
Shofia masuk ke dalam ruang perawatan kyara, dilihatnya Rey sedang merebahkan diri di ranjang sebelah ranjang kyara yang kemaren di tempati tante widya.
shofia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya sekalian berwudu karena kebetulan dia belum melaksanakan sholat Isya.
selesai sholat shofia masih betah duduk diatas sajadahnya menengadahkan tangan mohon petunjuk pada yang maha kuasa mohon di berikan jalan terbaik untuknya. setelah selesai dia merapikan mukenahnya lalu melangkah mendekati ranjang kyara yang saat ini masih tertidur pulas.
shofia menatap wajah polos kyara yang begitu imut ketika tidur kemudian ia beralih memandang Rey yang juga tampak tidur pulas. shofia menarik nafas panjang lalu dia pun ikut berbaring di samping kyara sambil memeluk tubuh kyara
" mami jangan pergi..! mami jangan tinggalin kyara..! " kyara mengigau dalam tidurnya, shofia mengangkat sedikit kepala nya kemudian membelai rambut kyara " mami nggak akan pergi sayang mami akan tetap jagain kamu...! " ucap shofia pelan sambil membelai pipi kyara. dan tak lama kemudian shofia pun ikut tertidur bersama kyara.
seperti biasa shofia bangun sebelum azan subuh dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan sholat subuh. selesai sholat shofia segera membangunkan Rey
" pak Rey bangun sholat subuh pak! " ucap shofia sambil membuka gorden dan jendela kamar perawatan kyara. namun tidak ada reaksi dari Rey
" mami..! " kini malah Kyara yang terbangun
" sayang mami membangunkan mu ya? " ucap shofia lalu mendekati ranjang kyara sambil mencium pucuk rambut nya
" nggak kok..! mam aku pingin minum..! ucap kyara, shofia segera mengambil air mineral di atas nakas samping kyara lalu meminumkannya.
" mami aku kapan boleh pulang? trus ini kapan dilepas? " tanya kyara sambil menunjuk selang infus di tangan nya
" sebentar lagi ini juga akan di lepas sayang, nunggu sampai cairan infus nya habis, trus nanti siang setelah dokter lisa datang dan kita tau hasilnya Semoga hari ini kamu bisa pulang, tapi kalo mami perhatikan sepertinya kamu sudah sembuh"
" ya kok mam aku sudah sehat kok..! tu liat ! " kyara menunjukkan ototnya
mendengar suara kyara dan shofia yang sedang mengobrol membuat Rey bangun dari tidurnya " sayang kamu sudah bangun? " tanya Rey
" sudah papi! " jawab kyara lalu shofia membisikkan sesuatu ke telinga kyara agar papinya segera sholat.
" papi nggak sholat ini sudah subuh lho pi! " tegur kyara
" iya sayang ini juga papi mau sholat, " lalu Rey pun bergegas masuk ke kamar mandi hendak berwudhu dan kemudian sholat subuh.
jam enam pagi perawat rumah sakit datang membawa baskom berisi air hangat dan handuk
" nona kyara pagi ini tubuhnya di bersihin ya?" ucap perawat tersebut dan kyara pun menurut shofia menutup tirai pembatas lalu membantu perawat untuk melepas pakaian kyara, lalu perawat tersebut mengelap tubuh kyara dengan handuk dan air hangat. setelah selesai shofia pun mengganti pakaian kyara dengan pakaian baru
" Sus kira kira dokter lisa jam berapa visit pasien? " tanya shofia
" klo di jadwal sih jam sembilan dok! " jawab suster tersebut sambil membereskan baskom dan handuk yang dia bawa tadi dan kemudian pamit undur diri
" hemm anak mami sudah harum ! " ucap shofia lalu memeluk kyara
" mam ini kapan di buka ? aku mau ini dibuka " rengek kyara sambil memegang selang infus yang masih terpasang di pergelangan tangannya
" kamu mau dibuka ..? sebentar ya, ! mami telpon dokter lisa dulu " kemudian shofia meraih ponsel dari dalam saku celananya lalu berusaha menghubungi dokter lisa, setelah berbincang sebentar dan mendapat ijin untuk membuka selang infus kyara maka shofia pun segera membuka jarum infus yang menempel di pergelangan tangan kyara sedang Rey duduk di samping ranjang sambil mengusap punggung putrinya
" sudah..! sekarang tangan kamu sudah tidak di infus lagi jadi kamu bebas bergerak sekarang, tapi ingat masih belum boleh banyak aktifitas oke! " ucap shofia
" iya mam..! "
" bagaimana kata dokter lisa apa kyara bisa pulang hari ini? " tanya Rey
__ADS_1
" iya Pak hari ini kyara boleh pulang " kata shofia sambil memandang wajah cantik kyara
" aku boleh pulang mam? " shofia menganggukkan kepalanya
" kamu senang sayang? " tanya shofia
" iya mami aku senang aku sudah bosan tidur di sini terus " ucap kyara sambil memajukan sedikit bibirnya
"tok.. tok permisi selamat pagi tuan nona ini saya bawakan sarapan untuk nona kyara " ucap wanita seragam hijau muda sambil membawa stroler makanan dan meletakkannya di atas nakas samping ranjang kyara
" Terima kasih Sus! " ucap shofia
" sama sama klo begitu saya permisi" kemudian pegawai rumah sakit itu pun menghilang dari balik pintu dan tak lama tante widya pun datang
" assalamu'alaikum "
" waalaikum salam oma..! " teriak kyara
" wah infusmu sudah di buka? " tanya omanya
" ya oma dan kata mami hari ini aku boleh pulang " ucap kyara girang
" alhamdulillah klo gitu, oh ya kamu belum sarapan ? sini biar opa yang suapin kamu," ucap widya lalu mengambil nampan berisi sarapan untuk kyara dan mulai menyuapkan ke kyara
" Rey ..! Shofia kalian belum sarapan kan? sekarang kalian sarapan dulu di kantin biar kyara mama yang urus " usir mamanya yang sengaja membiarkan Rey dan shofia untuk bicara. tadi malam Rey sudah menceritakan niatnya untuk menikah dengan shofia dan shofia akan memberikan jawaban pagi ini karena itu pagi pagi sekali dia pergi ke rumah sakit untuk mengetahui jawaban shofia.
