
pagi itu Rey terbangun dari tidurnya karena mendengar suara orang mual mual. Rey mengerjapkan matanya meraba sisi ranjang namun tak menemukan sang istri
Rey lantas mengumpulkan kesadarannya kemudian turun dari ranjang masuk ke kamar mandi. di dapati nya shofia sedang memuntahkan isi perutnya terlihat wajah sang shofia sedikit pucat, dengan cepat Rey memijat tengkuk shofia berusaha membantu agar istrinya merasa lebih nyaman
" gimana apa masih mual? " tanya Rey setelah shofia merasa tidak ada lagi yang bisa dia keluarkan
" nggak mas tapi tenggorokan aku perih banget" ucapnya lemah kemudian Rey menggendong shofia yang hanya melilitkan selimut ke tubuh nya membawanya kembali ke atas ranjang
" kamu pucat sekali sayang sebentar mas ambilkan kamu air hangat untuk mengurangi mual nya " kemudian Rey pun keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil kan air minum untuk shofia
" tuan ada perlu apa pagi pagi sudah di dapur " tanya bi jum yang kebetulan sudah standby di dapur
" aku mau ambil air hangat bi shofia tadi mual mual kasian dia "
" oh nona shofia mulai mengalami mual? klo begitu nanti bibi akan buatkan teh herbal untuk mengurangi rasa mualnya "
" ya Makasih bi klo begitu aku ke atas dulu " ucap Rey lalu naik ke lantai atas menemui istrinya kembali
" ini minum dulu agar perih di tenggorokan mu sedikit reda " ucap Rey sembari memberikan gelas berisi air hangat.
shofia meneguknya sedikit demi sedikit dan ternyata benar perih di tenggorokan nya sedikit berkurang
" nanti klo mual kamu bangunin mas ya jangan kayak tadi mas kan cemas jadinya "
" iya mas " dan bersamaan dengan itu bi jum datang mengetuk pintu
" masuk aja bi " bi jum masuk membawa teh herbal untuk shofia
" minum ini nona agar mualnya sedikit mereda "
" iya bi jum makasih letakkan saja di sana nanti aku meminumnya " jawab shofia
"klo begitu saya permisi " kemudian bi jum melangkah keluar dari kamar mereka.
" kamu belum mandi " tanya Rey sambil membelai kepala sang istri
" belum, tadi itu aku mau mandi tapi begitu masuk ke kamar mandi aku langsung mual " ucapnya kemudian meminum sedikit teh herbal yang di buatkan bi jum untuknya kemudian meletakkannya kembali
" ya udah klo gitu sekarang mas temani kamu mandi ya! "
" eehh' " kemudian tanpa aba aba Rey langsung melepas selimut yang menutupi tubuh shofia dan menggendong istrinya mengajaknya masuk ke kamar mandi lalu menghidupkan shower air hangat dan aneh kali ini shofia tidak lagi mual mual.
mereka mandi berdua di bawah guyuran shower dengan telaten Rey menggosok tubuh istrinya dengan spons yang sudah diisi sabun cair kemudian bergantian shofia juga menggosok punggung sang suami. Rey sedikit meremang ketikan tangan lembut shofia menggosok tubuhnya dengan sabun dan ingin mengulang kegiatan mereka tadi malam tapi Rey berusaha menahannya karena ingat akan pesan dokter apalagi setelah tadi melihat istrinya mual mual ia jadi tak tega.
selesai mandi Rey memakaikan kimono handuk kepada shofia lalu kembali menggendong sang istri
" mas turuni aku " pinta shofia namun Rey tak menghiraukan
" kamu nggak boleh capek sayang " ucap Rey kemudian mendudukkan istrinya di depan meja rias. Rey menyiapkan perlengkapan sholat mereka guna melaksanakan sholat subuh.
