MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 159


__ADS_3

Kyara duduk di ranjang bersama maminya


" mami aku minta maaf gara-gara aku mami sedih "


" nggak kok sayang mami nggak sedih mana cuman kecapean aja "


" aku boleh cium perut mami? " Shofia mengangguk dan Kyara pun mencium perut sang mami yang nampak sudah membesar


" dedek jangan nakal ya di diperut mami kasian mami, nanti klo kamu dah keluar kakak akan memberikan mainan kakak ke kamu. " ucap Kyara sambil mencium dan mengusap perut Shofia dan tiba tiba perutnya bergerak


"mami dia gerak sepertinya dia mendengar aku bicara "


" ya sayang dia sepertinya mengerti dengan ucapanmu "


" Kyara tapi kan adikmu cowok " Vania mengingatkan


" oh iya aku lupa " sambil nepuk jidad


" kapan dedenya keluar mi "


" sebentar lagi sayang "


" ah aku sudah tidak sabar ingin main sama mereka, tapi... bagaimana klo tante Eliza mengambil aku? aku nggak mau sama tante Eliza nanti aku nggak akan bisa sama main sama dede kembar " sambil memajukan bibirnya


" sayang kamu akan terus sama mami sama papi nggak akan ada yang bisa merebut kamu dari mami sama papi .. emh gimana klo sekarang kita telpon papi? "


" emang papi sudah bisa diajak bicara? "


" belum sayang kita doakan saja ya tapi papi bisa dengar kok apa yang kita bicarakan " dan Kyara pun mengangguk dengan semangat Vania segera mengambilkan ponsel milik Shofia dari dalam tasnya dan Shofia pun segera menghubungi mama Widya melalui panggilan video.


" assalamu'alaikum ma.. "


" omaaa.. "


" Walaalaikun salam.hay cucu oma apa kabar? "


" baik oma, oma aku kangen kenapa lama sekali oma pulang "


" ya sayang oma harus jagain papi "


"mana papi oma aku pingin liat "


" nih papi oma baru aja abis nyucuk jenggot dan kumis papimu, gimana papi sudah ganteng kan! " dan kyara mengangguk


" oma papi kenapa lama sekali tidurnya kapan papi bangun oma? "


" kamu doakan ya semoga papi lekas bangun "


" ya oma aku terus do'ain papi kok setiap habis sholat "


" anak pinter "


" mama gimana kabarnya "


" alhamdulillah sehat oh ya Aldo sudah cerita semuanya jadi untuk sementara waktu biar mama yang jaga Rey di sini dan Aldo biar bantuin kamu mengurus perusahaan "


" mama nggak papa sendirian ? "


" nggak papa sayang "


" oh ya ma minggu depan agendanya menghadirkan saksi di pengadilan apa mama bisa pulang ke Indonesia? "


" ya nanti tiga hari menjelang sidang mama pulang "


" trus mas Rey siapa yang jagain? "


" biar mama akan menyewa perawat di sini untuk menjaga Rey 24 jam "


" atau gimana klo bi jum yang gantiin mama? "


" mama bisa kok jagain Rey biar bagaimana pun dia kan menantu mama " ucap mama Rika masuk sambil membawa nampan berisi makan siang untuk Shofia

__ADS_1


" memang nggak papa mama di sana? "


" nggak papa kasian Rey kali di jaga oleh orang yang tidak dia kenal mama khwatir saat dia sadar tidak menemukan orang yang dia kenal "


" makasih ma mama mau jagaian mas Rey " sambil memeluk mama Rika


" nggak usah berterima kasih Rey itu menantu mama berarti dia anak mama juga " ucap mama Rika


" aduh jeng makasih lho atas bantuannya "


" udah nggak usah di pikirkan lagian kamu dan Rey sudah banyak membantu aku dan Shofia "


" ya tapi tetep aja aku harus berterima kasih"


" gimana kabar mas Rey ma? " kondisinya sudah semakin stabil cuman tinggal menunggu kesadarannya saja mungkin klo kamu ada disini shof dia akan cepat sadar tapi itu tidak mungkin itu terlalu berisiko buat kehamilan kamu "


"oma aku mau bicara sama papi boleh? "


" tentu sayang"


" papi cepat sembuh ya aku kangen papi oh ya pi aku sudah tau kok mama kandung aku tante Eliza kan ? tapi aku sekarang sudah tidak mau mama lagi karena aku sudah punya mami yang sayang sama aku " sambil bersandar di dada maminya


" papi kata orang orang tante Eliza mau ambil aku tapi aku nggak mau pi aku mau tetap sama mami sama papi, papi cepat bangun ya biar bisa jagain aku sama mami sama dedek kembar I love you papi muach.. " Shofia tak mampu menahan isak nya begitu juga mama Rika dan mama Widya juga Vania. mama Widya langsung mematikan ponselnya


Shofia langsung menciumi pucuk kepala putrinya


" mami janji sayang akan mempertahankan kamu nak " batin Shofia..


" mami kenapa nangis nenek juga, aku salah ngomong ya? "


" nggak sayang kamu nggak salah kamu pintar mami sayang kamu "


" aku juga sayang mami " lalu memeluk maminya


" sayang jangan kencang kencang peluk mami mu kasian dedeknya nanti tertekan " tegur Vania


" he he sory dede kakak nggak sengaja " sambil mengusap perut maminya


" ya sudah sekarang kamu makan gih sama nenek sama tante Vania "


" tu nasi mami sudah di bawian sama nenek "


" oh iya, ya udah aku makan siang dulu ya..ayo nek.! "


" biar gua suapin loe Shof "


.


