menolak nya karena terburu buru berangkat meeting
" ah.. bodoh kenapa aku bodah sekali " batin Rey sambil mengusap wajahnya dengan kasar
" apa siang tadi dia tidak makan? " tanya Rey lagi
" seperti nya tidak karena box makan yang saya berikan masih utuh "
Rey menarik nafasnya dalam dalam dia merasa bersalah karena sudah mengacuhkan istri nya satu hari ini
"uuhhhg..." shofia mulai menggeliat
" sayang kamu sudah sadar " ucap Rey. dan shofia mulai mengerjapkan matanya
" shof loe sudah sadar ? " kata vania yang berdiri di samping ranjang
" pusing " ucapnya lirih
" mas pijitin ya " kemudian Rey mulai memijit kepala sang istri namun dengan cepat ia menepis tangan Rey
" sayang mas minta maaf mas nggak tau klo kamu lagi hamil sayang sungguh? " shofia memicingkan matanya dan tiba tiba saja bayangan mantan istri suaminya itu muncul dan kembali ia teringat kata kata Eliza tadi sore kalau si mantan istri minta balikan dan ingin memperbaiki hubungan mereka.
shofia langsung menangis dan memeluk sahabatnya
" dia jahat van mas Rey mau ninggalin aku sama bayi aku van dia mau balik sama mantan istrinyaa Hu.. Hu..hu. hik hik.. " savira kaget begitu pula Rey tidak kalah terkejut nya lalu vania menatap Rey seolah ingin penjelasan dan Rey hanya menggeleng kan kepala nya
__ADS_1
" sayang siapa yang akan ninggalin kamu dan bayi kita mas sangat mencintai kamu sayang "
" bohong..! tadi kata mantan istri kamu dia mau balikan sama kamu aku benci kamu mas...! hu.. hu.. hu..
" shof loe harus tenang dan jangan kayak gini kasian bayi loe, kalo loe nangis dia juga ikutan sedih " kemudian shofia merenggangkan pelukannya kemudian vania mengambilka air minum kemudian memberikannya kepada shofia
" nih loe minum biar loe sedikit tenang " dan shofia nurut dia teguk minuman tersebut kemudian meletakkan nya di atas meja.
" sekarang loe bicarakan baik baik sama pak Rey gua keluar dulu ada pasien yang harus gua cek " vania beralasan kemudian menarik tangan Aldo agar ikut dengan nya keluar ruangan tersebut.
setelah dua orang tersebut keluar Rey langsung memeluk sang istri menciumi setiap inci wajah istrinya
" makasih sayang sudah mau mengandung benih aku i love you " ucap Rey namun shofia berusaha melepas pelukannya dia masih kesal dengan kata kata Eliza tadi siang
" sayang sudah ya marahnya, mas minta maaf sungguh mas nggak tau kalo kamu lagi hamil dan mas juga nggak jadi makan siang bareng kamu maaf ya?"
" tapi mas mau balikan kan sama mantan istri mas yang cantik itu? " tanya shofia dan Rey langsung mencubit hidung bangir sang istri
" ngomong apa kamu siapa yang akan balikan mas sudah punya kamu sayang apalagi sekarang sudah ada calon bayi kita di dalam perut kamu "
" berarti klo aku nggak hamil kamu akan balik sama dia? " Rey menggeleng lalu membelai pipi sang istri
" walau kamu tidak hadir sekalipun dalam hidup mas mas tidak akan kembali sama dia jadi kamu jangan berasumsi sendiri kamu harus percaya klo mas benar benar cinta dan sayang sama kamu"
" tapi dia lebih cantik dari aku kenapa kamu nggak mau? " kata shofia lagi Rey menatap wajah istrinya ntah kenapa shofia bisa bersikap menyebalkan seperti ini sekarang
" istri aku lebih cantik dan cantik itu relatif sayang dan yang terpenting itu cantik di sini " tunjuk Rey ke dada shofia
" udah ya jangan marah lagi jangan nangis lagi kasina dedek bayinya " dan shofia pun mengangguk lalu memeluk sang suami dengan erat seolah tidak ingin terpisah kan
" sekarang gimana klo kita periksa dedek bayinya sekarang "
" ayo aku juga nggak sabar ingin melihat nya "
kemudian Rey melepaskan pelukannya dan memanggil vania dan Rey yang berada di balik pintu meminta mereka untuk membantu mendorong brankar shofia menuju poli kandungan dan dibantu suster tentunya.
sampai di poli kandungan mereka sudah di tunggu oleh dokter tiara seorang dokter kandungan dan dipastikan dokter tersebut seorang wanita.
shofia di pindahkan ke ranjang periksa pasien kemudian dokter kandungan tersebut mulai mengecek kondisi shofia
" selamat malam nona shofia kita cek tensi nya dulu " ucapnya dan di bantu asistennya yang seorang bidan mulai mengecek tekanan darahnya
" tentisinya agak turun dok 100/ 90 " ucap sang asisten
" Anda belum makan malam ? " tanya dokter tersebut dan shofia menggelengkan kepalanya
" oke nanti abis ini Anda langsung makan malam ya kasian bayinya kelaparan nanti "
" baik dok "
" oke sekarang kita periksa bayinya " kemudiannya asisten dokter tersebut menyingkap pakaian shofia dan menuangkan jel di atas nya.
dokter mulai menjalankan alat USG diatas perut shofia yang sudah diberi cairan jell
nah ini bayinya tapi tunggu sepertinya mereka ada dua, ah iya benar tuan nona bayi Anda dua ini dan ini "
" benarkah alhamdulillah sayang kita akan dapat dua bayi " ucap Rey dan shofia mengangguk pelan dengan wajah berbinar dan tanpa terasa air matanya jatuh di pipinya s
" mereka kecil sekali ya dok " kini shofia membuka suara
" ya karena usianya baru 6 minggu tapi sejauh ini janinnya sehat hanya ibunya yang harus bener benar menjaga kesehatan jangan terlalu lelah dan asupan gizinya jangan di lupakan " terang dokter tersebut.
" baik dok tapi saya masih bisa beraktifitas seperti bisa kan dok "
" ya bisa asal jangan terlalu lelah karena di Tri semester pertama kondisi janin masih sangat rentan "
" apa masih aman dok klo kita melakukan hubungan intim? " tanya Rey
dokter tiara mengulas senyum di ikuti sang asisten sedang shofia wajahnya sudah memerah menahan malu atas pertanyaan suaminya
" masih bisa pak tapi lakukan dengan pelan karena takut bayinya kontraksi jika di lakukan dengan keras dan jangan terlalu sering "
" maksudnya dok? "
" ya jangan setiap hari mungkin satu minggu dua atau tiga kali " tutur dokter tiara lagi
" ah syukurlah " batin Rey dengan senyum penuh arti
" apa kelaminnya sudah keliahatan dok? " shofia berusaha mengalihkan pembicaraan
" belum karena masih sangat kecil mungkin diatas enam bulan baru lah jenis kelamin nya kelihatan. " terang dokter tiara
" dan sebaiknya nona shofia di rawat dulu sementara satu hari ini sampai kondisinya membaik " kata dokter tiara
" baik dok " jawab Rey sambil terus memegang tangan istrinya.
kemudian shofia di pindahkan ke ruang perawatan VVIP dan di sinilah mereka sekarang
vania setelah shofia di pindahkan ke ruang perawatan memilih permisi untuk kembali ke ruang jaga sedang Aldo juga sudah di usir oleh Rey untuk kembali ke rumahnya.
__ADS_1
*****
udah panjang ya jangan lupa like komen serta vote nya happy Reading 😘😘😘