
hari ini Shofia kembali menjalankan tugas koasnya sebagai asisten dokter di bagian poliklinik. Shofia dengan telaten memerikasa pasien yang datang hingga menjelang jam istirahat.
" tadi pasien terakhir ya Sus? " tanya dokter senior
" ya dok "
" Oke klo gitu kita istirahat, dokter Shofia saya duluan ya.. " sambil membereskan barang barangnya
" ya dok silahkan saya juga habis ini selesai " ucap Shofia juga ikut membereskan perlengkapannya dan ikut melangkah keluar dari ruang pemeriksaan, kembali ke ruangan nya. setelah mengisi perutnya dengan makan siang yang tentu saja di kirim oleh suaminya Shofia segera meraih tas selempangnya dan berjalan menuju lift turun ke lantai dasar
" Shofia kamu mau kemana? " sapa Vania saat mereka bertemu di lantai dasar
" eh elu van ngagetin aja loe, gue mau keluar sebentar ada urusan "
" kemana? "
" emh itu apa...gua pingin nyari rujak kayaknya seger. oh ya kalo elu mau makan siang di ruangan gue masih banyak, loe makan aja kasian mubazir klo nggak dimakan
" loe mau gua temenin nggak.. " tawar Vania l
" nggak nggak usah lagian deket juga "
" oh ya udah hati hati ya "
" oke.. "dan shofia melangkah keluar berjalan agak jauh dari rumah sakit kemudian dia menyetop taksi yang kebetulan lewat
Shofia turun dari taksi lalu melangkah ke salah satu kantor pusat pemasyarakatan
" permisi bu saya bisa bertemu dengan tahanan atas nama Eliza? " tanya Shofia pada salah satu penjaga sipir
" oh nona Eliza mantan model itu? "
" ya betul "
" anda siapanya? "
" saya Shofia temannya "
" Oke tunggu sebentar silahkan anda ke ruang tunggu "
" baik bu " Shofia melangkah masuk ke ruangan tempat pertemuan dengan para napi, ada rasa sedikit was was ketika masuk ke ruang tersebut tapi ia kuatkan hatinya karena ia ingin melihat kondisi mantan istri suaminya tersebut.
suara langkah kaki semakin mendekat Shofia mengangkat wajahnya tampak Eliza berjalan dengan dikawal sipir penjara
" Shofia.. " ucap Eliza keget yang seketika langkahnya terhenti dan hendak berbalik
" Eliza tunggu..! " teriak Shofia dan terpaksa Eliza menghentikan langkahnya
" mau apa kamu kemari, mau menertawakan aku iya.. " ucapnya dengan sorot mata kebencian. Shofia menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" aku hanya ingin menjenguk mu, kamu apa kabar " kata Shofia
" aku seperti yang kamu lihat, sekarang katakan mau apa kamu ke sini ? "
" aku hanya ingin menjenguk mu dan ini aku membawakan ini kamu, makan ya.. maaf aku nggak membawa Kyara ke mari " mendengar nama Kyara Eliza menundukkan kepala nya,
" Kyara apa kabar? apa dia baik baik saja ? dia pasti sangat membenciku " dengan suara lirih kini dan mereka duduk saling berhadapan
" dia tidak membencimu tapi dia hanya butuh waktu saja saat ini "
" kau nggak usah menutupi nya aku memang jahat ia pantas Membenciku karena aku, papinya hampir mati orang yang sangat ia sayangi hik.. hik.. " isak Eliza. Shofia berusaha menggengam tangan Eliza
" aku salah aku minta maaf, apa aku bisa minta tolong sama kamu tolong kamu sampaikan permintaan maafku pada Rey dan juga Kyara "
" ya nanti aku akan sampaikan sekarang kamu harus semangat " Eliza menggelengkan kepalanya
" kau tau aku saat ini tidak punya muka untuk bertemu dengan Kyara aku takut ia tidak mau menemuiku lagi aku takut dia membenciku hik.. hik.. "
" mengingat itu rasanya aku tak punya semangat untuk hidup, seandainya waktu bisa aku ulang aku pasti tidak akan meninggalkan Kyara bayi dan menyia-nyiakan nya dan dan aku tidak akan melakukan hal bodoh itu.bodohnya aku baru menyadari nya sekarang " kembali Eliza terisak hingga tubuhnya bergetar dan tiba tiba ia pingsan.
