MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 72


__ADS_3

hari ini shofia sudah mulai di ijinkan untuk beraktivitas kembali oleh Rey dan seperti katanya kemaren kemana kemana shofia harus diantar oleh mang udin yang kini menjadi sopirnya.


" shof gimana keadaan loe sory gue nggak sempet jenguk loe gua juga baru enakan efek demam kemaren " ucap vania


" udah nggak papa lagian gua cuman lecet dikit"


" eh tapi bener pak Rey ngasi tu orang duit 50 juta? " tanya vania penasaran


" iya padahal gue kan sepenuhnya salah " ucap shofia


" wah horang kaya duit segitu mah nggak ada artinya " ucap vania


" trus loe tau nggak sekarang gue kemana kemana harus diantar mang udin sebel nggak sih..! "


" ya kan enak loe tinggal duduk manis eh tau tau dah nyampek " ucap vania


" iya tapi kan gue nggak bisa bebas kemana mana, dan loe kan tau gue tu lebih senang naik motor, kemana mana jadi lebih cepat " kata shofia lagi


" iya itu namanya pak Rey kawatir sama loe dan loe jadi istri harus nurut sama suami " ucap vania. shofia pun teringat setiap dia memprotes dan tidak nurut dengan Rey dia selalu menciumnya " ya Tuhan ciuman itu " batin shofia sambil tersenyum senyum sendiri


" hey nona kenapa loe ..! senyum senyum sendiri " ucap vania sambil mengeplak bahu shofia


" aauw apa sih loe mukul mukul gua " protes shofia


" lagian elo senyum senyum sendiri, atau jangan jangan loe lagi inget waktu elo enyak enyak sama tuan Rey ayo ngaku! "


" apaan sih loe ngaco tau..! udah ah gua balik ke ruang jaga dulu da..! " ucap shofia lalu melangkah pergi dari hadapan vania. dan vania pun segera menyusul shofia namun baru saja dia hendak melangkah tiba tiba ponselnya berdering


" ka andika.. ! " ucapnya


" ya hallo kak apa kabar! " sapa vania


" baik kamu dimana ? apa bareng shofia soalnya aku telpon telpon hapenya nggak aktif " ucap andika


" aku lagi di kantin rumah sakit kak dan shofia baru aja kembali ke ruang jaga, ada apa kak ? "


" nggak aku cuman kepikiran dia terus beberapa hari ini apa dia baik baik saja? "


" alhamdulillah dia baik baik saja kak ! " jawab vania


" van aku boleh curhat nggak? "


" masalah apa kak? "


" gini..! gimana ya.. aku tuh kan dari dulu suka sama shofia dan aku punya prinsip nanti setelah aku menyelesaikan pendidikan spesialis aku barulah aku akan melamarnya tapi semakin ke sini aku kok semkin kawatir aku takut shofia duluan di ambil orang lain makanya gimana klo aku nyatain perasaan aku ke dia dan kita tunangan dulu gimana menurut kamu? " tanya andika


" aduh gimana ya kak..? aduh aku kok bingung" ucap vania


" emang ada apa ? apa ada sesuatu yang terjadi? " tanya andika


" nggak sih kak tapi klo menurut aku lebih baik kakak lupakan shofia " ucap vania hati hati


" apa maksud kamu bukannya kamu selalu mendukung aku tapi kenapa kamu tiba tiba bicara seperti itu? pasti ada sesuatu ya kan? "


" nggak kok kak "


" ya udah klo begitu aku secepatnya akan pulang ke Indonesia dan segera melamar shofia " ucap andika


" lebih baik jangan kak.! lebih baik kakak fokus dulu dengan kuliah kakak jangan mikirin ini dulu " kata vania


" kamu kenapa sih asal kamu tau aku di sini justru nggak tenang klo seperti ini tapi klo aku sudah mengutarakan perasaan aku ke shofia kemudian kami bertunangan setidaknya aku tenang meninggalkan shofia di sana " terang andika


" iya kak aku tau tapi...! "


" tapi apa? kamu kenapa sih apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan? "


" ah nggak..! nggak ada kok kak "


