
shofia tiba di ruang kerja suaminya dan langsung masuk ke ruang pribadinya tampak sang suami sedang di periksa oleh dokter keluarga
" bagaimana dok kondisi suami saya? " tanya shofia saat dokter baru saja selesai memeriksa suaminya Rey
" tekanan darahnya sedikit rendah dan tuan Rayyan seperti nya DEHIDRASI dan kekurangan cairan, apa tuan belum makan dari pagi? " tanya sang dokter
" tadi sempet sarapan dan itupun hanya sandwich dan teh hangat saja" jawab shofia yang kini duduk di tepi ranjang sambil membelai kepala suaminya sedang Rey memindahkan kepalnya di pangkuan shofia.
" ya nggak papa tapi usahakan biar bagaimana pun harus tetep makan, dan ini saya akan resep kan vitamin dan juga obat pengurang rasa mual" ucap dokter sambil menuliskan resep
"baik dok saya akan segera menebusnya " jawab shofia
" jangan kamu sayang suruh Aldo saja yang menebusnya " sela Rey sambil menciumi perut istrinya.
" sayang.. " ucap shofia pelan sambil berusaha menahan kepala sang suaminya untuk Berhenti menciumi perutnya
" baiklah klo begitu saya permisi " pamit dokter tersebut lalu melangkah keluar dari ruang pribadi Rey yang diantar Aldo sampai di depan pintu dan langsung bergegas pergi ke apotik.
sedang di dalam kamar Rey semakin erat memeluk pinggang istrinya.
" sayang kenapa bisa kayak gini sih kamu kenapa nggak makan siang? "
" aku mual sayang tadi waktu meeting aku mencium farfum yang sangat menyebalkan " ucap Rey mesin tidur di pangkuan istrinya
" jadi aku nggak bisa makan karena muntah muntah terus "
" trus gimana sekarang apa masih mual? " tanya shofia dan Rey menggelengkan kepalnya.
" kalo begitu kamu makan ya sekarang aku suapin " ucap shofia yang tadi sempat membeli makanan untuk suami nya karena Aldo sempet meminta shofia untuk membelikan makanan.
shofia membuka kotak makanan bersi nasi padang dengan sambal ijo. kemudian mulai menyuapi sang suami dan anehnya Rey dapat memakan makanannya dengan lahap dan
sesekali Rey menyuapi istri nya
" kamu juga harus makan " ucap Rey dan shofia pun tak menolak karena sebenarnya dia pun lapar dan sejak mual mualnya mulai hilang nafsu makan nya semakin meningkat.
selesai menemani suami makan Rey segera minum vitamin yang sudah di tebus Aldo di apotik tadi shofia berniat kembali ke mension
" mas aku pulang dulu ya "
" nanti saja temani aku dulu di sini satu jam lagi kita pulang kamu klo capek rebahan aja di dalam " ucap Rey yang kini sudah duduk di depan meja kerjanya sambil memeriksa file file yang harus ia tanda tangani.
shofia memilih duduk di sofa depan meja kerja suaminya sambil memainkan ponsel nya sedang Rey melanjutkan pekerjaannya dengan sesekali melihat istrinya yang rebahan di sofa panjang. sesekali shofia menguap dan tak berapa ia pun tertidur dengan ponsel yang masih menyala.
Rey meletakkan pekerjaan nya kemudian menggendong istrinya masuk ke dalam kamar pribadinya dan menidurkan istrinya di atas ranjang lalu ia pun balik ke meja kerjanya.
jam 6 sore shofia menggeliat dari tidurnya perlahan membuka mata berusaha mengingat dia di mana sekarang karena ruangan itu bukanlah kamar yang biasa dia pakai
" sayang kamu sudah bangun? " tanya Rey yang ikut berbaring di samping istrinya
" hem, jam berapa sekarang? "
" jam 6 gimana kita pulang sekarang? " ajak Rey
shofia penganggukkan kepalanya.