" baik ma kita sarapan dulu sebentar, ayo shofia " ucap Rey lalu keluar dari ruang perawatan kyara.
" tante saya ke kantin sebentar! " pamit shofia dan di balas senyuman oleh tante widya
" jadi bagaimana ? apa jawabanmu atas tawaran saya tadi malam? tanya Rey to the poin
shofia menarik nafas dalam dalam dia sudah memikirkannya baik baik paling tidak untuk saat ini, inilah jalan yang terbaik untuknya
" ya pak! "
" maksud kamu? " tanya Rey lagi
" iya saya mau menikah dengan bapak! " ucap shofia sambil menggigit bibir bawahnya dan menundukkan kepalanya.
" bagus klo begitu satu minggu lagi kita menikah " ucap Rey
" apa??? " shofia membelalakkan matanya
" kenapa cepat sekali pak? " tanya shofia
" karena setelah itu saya ada perjalanan bisnis ke luar negeri selama satu minggu jadi sebelum saya berangkat kita akan menikah. dan oh ya kamu harus ingat selama kita menikah saya tidak akan menyentuh kamu dan saya tidak akan meminta hak saya sebagai seorang suami. kita menikah hanya untuk menyenangkan hati kyara dan mama. tapi kamu tenang saja saya akan membayar kamu dengan jumlah yang cukup besar anggap saja itu sebagai gajimu dari saya " ucap Rey sambil menyesap teh hangat di depannya
hati shofia mencelos seketika " menikah hanya untuk menyenangkan hati kyara dan mamanya! " miris sekali batinnya
" ah berfikir apa kamu shofia jangan berhayal.! kamu akan mendapat kan cintanya. sudah lah yang penting sekarang kamu punya cukup uang untuk pengobatan mamamu dan kehidupan mu akan terjamin. " batinnya
" ya sudah saya sudah selesai sarapan kamu mau ke kamar kyara atau? "
__ADS_1
" saya ke ruang jaga dulu sebentar mau absen bapak silahkan duluan " ucap shofia
" baiklah kalo begitu saya duluan " ucap Rey lalu melangkah meninggalkan shofia yang masih duduk di salah satu meja kantin
shofia mengaduk minuman nya " ya Tuhan bukan pernikahan yang seperti ini yang aku inginkan " ucapnya lirih sambil menahan air matanya namun dengan cepat dia mengerjap kan matanya agar air matanya tidak jatuh.
";ting " suara notifikasi pesan masuk dari ponselnya
" shofia loe di mana? loe sudah absen ? " tanya vania
.
" iya bentar lagi gue kesana gua lagi sarapan di kantin " balas shofia, lalu dia pun bangkit dari duduknya dan melangkah menuju gedung rumah sakit
sementara Rey kembali ke ruang perawatan putrinya. kyara sudah selesai sarapan dan juga sudah minum obat. Rey langsung menggendong kyara dan mendudukkan di pangkuannya
" anak papi sudah sembuh kita akan pulang hari ini gimana kamu senang sayang? " kyara mengangguk
" gimana shofia sudah ngasi jawaban? " tanya mamanya
" sudah! " jawab Rey
" lalu apa jawabannya? " tanya mamanya semakin penasaran
" ya dia setuju ma kita akan menikah minggu depan " jawab Rey lagi
" benarkah ?" kata mama widya tampak berbinar
" ya ! " ucap Rey sambil mencium kepala putri nya.
" akhirnya sayang kamu akan segera punya mami ! mami shofia sebentar lagi akan jadi mami kamu sesungguhnya sayang! " ucap widya sambil memeluk kyara
" sayang kamu masih mau kan mama shofia jadi mami kamu? " tanya widya pada cucunya kyara
" mau oma "
" kalo begitu selamat sayang karena sebentar lagi papi kamu akan menikah sama mami kamu! " terang widya
" benarkah? " kata kyara sambil menatap papinya tidak percaya
" ya sayang papi akan menikah sama mami shofia apa kamu senang? " kini Rey yang berkata
" iya pi aku senang! makasih papi " ucapnya lalu beralih memeluk papinya.
jam sembilan pagi sesuai jadwal dokter lisa datang untuk memeriksa kondisi kyara dan shofia pun sudah kembali ke ruangan kyara.
" ya sudah bagus jadi hari ini kamu boleh pulang tapi ingat ya kyara belum boleh banyak aktifitas " kata dokter lisa setelah selesai memeriksa kyara
" iya dokter " jawab kyara patuh
" dan nanti setelah tiga hari kyara harus kembali kontrol ke rumah sakit " terang dokter lisa lagi
" baik dok Terima kasih " jawab tante widya
__ADS_1
" oke klo begitu saya permisi tuan nyonya! nona kyara cepat pulih ya agar bisa segera sekolah" ' ucap dokter lisa, lalu dia pun keluar dari ruang perawatan kyara.