
selesai sarapan Rey segera berangkat ke kantor namun terlebih dulu dia mengantarkan sang istri ke rumah sakit
" ingat jangan terlalu capek, ini masker selalu pakai jika di rumah sakit " nasihat Rey saat mereka berada di dalam mobil
" iya mas "
" jangan lupa makan siang,..! itu box makanan sudah di bawa kan ? "
" iya sudah "
" dan kamu hati hati ya selama di rumah sakit "
" ya ampun iya sayang aku sudah faham, kamu ngomongin ini sudah tiga kali lho " jawab shofia mulai kesal dengan suami nya yang mulai cerewet.
" iya mas kan cuman mengingat kan siapa tau lupa, lagian mas kawatir banget soalnya kamu tu hamil bayi kembar"
" iya nggak lupa kok lagian mas, aku tau batas kemampuan aku nanti klo aku merasa sudah nggak mampu aku akan cuti duluan kok " jawab shofia dan Rey pun tersenyum sambil mengusap pucuk kepala sang istri
kemudian mereka segera turun dari mobil ketika mereka sudah tiba di rumah sakit.
" lho mas kamu kenapa ikut turun? " tanya shofia
" aku mau mengantarmu sampai ke dalam "
" nggak usah mas aku nggak papa jalan sendiri" tolak shofia
" udah nggak usah membantah " ucap Rey kemudian segera menutup pintu mobil dan berjalan memasuki rumah sakit sambil menggandeng tangan sang istri.
melihat Rey memasuki gedung rumah sakit para dokter dan perawat memberikan hormat kepada si pemilik rumah sakit.
" selamat pagi tuan Rayyan senang anda bisa berkunjung ke sini " sapa manager rumah sakit
" ada yang ingin aku bicarakan, udah nggak usah terlalu formal " ucap Rey sesaat setelah shofia masuk ke ruangan dokter jaga
" ah tentu tuan klo begitu kita ke ruangan saya saja " ucap dokter fadli yang menjabat manager di rumah sakit tersebut yang kebetulan juga teman Rey sewaktu sekolah dulu.
Rey duduk dengan santai di ruang manager
" apa yang ingin anda sampaikan? " tanya dokter fadli
" aku bilang nggak usah terlalu formal,"
" baiklah katakan apa yang mau kamu bicarakan? "
" begini kamu tau kan istri aku saat ini sedang hamil muda dan dia mengandung anak kembar jadi aku sangat kawatir dengan kondisinya "
" trus? "
" aku sudah melarang nya untuk magang dan cuti dulu sementara waktu tapi dia menolak, maksud ku nanti setelah bayi kami lahir barulah dia lanjutkan studinya, tapi dia menolak, dari itu aku minta kamu atur dan tempatkan dia di posisi yang pantas untuknya ingat aku nggak mau dia terlalu capek kamu faham kan ? "
" oh gitu kamu tenang aja nanti aku suruh bagian personalia untuk mengaturnya "
" bagus kamu memang selalu bisa aku andalkan klo begitu aku pamit dan ingat jangan berikan dia tugas yang berat berat " ucap Rey sebelum keluar dari ruangan manager.
" iya ya kamu tenang saja "
" ya sudah aku kembali ke perusahaan " kemudian Rey melangkah ke luar dari rumah sakit namun sebelum nya ia mampir sebentar untuk melihat istrinya dari balik kaca yang tampak sedang sibuk memeriksa data data pasien yang akan di kunjungi.
setelah melihat sejenak sang istri Rey segera turun ke lantai dasar menuju parkiran rumah sakit masuk ke dalam mobil kemudian bergerak perlahan meninggalkan rumah sakit.
sampai di perusahaan Rey langsung di sambut satpam yang bertugas menjaga keamanan kantor.
__ADS_1
" selamat pagi tuan Rey " sapa satpam tersebut dan Rey hanya menganggukkan kepalanya?
" pak..! tolong parkirkan mobil saya "
" baik tuan " lalu Rey menyerah kan kunci mobil ya kemudian melangkah masuk ke dalam gedung perusahaan.
" pagi tuan! " sapa aldo saat Rey keluar dari lift
" pagi " jawab Rey sambil terus melangkah masuk ke ruangannya dengan aldo mengekor di belakang nya.
" bacakan jadwalku hari ini "
" pagi ini kita ada jadwal meeting dengan petinggi perusahaan tuan dan setelah itu tidak ada jadwal meeting cuman disini banyak berkas yang harus anda tanda tangani "
" iya aku tau " jawab Rey ketus
" baik tuan dan meeting akan dimulai lima belas menit lagi tuan "
" hem..! dan tolong panggilkan cindy ke mari " perintah Rey. Aldo pun memanggil Cindy sang sekertaris yang berada di luar ruangan.
cindy masuk ke ruangan bosnya tersebut
" ya tuan ada yang bisa saya bantu? " tanya Cindy
" tolong kamu belikan saya es krim rasa strawberry dan vanila "
" apa tuan? " tanya Cindy memastikan
" ckk apa telingamu bermasalah? " tanya Rey sedikit gusar
" maaf tuan baik saya akan segera membelinya" ucap Cindy kemudian hendak berbalik menuju pintu
" tunggu! " panggil Rey
" kamu pakai parfum apa kenapa tidak enak sekali " ucap Rey sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan hidung nya.
