MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 152


__ADS_3

" seumur hidup aku nggak pernah di perlakukan seperti ini aaahhh" Eliza terus menjerit lalu tiba tiba pintu apartemen nya di buka tampak asistennya berjalan dengan tergesa gesa


" Eli..! Eliza kau lihat ini! apa apaan ini kenapa kau ceroboh sekali hah " sang manager menunjukkan ponselnya yang menayangkan berita tentang hubungannya dengan Mandez pada portal salah satu berita online


" tapi.. tapi bagaimana bisa? "


" kau sangat ceroboh ..! "


" diam ! " bentak Eliza


" eh tapi tunggu ini berita apa lagi ini? " kemudian muncul berita terbaru sebuah video dimana dia di usir dari apartemen Mandez oleh Veronika dan langsung saja muncul komentar pedas dari para netizens. Eliza langsung mengambil ponsel tersebut lalu melempar nya ke dinding


" hey kenapa kau lempar HP ku? " namun Eliza tak menghiraukannya dia pergi ke dapur menuang minuman ke dalam gelas lalu meneguknya.


" Eliza ponselmu berdering seperti nya Tuan Mandez mengubungi mu "


" mau apa lagi dia gara gara dia karirku hancur " ucapnya


" tapi kau angkatlah dulu, siapa tau ada hal penting yang akan dia bicarakan "


" tidak aku tidak mau "


" cck " lalu asisten boby mengangkat panggilan telpon dari Mandez


" ya tuan "


" mana Eliza? "


" tuh dia sepertinya lagi marah dan dia tidak mau mengangkat telpon anda tua "


" berikan ponsel ini padanya ! "


" baiklah " lalu menyerahkan ponsel pada Eliza


" halo sayang kau tidak apa apa? "


" tidak apa apa katamu! apa kau tidak lihat pemberitaan tentangku "


" ya aku minta maaf dan aku akan segera menyesuaikan semua pemberitaan itu "


" aku rasa nggak perlu biarkan saja dan sepertinya aku akan kembali ke Indonesia "


" apa?? nggak..nggak kamu nggak boleh kembali ke Indonesia "


" apa hak mu melarangku mulai sekarang kau jangan lagi mengurus urusan ku, kau urus saja istri mu " kemudian mematikan sambungan sambungan telpon nya dengan kesal


" boby segera kau pesanankan tiket untuk ke Indonesia "


" tapi eli apa kau sudah fikirkan baik baik? gosip murahan seperti ini sudah biasa nanti juga akan meredam dengan sendirinya lagi pula tiga hari lagi kau ada undangan mengisi acara talkshow di salah satu stasiun TV "


" tidak kau batalkan saja semuanya aku ingin menenangkan diriku sejenak dan aku nggak mau jadi bulan bulanan para wartawan itu "


" tapi aku tidak bisa memesankan tiket untukmu karena paspor mu di pegang oleh tuan Mandez"

__ADS_1


" apa? ah sial kapan dia membawanya? "


" sewaktu kita kembali ke Indonesia "


" ah sudah lah besok aku akan memintanya langsung di kantornya " ucapnya kemudian berlalu masuk ke dalam kamarnya.


keesokan harinya Eliza datang ke perusahaan Mandez banyak karyawan memandangnya dengan sinis namun ia cuek tak peduli. sampai di depan ruangan dan ia mendengar Mandes, sedang berbincang dengan seseorang lewat sambungan telpon dan sepertinya itu Rey


" aku sangat berharap kau bisa datang saat rapat perusahaan aku sangat mengharapkan bantuan mu "


" oke nanti semua tiket keberangkatan akan aku siapkan "


Eliza terus menguping dari balik pintu " berarti Rey akan ke Amerika? " ucapnya dalam hati lalu masuk ke dalam ruangan Mandez


" Eliza ..! akhirnya kamu mau menemuiku "


" nggak usah basa basi aku mau meminta paspor ku "


" nggak aku nggak akan memberikannya "


" ayolah aku ingin menenangkan diri sejenak dan aku nggak akan tenang jika aku berada di sini terus "


" tapi "


" please oke ..! tolong kamu ngertiin aku" kata Eliza, Mandez menarik nafas dalam dalam


" oke tapi kamu janji akan baik baik saja nanti di Indonesia "


" hem kau tenang saja "


" sudahlah kau tidak usah sok tau mana paspor ku " dan Mandez membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan paspor milik Eliza.