" ya udah mungkin minggu minggu ini aku akan segera pulang ke Indonesia" ucap andika mantap


" tapi kak shofia sudah menikah " ucap vania


" duaarr" laksana disambar petir andika kaget mendengar perkataan vania


" apa menikah? nggak kamu bohong kan? "


" nggak kak ini bener, maaf aku nggak ngasi tau Kakak soal ini, ini karena shofia melarang aku "

__ADS_1


" dengan siapa dia menikah? " tanya andika dengan suara bergetar


" dengan tuan Rayyan wijaya Kusuma " jawab vania


" bukannya dia pemilik rumah sakit tempat kalian tugas? " ucap andika


" ya kak dan dia adalah papinya kyara "


" apa ? lalu kapan mereka menikah? "tanya andika lagi


" kira kira satu bulan lebih lah kak "


" oke terima kasih sudah ngasi tau " tuuut tuut lalu sambungan telpon pun terputus.


" halo kak ..! kak andika..! " panggil vania namun panggilan telah terputus.


" ya Tuhan apa aku salah ya ngasi tau ka Andika yang sebenarnya? tapi paling tidak dengan begitu dia tidak berharap banyak pada shofia. " batin vania kemudian dia pun melangkah menuju ruang tempat dia berjaga.


sementara shofia sudah lebih dulu masuk ke ruang jaga.


" shofia nanti kamu temani dokter Feli di ruang operasi sebentar lagi" ucap kepala dokter rumah sakit.


"baik dok klo begitu saya siap siap dulu " ucap shofia lalu melangkah menuju ruang operasi dimana saat ini ada pasien yang akan melakukannya operasi usus buntu yang akan di tangani oleh dokter Feli.


" shofia kamu sudah siap? " tanya dokter Feli yang sudah memakai pakaian untuk operasi


" ayo kita masuk " ajak dokter Feli.lalu mereka masuk ke ruang operasi bersama dengan dokter anastesi dan tak berapa lama dua orang perawat datang dengan mendorong ranjang pasien.


setelah hampir satu jam akhirnya proses operasi pun selesai dilaksanakan


" alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar " ucap dokter Feli


" iya dok alhamdulillah " jawab shofia sambil membuka pakaian operasi.


" shof temani saya ngopi yuk untuk ngilangin ketegangan tadi " ajak dokter Feli


" ayo dok " lalu mereka berdua melangkah menuju kantin rumah sakit dengan memesan dua cangkir kopi.


" dokter masih gugup aja ketika mengoperasi pasien? " tanya kyara


" ya gugup itu pasti ada tapi kita berusaha untuk bersikap setenang mungkin " jawab dokter Feli. dan tiba tiba saja ponselnya berdering


" ya jam berapa? "


" oke love you " begitulah percakapan yang di dengar shofia


" siapa dok suaminya? " tanya shofia penasaran


" iya dia suami saya, kamu tau shof dulu saya benci sekali dengan suami saya, kita dulu di jodohkan oleh orang tua kita tapi sekarang saya bersyukur karena dia yang jadi suami saya. dia sosok yang baik sabar perhatian." cerita dokter Feli


" gimana ceritanya dokter akhirnya bisa cinta sama suami dokter? " tanya shofia penasaran


" itu setelah saya melihat sikap dia yang begitu sabar tulus dan cinta itu semakin tumbuh setelah kita melakukan kewajiban kita sebagai suami istri yang seutuhnya "


" maksud dokter? "


" ya setelah kita melakukan hubungan suami istri " jawab dokter Feli


" oh gitu ya dok " jawab shofia


"apa aku harus melakukan hubungan suami istri supaya pak rey mencintai aku " batin shofia.


