MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 166


__ADS_3

" Rey rencananya mama akan mengadakan acara tujuh bulanan kehamilan Shofia sekalian tasyakuran atas kesembuhan kamu Rey " kata mama Widya di sela acara makan mereka


" aku setuju ma, trus kapan rencana acaranya "


" gimana klo dua hari lagi kalian bisa kan? "


" bisa mam "


" aku bisa ma kebetulan lusa aku nggak ada jadwal di rumah sakit, kamu gimana mas? "


" aku nggak masalah tinggal reschedule aja jadwalku " jawab Rey sambil menatap Aldo dan dalam hal ini pasti Aldo yang di repotkan harus mengatur ulang jadwal bosnya ini.


"bagus klo begitu habis ini mama akan ke supermarket untuk memberi segala persiapan kamu mau ikut Shof? "


" nggak bisa ma Shofia nggak boleh kemana mama dia sudah hamil besar " potong Rey


" ya udah klo gitu mama pergi sama mama Rika aja kamu mau ikut Van? "


" nggak tan aku kayaknya abis ini mau balik ke rumah soalnya lama nggak pulang, mama sama papa dari kemaren udah nelponin " jawab Vania


" ya udah nanti sampaikan salam tante untuk orang tuamu dan sekalian lusa suruh ke sini, bilang tante mengundangnya "


" ya tan Insya Allah " jawab Vania


selesai makan mama Widya dan mama Rika segera pergi ke supermarket, Vania pun pamit kembali ke kediamannya dengan di antar Aldo sedang Rey jangan di tanya dia langsung menggiring istrinya masuk ke dalam kamar


" mas kamu mau apa ini masih siang lho.. " tanya Shofia waspada


" mumpung semua pada keluar dan Kyara belum pulang sekolah " ucapnya dan langsung mengunci pintu. pipi Shofia sudah merona karena malu ntah lah setiap akan melakukannya ia masih saja merasa malu, sedang Rey langsung memeluk istrinya dari belakang mencium curuk lehernya dan " sreeet" resleting baju yang di kenakan Shofia sudah terbuka menampakkan punggung istrinya serta tali bra berwarna hitam. Rey langsung menggapai dua benda yang akan menjadi sumber kehidupan dua bayinya


" kamu nggak mandi dulu mas..?aaahh " desah Shofia


" nanti saja sehabis ini sayang " jawab Rey dengan nafas yang mulai memburu dan Rey terus memainkan benda kenyal tersebut bahkan kini pakaian Shofia sudah teronggok di lantai menyisakan pakaian dalamnya saja. kini tangan Rey beralih menyentuh pusat inti istrinya menyentuhnya dan bahkan semakin dalam Shofia bersandar pada tubuh suaminya ia merasa tubuhnya sudah mulai menegang. Rey menatap wajah istrinya yang mulai memerah menahan hasratnya.


sedetik kemudian Rey mengakat tubuh istrinya yang kini bobotnya sudah semakin berat

__ADS_1


" mas aku berat lho.. "


" nggak papa sayang mas masih kuat kok " lalu ia meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang. Rey melai melucuti semua pakaiannya kemudian beralih melepas semua pakaian istrinya yang masih tersisa.


Rey merebahkan tubuhnya kemudian memiringkan tubuh istrinya karena ia tau jika telentang akan menyulitkan sang istri. Rey mencium bibir sang istri ********** dengan rakus sedang satu satu tangan nya bermain main di tempat favoritnya. setelah dirasa ladang istrinya basah Rey mulai bercocok tanam di sana menyiram ladang yang hampir satu minggu tidak pernah ia kunjungi lengkuhan dan rintihan kenikmatan lolos begitu saja dari bibir meraka saling mencengkram ******* Rey melakukannya dengan lembut dan pelan membuat Shofia merasakan kenikmatan surga dunia


mereka terus perpacu dalam kenikmatan surgawi Rey baru menuntaskan permainannya setelah melihat sang istri kelelahan. Rey mencium punggung sang istri lalu menyelimutinya " makasih sayang "


" hem " jawab Shofia tanpa membuka matanya. Rey segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedang Shofia memilih tidur sejenak untuk memulihkan tenaganya, tubuh dan kakinya terasa pegal setelah percintaan yang baru saja ia dan suaminya lakukan.