" Eliza aku sungguh minta maaf atas sikap istri aku, kamu pasti marah dengan sikap istri ku"


" sudahlah nggak usah di bahas "


" aku janji akan secepatnya menyelesaikan semuanya apa kau mau sabar menunggunya? " ucapnya sambil meraih tangan Eliza menggenggamnya dengan erat.


" sudah lah aku capek aku ingin kita akhiri semuanya "


" tapi Eliza aku.. !"


" apa? mencintaiku, hem buktinya kamu nggak bisa membelaku didepan orang orang,apa itu yang di namakan cinta? aku lelah sungguh..!dan aku ingin sendiri saat ini jadi please biarkan aku pergi " sambil melepaskan genggaman tangan Mandez lalu melangkah keluar dari ruangan Mandez sambil menitikkan air matanya.


Eliza pulang ke apartement nya dan langsung masuk ke kamar nya mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya membuka galeri foto kyara membelai nya dengan lembut.


" mama akan menjemput mu nak saat ini hanya kamu yang mama miliki mama akan lakukan apapun untuk mendapatkan mu " sambil mengusap air mata lalu ia menghubungi seseorang dan kemudian bergegas keluar dari apartemen nya.


" aku punya tugas untuk kamu "


" tugas apa Eliza ku " ucap laki laki berkulit hitam tersebut


" aku minta kamu culik laki laki ini kamu tahan dia untuk beberapa waktu sampai aku mengisyaratkan kalian untuk melepaskannya dan ingat kalian tidak boleh menyakiti nya "

__ADS_1


" wow kenapa? apa dia begitu spesial bagimu " sambil mengelus elus lengan Eliza


" sudahlah kau tidak usah banyak tanya kalian sembunyikan dia di tempat yang jauh jangan sampai ada yang mengendus keberadaan kalian "


" oke lalu berapa bayaran ku "


" seribu dolar ini uang muka dulu nanti akan aku tambah sisanya jika pekerjaan kalian berhasil"


" berapa lama aku harus menahannya ? "


" kau tunggu saja instruksi dari ku mungkin satu atau dua bulan dan kabari aku jika terjadi sesuatu padanya "


" siap nona kapan kami akan melakukannya? "


" kau tunggu saja info dari ku dan ini foto target kalian ingat jangan sampai ketahuan kerjakan dengan rapi "


" tentu nona "


" baiklah aku pergi dulu ingat jangan sampai ketahuan kerjakan dengan hati hati"


" apa kau meragukan ku nona? " seringai nya


" aku hanya mengingatkan saja, klo begitu aku pergi dulu " lalu Eliza pergi dari tempat tersebut kembali ke apartemen nya.


dan di hari di mana Rey tiba di Los Angeles Eliza segera meminta orang orang suruhannya untuk menculik Rey saat ia keluar dari bandara


sedang Eliza memilih terbang ke Indonesia.


Flashback off


Aldo dan tuan Mandez serta alex rekan mafia dari Jerman masih terus berusaha mencari keberadaan Rey mereka mempelajari semua rekaman CCTV di sepanjang jalan keluar dari bandaran dan terus berusaha melacak keberadaan Rey


" mereka bekerja benar benar rapi ?" ucap Aldo


" iya anda benar, bahkan mereka tidak meninggalkan jejak sama sekali " kata alex


coba di cek kembali mobil yang mereka gunakan kalian periksa setiap persimpangan jalan yang keluar dari bandara " ucap Mandez


" permisi tuan kami sudah menemukan mobil yang mereka gunakan untuk menculik tuan Rayyan " lapor salah satu anak buah Mandez yang tiba tiba masuk dalam ruangan tersebut.


" di mana ? "


" di hutan pinggiran kota tuan "


" klo begitu kalian sisir seluruh wilayah pinggiran kota jangan ada yang terkewatkan! "


" baik tuan "


" aku ikut " ucap Aldo


" baiklah mari tuan " lalu Aldo berjalan keluar dari ruangan tersebut bersama anak buah Mandez dan juga alex.


sampai di tempat mereka tidak menemukan apapun.

__ADS_1


" tidak ada petunjuk sama sekali," Aldo


" tunggu sepertinya mereka membawa sandera tidak dengan mobil tapi mereka menggunakan jalur udara lihat ini seperti tempat di mana habis dilakukan pendaratan helikopter " kemudian mereka terus mengitari tempat tersebut. mencari petunjuk tentang keberadaan Rey tentunya


__ADS_2