" nggak usah van biar gua makan sendiri gua harus mandiri gua nggak boleh bergantung sama orang lain mulai sekarang karena gua nggak tau apa yang akan terjadi kedepan nya "


" loe ngomong apa? "


" benarkan sampai sekarang mas Rey belum sadar dan gua nggak tau dia bisa selamat apa tidak jadi gua harus siap mental dari sekarang".


" Shofia jangan bicara sembarangan omongan itu doa seharusnya loe semangat jangan putus asa kayak gitu banyak kok kasus di luar sana pasien koma hingga berbulan bulan bahkan sampai tahuan tapi dia sembuh loe harus semangat klo loe lemah yang lain juga akan lemah "


" astaghfirullahalazim.. astaghfirullah halazim " Shofia istigfar sambil menarik nafasnya dalam dalam


" sudah sekarang loe makan biar gua suapi, kasian anak loe kelaperan nanti klo pak Rey tau loe nggak ngasi anak loe makan dengan benar dia pasti marah " Shofia hanya tersenyum mendengar sahabatnya yang terus mengoceh laksana emak emak yang marahin anaknya


" ayo buka mulut loe " dan Shofia menurut membuka mulutnya dan mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


" loe nggak makan van? "


" gua masih kenyang kan makan siomay tadi bareng loe "


" tapi itu kan sudah hampir dua jam yang lalu "


" gua masih kenyang lagian gua kan nggak hamil beda ama loe makan bertiga jadi loe cepat laparnya "


" he he iya loe benar tapi gua cepet sesak klo makan terlalu banyak makanya gua makan sedikit tapi sering "setelah menghabiskan makan siangnya Vania langsung membawa nampan bekas makan Shofia ke dapur dan membiarkan Shofia untuk istirahat.

__ADS_1


***


" Rey kamu kapan sembuh jangan buat kami putus asa, apa kamu kamu nggak kasian sama Shofia yang saat ini memperjuangkan Kyara seorang diri bangun lah Rey.. kenapa kamu betah sekali tertidur begini mama ini sudah tua mama nggak mungkin jagain Kyara terus apalagi bayi kembar mu sebentar lagi akan lahir, hari ini mama akan kembali ke indonesia untuk menghadiri sidang Kyara karena mama menjadi salah satu saksi di pihak Shofia jadi mama berharap kamu segera sembuh " ucap mama Widya dengan nafas beratnya. namun Rey masih belum sadar juga


hari ini mama Widya akan kembali ke Indonesia sambil menunggu kedatangan bi jum dan juga mama Rika


setelah bi Jum dan mama Rika tiba dan berbincang sebentar mama Widya pun bersiap siap untuk kembali ke indonesia


" jeng Rika.. Jum aku titip Rey ya kalian terus lah ajak dia bicara agar dia segera siuman "


" ye Nyonya " saut bi Jum


" ya kamu tenang aja aku akan menjaga dan merawat nya dengan baik "


" makasih jeng, Jum klo begitu aku akan siap siap kembali ke Indonesia bagaimana kabar di rumah ? "


" alhamdulillah semua baik kondisi Shofia juga saat ini sudah lebih tenang dan dia juga sudah kembali bekerja di perusahaan "


"aku sebenarnya kasian dengan kondisi Shofia saat ini dia harus bekerja keras di saat kehamilannya semakin tua"


" sudah jangan terlalu di pikirkan aku yakin kok putri ku itu sangat kuat " ujar mama Rika


" ya sudah klo begitu aku sekalian pamit karena tiga jam lagi pesawat ku akan segera berangkat"


" kamu hati hati ya "


" Hati-hati di jalan Nyonya "


" ya Jum Terima kasih jangan lupa kabari aku jika ada sesuatu "


" ya jeng tenang aja "


" Assalamu'alaikum " salam mama Widya


" waalaikum salam " jawab mama Rika bersamaan.


setelah menempuh perjalanan lebih dari 20 jam mama Widya tiba di mansion dan disambut hangat oleh Kyara


" omaaa.. " teriak Kyara


" hallo cucu oma, bagaimana kabarmu? " sambil berjongkok dan menciumi pipi sang cucu


" baik oma "


" ah syukurlah " kamudian meminta para pelayanan untuk membawa kopernya ke kamar


" mami mana " sambil melangkah masuk ke dalam mansion


" mami ada di ruang kerja papi sama om Aldo tente Vania dan juga om pengacara "


" oh .. kamu nggak nakal kan selama oma tinggal? "


" nggak oma sungguh "


" ah syukur oma senang mendengarnya "


" oma kapan papi pulang aku kangen "


" kamu doakan ya sayang semoga papi cepat sadar "


" oma apa oma sayang sama aku? " tanya Kyara setelah mereka berada di kamar oma


" tentu saja sayang oma sayang banget sama kamu, kenapa kamu tumben nanya kayak gitu?"


" oma janji kan nggak akan ngasi aku ke tante Eliza? " tanya nya kini dengan mata berkaca kaca


" sayang sampai kapan pun mama nggak akan menyerahkan kamu ke tante Eliza sayang kamu akan tetap di sini di bersama oma dan juga papi dan mami kamu "


" oma janji " sambil mengulurkan kelingkingnya sebagai simbol perjanjian


" hem oma janji " walau dalam hati kecil Widya ada sedikit keraguan.

__ADS_1


sudah kamu jangan sedih gitu kamu nggak akan kemana mana kamu akan tetap di sini bersama keluarga kita hem" sambil mencium hidung cucunya


" ya udah kamu tunggu oma sebentar oma mau mandi dulu badan oma gerah sekali belum mandi " dan Kyara pun mengangguk pelan.


__ADS_2