selesaikan sholat shofia berganti pakaian dengan setelan kerja dan rok di bawah lutut kemudian menyiapkan pakaian kantor untuk suaminya
" sayang kamu mau ke rumah sakit? " tanya Rey dengan nada keberatan
" iya mas"
" tapi kamu abis mual mual gitu " protes Rey
" nggak papa mas ini biasa di alami ibu hamil, tapi aku nggak papa kok "
" tapi beneran kamu nggak papa? udah kamu ijin saja biar mas yang bilang pada kepala rumah sakit " ucap Rey berusaha mengambil ponselnya
" maaas nggak usah aku nggak enak klo ijin terus "
" tapi kondisi kamu "
" iya aku nggak papa ini morning sickness biasa di alami ibu ibu diawal kehamilannyab "
" apa itu ? " tanya Rey yang merasa asing dengan istilah tersebut karena waktu eliza hamil kyara tidak mengalami mual mual seperti ini
" morning sickness itu artinya mual mual saat di pagi hari " terang shofia lagi
" tapi apa itu tidak bahaya? "
" tidak selama mualnya masih normal dan si ibu bisa makan dengan baik itu masih normal, udah ah ayo cepetan siap siap nanti kita terlambat " ucap shofia dan kini mulai memoles wajahnya dengan taburan bedak namun ketika hendak menggunakan lipstik tiba tiba dia merasa jijik dan akhirnya dia mengurung kan niatnya untuk menggunakan lipstik di bibirnya.
selesai pada diri nya shofia beralih pada suaminya yang sedang berusaha memakai dasinya lalu mengambil alih dasi tersebut setelah di rasa rapi mereka berdua duduk di meja makan yang sudah ada mama widya dan kyara di sana
kyara hendak berlari memeluk sang mami namun niatnya di urungkan mengingat pesan papinya untuk berhati hati pada perut sang mami
shofia yang menyadari menyenggol suaminya kemudian shofia melangkah mendekati sang putri lalu memeluknya
" sayang kamu sudah siap mau ke sekolah lalu gimana tidurmu? nyenyak? "
" nyenyak mami " sambil membalas pelukan sang mami kemudian duduk di samping suaminya
" kyara hari ini papi antar kamu ke sekolah " ucap Rey
__ADS_1
" oh ya sama mami juga? " dan shofia menganggukkan kepalanya.
para nany datang membawakan menu sarapan kemudian menatanya di atas meja. shofia mengendus nduskan hidungnya dan sejurus kemudian dengan cepat ia berjalan menuju wastafel mengeluarkan isi perutnya yang masih kosong Rey dengan cepat menyusul sang istri memijit tengkuk sang istri.
" kamu kenapa? " tanya Rey dan di ikuti mama widya
" aku nggak bisa mencium aroma masakan itu mas " ucap shofia lemas sambil bersandar ke tembok kemudian Rey membimbing istrinya untuk kembali ke ruang makan namun baru saja sedikit melangkah kembali shofia merasa mual . bi jum prihatin melihat nya begitu juga mama widya
" ya udah kamu sarapan di kamar saja kamu mau makan apa? " ucap Rey
" aku nggak mau yang berbumbu banyak " ucap shofia kemudian Rey menatap bi jum seolah memberikan intruksi
" ya udah mas bawa kamu ke kamar ya biar nanti bi jum nanti membuatkan sarapan buat kamu "
" aku sarapan roti saja mas "
" ya nanti mas minta bi jum menyiapkanya " ucap Rey kemudian membawa shofia naik kembali ke kamarnya
" ya kamu istirahat saja di kamar shofia " ucap mama widya saat shofia melewati meja makan.
" iya ma, maaf aku nggak bisa ikut sarapan dengan kalian"
" iya nggak papa " jawab mama widya
" mami kenapa oma? " tanya kyara
" mama kamu lagi ngidam sayang jadi mual mual tapi kamu nggak usah kawatir ya " dan kyara mengangguk
" udah ayo lanjutkan sarapannya " ucap mama widya lagi.
