MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 176


__ADS_3

selesai menyantap makanan mereka, mereka berdua pun kembali ke mansion sedang mang udin sudah lebih dulu pulang ketika Rey tiba di Mall tadi.


karena efek lelah ditambah perut yang sudah terisi Shofia pun tertidur di mobil. Rey melihat istrinya tertidur hanya tersenyum. kemudian dia kembali fokus pada kemudinya.


sampai di mansion Shofia masih tertidur pulas Rey tak sampai hati untuk membangunkannya. Rey segera turun dari mobil lalu membuka pintu samping dan segera menggendong kembali istrinya yang kini semakin berat.


" lho Shofia kenapa Rey " tanya mama Widya bukannya menjawab Rey hanya memberikan isyarat jarinya di depan bibirnya


" ya sudah bawak langsung ke kamar " dan Rey mengangguk sebentar lalu melangkah masuk ke dalam lift naik ke lantai atas.


Rey menidurkan istrinya di atas ranjang kemudian ia pun segera membersihkan dirinya ke dalam kamar mandi karena menggendong Shofia yang saat ini sedang hamil besar lumayan menguras keringatnya.


selesai mandi didapatinya sang istri sudah duduk bersandar di kepala ranjang


" sayang kamu sudah bangun? " tanya Rey sambil mengeringkan rambutnya


" perasaan aku di dalam mobil deh siapa yang mindahin aku ke sini mas? "


" siapa lagi klo bukan aku suami tampan mu ini sayang " Shofia mencebikkan bibirnya


" tapi makasih ya kamu sudah dua kali gendong aku hari ini "


" tapi itu nggak gratis lho yang.. "


" maksudnya... " dan Rey menaik turunkan alisnya


" hmmm dasar mesum, sini aku bantu keringkan rambutmu " ucap Shofia sambil terkekeh dan Rey pun mendekat lalu duduk di hadapan sang istri. Shofia segera mengambil alih handuk kecil dari tangan suaminya dan mulai mengeringkan rambut Rey.


Shofia berdiri dengan lutut di atas ranjang sedang Rey duduk di hadapannya dan posisi seperti ini membuat hidung Rey beberapa kali harus mencium dua benda kenyal di depannya dan sesuatu yang dibawah langsung connect


" cup" Rey mencium sekilas bukit kembar di depannya dengan tangannya melingkar di pinggang sang istri


" sayang jangan nakal " Shofia memukul bahu Rey sedang Rey hanya terkekeh


" abis ini menggemaskan sekali sayang " kembali menciuminya dan kini di sertai gigitan kecil


" auw jangan digigit " Shofia menjerit.


" yang pingin... boleh ya..? " sambil menatap wajah sang istri, Shofia menatap suaminya yang sudah berkabut gairah.


" tapi kamu kan udah mandi sayang "


" nggak papa nanti kan mandi lagi ya.. ya.. " bujuk Rey dan shofia pun tak kuasa menolak keinginan sang suami. dengan senyum mengembang Rey segera melepas handuk yang melilit di pinggang nya lalu beralih membuka satu persatu pakaian sang istri hingga menyisakan kain persegi tiga milik istrinya.


Rey mulai mencumbu sang istri hingga Tanpa sadar ******* lembut keluar dari bibir Shofia


Rey hendak memasukkan alat kejantanannya


" tunggu mas.. "


" apa..? "


" pintunya dikunci dulu nanti ada yang masuk " ucap shofia. dan Rey segera turun dari ranjang melangkah menuju pintu. beres dengan urusan pintu Rey pun segera melanjutkan aksinya berpacu dalam puncak kenikmatan hingga mereka terkulai lemas. nafas mereka turun naik sesaat setelah mereka menyelesaikan permainan panas mereka.


" mas aku mandi dulu belum sholat dzuhur " ucap Shofia sambil mengenakan pakaiannya


" ayo kita mandi bareng " dan Shofia menatap tajam suaminya

__ADS_1


" hanya mandi janji..! lagian biar cepat selesainya mas juga belum sholat dzuhur "


" janji ya hanya mandi tidak lebih " kata shofia


" iya janji, ayo.. " lalu mereka berdua masuk ke kamar mandi.


selesai melaksanakan sholat Shofia memilih rebahan di ranjang sambil membaca buku parenting sedang Rey mengangkat panggilan dari Aldo


" ya al ada apa? "


" begini tuan ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani, apa saja bawa ke mansion atau anda mau balik ke kantor? " tanya aldo


" aku balik ke kantor jadi kamu tunggu saja "


" baik tuan " dan Rey pun mematikan sambungan telpon nya.


" kenapa sayang? " tanya Shofia


" aku balik ke kantor dulu mungkin pulang agak telat jadi kamu nggak usah nunggu aku makan malam ya " ucapnya sambil memasang kancing kemejanya


" ya mas. " lalu turun dari ranjang membantu suaminya memakaikan dasi di lehernya


" tok.. tok.mami... papi buka pintunya.. " teriak Kyara


" mas Kyara " kata Shofia dan Rey pun segera membukakan pintu.


