
hari ini shofia sudah di perbolehkan untuk pulang dan kini sudah berada di ruang tamu yang sudah ada mama Rika menunggu sedari tadi.
para Nany berdiri ikut menyambut nyonya muda mereka yang saat ini sedang hamil muda
untuk ikut memberikan selamat.
" selamat ya sayang atas kehamilanmu mama doakan Semoga kamu dan bayimu sehat dan di mudahkan saat lahiran nanti " ucap mama Rika sambil memeluk
" aamiin makasih ma "
" oh ya sayang ini mama buatkan asinan buah buat kamu biasanya orang yang sedang hamil muda itu suka yang seger seger " sambil menyerahkan rantang berisi asinan buah kepada shofia
" wah makasih ma, mama tau aja klo aku dari kemaren malam pingin makan asinan " ucapnya sambil membuka tutup rantang dan meminta salah satu nany untuk membawakan mangkuk dan sendok. lalu shofia pun menikmati asinan buahnya dengan lahap
" sayang jangan terlalu banyak nanti kamu sakit Perut " tegur Rey
" nggak papa kok mas, mas mau? ini segar banget lho aku ambilin ya? " dan dengan cepat Rey menggelengkan kepalanya.
" nggak usah buat kamu aja " ucap Rey sambil menelan saliva nya
" mama minep di sini aja ma sesekali " pinta shofia disela sela menikmati asinan nya
" mama hari ini nggak bisa sayang mama ada pesanan nasi 100 kotak untuk besok "
" mama jualan lagi? " tanya shofia keberatan
" iya sayang mama hanya buka cattering kecil kecilan lagian mama nggak enak di rumah diam terus ya hitung hitung sekalinya bantu ibu ibu tetangga buat nambah nambah belanja dapur "
" ya tapi mama jangan terlalu capek " kata shofia lagi
" iya ma, benar kata shofia apalagi mama kan juga baru sembuh " kini Rey buka suara
" iya kalian tenang aja lagian sebagian besar yang ngerjain itu ibu ibu tetangga kok, oh ya mama widya dan kyara mana kok dari tadi nggak keliatan ? "
" mama masih ngantar kyara ke sekolah ma"
"oh "
" ma.. mama sekarang istirahat aja dulu nanti sore baru mama pulang " ucap Rey
" iya kamu juga istirahat shof, Rey kamu ajak kyara masuk ke kamar "
" iya ma dan mama juga istirahat " kata shofia dan kemudian shofia meminta salah satu nany untuk menyimpan asinannya ke dalam kulkas.
" iya kamu tenang aja " jawab mama Rika
Rey dan shofia naik ke lantai dua dengan menggunakan lift Rey tidak ingin istri nya naik turun tangga apalagi dalam kondisi hamil muda seperti ini.
" kamu mau mandi? biar mas siapkan air hangat " tanya Rey saat mereka sampai di kamar, dan shofia menganggukkan kepalanya Rey kemudian masuk ke kamar mandi mengisi bathtub dengan air hangat setelah selesai Rey pun menemui shofia
" ayo sayang kamu mandi airnya sudah mas siapkan biar mas mandikan ya "
" iya mas makasih tapi nggak usah biar aku mandi sendiri " dan shofia pun berjalan ke kamar mandi untuk merendam dan membersihkan tubuhnya.
selesai mandi shofia pun diminta untuk istirahat oleh Rey
" sayang kamu sekarang istirahat jangan terlalu capek mas akan ke ruang kerja sebentar ada beberapa pekerjaan yang harus mas kerjakan "
" tapi mas aku pingin kamu temani aku tidur " rengek shofia
" apa kamu menginginkan nya sekarang? " ucap Rey sambil menaikan alisnya
"nggak..! aku cuman pingin kamu temani aku aja "
__ADS_1
" he he iya udah sini mas temani kamu sampe tidur " ucap Rey lalu ikut merebahkan tubuhnya diatas ranjang di samping shofia.
dan tidak menunggu waktu lama shofia pun tertidur pulas dengan pelan rey menggeser sedikit tubuh nya mencium kening sang istri sebelum akhirnya turun dari ranjang dan melangkah keluar dari kamar menuju ruang kerjanya dan disana sudah ada aldo yang menunggu.
siang itu semua berkumpul untuk makan siang mama widya pun sudah kembali dari mengantar kyara ke sekolah.