sementara di kamar shofia di baringkan di atas ranjang nya
" mas kamu sarapan sana nanti kamu terlambat ke kantor " ucap shofia
" tapi kamu nggak papa mas tinggal " jawabnya sambil melumuri perut rata istrinya dengan minyak kayu putih
" nggak papa kok mas aku sudah baikan "
" ya udah mas tinggal ke bawah dulu ya nanti sore kita periksa ke dokter "
" aku nggak papa kok mas "
" udah nggak usah membantah " ucap Rey kemudian mencium kening sang istri lalu melangkah keluar dari kamarnya
selesai sarapan Rey kembali ke kamarnya membawa nampan berisi segelas susu hangat dan roti bakar, Rey melatakkannya di atas nakas. dilihat nya sang istri sedang memejamkan matanya Rey meraih ponsel dari saku celananya kemudian menghubungi Kepala rumah sakit mengabarkan shofia tidak bisa datang ke rumah sakit karena sedang tidak enak badan dan tentu kepala rumah sakit tersebut mengiyakan saja.
" mas kamu belum berangkat ke kantor?" tanya shofia
" nanti setelah kamu sarapan aku berangkat dan aku sudah mengizinkan kamu untuk tidak datang ke rumah sakit " ucap Rey dan shofia pun tak membantah karena memang kepalanya agak pusing hari ini
" ayo makan sarapan mu! " ucap Rey sambil membantu shofia untuk duduk bersandar pada kepala ranjang. Rey mulai menyuapi istrinya namun baru dua suap shofia menggelengkan kepalanya
" mas sudah cukup aku nggak mampu lagi aku takut malah muntah jika di paksakan " ucap shofia sambil berusaha menahan mualnya
" tapi sayang kamu baru makan dua suap " ucap Rey
" ya tapi aku sudah nggak bisa aku takut muntah lagi "
" tapi harus di paksakan sayang kasian bayi kita klo kamu nggak makan " Rey masih berusaha agar shofia makan lagi
" aku nggak bisa mas kamu nggak ngerasin sih giman rasanya muntah muntah" ucap shofia dengan sedikit emosi dan kini matanya sudah mulai berkaca kaca
Rey menarik nafas dalam dalam lalu mendekap sang istri mengusap rambutnya
" ya sudah maaf klo gitu sekarang kamu mau makan apa? " tanya Rey
" tolong kamu suruh bi jum membuatkan buah potong saja buat aku "
" ya sudah mas ke bawah dulu ya ini susunya saja di minum " sambil menyodorkan segelas susu kepada shofia. shofia menerimanya namun di kembalikan lagi
" lho kenapa? "
" aku nggak mau susunya sudah dingin aku mau yang hangat " ucapnya lagi ya udah mas ke bawah minta susu hangat dan buah potong sekarang." kemudian Rey Keluar dari kamar menuju dapur meminta bi jum membuatkan susu yang baru dengan menggunakan air hangat dan juga a memintanya menyiapkan buah potong untuk shofia
" kenapa Rey" tanya sang mama yang hendak berangkat mengantarkan kyara ke sekolah nya
" shofia nggak mau makan ma dan dia hanya minta di bawakan buah potong " ucap Rey dengan nada frustasi
" lalu susunya nggak mau di minum juga "
" iya ma dia minta yang masih hangat " tutur Rey lagi
" ya udah kamu yang sabar memang seperti itu orang ngidam jadi kamu mesti banyak bersabar ya, mama mau antar kyara dulu kamu nggak ke kantor hari ini?"
" ke kantor ma tapi agak siangan "
" ya udah mama berangkat ya "
__ADS_1
" papi aku berangkat ya " ucap kyara
" iya sayang maaf ya papi nggak jadi antar kamu ke sekolah, nanti klo mami sudah baikan baru papi antar kamu ya "
" iya papi nggak papa " kemudian kyara mencium tangan papinya dan Rey membalas dengan mengecup kepala sang putri
" kamu hati hati ya belajar yang rajin " ucap Rey. kyara menganggukkan kepalanya dan melangkah menyusul Omanya yang sudah berdiri di depan mobil.
" ini Tuan susu dan buah potong nya " ucap bi jum sambil menyerahkan nampan berisi susu dan juga buah potong.
Rey segera naik ke lantai atas meletakkan nampan di atas nakas, shofia duduk di sandaran ranjang
" ini susunya di minum dulu mumpung masih hangat " sambil menyerahkan gelas susunya
" iya mas makasih " kemudian dia meneguknya hingga tandas.
