MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 71


__ADS_3

pagi itu selesai sarapan Rey siap siap akan berangkat ke bandara untuk menjemput mama widya yang baru pulang dari liburan


" pak Rey saya ikut ya? " pinta shofia ketika mereka berada di kamar.


" nggak usah luka kamu belum kering nanti kena debu di luar bahaya " ucap Rey sambil memakai kaos lengan pendek nya dan shofia hanya merengut memonyongkan bibirnya


" aduh tu bibir gemesin pingin tak cium " batin Rey. namun dengan cepat dia hilangkan pikiran nakalnya


" kamu tu masih sakit, toh sebentar lagi mama pulang " ucap Rey dengan nada lembut


" tapi saya bosan di rumah terus " ucap shofia lagi


" ya kamu kan masih luka luka kayak gitu, udah kamu di rumah aja tunggu ya? " ucap Rey


" kan saya cuman duduk di dalam mobil..! " ucap shofia lagi sambil memajukan bibirnya


" ya ampun tu bibirnya kok semakin menggoda" batin Rey lagi


lalu Rey mendekati istrinya yang duduk di tepi ranjang dan langsung me***at bibir merah muda alami milik istrinya dengan lembut satu tangannya menekan tengkuk shofia untuk memperdalam ciumannya


shofia yang kaget hanya terdiam tanpa melawan hingga beberapa menit shofia sedikit mendorong tubuh suaminya karena kehabisan nafas dan Rey hanya terkekeh lalu mengusap bibir lembut istrinya. shofia masih diam dengan wajah memerah karena malu


" itu hukuman karena kamu suka membantah " ucap Rey sambil menatap wajah cantik tanpa make up istrinya.


" mau nurut tetep di rumah atau saya tambah hukuman nya ? " ucap Rey dan dengan spontan shofia menganggukkan kepalanya sambil menutup bibirnya


" istri pintar ..! ucap Rey sambil mengacak rambut shofia


" ya sudah saya berangkat ke bandara jemput mama kamu tunggu di rumah" ucap Rey lalu bangkit dari ranjang melangkah menuju pintu namun belum sampai di pintu Rey balik lagi


" ada apa..? " tanya shofia langsung menutup mulutnya lagi


" ada yang ketinggalan " ucap Rey lalu mengulurkan tangannya dan shofia pun paham lalu menyambut tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.


" saya berangkat ya ..! " dan shofia menganggukkan kepalanya


" kamu hati hati..! " ucap shofia dengan wajah memerahnya dengan debar jantung yang begitu kencang sedang Rey pun keluar dari kamar menemui kyara


" sayang ayo kita berangkat " ajak Rey karena kebetulan hari ini hati minggu dan kyara libur sekolah jadi dia maksa ingin ikut menjemput omanya di bandara.


" ayok tapi aku pamit dulu sama mami " lalu kyara berlari keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar orang tuanya


" mami aku ikut papi ke bandara jemput oma ya! "


" ya sayang kamu hati hati "


" mami nggak papa kan aku tinggal sendirian? " ucap kyara


" nggak papa kan ada bi jum dan nany di sini "


" klo gitu aku berangkat ya mam..! " dan mencium tangan maminya lalu bergegas turun ke bawah menuju mobil.


mobil perlahan meninggalkan mension kali ini mang udin yang memegang kemudi sedang Rey duduk di kursi depan dengan memangku kyara


" tuan gimana kabar nona shofia? " tanya mang udin


" kondisinya sudah baikan dan lukanya juga sudah mulai mengering" jawab Rey


" saya minta maaf tuan karena nggak mencegah nona shofia bawa motor kemaren "


" udah nggak papa lagian itu juga bukan salah kamu " ucap Rey.


mobil terus bergerak menuju bandara setelah hampir satu jam menempuh perjalanan mereka pun tiba di bandara soetta. pesawat yang membawa mama widya lima belas menit lagi mendarat.


mereka bertiga segera masuk dan duduk di ruang tunggu penumpang setelah hampir tiga puluh menit mama widya pun muncul dari kejauhan kyara dengan antusias memanggil omanya


" oma..! " teriaknya

__ADS_1


" kyara " panggil omanya dengan berjalan cepat sambil menarik kopernya


" oma aku kangen " kata kyara sambil memeluk omanya


" oma juga kangen sayang..,! Rey gimana kabarmu ? "


" alhamdulillah baik ma " jawab Rey


" mang udin sehat? " sapanya pada mang udin


" alhamdulillah baik nya " jawab mang udin lalu mengambil alih koper bawaan nyonya majikannya.


" lho shofia mana nggak ikut jemput? " tanya mama widya yang tidak melihat keberadaan shofia


" mami lagi sakit oma " jawab kyara


" sakit..? sakit apa? " tanya omanya lagi


" mami jatuh dari motor " kata kyara


" Rey gimana bisa? " tanya mamanya sambil menatap tajam kearah Rey


" iya itu aku juga nggak tau klo dia ke kampus bawa motor tapi dia nggak papa kok ma hanya luka lecet sedikit " terang Rey


" tetap aja kamu nggak bisa jagain istrimu " sewot mama widya


" ya udah kita balik sekarang ? " tanya Rey


" ya ayo mama sudah kangen dengan suasana rumah " ucap mama widya. lalu mereka berempat keluar dari bandara dan langsung masuk ke dalam mobil.


sesampainya di mension shofia langsung menyambut mama mertuanya bersama para pelayan lainya


" mama gimana kabarnya? " tanya nya sambil mencium tangan mertuanya lalu memeluknya dengan hangat.


