MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 135


__ADS_3

Vania dan Aldo sedang sibuk membakar sosis udang dan cumi sedang Shofia sibuk menyiapkan minuman untuk mereka dan Kyara bagian icip icip


" pak Al ini sudah matang kayaknya " kata Vania sambil membalikkan tusukan cumi yang sudah dilumuri bumbu


" belum sedikit lagi " kata Aldo


" tapi pak nanti gosong "


" itu kamu liat warnanya masih agak merah "


" ya kan memang gitu pak " Vania mulai berde


" kalo masak warna putih " kata Aldo nggak mau kalah


" oh ya kok bapak tau apa pak Aldo pernah bekerja jadi koki? " namun Aldo tak menjawab hanya sibuk memoleskan bumbu di atas sosis


" om Aldo sosis nya udah mateng? "


" sebentar sedikit lagi sayang " jawab Vania


"nah ini sudah matang mana piringnya,? " kata Vania lagi dan Kyara menyerahkan piringnya lalu Vania meletakkan sosis bakar di atas piring tadi


" awas hati hati ini panas nona " ucap Aldo


" ya om " lalu membawa sosisnya duduk di meja bundar bergabung bersama mami dan papinya.


lima belas menit kemudian semua sudah selesai di bakar kini semua duduk melingkar di meja makan di halaman rumah mama Rika


" ayo dimakan ini lho sambal favorit aku " ucap Shofia sambil mencocol udang bakar dengan sambal buatan sang mama


" hem enak tante bumbu bakarnya juga enak " saut Vania tante Rika tampak tersenyum puas melihat semuanya makan dengan lahap


" ayo mas di makan enak lho coba deh aaak " sambil menyodorkan cumi bakar yang berisi sambal dan Rey membuka mulutnya


" gimana enak kan? "


" hem enak bumbunya meresap, tapi sayang kamu jangan banyak banyak makan sambal nanti sakit perut " Rey mengingatkan


" nggak kok sayang ini juga nggak terlalu pedas" sambil terus mengunyah cumi dan udang bakar


" Al ayo dimakan ini juga ada nasi kali mau ditambahkan nasi " kata Shofia


" pak Aldo diet mungkin shof dia takut gendut he he" kata Vania


" uhuk uhuk..! " Vania tiba tiba tersedak


" makanya klo makan jangan tertawa " ucap Aldo tanpa ekspresi lalu menyerahkan air putih kepada Vania dan langsung meminumnya


" makasih pak Al " jawab Vania setelah merasa baikan.


" makanya loe jangan suka usil itu akibatnya " ucap Shofia


" iya ya sory gua kan cuman becanda " saut Vania.


setelah selesai barbeque an mereka duduk di teras rumah


" nak Vania nginep di sini aja nggak usah pulang " kata mama Rika


" makasih tan tapi besok aku harus antar mama pagi pagi sekali ke bandara tan "


" oh padahal tante seneng sekali kalo kamu juga bermalam di sini jadi tambah rame "


" ya tan insya Allah kapan kapan "


" loe mau di jemput Haris nanti? " tanya Shofia


" iya nanti gua di jemput ama dia "


" jam berapa? ini sudah malam lho nggak baik anak perawan dijalan tengah malam " kata Shofia kawatir


" ya ini gue telpon suruh jemput "ucap Vania namun setelah beberapa kali menelpon tidak ada jawaban


" kok nggak diangkat ya! "


" mungkin masih di jalan " kata Shofia


" ya kali aku tunggu dah lima belas menit lagi " lalu mereka lanjut berbincang tentang masa lalu mereka saat masih sekolah dulu.


" mami aku ngantuk " rengek Kyara


" ya udah ayo Kyara bobok sama nenek nanti nenek ceritain dongeng peri baik dan peri jahat mau? "


" mau nek..! mami aku bobok sama nenek ya "


" ya sayang jangan lupa gosok gigi dan cuci kakinya "

__ADS_1


" ya mami " cup" selamat malam mami tante aku bobok dulu ya "


" ya sayang mimpi indah ya " kata Vania.


sementara Rey sedang ngobrol serius dengan Aldo di bawah gazebo


" tuan tadi saya dapat pesan dari anak buah kita dan mereka sudah mendapatkan beberapa foto dan juga berita tentang skandal nona Eliza yang sepertinya tidak pernah di up "


" oh ya! oke klo gitu kamu simpan semuanya baik baik suatu saat kita pasti butuhkan dan jika nanti dia berani macam macam maka kita akan sebarkan skandal nya "