" mami itu barang barang adik bayi sudah datang " lapor Kyara pada sang mami


" barang adek bayi? "


" iya kita liat yuk mam"


" lho kok banyak banget ini siapa yang pesan..?" tanya Shofia kepada para pembantu di sana


" nggak tau nona tadi katanya dari Mall XX pesanan atas nama tuan nona " jawab salah satu pelayan


" ya aku yang pesan " ucap Rey yang tiba tiba muncul dari balik pintu


" mas tapi ini kenapa banyak sekali...dan ini apa... ini kan barang barang yang aku pegang tadi...? " ucapnya tak percaya pasalnya semua barang yang sempat ia pegang di mall tadi kini sudah berpindah tempat di kamar bayi yang sudah mereka persiapkan.


" apa kamu lupa klo kita bakal punya bayi kembar jadi ya udah aku beli aja semuanya "


" ya ampun mas tapi ini terlalu banyak emang kamu mau buka baby shop di sini " ucap Shofia kesal.


" ya kan sekalian supaya kamu nggak keluar beli lagi sayang tadi aja kamu udah kecapean kayak tadi "


" iya tapi ini berlebihan namanya " kata Shofia lagi


" ya kalo lebih nanti tinggal di kirim ke panti aja beres kan? "


" terserah kamu aja mas " jawab Shofia putus asa


" udah nanti kamu pilih yang mana mau kamu gunakan untuk baby kita, selebihnya nanti mang udin suruh bawak ke panti, aku ke kantor dulu ingat jangan terlalu capek " pamit Rey sambil mengulurkan tangannya dan Shofia menyambut uluran tangan suaminya dan menciumnya dan Rey membalas dengan mencium kening pipi dan terakhir bibir. begitu pula pada Kyara Rey juga melakukan hal sama pada putrinya. kemudian melangkah menuju pintu utama


" ini barang barang siapa yang kirim? " tanya mama Widya yang ikut masuk ke dalam kamar bayi


" ini lho ma mas Rey yang beli semua, coba liat ma ini kan berlebihan sekali...ini seperti kita mau buka baby shop aja ma "

__ADS_1


" anak itu memang klo lagi senang ya gitu, trus ini mau di kemanakan sisa nya? "


" rencanannya setelah di pilih kita akan sumbangkan aja ke panti ma "


" ya itu lebih baik dari pada tidak terpakai " lalu mama Widya meminta beberapa nany untuk membantu memilih pakaian bayi yang akan di gunakan kemudian memintanya untuk Meloundry nya terlebih dahulu. dan sisanya dibawa mang udin ke panti asuhan.


" sayang sini mami punya sesuatu buat kamu "


" apa mami? " tanya Kyara kemudian Shofia mengambil paper bag dan memberikannya untuk Kyara.


" apa ini mi? "


" buka dong.. " Kyara langsung mengeluarkan isi dari paper bag tersebut


" gaun mi.. wah cantik banget .. "


" kamu suka..? "


" iya mi suka banget "


" gimana klo ini kamu gunakan saat fashion show nanti .. "


" ya Oke mami aku mau aku suka banget, oma liat bagus kan? "


" wah cucu oma cantik benget "


" ini mami lho yang ngasiin makasih mami " Shofia hanya tersenyum


" ya udah kamu minta mba mba untuk menyimpan gaunnya lusa kan kamu mau fashion show? "


" ya mami, pokoknya mami papi sama oma harus datang "


" ya kami bertiga pasti datang ya kan oma? "


" ya dong oma kan pingin liat cucu oma di atas panggung "


" sekarang buka dulu gaunnya nanti keburu kotor.. mba.. mbak tolong gaunnya Kyara simpan yang rapi " perintah mama Widya. dan gaun yang di Kenakan Kyara pun segera di bawa oleh salah satu nany di sana.


***


tiga hari kemudian mereka menghadiri acara pentas seni di sekolah Kyara. kedatangan Rey sebagai salah satu donatur tetap di sambut hangat oleh pihak sekolah.


Kyara dan teman temannya tampil dalam acara fashion show terdengar riuh tepuk tangan para wali murid menyaksikan putra putri mereka berlenggak lenggok di atas catwalk. Shofia beberapa kali mengambil gambar Kyara saat ia beraksi di atas panggung.


" mami papi ... gimana penampilan aku? "


" wah kamu cantik banget sayang, eh sekarang kita foto dulu dong " ucap Shofia kemudian mereka berfoto bersama.


acara masih terus berlangsung, sedang Shofia tampak mulai gelisah karena duduk terlalu lama


" kenapa kakinya mulai pegal? " tanya Rey dan Shofia mengangguk pelan


" kita pulang sekarang? "


" trus gimana Kyara kasian kan klo kita pulang duluan "


" biar Kyara mama yang nunggu ayo " ajak Rey

__ADS_1


" ya sebentar kita pamitan dulu sama Kyara " ucap Shofia. setelah berpamitan pada Kyara untuk pulang duluan Rey juga pamit pada kepala Sekolah


Rey pun mengajak Shofia untuk kembali ke mansion. karena melihat kondisi Shofia yang saat ini hamil besar sehingga membuatnya jadi cepat lelah.


__ADS_2