" alhamdulillah sehat. oh ya kamu gimana katanya kemaren kecelakaan?" tanya mamanya


" ah syukur lah mama tadi sangat kawatir.trus kalian semua sehat kan?" tanya mama widya kepada semua pelayan di sana


" alhamdulillah baik nya " jawab mereka berbarengan .


" oh ya Rey kapan kapan kau ajak shofia bulan madu ke Paris di sana suasananya sangat cocok untuk pasangan muda apa lagi yang baru menikah seperti kalian" ucap mamanya sambil duduk di sofa ruang tamu


" ya ma nanti aku cari waktu dulu, tapi shofia mau nggak? " tanya Rey


" gimana shof kamu mau kan? " tanya mama mertuanya


" aku terserah saja ma " jawab shofia dengan sedikit tersipu


" oke klo begitu sekarang kamu cari waktunya Rey " ucap mamanya


" mami bulan madu itu apa ? " tanya kyara polos


" hah !! ";shofia yang ditanya seperti itu menjadi gelagapan


" bulan madu itu mami sama papi jalan jalan tapi hanya berdua aja trus pulang pulang bawa baby sayang " terang omanya


" asik klo begitu nanti klo mami sama papi bulan madu aku bakal punya adik dong" kata kyara lagi


" iya dong sayang " jawab mama widya lagi. sedang Rey dan shofia hanya geleng geleng kepala melihat tingkah absurd mamanya


" oh ya oma oleh oleh aku mana? " tanya kyara


" oh oleh oleh sebentar.. ! " lalu mama widya membuka tas kopernya dan mengeluarkan isinya


" ini buat kyara sweater cantik.! dan ini parfum buat papi dan mami sedang ini bi jum trus ini jum kasi para nany yang lain dibagi rata ya.. ! " ucap mama widya


" baik nya Terima kasih " jawab bi jum

__ADS_1


" baik klo begitu saya ke kamar dulu istirahat capek soalnya " pamit mama widya


" ya ma mama istirahat biar aku antar " ucap shofia lalu ikut naik ke lantai atas menemani mama mertuanya.


shofia sedang duduk di sofa dikamar setelah makan malam Rey pun ikut duduk disamping nya


" gimana lukamu apa sudah sembuh? " tanya Rey


" sudah kok sudah mendingan " jawab shofia sambil fokus pada layar televisi


" mana saya liat " ucap Rey sambil memeriksa siku dan lututnya yang lecet


" sudah sembuh kan berarti besok saya bisa mulai ke rumah sakit! "


" belum boleh ini masih sedikit basah " ucap Rey


" cckkk" tapi ini sudah tidak apa apa sungguh? " ucap shofia lagi


" kamu mau saya hukum lagi? " ucap Rey dan akhirnya shofia pun menurut lalu beranjak dari sofa dan memilih tidur di ranjang sambil memeluk gulingnya dengan kesal


" apa apaan dia ini dak boleh itu dak boleh..! ya Tuhan aku kan bosen kalo begini terus " ucap shofia dalam hati.dan tak lama shofia pun tertidur pulas.


Rey pun ikut berbaring di samping shofia sambil memeluk tubuh istrinya.


keesokan harinya mereka sarapan bersama


" ma aku mau antar shofia untuk cek up hari ini, jadi mama tolong antar kyara ke sekolah ya? "


" iya kamu tenang aja nanti mama yang antar kyara ke sekolahnya ya sayang..? " ucap mama widya


selesai sarapan Rey langsung mengantar shofia ke rumah sakit untuk cek up sedang mama widya mengantarkan kyara ke sekolah nya.


" gimana dok kondisi lukanya? " tanya Rey pada dokter yusuf setelah shofia selesai di periksa.


" alhamdulillah lukanya sudah mengering jadi nanti sudah boleh terkena air " terang dokter yusuf.


makasih dok! trus apa obatnya masih terus harus di minum? " tanya Rey


" nggak usah cuman salepnya aja terus di pakai untuk menghilangkan bekas lukanya."


" baik klo begitu Terima kasih dok" ucap Rey sambil menjabat tangan dokter


" sama sama tuan Rey "balas sang dokter.


lalu Rey dan shofia pun keluar dari rumah sakit dan langsung mengantar shofia kembali ke mension setelah itu Rey segera menuju kantornya.


setibanya di kantor Rey langsung masuk ke dalam ruangannya dan tak berapa lama Aldo pun menyusul


" maaf tuan apa anda jadi berangkat ke Singapore? " tanya Aldo


" sepertinya kita tunda dulu dua atau tiga hari lagi karena melihat kondisi shofia seperti itu " jawab Rey


" baik tuan "


" oh ya lalu bagaimana yang sudah saya perintahkan apa kamu sudah melakukannya? "


" sudah tuan mama nona shofia sudah dipindahkan ke ruang VVIP dan saat ini sedang di observasi apakah cocok dengan jantung si pendonor " lapor Aldo


" kamu pantau terus kondisinya "


" baik tuan "


" trus apa jadwal saya hari ini? "


" kita ada meeting dengan klien dari medan jam 10 nanti. lalu lanjut meninjau pabrik setelah jam makan siang tuan " terang Aldo


" oke baik sekarang kamu boleh keluar dari ruangan saya. "

__ADS_1


" baik klo begitu saya permisi tuan" ucap Aldo sopan lalu keluar dari ruangan bosnya.


__ADS_2