MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 34


__ADS_3

Widya masuk ke ruang kyara di rawat sambil menentang tas kecil berisi obat


"Shofia kamu masih disini ?" tanya Widya sambil meletakkan bungkus obat diatas nakas samping ranjang pasien


" ya Tan sebentar lagi aku mau kembali ruang UGD klo begitu aku permisi dulu Tan nanti aku kesini lagi " ucap Shofia kemudian sebelum keluar di mengecup kening kyara lalu keluar menuju ruang UGD dimana dia tugaskan


kyara masih terlelap karena efek obat yang di berikan dokter padanya


" Rey sekarang kamu tau kan bagaimana kyara sangat membutuhkan maminya kamu mengalahlah dengan ego mu Rey demi kyara" ucap Widya penuh harap sedang Rey hanya menarik nafasnya dalam dalam


" tapi ma aku tidak mencintainya bagaimana mungkin aku menikahi dengannya ! " jawab Rey


" iya mama tau. ! tapi sejalan waktu mama yakin kamu akan jatuh cinta pada Shofia"


Rey hanya terdiam. "haruskah aku berdamai dengan keadaan. mengalah demi kebahagiaan putriku " batin Rey


" mami..! mana mami ..? " bangun kyara


" sayang kamu sudah bangun ini Oma sayang dan ini papi mu juga ada disini " ucap Widya sambil membelai rambut kyara


" sayang apa yang sakit Hem ?" tanya Rey pada Putrinya sambil membelai kepala putrinya


" mami jangan pergi ..! mami katanya mau Nemani aku bobok .! ayo mi bacain cerita ! aku mau itu lho mi cerita Cinderella " kyara terus saja meracau


" Rey cepat panggil dokter " perintah Widya tanpa menunggu lagi Ray langsung berlari menuju ruang dokter dan tak berapa lama dokter Lisa pun kembali masuk ke ruangan tersebut memeriksa keadaan kyara


" maaf tuan kita akan segera melakukan CT scan kita kawatir virusnya sudah masuk ke sel otaknya " ucap dokter Lisa


" lakukan lah segera " perintah Rey


" maaf nona kyara terus memanggil maminya apa maminya ada disini ? klo bisa biarkan maminya ikut menjaganya di sini " kata dokter Lisa lagi


" baik dok saya akan menelpon maminya" jawab Widya. kemudian Tante Widya berusaha menghubungi Shofia untuk segera ke ruangan kyara

__ADS_1


" Oma mami mana tadi aku ngerasa mami ada disini " ucap kyara lagi sesaat setelah dokter memberinya obat


" kamu mau ketemu mami ?" tanya Widya


kyara menganggukkan kepalanya


" mami kamu ada disini kok sebentar lagi mami kesini " kata Widya


"tok tok tok.."


" masuk " jawab Widya sedang Rey memilih keluar dari ruangan tersebut menemui kepala rumah sakit .


Shofia berjalan mendekati ranjang kyara


" mami ..! aku kangen !" ucap kyara ketika melihat maminya datang.


Shofia memeluk tubuh kyara dan menciumnya


" kyara Kenapa sakit ? kamu pasti makannya nggak bener ya ? kamu jangan kayak gini klo kamu sakit mami kan jadi sedih sayang " ucap Shofia sambil mengusap usap kepala kyara


" kamu tenang aja sayang mami kamu nggak akan pergi lagi kok ya kan mami Shofia ?" ucap Widya sedang Shofia kembali hanya tersenyum kecut.


" tok tok " permisi nyonya ! " ucap seorang perawat yang masuk sambil membawa makanan untuk kyara


" kyara sayang waktunya makan supaya kelas sembuh ya !" ucap perawat itu lagi


" mi aku nggak mau makan itu aku nggak suka bubur mi " rengek kyara


" sayang kamu pingin cepet sembuh nggak ?" tanya Shofia


" mau mi "


" klo begitu kamu makan ya biar mami suapi " kyara pun menurut. Shofia menyuapkan bubur ke mulut kyara . sedang perawat itu pun ijin undur diri .

__ADS_1


Pintu ruangan kyara pun kembali terbuka tampak dokter Lisa masuk bersama perawat lain yang membawa nampan berisi obat


" hallo kyara nah klo gitu kyara bakal cepet sembuh nih" ucap dokter Lisa


" oh ya nyonya sebentar lagi kita mau melakukan CT-scan pada nona kyara untuk mengetahui apakah virus sudah masuk ke otaknya atau belum " terang dokter Lisa dan bersamaan dengan itu Rey pun masuk kedalam ruang tersebut.


"baiklah segera lakukan dok " jawab Rey


" baik tuan "


" mami ..! mami temani aku aku takut ..!" rengek kyara


" baik nanti mami akan menemani kamu kok ,! kamu nggak usah takut " ucap Shofia menenangkan hati kyara


lalu kyara pun di pindahkan ke bangsal dan di dorong menuju ruang CT scan. kyara terus memegang tangan Shofia sedang Rey dan Tante widya mengiringi dari samping ikut mendorong bangsal tersebut.


" maaf sampai di sini saja tuan nyonya !" ucap dokter Lisa


" dok apa saya bisa ikut menemani putri saya" para dokter Serta beberapa dokter serta perawat saling pandang karena setahu mereka pak Rey belum menikah lagi tapi kenapa dia mengatakan kyara adalah putrinya " batin mereka namun mereka pura pura cuek jika mereka ingin terus bekerja di rumah sakit ini.


para dokter saling pandang kemudian mereka menatap wajah Rey dan Rey menganggukkan kepalanya


" baiklah dokter Shofia anda bisa menemani nona kyara" jawab dokter Lisa.


kemudian kyara pun di dorong masuk ke dalam ruang CT scan .kyara dipindahkan ke atas alat tersebut kyara tampak gugup ada raut ketakutan dari sorot matanya. tangannya terus menggenggam tangan Shofia


" sayang kamu tenang ya jangan takut nggak papa kok ini nggak akan menyakitimu " ucap Shofia sambil mengelus punggung tangan kyara . kemudian seorang perawat memasangkan alat ke tubuh kyara


" dek kyara pakai ini dulu ya ?" ucap perawat tersebut dengan di bantu Shofia memasangkan alat di kepala dan tubuh kyara dan kyara pun menurut. setelah itu perlahan kyara pun mulai melakukan CT scan di kepalanya dan beberapa menit kemudian hasilnya pemeriksaan tampak di layar monitor.


sekitar tiga puluh menit kyara berada di ruangan tersebut kemudian setelah selesai kyara pun kini dipindahkan ke ruang perawatan.


mereka langsung menuju ruangan VVIP tempat dimana kyara akan menginap untuk beberapa hari ke depan

__ADS_1


"***";


kembali mengingatkan jangan lupa like dan komennya happy reading


__ADS_2