" ah udah ah saya kok malah curhat ke kamu, pokoknya nanti kamu juga akan tau nanti setelah kamu menikah ingat ya setelah menikah baru boleh melakukan itu " pesan dokter Feli


" iya dok tenang aja " jawab shofia sambil tertawa


" ayo habiskan kopinya abis ini kita balik lagi ke ruang jaga " ucap dokter Feli.


setelah menghabiskan kopinya mereka pun kembali ke ruang jaga.


menjelang sore shofia pulang di jemput mang udin dan sampai di mension seperti biasa dia selalu dijemput oleh kyara dengan pelukan dan ciuman hangat putri sambungnya tersebut


" kyara udah mandi? "


" udah dong mam! "


" pantes sudah harum " ucap shofia

__ADS_1


" klo begitu mami mandi dulu ya biar nggak bau"


" oke mami ..! abis ini mami temani aku main boneka "


" oke sayang"


" kyara mami kamu kan baru datang pasti capek biar mami istirahat dulu ya! "


" nggak papa kok ma " jawab shofia


" klo begitu aku ke kamar dulu ya mau mandi " ucap shofia lalu naik ke atas menuju kamarnya.


selesai mandi shofia menemani kyara bermain boneka seperti pintanya tadi dan mami widya pun ikut bergabung di sana.


" shofia maaf mama boleh nanya? "


" nanya apa ma " ucap shofia sambil mengepang rambut boneka milik kyara


" gimana hubungan kamu sama Rey apa ada kemajuan? dan maaf sekali lagi apa kalian belum melalukan itu? " tanya mama widya hati hati


" alhamdulillah sudah ada kemajuan ma tapi kita belum..! " jawab shofia menggantung


" lagian ma kita nggak mau melakukannya kalau kita belum yakin akan perasaan kita masing masing " jawab shofia


" apa kamu mencintai putra mama? " tanya widya lagi.


shofia menatap mata teduh milik mama mertua nya dan shofia menganggukkan kepalanya


" ya ma aku mulai merasa nyaman bersama pak Rey " jawab shofia


" kamu itu berhenti panggil dia bapak! panggil apalah gitu supaya tidak kaku "


" iya ma nanti aku coba" jawab shofia sambil tersenyum malu


" shofia kamu harus bisa buat Rey itu tergila gila sama kamu klo perlu kamu goda duluan dia "


" nggak ah ma aku kan malu"


" kenapa harus malu sih dia kan suami kamu sayang "


" nanti kalo pak Rey marah atau ngejek aku gimana? " tanya shofia


" nggak akan mama yakin..! apalagi kayaknya dia sudah mulai perhatian gitu sama kamu, "


" tapi gimana caranya ma? aku nggak faham sama sekali masalah gituan " jawab shofia polos


" aduh ternyata menantu mama ini sangat polos " ucap mama widya sambil terkekeh


" oke abis ini mama kasi tau " lalu dia manggil nany untuk menemani kyara bermain


" kyara oma mau bicara penting sama mami sebentar ya kamu main sama nany dulu oke! " ucap omanya dan di jawab anggukan kepala oleh kyara. lalu mama widya mengajak shofia masuk ke kamar menantunya itu


" mana kado yang mama kasi kemaren? " tanya mama widya


" lemari ma " jawab shofia


" sekarang kamu ambil " lalu shofia pun melangkah mengambil lingerie yang diberikan mama mertua dulu


" kamu belum pernah pake ini? " tanya mama mertuanya sambil membentangkan lingerie warna marun tersebut


" belum ma "


" malam ini kamu pake lalu kamu pake parfum yang mama belikan dari paris kemarin dan rambut kamu gulung ke atas begini trus kamu dandan yang tipis aja, mama yakin Rey akan kelepek klepek nantinya "


" tapi ma aku malu kalo pake baju kayak gini"


" kenapa malu sayang kamu itu istrinya jadi kalian sudah halal lagian ya kata pak ustad klo istri ngajakin duluan itu pahalanya besar lho " nasihat mamanya


" gitu ya? "


" iya sayang udah deh pokoknya malam ini kamu lakukan yang mama ajarin tadi oke! "


" iya deh ma aku coba nanti, tapi kalo nggak berhasil bagaimana? "


" dicoba lagi nanti, udah ayo kita turun ke bawah kayaknya sebentar lagi Rey bakal pulang dari kerja nya " lalu mereka berdua keluar dari kamar tersebut dan turun ke bawah menuju ruang makan.


******

__ADS_1


hay para reader's ku tetep dukung karya aku ya like dan komen juga vote nya. 😘😘😘


__ADS_2