" aku cuci muka dulu ya! " shofia lantas masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
" sayang tadi perasaan aku tidur di sofa depan meja kerja kamu deh kok sekarang tidur di kamar kamu yang gendong? " tanya shofia setelah ia keluar dari kamar mandi
" iya "
" aku berat nggak? "
" lumayan "
__ADS_1
" he he ia sih aku ngerasa agak gendutan sekarang, kamu nggak papa kan? "
" jelas aja kamu gendutan karena di sini ada anak kita sayang " ucap Rey sambil memeluk istrinya dari belakang kemudian mencium pipi nya.
" tapi kamu nggak papa kan? kamu nggak akan melirik cewek cewek di kantor kamu kan? "
" apa sih sayang ngomongnya kok nggak jelas gitu, ya nggak lah bagi mas walau kamu gendut mas tetep cinta tetep sayang kok malah tambah gemes liat pipi kamu yang makin mbem " sambil mencubit kedua pipi istrinya
" auw sakiiit" teriak shofia dan Rey langsung memeluk tubuh istrinya menghujaninya dengan ciuman.
" udah ayo pulang nanti mama sama kyara bingung kamu belum pulang jam segini " ucap Rey kemudian menggandeng istrinya keluar dari ruangan kerjanya.
keesokan harinya Rey kembali mengalami morning sickness ketika berada di kantornya
kepalanya terasa pusing dan perutnya berasa diaduk aduk bahkan pagi ini Rey melewati makan siangnya tampak wajahnya berubah pucat dan tubuhnya lemas. apalagi tadi di rumah Rey memang tidak selera untuk sarapan dia hanya minum susu itupun tidak dia habiskan
Aldo sang asisten dengan sigap membawa majikannya ke rumah sakit karena kawatir dengan kondisi bosnya. sampai di rumah sakit mereka sudah disambut shofia dan juga dokter fadli manager rumah sakit
" mual mual lagi al? " tanya shofia sambil memapah suaminya ke kursi roda
" iya nona dan tadi tuan sampai lemas karena kebanyakan muntah " tutur Aldo
" ya Tuhan ya udah ayo langsung di bawa ke UGD aja " ucap shofia
" jangan sayang aku nggak kuat bau obat langsung ke ruangan VVIP saja " ucap Rey dan mereka pun segera menuju lift naik ke lantai 7 rumah sakit.
sampai di ruang VVIP seorang dokter senior langsung memeriksa Rey
" tekanan darah tuan Rey sangat rendah dan dia juga Mengalami dehidrasi, sebenarnya apa yang terjadi ? " tanya dokter yang memeriksa
kemudian shofia menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada dokter fadli. sang dokter mendengarkan dengan seksama
" ya itu memang klo kita pikir secara nalar tidak masuk akal tapi kenyataanya memang seperti itu dan saya pernah bertanya kepada seorang psikolog, hal itu dipicu karena rasa empati suami yang berlebihan kepada si istri yang sedang hamil " tutur dokter fadli yang ikut menimpali.
sayang kamu makan juga " ucap Rey
" udah nggak usah mikirin aku , nanti aku makan tu Aldo sudah beliin aku juga " ucap shofia terus menyuapi suaminya.
" sayang kita pulang aja yuk aku nggak betah ada di sini" kata Rey setelah ia menghabiskan buburnya
" tapi kamu harus di rawat di sini sementara waktu paling tidak sampai kamu nggak dehidrasi lagi "
" yang kamu itu kan calon dokter jadi biar kamu aja yang ngurus aku, aku nggak betah di sini apa lagi kamu sedang hamil pasti capek ngurus aku gini "
" nggak kok mas aku nggak apa apa aku sekarang sehat dan baik baik aja udah sekarang kamu istirahat aku akan jagain kamu di sini "
" iya sayang tapi kamu juga harus istirahat "
" kreek" pintu di buka tampaknmama widya tiba bersama kyara
" Rey kamu kenapa nak kok bisa kayak gini sih?" ucap mama Widya melangkah mendekati putranya yang terbaring di atas brangker rumah sakit dengan selang infus di tangannya
" nggak papa ma aku cuman lemes aja, mama sama kyara kenapa kemari? "
" iya mama kuatir sama kamu "
" papi sakit ya? " tanya kyara polos
" nggak kok sayang papi cuman di suruh istirahat aja sama dokter "
" papi cepet sembuh ya biar cepet pulang soalnya aku kesepian di rumah sendirian nggak ada teman"
" iya sayang papi nggak papa kok besok juga mungkin sudah bisa pulang " kini shofia menimpali.