Cindy berusaha mencium tubuh nya sendiri sambil mengendus nduskan hidungnya
" ini parfum yang biasa saya pakai tuan " jawab cindy sedikit minder. Aldo yang faham dengan kondisi atasannya hanya menarik nafas dalam dalam
" besok jangan kamu pakai parfum itu lagi saya nggak suka "
" baik tuan " ucap Cindy dengan mata yang hampir menangis kemudian buru buru keluar dari ruangan atasannya
" tuan saya akan meriksa ruang rapat terlebih dulu " permisi Aldo kemudian melangkah keluar dari ruangan Rey
saat hendak masuk ke ruangan rapat Rey berpapasan dengan Cindy
" Cindy tunggu. "
" ya tuan "
" emm masalah tadi di ruang tuan Rey kamu jangan diambil pusing ya itu karena memang tuan Rey sedang sensitif saat ini " terang Aldo
" maksud tuan ? "
" ah gimana ya begini, ini ada hubungannya dengan kondisi istrinya yang sedang mengandung " katanya lagi
" maksudnya? saya masih belum mengerti " ucap cindy lagi
" ya tuan ikut mengidam jadi dia agak sedikit sensitif saat ini " mendengar penjelasan itu cindy merasa sedikit lega karena selama beberapa tahun bekerja dengan Rey atasannya baru sekarang Rey memarahinya.
__ADS_1
Rey notabene seorang laki laki tidak terlalu banyak bicara dan selalu menghargai orang lain tentu ucapan Rey tadi membuat cindy sedikit shock
" Oh begitu pantas saja tadi "
" ya dan saya harap kamu jangan lagi menggunakan parfum seperti tadi "
" baik tuan klo begitu saya permisi " pamit cindy kemudian berlalu dari hadapan Aldo.
setelah menerima pesanan es krim nya Rey segera memakannya melangkah menuju ruang rapat dengan berbekal es krim yang tadi dia pesan
anggota rapat sudah berkumpul di meja rapat Rey masuk ke ruangan tersebut diikuti asistennya dan juga cindy yang berjalan agak menjauh dari bosnya itu.
begitu masuk Rey langsung merasa kepalanya sedikit pusing setelah mencium aroma parfum karyawannya dan dengan cepat dia memasang masker di wajahnya.
" Al kamu buka rapatnya! " perintah Rey
" baik tuan" dan Aldo pun mulai membuka rapat mereka siang itu Rey mendengarkannya dengan seksama
satu jam lamanya mereka mengadakan meeting pagi ini setalah selesai Rey buru buru kembali ke ruangannya dan langsung berlari menuju toilet mengeluarkan semua es krim yang dimakannya tadi
Aldo menyusul Rey yang sedang mengeluarkan semua isi perutnya
" anda baik baik saja tuan? " tanya Aldo
Rey hanya menganggukkan kepala nya lemah. Aldo memapah Rey untuk berbaring di kamar khusus milik sang CEO.
" apa perlu saya panggilKan dokter? "
" nggak usah minta saja OB untuk membuatkan aku teh hangat "
" baik tuan" kemudian Aldo keluar dari ruangan Rey dan meminta salah satu OB untuk membuat kan teh hangat untuknya. lima menit
seorang OB masuk dengan membawa nampan berisi teh hangat, Rey meminumnya sedikit
" tuan apa saya hubungi nona shofia ? "
" jangan kasian dia baru saja masuk magang aku nggak mau dia jadi terganggu, lagian aku nggak papa habis ini juga akan baikkan tolong kamu handle sementara waktu pekerjaan ku "
" baik tuan klo begitu saya permisi " pamit Aldo kemudian kembali ke ruangannya.
Rey masih terbaring di atas ranjang di ruangannya bahkan dia tidak bersemangat untuk makan siang melihat kondisi Rey yang semakin pucat membuat Aldo bertambah panik
" tuan apa kita ke rumah sakit saja tuan badan anda keliatannya sedikit hangat " ucap Aldo
" nggak usah kamu panggilkan saja dokter keluarga "
" baik tuan " kemudian Aldo berusaha menghubungi dokter pribadi milik keluarga Rey. selesai menghubungi dokter pribadi atasannya Aldo kemudian mencoba menghubungi shofia
" ya Aldo ada apa? " tanya shofia setelah ia menerima panggilan telepon
" maaf nona mengganggu waktu anda, apa anda sibuk saat ini? " tanya Aldo
" nggak juga aku sudah selesai melakukan visit pasien emang kenapa ? "
" begini nona apa anda bisa ke perusahaan sekarang tuan mengalami muntah muntah lagi nona dan sepertinya tuan sedikit demam "
' apa? trus dia dimana sekarang? "
" tuan masih terbaring dan sebentar lagi dokter akan datang memeriksanya "
" ya sudah klo begitu aku ke perusahaan sekarang " ucap shofia Mematikan ponsel nya kemudian berjalan keluar dari ruang jaga mengambil tasnya dan melangkah menemui kepala rumah sakit.
__ADS_1
setelah ijin kepada kepala rumah sakit Shofia segera melangkah keluar dari rumah sakit sambil menunggu taksi online yang dia pesan tadi.