" eh Eliza... Eliza. " smabil menepuk nepuk pipi Eliza "
" bu tolong bu dia pingsan... " seorang sipir yang dari tadi berdiri tidak jauh dari mereka segera menangkap tubuh Eliza lalu meminta beberapa temannya untuk membantu mengangkat tubuh Eliza
" bawa ke ruang kesehatan .. "
" saya boleh menolongnya kebetulan saya dokter koas "
" bagaimana kondisinya? " tanya kepala sipir setelah Shofia selesai memeriksanya
" denyut nadinya sangat lemah seperti nya dia depresi banget dan dia juga mengalami dehidrasi. " tutur Shofia sembari membalurkan minyak kayu putih pada dada dan sedikit di hidungnya.
" pasien kalo seperti ini terus maka mau tidak mau harus di opname jadi usahakan dia mau makan dan minum " tutur Shofia
" aaahh.. " desis Eliza sambil memegang kepalanya yang terasa pusing
" kamu sudah sadar Eliza ... "
" apa yang kamu keluhkan " tanya Shofia lagi
" kepalaku terasa pusing "
" itu karena asam lambungmu seperti nya naik mulai sekarang kamu usahakan makan dan minum agar kamu sehat bagaimana kamu akan melihat Kyara tumbuh dewasa jika kamu sakit seperti ini " ucap Shofia. Eliza hanya terdiam
" untuk lebih detailnya sebaiknya di lakukan pemeriksaan lebih lanjut " tambah nya lagi pada petugas lapas
" ya Terima kasih ibu Shofia " kata kepala lapas
"ya sama sama, klo begitu saya permisi, Eliza aku pulang dulu besok aku ke sini lagi ingat makan yang banyak jika kamu tidak mau melakukannya untuk dirimu lakukan ini untuk Kyara " ucap Shofia lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut. Eliza menatap punggung Shofia yang menghilang dari balik pintu dengan air mata mengalir dari sudut matanya.
__ADS_1
Shofia menatap jam di pergelangan tangannya ketika dia turun dari taksi
" lewat sepuluh menit " batinnya sambil berjalan agak cepat
" Shofia.. loe kemana aja..? laki loe nelpon sepuluh kali katanya HP loe nggak aktif " tanya Vania ketika ia bertemu di lobi rumah sakit
" ah. oh ya HP gua lowbatt makanya mati " bohongnya
" trus loe dari mana aja gue cari di dagang rujak sana katanya loe nggak ada "
" he he iya tadi tiba tiba aja gue kepingin ama es krem makanya loe nggak ketemu ama gue " bohong nya
" ya udah ayo masuk sebentar lagi kita diminta mendampingi dokter di ruang operasi karena ada pasien yang akan menjalani operasi "
" ya oke sebentar lagi aku nyusul " ucapnya lalu melangkah masuk ke dalam lift dan langsung mengaktifkan ponselnya.
shofia membelalakkan matanya karena ada lebih dari 10 kali panggilan dari suaminya dan tanpa menunggu lama ia segera menghubungi balik sang suami.
" ya hallo mas.. "
" kamu kemana aja aku telpon nggak aktif telpon Vania katanya nggak tau kamu dimana? " ucap Rey dengan pertanyaan beruntun
" iya maaf tadi itu HP aku lowbatt dan aku tadi abis nyari es krim nggak tau tadi kok kepingin makan es krem "
" kenapa nggak nyuruh satpam aja buat beli jangan kamu yang jalan, apalagi sendirian, klo terjadi apa apa gimana? " Rey masih dengan ceramahnya.
" ya maaf tadi soalnya nggak kepikiran ke situ karena tadi pingin banget makan es krim nya "
" ya udah besok jangan gitu lagi dan HP jangan sampe mati "
" ya sayang sekali lagi maaf ya.. oh ya kamu sudah makan? "
" belum karena mikirin kamu tadi, dan ini baru aja mas mau nyusulin kamu ke rumah sakit "
" ya ampun mas aku nggak papa kok lagian siapa sih yang mau ngulik ibu ibu hamil kayak gini yang ada malah bikin repot " ucap shofia
sambil terkekeh.
" kamu lupa kamu itu sekarang istrinya siapa? kamu tu bisa saja di culik oleh saingan bisnisku atau oleh orang orang yang ingin mengmbil keuntungn, jadi mulai sekarang kamu tu bisa kan nggak membuat mas khawatir "
" ya mas .. maaf ya "
" hem "
" ya udah aku tutup telponnya aku ada tugas mendampingi dokter operasi sebentar lagi "
" hem..tapi ingat jangan terlalu capek "
" iya sayang.. aku tutup ya telpon nya. assalamu'alaikum"
__ADS_1
" waalaikum salam " dan panggilan pun terputus. Shofia segera memasukkan ponselnya ke dalam tas kemudian segera memakai seragamnya lalu melangkah menuju ruangan operasi.