" kamu tu harus makan Rey jangan kayak gini kasian kan shofia harus jagain kamu yang sebetulnya kamu yang harus jagain dia eh ini malah shofia yang jagain kamu " ucap mama nya mulai sewot
__ADS_1
" aku juga nggak mau kayak gini ma tapi perut aku selalu mual ketika berada di kantor dan mulutku juga berasa pait setiap mengunyah makanan "
" tapi tetap kamu harus paksakan bagaimana kamu bisa makan "
" ya mas bener kata mama walaupun pahit kamu tetap paksakan "
" iya sayang " jawab Rey
setelah satu mama dan kyara pun pamit walau awalnya kyara kekeh ingin bersama papi dan maminya namun dengan bujukan oma dan maminya akhirnya kyara mau di ajak pulang oleh omanya.
keesokan harinya selang infus sudah di lepas dan kondisi Rey sudah mulai membaik dan hari ini juga Rey di perbolehkan pulang
Aldo yang datang menjemput sudah duduk di sofa dari tadi. sedang shofia sedang menyuapi Rey dengan buah potong
" kamu sudah sarapan al? " tanya shofia
" sudah nona tadi saya sudah sarapan di apartemen " jawab Aldo
" oh baru mau aku ajak sarapan bareng, makasih ya kamu sudah repot repot beliin kami bubur ayam "
" nggak usah berterima kasih itu memang sudah tugasnya " ucap Rey
" sayang jangan gitu " ucap shofia sambil membuka bubur ayam kemudian mulai menyuapi sang suami dan sesekali Rey juga menyuapi istrinya
" tok.. tok.. " pintu di buka
" masuk " saut shofia
pintu terbuka tampak vania melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut
" van kamu udah datang? "
" iya shof maaf ya aku baru jenguk sekarang, gimana kabar anda tuan Rey " tanya vania sambil meletakkan keranjang berisi buah
" lumayan sudah mendingan" jawab Rey sambil menyuapi istrinya
" syukur lah kalo begitu " kemudian vania ikut duduk di sofa bersama Aldo
" kamu udah sarapan? "
" udah tadi di rumah " jawab vania
" sayang bibir mu belepotan banget " ucap shofia sambil membersihkan sudut bibir suaminya dengan jarinya dan Rey meraih jari tangan istrinya kemudian menjilat jari bekas sisa bubur di bibirnya
" makasih sayang " jawab shofia. vania yang melihat suami istri tersebut bermesraan vania segera menarik tangan Aldo untuk keluar dari ruangan tersebut
" shof aku ke kantin sebentar ya mau cari teh hangat ayo pak Aldo " sambil menarik Aldo keluar dari ruangan tersebut
" apa apaan kamu kenapa kamu tarik saya keluar" ucap Aldo dengan nada sedikit kesal
" ccckk " anda kenapa betah banget sih berada di dalam sana "
" kenapa? "
" ya ampun apa anda nggak risih liat mereka bermesraan kayak tadi ? "
" nggak biasa aja emang kenapa? "
" emang anda, ah sudah lah saya mau ke kantin dulu " ucap vania lalu melangkah menuju kantin
" hey tunggu tadi kamu yang narik saya tapi kenapa anda meninggalkan saya " teriak Aldo kemudian melangkah menyusul vania.
*****
sory readers ku lama nggak up. akhir akhir ini akunya sibuk banget sama dunia nyataku jadi dunia haluku sedikit tertunda
__ADS_1