
Rey memakaikan sweater ke tubuh istrinya
" yakin kamu mau ikut? udah kamu di rumah aja ya mas belikan aja " shofia menggeleng
" klo kamu yang belikan satenya nanti dingin nggak hangat lagi "
" ya udah kamu pake ini juga " sambil melilitkan syal ke leher shofia.
Rey meraih kontak mobilnya lalu berjalan keluar dari kamar sambil menggandeng tangan sang istri menuruni lift.
mobil mereka perlahan bergerak memecah kegelapan malam Rey terus melajukan mobilnya menyusuri jalanan ibu kota mencari restoran atau rumah makan yang menjual sate kambing keinginan sang istri namun sayang hampir satu jam keliling belum juga menemukan restoran ataupun rumah makan yang masih buka di jam segini.
" mas jam segini ya mereka udah tutup lah kita cari pedagang kaki lima aja ya mereka biasanya masih buka jam segini "
" nggak itu makanan klo bersih aku nggak mau kamu sakit perut nanti " shofia memanyunkan bibirnya
" jam segini ya nggak ada rumah makan yang buka lah..! trus kita jadi makan nggak " ucap shofia dengan nada kesal. Rey masih nggak bergeming
" mas ini anak kamu lho yang pingin emang kamu mau anak kamu kelaperan trus ileran karena keinginannya nggak terpenuhi ? " kata shofia lagi masih dengan mode kesalnya. Rey menarik nafas dalam dalam
" ya udah kita cari dagang kaki lima tapi diliat dulu ya gerobaknya bersih apa nggak " ucap Rey memberi syarat.
" iya ya.! " dan akhirnya setelah lima belas menit mereka menemukan stan pedagang kaki lima shofia langsung berbinar melihat dagang sate kambing dan shofia langsung membuka pintu mobil sebelum Rey keluar dari mobil.
" hati hati sayang! " teriak Rey dari dalam mobil lalu segera menyusul sang istri
" mang sate kambingnya masih" tanya shofia
".masih mba tapi kita sudah mau tutup ya " ucap mamang pedagang sate yang sudah beberes dagangannya
" tolong lah pak istri saya lagi ngidam dia nggak bisa makan dari tadi tolong ya pak ' ucap Rey yang menyusul shofia
" saya pesan dua porsi dan kita bayar lima kali lipat bisa kan " ucap Rey lagi pada pedagang tersebut
" oh ya bisa bisa tuan tunggu sebentar " kemudian penjual sate tersebut langsung menyiapkan kembali perlengkapan dagangannya
"mau berapa porsi tuan? "
" dua porsi " jawab Rey
" punya saya nggak usah bumbu kacang ya mang cukup sambal kecap aja " timpal shofia
" baik mba " kemudian si mamang mulai menyalakan api untuk memanggang tak lama kemudian ia mulai memanggang sate kambing sambil mengipas ngipaskan api. sedang shofia dan Rey duduk di salah satu kursi yang sudah di sediakan.
" sayang baunya enak banget " celetuk shofia Rey tersenyum kemudian mengusap perut shofia
" anak papi kenapa senang nya makan tengah malam hem" ucapnya dengan sedikit menunduk menghadap ke perut shofia
" soalnya aku lapernya sekarang papi " jawab shofia seolah menirukan suara anak kecil. dan Rey pun tersenyum Sambil mengelus pucuk kepala istrinya.
