MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 190


__ADS_3

Aldo merangkul Vania melangkah menuju mobilnya. Aldo membukakan pintu untuk Vania sedang Vania menurut ketika diminta untuk duduk di samping kemudi. Aldo melangkah mengitari mobilnya kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kemudi. tanpa mengeluarkan satu patah katapun ia segera menyalakan mobilnya dan bergerak perlahan meninggalkan rumah sakit.


suasana di dalam mobil tampak hening tidak ada yang mau membuka suara Vania masih shock dengan sikap Aldo tadi yang tiba tiba merangkulnya dan kalau telinganya tidak salah mendengar Aldo memanggilnya sayang, ah entah lah otaknya tiba tiba seperti buntu. jantungnya tiba tiba berdebar kencang apalagi tadi saat Aldo merangkulnya sempat tercium aroma mint dari tubuh Aldo. lagi lagi otaknya membeku. dan bukan Vania namanya membiarkan tanda tanya besar di otak nya.


" pak Aldo tadi itu.. "


" aku nggak suka kamu dekat dekat dengan Mandez " potong Aldo. Vania mengerutkan keningnya


" kenapa? "


" pokoknya aku nggak suka "


" ya tapi alasannya apa? dan apa hak pak Aldo melarang aku dekat dengan siapa? " ucap Vania sedikit tak Terima sambil menatap Aldo dengan sedikit kesal


" ciiiit. " Aldo menghentikan mobilnya tiba tiba. lalu membuka sabuk pengaman kemudian menarik tengkuk Vania dan " cup " Aldo mengecup bibir Vania kemudian sedikit menggigitnya agar Vania membuka mulutnya,Vania tersentak lalu memukul mukul dada Aldo. Aldo melepaskan pagutannya


" karena kamu hanya milik aku tidak ada yang boleh dekat dekat apa lagi mengambil kamu dari aku " ucap Aldo sambil menatap mata Vania dan mengusap bibir Vania membersihkan sisa sisa salivanya.


Vania bersemu merah mendengar pengakuan Aldo yang tiba tiba tadi saat ini otaknya kembali membeku namun hanya beberapa saat dan beberapa detik kemudian


" apa ini tandanya pak Aldo menembak aku? "


" hem "


" jadi sekarang kita pacaran? " tanya Vania lagi


Aldo merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kotak bludru berwarna merah lalu membukanya.


" ini adalah lamaran pertama aku sebelum orang tuaku melamarmu secara resmi. aku tidak pandai berkata manis tapi hari ini aku mau bilang Vania apa kau mau menikah dengan ku menjadi ibu dari anak anakku melewati sisa waktu bersamaku menua bersama hingga maut memisahkan kita? " tanya Aldo


Vania terdiam sejenak sungguh kejadian ini sama sekali tidak terduga olehnya tidak pernah membayangkan laki laki yang selama ini dingin bahkan menurutnya menyebalkan tapi diam diam ia suka tiba tiba mengajaknya menikah.. ah ini betul Axcited banget. Vania berkaca kaca


" pak Aldo apa berarti Anda melamar ku ..? " Aldo mengangguk


" aaah hik hik... aku jadi terharu. "


" hey kenapa kamu menangis apa kata kata ku menyakiti mu maaf maaf klo aku salah " ucap Aldo cepat sambil mengusap usap bahu Vania.


" huaaaa " Vania menangis semakin kencang


" hey kamu kenapa nangisnya semakin kencang? klo aku salah aku minta maaf ya..ya udah klo kamu nggak mau nerima lamaran aku nggak papa tapi kamu jangan nangis aku nggak bisa liat wanita menangis" tanya Aldo lagi semakin bingung.


" pak Aldo aku menangis karena bahagia... hik hik "


" owh begitu jadi berarti kamu nerima lamaran aku? " tanya Aldo dan Vania mengangguk cepat. Aldo segera menarik Vania memasukkan nya ke dalam pelukannya


" makasih Vania Terima kasih Vania indriana aku janji akan mencintai dan menjaga mu serta terus berusaha membahagiakan mu " ucap Aldo sambil mencium kepala Vania.


" cincinya pasangin dong " ucap Vania

__ADS_1


" ah iya sini tanganmu " dan Vania menyodorkan tangannya, Aldo segera memasangkan cincin bertahta berlian ke jari manis Vania kemudian menciumnya.


