
setelah selesai mengurus kyara shofia pun masuk ke kamarnya hendak siap siap untuk pergi ke rumah sakit. shofia meraih handuk dan langsung masuk ke kamar mandi
" ceklek " aaaarhhh" pekik shofia sambil menutup kedua matanya lalu segera menutup kembali pintu kamar mandi tersebut sambil menetralisir rasa terterkejutannya. ini pertama kalinya dia melihat laki laki telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.
sedangkan Rey saat itu sedang membersihkan tubuhnya si bawah guyuran shower terkejut mendengar teriakan shofia dia tidak menyangka shofia juga akan masuk ke kamar mandi, dan salahnya juga kenapa tidak mengunci pintu terlebih dahulu.
shofia pun memilih untuk mandi di kamar kyara dan berdandan disana setelah selesai dia turun ke ruang makan untuk sarapan bersama.
" mami bekal aku sudah? " tanya kyara
" sudah sayang itu di box pink punya kamu dan yang biru buat kevin kan katanya kevin pingin sandwich buatan mami " ucap shofia sambil meletakkan roti panggang ke piring kyara.
Rey berjalan menuruni tangga dengan tangan satu menenteng tas kerjanya
" papi sudah pulang? " tanya kyara ketika melihat papinya turun dari tangga
" iya sayang " jawabnya sambil melirik shofia yang menundukkan wajahnya
" sepertinya dia wanita yang sangat polos " batin Rey.
" jam berapa kamu datang Rey ? " tanya mamanya
"jam dua belas ma tadi malam " jawab Rey
" terus pesanan mama ada? " tanya mamanya lagi
" ada di atas " jawab Rey
shofia pun mengambilkan piring untuk Rey
" pak Rey mau sarapan apa? nasi atau roti? " tanya shofia tanpa berani menatap suaminya, dia masih malu atas kejadian tadi
" nasi saja " lalu shofia pun menuangkan nasi ke piring Rey serta meletakkan lauk di atasnya. setelah melayani suaminya kini giliran shofia menuangkan nasi ke dalam piringnya kemudian mereka pun sarapan tanpa berbicara.
" sayang hari ini biar papi yang antar kamu ke sekolah " ucap Rey setelah menyelesaikan sarapannya.
" beneran pi? " dan dijawab anggukan kepala oleh papinya kemudian Rey pun beranjak dari duduknya
" sayang sebentar papi bawakan oleh oleh buat kamu " ucap Rey lalu nik ke atas masuk ke kamarnya sampai di kamar dia mengambil tiga paper bag dan hendak membawanya kembali ke bawah namun ketika hendak keluar tiba tiba shofia juga masuk ke kamarnya. shofia menundukkan kepalanya melewati Rey dan melangkah mengambil tasnya
Rey pun melangkah menuju pintu
" heem pak Rey tunggu! " panggil shofia. Rey pun menghentikan langkah nya dan berbalik badan
" emmh anu .. itu Sa saya mau minta maaf atas kejadian tadi " ucap shofia terbata
" kejadian mana? " tanya Rey pura pura
" itu kejadian di kamar mandi " jawab shofia pelan sedang wajahnya sudah mulia memerah. Rey mulai menahan ketawanya melihat ekspresi shofia seperti itu
" hemm iya lain kali klo masuk ketuk pintu dulu jangan asal masuk aja " ucap Rey berusaha sedatar mungkin.
" ya Pak Sekali lagi maaf " ucap Sofia lalu melangkah mengambil tasnya dan hendak turun ke bawah.
" Eh tunggu sebentar ini oleh-oleh buat kamu..!" ucap Rey sambil menyerahkan paper bag warna merah dan shofia menerimanya dengan berbinar
"buat saya pak ? wah terima kasih Pak..!" ucap jawab kemudian dia membuka paper bag tersebut dan mengeluarkan isinya dan serta merta matanya terbelalak
__ADS_1
"Pak maaf ini apa ya ? " tanya shofia
Rey pun tidak kalah terkejutnya melihat isi dari paper bag tersebut sebuah lingerie berwarna merah
"Maaf saya tidak tahu itu bukan saya yang belinya, sungguh itu Aldo yang membelinya,." ucap Rey dengan wajah jengah
"Aldo..!" Rey menahan geramnya
" sudah kamu buang saja itu barang tidak penting " ucap Rey yang jengah sambil berusaha mengambil lingerie tersebut dari tangan shofia.
" eh jangan pak jangan dibuang biar saya simpan aja " cegah shofia sambil memasukkan kembali lingerie tersebut ke dalam paper bag dan menyimpannya ke dalam lemari
" terserah kamu saja klo begitu saya ke bawah dulu " ucap Rey lalu segera keluar dari kamarnya
" ma ini pesanan mama, dan kyara ini oleh oleh buat kamu " ucap Rey setelah kembali dari kamarnya sambil menyerah kan paper bag tersebut kepada mama dan juga kyara
"terima kasih sayang " ucap mamanya sambil membuka paper bag yang di berikan Rey pada padanya.