seperti biasa shofia akan melayani suaminya untuk mengambilkan makanannya dan hari ini tampak shofia makan sangat sangat banyak
" sayang apa kamu yakin bisa menghabiskan nya? " tanya Rey sedikit heran
" iya aku juga nggak tau tapi sepertinya nafsu makan aku hari sangat tinggi " jawab shofia kemudian mulai menikmati makannya
" Rey biar saja karena saat ini dia harus memberi makan untuk dua anak kamu yang ada di dalam perut shofia " tegur sang mama
" iya sih ma tapi kok ya "
" udah udah biar saja dari pada shofia nggak mau makan " ucap mamanya lagi dan mereka pun mulai menikmati makan siang mereka.
sore harinya mama Rika pun pamit undur diri, dengan diantar mang udin, mama Rika kembali ke kediamannya
shofia sedang bersantai di kursi taman belakang sambil membaca buku novelnya dengan Rey duduk disampingnya di temani secangkir kopi.
" mami..! " teriak kyara yang baru pulang dari sekolahnya kemudian langsung naik ke pangkuan sang mami
" sayang hati hati nanti adeknya ke tekan " ucap Rey dan kyara pun langsung turun dari pangkuan maminya dengan wajah sedihnya
shofia menatap tajam suaminya " sayang sini nggak papa kok kamu mau pangku sama mami? " ucap shofia lembut dan kyara pun mengangguk ragu
" sayang tapi kamu " dan shofia kembali mengedipkan matanya ke arah Rey
" ngga papa kok asal jangan minta gendong dulu sama mami ya " ucap shofia
" emang nggak papa mami ? " tanya kyara ragu
" nggak papa sayang sini " kemudian kyara pun kembali duduk di pangkuan sang mamin dengan pelan dan hati hati
" tadi aku belajar menghitung mami dan mami tau aku dapat bintang 5 lho"
" oh ya wah pinter anak mami "
" mami tadi aku cerita sama cevin klo aku bakal punya adek 2 "
" trus? "
" dia nggak percaya klo mami mau punya adik dua emang kapan adik aku keluar mami ? "
" adik kamu insya Allah delapan bulan lagi keluar sayang "
" delapan bulan itu masih lama mami? "
" nggak kok nggak lama, kyara sayang nggak sama adik "
" sayang mami "
" trus kyara pingin adik apa cewek apa cowok? "
" aku pingin adik cewek supaya bisa aku ajak main boneka mami "
" lho kok cewek sih? " sela Rey
" iya kan aku cewek papi "
" cowok aja sayang "
__ADS_1
" cewek papi "
" cowok aja ya pokoknya cowok "
" cewek papi..! mami papi nakal " rengek kyara
" papi ih kayak anak kecil " ucap shofia yang di buat pusing oleh anak dan suaminya
" iya iya udah, tapi gimana klo cowok satu cewek satu Adil kan " ucap Rey dan kyara berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya.
menjelang malam Rey mengajak shofia dan kyara untuk masuk ke dalam rumah sampai di dalam rumah mama widya sudah menunggu di ruang makan untuk makan malam bersama.
setelah makan malam mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah mengaji sebentar kemudian dilanjutkan sholat isya
"mami aku ngantuk" rengek kyara sesaat setelah mereka selesai melaksanakan sholat isya
" ya udah mami temani kamu bobok ya " sambil merapikan mukenahnya kemudian keluar dari Mushola. kyara menarik tangan mami nya untuk menaiki tangga
" sayang turun jangan naik tangga apa kamu lupa kalau kamu lagi hamil?" teriak Rey
"kyara kamu mulai sekarang nggak boleh ngajak mami naik tangga karena mami lagi hamil itu bahaya buat adek bayi nya dan mulai sekarang kalian gunakan tangga lift saja " ucap Rey
" iya papi " ucap kyara pelan
" sayang kita naik lift itu aja ya " dan kyara pun mengangguk
shofia mengajak kyara untuk gosok gigi terlebih dahulu kemudian naik ke atas ranjang. shofia mulai membacakan cerita yang akhir akhir ini jarang dia lakukan untuk putri sambungan nya itu.
belum selesai ia membacakan cerita ternyata kyara sudah tertidur pulas dengan perlahan shofia turun dari ranjang membetulkan selimutnya dan mencium kening kyara dan sejurus kemudian Rey muncul dari balik pintu dengan segelas susu di tangannya
" kyara sudah tidur? " tanya Rey dan shofia mengisyaratkan satu jari ke depan mulutnya kemudian mengajak suaminya untuk keluar dari kamar kyara dan masuk ke kamarnya.