" apa kamu kedinginan? " tanya Rey sambil menggosok gosokkan tangan nya ke tangan shofia
" ya sedikit "
" sini " sambil merentangkan tangannya berusaha untuk memeluk
" nggak usah mas malu di liat si mamang " ucap shofia
" kenapa kita kan udah menikah "
" iya tetep aja malu " jawab shofia dan Rey pun hanya merapatkan duduknya agar lebih dekat dengan sang istri.
kini sate pesanan shofia sudah tersaji di depan meja
" minumnya apa tuan? "
" teh hangat aja "
" saya jeruk hangat " jawab shofia
" baik tunggu sebentar tuan " kemudian si mamang Melangkah ke belakang membuatkan minuman untuk mereka berdua
" ayo di makan" ucap Rey
" iya sayang ni mau di makan " kemudian shofia langsung mengambil satu tusuk sate lalu mencocolnya dengan kecap berisi irisan bawang dan cabe rawit
" hemm enak sayang"
" ya kamu makan aja nanti klo kurang kita pesan lagi "
" tapi kan kamu nanti bayarnya mahal "
" nggak papa uang aku banyak nggak akan bangkrut gara gara bayarin sate kambing kamu" ucap Rey
" hemm sombong " shofia mencebik dan Rey hanya terkekeh melihat raut wajah istrinya yang sedikit kesal.
" kamu nggak mau makan sayang? "
" nggak kamu makan aja nanti klo kurang kamu bisa makan punya mas " dan shofia terus melahap sate di piringnya hingga kandas
__ADS_1
" masih kurang? " dan shofia mengangguk sambil tersenyum malu
" udah ni makan lagi " sambil menyodorkan piringnya
" tapi ini kebanyakan gimana klo kita makan berdua "
" ya udah sini mas bantuin " kemudian Rey pun ikut menikmati sate kambing tersebut
" alhamdulillah kenyang " ucap shofia sambil meregangkan sedikit tubuhnya
" sudah? " tanya Rey dan shofia menganggukkan kepalanya.
" ya udah aku bayar dulu" kemudian Rey bangkit dari duduk nya sambil membuka dompet dan menyerahkan lima lembar ratusan ribu kepada pedagang sate tersebut
" ini mang "
" iya tuan, aduh ini kebanyakan tuan cukup satu lembar aja "
" nggak papa ini sebagai ucapan terimakasih saya karena istri saya bisa makan banyak malam ini "
" oh ya tuan klo begitu Terima kasih semoga istri dan anak tuan sehat dan selamat sampai lahiran
" amin makasih pak "
" ya tuan sama sama"
kemudian Rey kembali ke tempat shofia duduk tadi
" mau makan apa lagi? apa ada yang mau di beli " tanya Rey
" shofia menatap suaminya lalu menunjuk ke arah dagang kebab yang tak jauh dari tempat itu
" mau itu? " tanya Rey
" heem " angguk shofia
" ya udah ayo " kemudian mereka berdua melangkah menuju gerobak pedagang kebab Rey memesan dua buah setelah selesai mereka langsung masuk ke dalam mobil dan segera kembali ke mension.
sampai di mension mereka segera masuk ke dalam kamar
" ini kebabnya nggak dimakan? " tanya Rey saat melihat istrinya hendak masuk ke kamar mandi
" udah nggak pingin " jawabnya sedikit manja
" lha terus kenapa beli kalo nggak mau di makan? kan mubazir sayang"!
" ya udah klo gitu mas aja yang makan "
" iya kan supaya nggak mubazir sayang" ucap shofia
" ya Tuhan kamu mau mas gendut ya karena banyak makan malam malam " ucap Rey. shofia yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi mengurung kan niatnya kemudian membalikkan badan sambil memicingkan matanya
" mas ngatain aku gendut ya karena banyak makan tadi " ucap shofia
" eeeh" kok gini sih " batinnya
" nggak sayang " bantah Rey
" iya bilang aja klo aku gendut karena suka makan malam "
" sayang kamu nggak gendut kamu makan banyak itu wajar malah harus kamu makan banyak, soalnya kan ada dua baby didalam perut kamu " ucap Rey sambil mengusap perut istrinya
" tapi tadi kamu nyindir aku kan klo aku gendut"
" nggak sayang tapi walau kamu gendut sekalipun mas tetep cinta kok sama kamu kan yang bikin kamu gendut itu mas yang sudah mompa kamu tiap malam ya kan? " shofia bersemu merah
" iih apaan sih ngomongnya kayak gitu "
" lho iya kan yang bikin kamu hamil kan mas jadi apapun kondisi kamu mas akan selalu dan tetap sayang dan cinta sama kamu " ucap Rey sambil mencubit hidung sang istri
" udah sana ke kamar mandi lama lama dekat kamu mas takut khilaf " ucap Rey sambil sedikit mendorong sang istri masuk ke kamar mandi dan shofia pun menurut masuk ke kamar mandi
" ah selamat untung nggak jadi ngambeknya " Rey mengelus dadanya lalu keluar dari kamarnya menuju kamar mandi tamu.