" baik tuan"


" hem, oh ya Al tolong kamu cari tau rumah makan yang di kelola oleh pamannya Shofia namanya om Setyo kamu sidiki dan cari celah bagaimana kita bisa bekerja sama dan menanamkan saham kita di sana "


" memang kenapa tuan apa tuan sekarang tertarik untuk terjun di bisnis kuliner "


" bukan aku tapi ini untuk mama Rika dan Shofia kamu ngerti kan? "


" ya tuan saya mengerti besok saya akan mulai mencari tahu "


" hem bagus "


" klo begitu saya pamit kembali ke apartemen tuan "


" ya kamu istirahat lah ini sudah malam "


" baik tuan " lalu Aldo melangkah menuju mobilnya hendak kembali ke kediamannya


" Aldo kamu mau pulang? " tanya Shofia ketika Aldo hendak membuka pintu mobilnya


" iya nona "


" em aku boleh minta tolong nggak "


" boleh nona apa yang bisa lakukan "


" gini Vania mau pulang tapi dia belum dijemput kamu tolong antarkan ya"


" baik nona "


" ah nggak usah shof aku bisa naik taksi kok "


" ini sudah malam aku kawatir kamu pulang sendirian "


" iya benar kata nona Shofia lagian bahaya klo anda pulang sendiri "


" nggak nona lagian apartemen saya sepertinya searah dengan kediaman anda "


" oke klo gitu tunggu sebentar aku ambil tas ku dulu " kemudian Vania mengambil tasnya di dalam rumah.


" titip Vania ya Al ingat antar sampai depan rumah "


" pasti nona "


" oh ya Al menurut kamu gimana Vania? " bisik Shofia


" maksudnya nona? " tanya Aldo balik


" ah lupakan ! "


" ayo berangkat! " ucap Vania melangkah keluar dari pintu


" ah ya hati hati ya kalian ingat jangan mampir ke mana mana langsung pulang "


" ih apaan sih emang gua anak kecil " sewot Vania sedang Shofia terkekeh


" pak Rey saya pamit pak " ucap Vania


" ya hati hati di jalan " balas Rey sambil melangkah mendekati istrinya lalu memeluknya dari belakang


Vania masuk dalam mobil begitu pula Aldo kemudian perlahan mobil mereka bergerak meninggalkan kediaman mama Rika memecah kesunyian malam.


Shofia dan Rey masih berdiri di halaman rumah hingga mobil yang di kendarai Aldo dan Vania menghilang dari pandangan


" cup" kita masuk sayang di luar dingin " ucap Rey masih memeluk istrinya dengan sesekali mencium pipi istrinya.


" he em ayo " dan mereka berdua masuk ke dalam rumah kemudian naik ke lantai atas menuju kamar mereka


" mas kamu mau mandi dulu biar aku masakan air bangat "


" nggak usah biar aku mandi air dingin aja lagian gerah abis bakar bakar tadi "


" ya udah ini handuknya "


Rey meraih handuk yang diberikan Shofia kemudian masuk ke kamar mandi, sedang Shofia memilih mandi di kamar mandi yang lain.

__ADS_1


" lho kamu nggak mandi? " tanya Rey karena melihat Shofia sudah berganti baju


" udah mas aku mandi di kamar mandi lain, udah ayo tidur ini sudah malam " ajak Shofia lalu naik ke atas ranjang dan disusul Rey suaminya.


" mas maaf ya kamarnya kecil nggak seperti kamar kita di mension apalagi ini ranjangnya sempit "


" nggak papa mas malah seneng sempit gini jadi kita tidur nya dempet dempet terus, yang kita belum pernah kan melakukannya di sini kita coba yuk"


" nggak ah malu nanti ketahuan sama mama di sini nggak ada hair dryer " tolak Shofia


" kenapa malu sih kita kan suami istri jadi wajar dong "


" tapi mas emp" Rey langsung membungkam mulut istrinya dengan ********** habis hingga beberapa menit setelah Shofia merasakan kehabisan nafas barulah ciuman tersebut terlepas.


" dosa lho yang nolak keinginan suami apalagi nolak yang ini " bisik Rey dengan nafas memburu


" tapi aku capek mas aduh badan aku pegel semua "


" ya sudah klo gitu kita istirahat " ucap Rey lalu meletakkan kepala istrinya di lengannya sambil mengelus elus kepala sang istri.dan tak berapa lama mereka berdua pun tertidur.


jam tiga pagi Rey terbangun merasakan tenggorokannya terasa kering ia segera turun dari ranjangnya kemudian melangkah keluar dari kamar.