" sekali lagi makasih sudah mau menerima cincin ini dan ini sebagai tanda kalau kamu Vania indriani sekarang menjadi milikku " ucap Aldo


" Terima kasih juga sudah memilih aku pak Aldo "


" cetak " Aldo menyentil kening Vania


" auw kenapa di sentil " sambil mengusap keningnya


" berhenti panggil aku pak..! aku berasa tua sekali padahal jarak umur kita hanya enam tahun " protes Aldo


" he he trus aku panggil apa dong..? mas abang kakanda "


" nggak.. "


" trus panggil apa dong? oh panggil opa saja... "


" cetak " kamu kira aku kakek kakek di panggil opa " protes nya lagi sedang Vania memutar bola matanya


" pak Aldo opa itu panggilan sayang dalam bahasa Korea.. ah anda sih makanya sekali kali nonton drakor biar tau jangan berkas berkas aja yang di liatin " ucap Vania


" ya aku mana sempat nonton sesuatu yang unfaedah kayak gitu "


" ih enak aja dibilang unfaedah... itu tu justru memberikan Imbosster buat aku klo lagi capek lelah seharian di rumah sakit " tuturnya lagi


" trus kamu mau panggil aku apa? " tanya Aldo lagi


" gimana kalo aku panggil kakak saja ya aku kan anak tunggal dari dulu pingin banget punya kakak laki laki boleh ya..? "


" oke boleh juga daripada kamu panggil aku pak, ah itu terasa tua sekali "


" ya.. ya sory kak Aldo abis dulu kamu tu cuek dan dingin banget aku tu mau nyapa aja takut " sungut Vania


" tapi sekarang masih takut? " tanya Aldo, Vania menggelengkan kepala


" mulai sekarang kamu harus janji jangan dekat dekat dengan laki laki manapun jangan senyum senyum pada laki laki lain selain aku " sambil menangkup wajah Vania lalu memiringkan wajahnya hendak mencium bibir manis Vania


" kak... jangan sekarang ya.. nanti saja klo kita sudah sah jadi suami istri aku takut kita kebablasan nanti, tadi aja kakak sudah mencium ciuman pertama ku " ucap Vania sambil menahan bibir Aldo


" ah maaf aku tidak bisa menahannya maafkan aku.. "


" nggak papa kak cuman aku minta jangan seperti itu lagi nggak papa kan? aku mau kita melakukan nya saat kita sah menjadi suami istri "


" ya aku ngerti aku bahagia malah, karena gadis seperti mu saat ini sangat langka yang bisa menjaga kesucian diri dan tubuhnya agar tidak di sentuh oleh laki laki yang bukan mahramnya. "


" jadi kaka nggak keberatan? "


" nggak sama sekali malah aku sangat menghargai prinsip kamu"

__ADS_1


" sekali lagi Terima kasih ya kak "


" ya aku juga sekali lagi minta maaf atas kejadian tadi "


" nggak papa kak"


" ya udah klo gitu kita pulang? " tanya Aldo


" iya ayo " kemudian Aldo kembali menyalakan mobilnya melaju memecahkan keramaian jalan ibu kota.


dipertengahan jalan tiba tiba ponsel Vania berbunyi


" siapa? " tanya Aldo


" dari mama pasti mama sudah nungguin sebentar ya aku angkat telpon dulu "


" ya angkat saja " kemudian Vania menggeser tombol hijau di layar ponsel nya


" ya ma.. "


" kamu kemana kenapa jam segini belum pulang? kan mama Minta tolong kamu anterin mama ke tempat arisan mama "


" ya ma ni masih di jalan paling 10 menit lagi aku sampai "


" ya udah hati hati " dan mama Vania pun mengakhiri panggilan nya.


" kenapa? " tanya Aldo


" nggak mama minta diantar ke tempat arisannya "


" oh.."


" Van klo seumpama aku bilang ke mama kamu malam ini gimana? "


" hah serius? "


" iya aku serius aku mau ijin sama mama kamu agar mama merestui hubungan kita " ucap Aldo lagi


" ya boleh sih tapi apa nggak terlalu cepat "


" aku rasa tidak karena semakin cepat mama kamu tau itu malah semakin bagus agar mama kamu tidak berniat menjodohkan kamu sama orang lain "


" apa sih kak mana ada jaman sekarang main jodoh jodohan " ..


" biasa saja kan "


" iya juga sih, tapi mama aku bukan tipikal orang yang suka memaksakan kehendak "


" ya baguslah klo begitu " balas Aldo yang masih tetap fokus dengan kemudi nya.

__ADS_1


__ADS_2