shofia keluar dari kamar mandi namun tak menemukan sang suami
" kemana mas Rey ? " tanyanya pada diri sendiri sambil melangkah menuju pintu
" sayang ini mas buatkan kamu susu hangat " ucap Rey yang muncul dari pintu dan shofia langsung memeluk suaminya
" mas aku kira kamu pergi kemana tadi aku bingung nyariin kamu karena kamu nggak ada di kamar "
" he he maaf mas tadi ke kamar mandi ruang tamu trus sekalian buatin kamu susu" sambil membimbing istrinya duduk di tepi ranjang kemudian memberikan susu hangat kepada istrinya.
shofia meneguk susu hangat buatan suaminya kemudian meletakkannya di atas nakas
" sudah ayo tidur ini sudah lewat tengah malam" ucap Rey sambil menguap. dan shofia pun berbaring di ranjang di samping suaminya
" yang mas mau nagih yang tadi sore boleh? "
__ADS_1
" mas ini sudah malam besok aja nanti kesiangan subuhnya udah jangan aneh aneh " ucap shofia sambil memejamkan matanya
" he he ya udah kita tidur aja " ucap Rey lalu mencium kepala sang istri dan tidak menunggu lama mereka berdua tertidur dengan saling memeluk.
pagi itu seperti biasa Rey terbangun tatkala mendengar suara shofia yang muntah muntah di kamar mandi, entah mengapa setiap masuk kamar mandi pada pagi hari shofia selalu mual hingga muntah muntah Rey manjadi semakin cemas apalagi Aldo mengatakan kalau mereka akan berangkat ke Singapore besok
" yang mas kok nggak tega ya liat kamu kayak gini gimana mas mau ninggalin kamu klo kondisi kamu kayak gini setiap pagi " ucapnya saat shofia memasangkan dasi untuk Rey suaminya.
" emang kamu mau kemana mas? " tanya shofia sambil memasangkan jas ke tubuh suaminya
" aku akan berangkat ke Singapore karena ada sedikit masalah dengan perusahaan di sana "
" emang harus ya kamu berangkat? " shofia mulai nggak rela
" iya sayang karena sepertinya ada penggelapan uang dan manipulasi data makanya mas sendiri yang harus turun tangan"
" terus berapa hari? " tanya shofia lagi kini matanya mulai berkaca kaca
" mungkin dua atau tiga hari " jawab Rey dan shofia pun memalingkan wajahnya berusaha menutupi air matanya yang hendak jatuh.
Rey meraih wajah istrinya lalu menatap wajah itu lekat lekat
" hey jangan menangis mas cuman tiga hari paling lama dan mas akan usahakan agar urusan di sana cepat selesai "
" tapi tetep aja kamu akan pergi dan aku nggak mau pisah sama kamu hik hik..! " shofia mulai terisak
" ya ampun sayang mas cuman tiga hari kok dan mas juga sebetulnya berat mau ninggalin kamu tapi keadaan yang mengharuskan mas turun tangan langsung ke sana, udah ya jangan nangis kasian anak anak kita nanti ikutan sedih"
" tapi kamu janji bakal sering sering telponin aku " ucapnya shofia di sela tangisnya
" iya sayang "
" trus nanti klo aku kangen sama kamu gimana? " kembali tangisnya pecah
" nanti kita bakal sering video call, udah ya jangan nangis lagi mas jadi kepikiran klo kamu kayak gini " ucap Rey lagi sembari memeluk dan membelai kepala sang istri.