" ini minum susu nya " Rey menyerahkan segelas susu kepada shofia saat mereka sudah berada di dalam kamar dan shofia menerima nya dan meneguk nya sampai tandas.
" makasih sayang " ucap shofia lalu meletakkan gelas susu tersebut di atas nakas.
" sayang mulai sekarang kamu nggak usah menemani kyara dan membacakannya cerita kan sudah ada Nany yang menjaganya"
shofia menarik nafas sejenak kemudian menggenggam tangan suaminya
" mas kamu jangan berlebihan seperti itu aku nggak papa kok aku nggak sakit aku hanya hamil dan melakukan hal itu tidak membuat ku lelah dan aku minta kamu jangan terlalu melarang aku untuk menemani dan mengurus kyara kasian dia, jangan karena aku hamil dia jadi merasa kehilangan kasih sayang maminya aku nggak mau dia merasa tersisih, adiknya masih di perut aja dia sudah merasa di sisihkan apalagi klo dia sudah lahir, aku nggak mau dia merasa seperti itu."
" iya tapi mas hanya nggak mau kamu terlalu capek sayang "
" iya aku faham apa kamu lupa aku seorang calon dokter jadi sedikit banyak aku tau mana yang boleh dan tidak aku lakukan. please mas fahami kondisi ini apalagi aku di sini sebagai ibu sambung untuk kyara aku ingin bisa bersikap adil terhadap nya jadi tolong bantu aku ya ! aku janji akan menjaga kondisi aku untuk tidak terlalu lelah " ucap shofia lagi. Rey menarik nafas dalam dalam
" baiklah sayang tapi kamu harus janji untuk tidak terlalu capek dan ingat kamu saat ini mengandung dua bayi dalam sini" ucap Rey sambil menyentuh perut sang istri
" iya aku janji akan hati hati menjaganya "
" makasih ya sayang kamu memang ibu dan istri yang baik makasih sudah menyayangi kyara dengan sangat baik dan mas minta maaf atas sikap mas tadi" ucap Rey sambil memeluk dan mencium kepala istri nya
" kamu jangan minta maaf sama aku mas tapi sama kyara " ucap shofia
" ya besok mas akan minta maaf, tapi sekarang apa boleh mas mengunjungi bayi bayi kita? " tanya Rey sambil menangkup wajah sang istri
shofia merona dan mengangguk pelan dan tanpa menunggu lama Rey langsung menyesap bibir manis sang istri melahapnya hingga terdengar decakan decakan dari bibir mereka.
" mas akan melakukannya dengan pelan dan hati hati " ucapnya setelah ciuman mereka terlepas. kembali shofia menganggukkan kepalanya. dan Rey pun melanjutkan aksinya melucuti setiap yang melekat pada tubuh istri nya hingga tanpa sehelai benang pun kemudian beralih menanggalkan seluruh pakaiannya mendorong tubuh sang istri ke sisi ranjang
perlahan Rey menempelkan tubuhnya memainkan dua bukit kembar sang istri sedang bibir mereka saling bertautan lengkuhan pelan perlahan keluar dari bibir shofia. Rey kemudian merenggangkan kaki sang istri kemudian berusaha menyelusupkan tongkat hidup miliknya ke dalam pusat inti sang istri
" aaaakh .. ! " desahan nikmat keluar dari bibir shofia dia mencengkram rambut sang suami dengan perlahan Rey memaju mundurkan gerakannya hingga beberapa menit merasa shofia kakinya bergetar dan dengan cepat Rey menahan tubuh shofia yang hampir jatuh lalu membaringkannya ke atas ranjang kemudian kembali melanjutkan aksi panasnya hingga hampir satu jam barulah Rey menyudahi permainannya.
__ADS_1
" cup " dia kecup bibir sang istri kemudian beralih ke perut nya yang masih rata dan memberikan kecupan di sana
" sayang sehat sehat di sana i love you " ucap rey sambil membelai perut rata shofia sedang shofia tampak memejamkan matanya dan terkulai lemas di atas ranjang kemudian Rey pun menyelimuti sang istri dan ikut terbaring di atas ranjang meletakkan kepala shofia pada lengannya membiarkan lengannya sebagai bantal dan shofia memeluk sang suami tak berapa lama mereka berdua pun terlelap dalam mimpi indahnya.