" maas kamu ke kantor aku nggak papa kok kamu tinggal " ucap shofia sambil menyerah kan gelas susu yang sudah kosong
" tapi bener nggak papa mas tinggal mas ada meeting sebentar abis itu mas langsung pulang"
" iya aku nggak papa kamu nggak usah pulang buru buru "
" ya udah klo gitu mas ke kantor ya kamu istirahat aja nanti klo butuh apa apa kamu minta bi jum atau Nany yang lain "
" iya sayang " ucap shofia sambil mencolek dagu sang suami Rey kemudian mencium sekilas sang istri setelah itu melangkah mengambil tas dan jas kerjanya melangkah ke luar kamar sedang shofia memilih merebahkan tubuhnya karena tidur adalah posisi yang nyaman untuk nya saat ini.
selesai meeting saat jam makan siang Rey berniat kembali ke mension ingin melihat kondisi sang istri namun sebelum pulang ia terlebih dahulu menelponnya
" iya mas " jawab shofia saat panggilan tersambung
" kamu sudah makan? " tanya Rey
" emm belum "
" kamu mau makan apa biar mas pesenin "
" aku mau mpek mpek mas " Rey mengeryitkan alisnya
mana ada gizinya makanan seperti itu " batin Rey
" ya udah nanti mas belikan ada lagi yang mau kamu makan? "
" nggak mas itu aja "
" oke klo begitu mas tutup dulu ya telponya " kemudian Rey melangkah turun ke lantai dasar menuju parkiran mobilnya. menjalankan mobilnya mencari pempek pesanan sang istri.
setelah menemukan apa yang di cari Rey langsung kembali ke mensionnya
Rey segera meminta salah satu Nany untuk meletakkan pempek ke dalam mangkok lalu ia sendiri yang mengantarkan ke kamarnya
" sayang cup" Rey mencium kening sang istri dan shofia pun terbangun
" mas kamu sudah pulang mana mpek. mpek nya " tagih shofia Rey tersenyum kemudian mengmbil mangkok yang berisi mpek mpek
" ayo makan biar mas suapin "
" nggak usah mas biar aku saja " lalu meraih mangkok dari tangan Rey kemudian melahapnya dengan cepat
" pelan pelan sayang makannya "
" he he abis aku lapar mas " ucap shofia sambil mengunyah mpek mpek hingga tak menunggu lama mpek mpek pun habis dalam sekejap
Rey memberikannya segelas air kepada shofia dan shofia pun segera meneguknya
" gimana sudah kenyang? " tanya Rey dan shofia mengangguk pelan namun belum dua menit shofia langsung berlari ke kamar mandi dia muntahkan seluruh makanannya tadi ke dalam wastafel
" huek.. huek " Rey dengan cepat memijat tengkuk istrinya merapikan rambut nya agar tidak terkena muntah
Rey melihat sang istri jadi tak tega kemudian dia menelpon pihak rumah sakit agar mengirimkan dokter kandungan ke rumah nya segera
" sayang maaf aku memuntahkannya " ucap shofia saat sudah berada di atas ranjangnya
" udah nggak papa, apa tadi itu sakit sekali ya? " tanya Rey nggak tega
" nggak kok mas ini proses alami yang di alami ibu hamil jadi kamu jangan kawatir
kemudian Rey membelai perut rata sang istri
" sayang kalian jangan nakal ya di dalam perut mamimu " kemudian mengecupnya
" ya Tuhan aku nggak tega melihat nya andai saja bisa di ganti biar aku saja yang mengalami nya kasian dia dan juga bayi bayi kami " batin Rey
"sayang sekarang katakan kamu mau apa? " tanya Rey dan shofia hanya menggelengkan kepalanya. dan memilih untuk tidur
" mas temani aku tidur " pinta shofia
" iya udah mas ganti baju dulu abis gitu mas temani kamu tidur" kemudian Rey melangkah ke ruang bathroob mengganti pakaiannya dengan baju santai lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping shofia dan shofia segera memeluk sang suami dan tak lama ia kembali memejamkan matanya.
__ADS_1