shofia melepaskan pelukannya menghapus air matanya
" kamu hati hati ya di sana dan jangan macam macam " ucap shofia Rey tersenyum manis
" mas nggak akan macam macam sayang mas hanya akan macam macam sama istri mas yang cantik ini" ucap Rey sembari membelai pipi sang istri. shofia mengulum senyumnya sambil mencubit pinggang Rey
" gimana udah nggak nangis lagi kan? ayo kita turun ke bawah kita sarapan "
" nggak mau aku mau di sini aja sama kamu " ucap shofia manja
" ya udah kita sarapan di kamar aja " kemudian Rey menelpon bi jum untuk mengantarkan sarapan mereka di ke kamar
shofia masih memeluk suaminya namun kini posisi mereka sudah berpindah di atas ranjang Rey sudah melepas jasnya Menyisakan kemeja
dan celana panjangnya
shofia mulai memainkan kancing baju suaminya membukanya dan memasukkan tangannya ke dalam kemeja suaminya
" sayang apa kamu menginginkannya " tanya Rey dan shofia mengangguk pelan sambil menahan malu
" oke baby kita lakukan sekarang " kemudian Rey membalikkan posisinya kini shofia berada di bawah kungkungannya kemudian mulai aksinya meremas mencium tempat tempat yang menjadi favorit baginya hingga kembali mereka melakukan penyatuan Rey memaju mundurkan tubuhnya di atas tubuh shofia namun sampai di sini shofia tidak tinggal diam kali ini dia yang mengambil alih permainan berada di atas berusaha mengendalikan permainan Rey mendesah menikmati setiap gerakan sang istri. shofia meliuk liukkan tubuh nya di atas perut suaminya.
pagi ini benar benar mereka melakukan olah raga pagi keringat membanjiri tubuh mereka hingga satu jam kemudian barulah mereka menyudahi permainan mereka.
Rey mencium kening shofia "makasih sayang mas suka sekali gaya kamu yang tadi " kemudian menggigit telinga sang istri.
" mas ih jangan di bahas aku malu " ucap shofia sambil menyembunyikan wajahnya ke dada suaminya sedang Rey terkeqkeh semakin mengeratkan pelukannya.
sementara di meja makan tampak mama widya dan kyara menunggu dua suami istri yang belum kelihatan batang hidungnya.
" oma papi sama mami mana kok belum turun juga " tanya kyara yang terus memandang ke arah tangga
" kita tunggu sebentar ya sayang" jawab mama widya. sepuluh menit kemudian bi jum datang
" maaf nyonya tuan dan nona shofia seperti nya mereka tidak ikut sarapan di sini jadi nyonya dan non kyara silahkan sarapan duluan saya akan membawakan sarapan tuan ke atas "
" oh..! ya. ya.. silahkan " jawab mama widya sambil menganggukkan kepalanya
kemudian mama widya sarapan berdua dengan kyara sedang bi jum menyiapkan sarapan untuk tuannya.
selesai sarapan Rey dan shofia tak kunjung turun dari kamarnya kyara pun berangkat ke Sekolah diantara omanya.
sedang di teras mension Aldo dengan setia menunggu sang CEO yang belum juga muncul bahkan kopi di cangkirnya sudah tandas dari tadi. dan memilih masuk ke ruang kerja Rey untuk mengerjakan pekerjaan yang tertunda.
Rey dan shofia turun ke bawah setelah mereka melewati sarapan pagi mereka bersama dan memilih sarapan di kamar
" pagi tuan kita ke kantor sekarang tuan " sambil menatap arlojinya yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi
" hem " jawab Rey
" sayang mas ke kantor dulu ingat kamu jangan terlalu capek ya dan usahakan makan yang banyak "
" iya, kamu hati hati ya "
__ADS_1
" ya sayang" cup" Rey mencium sekilas bibir ranum sang istri lalu Rey pun melangkah menuju mobilnya sedang shofia melepas kepergian sang suami .