selesai mandi Rey memilih duduk di sofa sambil menunggu istri nya bangun. ia buka laptopnya untuk memeriksa beberapa file dan email dari beberapa rekan bisnisnya. Rey mengambil ponselnya meminta bi jum membuatkan teh hangat untuknya dan air madu untuk Shofia serta memintanya membawakan snack untuk Shofia ia teringat kata mamanya klo Shofia mudah lapar.


satu jam kemudian Shofia bangun dari tidur nya " sayang kamu sudah bangun? " Rey melangkah duduk di sisi ranjang


" nih aku bawakan air madu untuk kamu dan ini ada kebab dan juga sambosa kamu pasti lapar kan? "


" ih suami aku tau aja klo aku lagi laper " ucap Shofia lalu duduk dari tidur nya meraih gelas berisi air madu yang menyebabkan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Rey menelan salivanya menatap tubuh istrinya, Shofia menyadari arah pandangan suaminya segera menutupi kembali tubuhnya


" udah nggak usah di tutupi udah keliatan juga "


" kenapa malu aku sudah sering melihatnya "


" iya itu kan kondisi aku lagi khilaf .. he he " kemudian hendak mengambil potongan sambosa namun dengan cepat Rey melarangnya


" sini biar aku suapin kamu belum cuci tangan " ucap Rey lalu mengambil satu potong sambosa dan mulai menyuapi Shofia


" udah mas kenyang " ucap shofia setelah menghabiskan satu potong sambosa dan kebab. Rey meletakkan piring di atas nakas


" mas aku mau mandi dulu "


" mau mas mandiin? "


" nggak... " ucapnya lalu turun dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi dengan melilitkan selimut ke tubuhnya.


dua puluh menit kemudian Shofia keluar dari kamar mandi dengan kimono handuknya ia segera masuk ke dalam wardrobe memakai daster rumahan karena semenjak hamil besar daster menjadi pakaian favorit nya.

__ADS_1


setelah berganti pakaian ia duduk di depan meja rias sedang Rey kembali duduk di sofa masih dengan laptop kerjanya. sesekali ia menatap istrinya yang sedang sibuk memakai handbody lotion kemudian menyisir sedikit rambutnya yang masih basah. setelah selesai dengan rambutnya ia meraih minyak zaitun dan ia usapkan pada kakinya yang memang sering terasa pegal. Rey memperhatikan istrinya yang sedikit kesulitan saat menundukkan badannya kemudian Rey bangkit dari duduknya mendekati sang istri


" sini aku pijitin katanya ibu hamil itu kakinya gampang pegal " sambil naik ke atas ranjang


" nggak usah mas kamu pasti sibuk nggak papa aku bisa kok sendiri " tolak shofia.


" nggak papa ayo sini naik " kata Rey lagi dan Shofia pun akhirnya ikut menyusul dibelakang nya.


Rey mulai memijat kaki istrinya dengan lembut mulai dari ujung kakinya pindah ke betis hingga sampai ke paha


" mas ih nakal " ucap Shofia saat tangan suamninya mulai menyentuh area terlarang sang istri Rey hanya terkekeh.


" yang nanti saat lahiran nggak usah nunggu bukaan ya klo dokter bilang bayinya sudah pas untuk di lahirkan kita langsung saja lakukan operasinya, mas nggak tega kasian liat kamu yang harus bawa dua bayi di perut mu yang pastinya berat "


" ya mas aku nurut aja "


" istri pinter " sambil mencubit hidung sang istri


" ya mungkin belum di ijinin ya mas sama Tuhan buat aku lahiran normal "


" ya kan kamu tau sendiri yang waktu kita periksain kandungan kamu klo salah satunya posisi kaki bayi kita di bawah jadi itu sangat bahaya klo lahiran normal, tapi kita bisa coba lagi setelah ini lahir siapa tau kamu bisa lahiran normal "


" idih kamu belum juga lahiran sudah bilang ma coba lagi..nggak ah aku cukup dua aja tiga sama Kyara ".


" tapi yang kasian Kyara nggak ada temannya klo si kembar kan udah sama sama cowok tapi Kyara kan sendiri jadi biar adil "


" adil dari mana? "


" ya pokoknya mas mau kita punya anak banyak supaya rumah ini ramai sayang " kata Rey lagi. masih memijat kaki istri nya.


" kita liat nanti aja mas jangan ngomongin sekarang " ucal Shofia yang merasa nyaman dengan pijitan suaminya.


*****


kasi dukungan kalian dong dengan memberikan like komen dan favorit kalian happy reading

__ADS_1


.


__ADS_2