Rey kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa satu gelas besar berisi air putih dan meletakkannya di meja rias samping ranjang. dilihatnya Shofia masih tertidur lelap dengan daster tidur yang sudah kekecilan akibat kehamilannya. pandangan Rey terhenti pada dua gundukan milik istrinya yang seolah meronta ingin keluar ditambah selimut yang sedikit tersingkap menampakkan paha mulus sang istri dan ini berimbas pada burungnya yang sudah bangun sedari tadi ingin masuk ke dalam sarangnya .


dengan cepat Rey kembali naik ke atas ranjang berusaha menggoda sang istri agar terbangun dan mau berolah raga menjelang subuh dengannya


om


" hemm " desah Shofia dengan mata yang masih terpejam. Rey terus memainkan tangannya di pusat inti istri nya


" sssttt maaass..! " desah Shofia dan perlahan matanya terbuka.


" jam berapa mas? "


" jam tiga pagi sayang " jawab Rey kemudian mengulum tonjolan kecil pada bukit kembar istrinya


" sekarang udah nggak capek kan sayang? " tanya Rey yang terus memberikan stimulus pada istrinya. dan Shofia mengangguk pelan dan tanpa menunggu lama Rey langsung menghempaskan selimut istrinya melucuti semua yang menempel pada tubuh istrinya dan memulai melancarkan aksinya hingga subuh menjelang Rey belum mau menyelesaikan permainannya


" sayang sudahan ya ini sudah subuh " rengek Shofia


" sebentar lagi sayang " aaarghh " Rey semakin mempercepat tempo gerakannya hingga sepuluh menit kemudian barulah cairan putih kental masuk menyeruak ke dalam rahim istrinya. dan ia pun terkulai di samping tubuh istrinya


" cup" Terima kasih sayang " ucap Rey sambil mencium sekilas bibir Shofia.


" Shofia perlahan turun dari ranjang melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan melaksanakan sholat subuh. tak berapa lama Rey pun menyusul di belakangnya


" mas kamu ngapain masuk ke sini? "


" ya mau mandi lah "


" tapi ini sudah subuh jangan macam macam! " ancam Shofia


" justru karena subuh kita mandinya bareng klo satu satu nanti lama kamu tu pikiran nya ke sana terus atau jangan jangan kamu mau nambah hem" goda Rey sambil menaikkan satu alis nya


" nggak mana ada udah cepat mandinya nanti subuh nya kelewat " kata Shofia sambil menyiram tubuhnya dibawah shower lalu menggosok tubuhnya dengan sabun begitu pula dengan Rey


" yang dia bangun lagi ni coba liat! "


" nggak..! "


" abis subuh ya yang satu kali lagi "


" mas ingat ini rumah mama malu lah kita nggak keluar kamar padahal siang" ucap Shofia sambil membasuh kepala dan juga seluruh tubuhnya setelah bersih Shofia mengenakan handuknya


" aku udah selesai kamu cepetan ya mas "


" iya ni juga hampir selesai " ucap Rey sambil terus menggosok tubuhnya dengan sabun lalu membilas nya.


selesai sholat Shofia merapikan mukenahnya dan menggantungnya di jemuran. Shofia melangkah menuju lemari pakaiannya masih menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya. Rey yang hanya memakai celana boxer melangkah mendekati istri nya dan memeluk nya dari belakang


" yang kita ulangi yang tadi yuk! "


" nggak mas aku mau bantuin mama buat masak sarapan pagi, "


" sebentar aja yang satu jam "


" no "


" oke 45 menit "


" nggak pokok nya nggak "


" oke 30 menit"


" nggak mas nanti aja sampai di rumah dilanjutin "

__ADS_1


" tapi aku pinginnya sekarang sayang" bisik Rey dan sekali tarikan handuk yang dikenakan Shofia sudah teronggok di lantai Rey langsung mengangkat tubuh istrinya di letakkannya di atas ranjang. Rey dengan lihai memainkan perannya hingga Shofia tak mampu menolaknya bibirnya mengatakan tidak tapi bahasa tubuhnya menerima setiap perlakuan Rey pada tubuhnya.


dan olah raga pagi itu pun terulang kembali Rey terus memompa tubuh istrinya jeritan nikmat lolos begitu saja keluar dari mulut istrinya janji tiga puluh menit sepertinya hanya wacana belaka dan permainan itu baru terhenti setelah hampir satu jam lamanya barulah Rey menyudahi permainannya.


__ADS_2