" bagus sekali Rey . . ! ini akan mama bawa pas jalan jalan nanti " ucap mamanya sambil memperhatikan tas barunya
" ya terserah mama aja. sayang ayo buka dong oleh olehnya " ucap Rey pada putri nya dan bersamaan dengan itu shofia yang baru turun dari tangga.
kyara mengeluarkan kotak dari dalam paper bag dan membukanya
" ini bagus sekali pi..! " sambil memakainya di pergelangan tangannya
" bagus kan mam? " ucapnya meminta pendapat dari maminya
" iya bagus kok sayang " jawab shofia sambil membantu memakaikan nya
kyara masih menatap kagum pada jam yang melekat di pergelangan tangannya tak berapa lama dia beralih ke pada maminya.
"mami dikasih oleh-oleh apa sama papi ?" tanya Kiara
" ada deh pokonya rahasia " ucap shofia sedang Rey wajahnya sudah kemerahan takut shofia mengetakan oleh oleh yang sudah dia belikan sambil mengusap tengkuknya
"Ih Mami curang pakai rahasia-rahasia segala" ujar kyara
" udah ayo kita berangkat Nanti terlambat loh" ucap shofia berusaha mengalihkan pembicaraan sedang Rey wajahnya sudah seperti udang rebus takut klo shofia mengatakan oleh oleh yang sudah dia bawa untuk shofia.
"Ya udah kalau gitu kita berangkat ya Ma" pamit Rey pada mamanya
" ya kalian hati-hati ..! kamu sekalian nganter Sofia kan Re ?" tanya mamanya
untuk sesaat mereka saling beradu pandang "ya Ma aku antar sekalian " ucap Rey
" ya baguslah kalau seperti itu, kalian hati-hati ..!"
" ya Ma Assalamualaikum " ucap shofia dan Rey
" Waalaikum salam " jawab mamanya. kemudian mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil. Rey pun menghidupkan mesin mobilnya dan mobil pun bergerak perlahan meninggalkan Mansion.
Tiara lebih dulu turun dari mobil kemudian mencium tangan papinya. Sofia pun ikut turun mengantarkan hingga ke gerbang sekolahnya
" kamu belajar yang rajin ya sayang ?"
" ya mam ..!"
__ADS_1
" ya udah kalau gitu mami tinggal Assalamualaikum " ucap shofia
" Waalaikum salam " jawab kyara. lalu shofia pun kembali masuk ke dalam mobil Rey. didalam mobil suasana hening tidak ada yang membuka suara hanya suara deru mobil yang terdengar.
tiga puluh menit kemudian mobil pun berhenti beberapa blok dari rumah sakit
" pak udah turun di sini saja nggak enak klo di lihat orang " ucap shofia
" oke "
lalu shofia pun membuka sabuk pengamannya sebelum turun dari mobil dia ulurkan tangannya Rey diam sejenak kemudian diapun menyambut uluran tangannya dan shofia pun mencium punggung tangan suaminya
" Terima kasih pak assalamu'alaikum..! " ucap shofia
" Wa'alaikum salam " jawab Rey
" kenapa dia manis sekali, berasa punya istri sungguhan " batin Rey sambil menatap punggung shofia yang melangkah perlahan menuju Gerbang rumah sakit yang kemudian menghilang dari balik pagar rumah sakit.
Rey pun kembali melanjutkan perjalanan menuju perusahaan sesampai di ruangannya
" al ke ruangan saya sekarang! " perintah Rey melalui intercom
" paik tuan " jawab aldo lalu melangkah menuju ruangan bosnya
" permisi ada apa tuan! " ucap Aldo lalu melangkah dan duduk di depan meja Rey
Rey duduk di kursi kebesarannya sambil menatap Aldo dengan tatapan tajam
" siapa nyuruh kamu duduk! " ucap Rey dingin
" maaf tuan " lalu aldo pun bangkit dari duduknya sambil menundukkan kepalanya.
aldo merasakan aura yang kurang baik pagi ini.
" pak Rey kenapa ya kok marah begini emang saya berbuat apa? perasaan proyek kerja sama di tiga negara berjalan dengan lancar " batin aldo
" kamu tau mengapa kamu saya panggil ke mari? " tanya Rey dengan tatapan membunuh
" tidak tuan " jawab aldo masih menundukkan kepalanya
" apa maksud kamu memberikan oleh oleh baju seperti itu pada shofia? apa kamu mau mempermalukan saya iya?" ucap Rey masih dengan tatapan membunuhnya
" maaf bukan begitu tapi Pak, tapi waktu itu saya bingung harus membelikan oleh oleh apa dan saya searching di mbah google dan hasilnya itu Pak " ucap aldo polos
memang aldo dalam masalah wanita dia sama sekali tidak berpengalaman dia belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta apalagi dia memiliki bos yang notabene laki laki yang dingin dan cuek terhadap wanita lengkap sudah ketidak pengalamannya terhadap wanita.
" baiklah karena bulan ini kamu sudah membuat kesalahan dan membuat saya kesal maka bonus kamu bulan ini saya potong setengahnya. " ucap Rey
" baik tuan " ucap aldo pasrah
" kalau begitu kamu kembali ke ruangan mu dan segera bawakan laporan kerja sama kita yang kemaren " perintah Rey
" baik tuan klo begitu saya permisi " ucap aldo lalu keluar dari ruangan Rey.
*******
Maaf para readersku baru up hari ini. tetep dukung aku ya like komen dan vote kalian.
__ADS_1