MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 202


__ADS_3

" asslamu'alaikum sayang aku nanti mungkin pulangnya agak malam jadi nggak bisa makan malam di rumah " ucap Rey saat mengabari bahwa ia akan sedikit lembur.


" waalaikum salam, kira kira sampe jam berapa? "


" mungkin jam 8 "


" oke aku tunggu "


" tumben ada apa nih? si kembar aman kan " tanya Rey.


" ya aman kok tenang aja. oke aku tunggu di rumah ya sayang" ucap Shofia


" tunggu.. tunggu apa kamu sudah bersih sekarang? kok tumben kamu perhatian "


" ish kamu mas belum aku belum bersih sabar ya.. I love you " kemudian Shofia menutup panggilannya.


" hallo hallo sayang...! " panggil Rey namun panggilan telponnya sudah lebih dulu di putus oleh Shofia.


malam harinya benar saja Rey datang ketika menjelang jam 9 malam. Shofia setia menunggu di dalam kamar.


" sayang kamu pasti capek aku buatkan teh hangat ya..!" Rey mengangguk.


" klo begitu sekarang kamu mandi dulu biar aku ke bawah buatkan kamu teh"


" sayang nggak usah kamu yang bikin suruh Nany saja "


" nggak papa kok sayang klo aku minta Nany yang bikin aku kapan dapat pahalanya " Rey tersenyum


" kamu memang dapat aja alasan " sambil mencubit kedua pipi sang sang istri kemudian menghujaninya dengan banyak ciuman.


" udah ah mandi sana kamu acem.. "


"masak sih..? " ucap Rey sambil berusaha menciumi tubuhnya sendiri.


" tapi boong " kata Shofia kemudian kabur keluar dari kamarnya.


" sayang... awas ya kamu harus dapat hukuman " ucap Rey sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


lima menit kemudian Shofia kembali ke kamar dengan nampan berisi teh hangat untuk sang suami. setelah itu ia masuk ke dalam ruang pakaian .


Rey keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. ia menelan ludahnya melihat penampilan sang istri dengan pakaian seksi di tambah tubuh Shofia yang sedikit gemuk pasca kehamilan tentu menambah keseksiannya.


" sayang kamu kenapa pakai baju itu kamu mau godain aku atau kamu mau ngeprank aku jangan jangan kamu emang udah bersih ya.. " ucap Rey mendekati istrinya.


" udah kamu minum dulu tehnya supaya peredaran darahmu lancar " Rey menerima segelas teh hangat yang di suguhkan Shofia meminumnya.


" makasih sayang " ucap Rey setelah ia meminum hampir habis teh yang di berikan Shofia pada nya.


" sayang kamu bener sudah bersih ? " Shofia menggeleng


" trus kenapa pakai baju dinas kayak gini " bisik Rey.

__ADS_1


" sesekali nyenengin suami kan dapat pahala " balas Shofia sambil mengedip kan matanya.


" kamu harus tanggung jawab sayang adik kecilku sudah bangun ni "


" siapa takut " balas Shofia mulai genit. kemudian mendorong suaminya ke atas ranjang. Rey terbaring di ranjang dan Shofia mulai memainkan perannya. menservice Rey suaminya.


" ah... sayang teruskan sayang...! " racau Rey. Shofia terus memainkan perannya sesuai dengan intruksi yang dia baca dari beberapa artikel.


hingga satu jam kemudian Rey memuntahkan cairan kentalnya berbarengan dengan erangan panjang yang lolos dari bibirnya.


" makasih sayang kamu semakin pintar sekarang " ucap Rey sambil menghujani banyak ciuman ke wajah istrinya. dan beberapa saat kemudian Rey kini mengambil alih perannya memuaskan sang istrinya. Rey tak kalah lihai dalam melakukan feroplay hingga Shofia beberapa kali basah. setelah Shofia merasakan puncaknya barulah Rey benar benar mengakhiri permainannya.


" sayang kenapa nggak dari kemaren kemaren kita lakukan kayak gini ya kan jadi aku nggak main sendiri sayang " ucap Rey setelah mereka selesai membersihkan tubuh mereka.


" kamu dapat ide kayak tadi dari siapa sayang?" tanya Rey


" ada deh...pokoknya rahasia." ucap Shofia kemudian memeluk tubuh suaminya dan tidur di lengannya.


"udah ah jangan di bahas aku malu "


" he he ya udah tapi beneran makasih sayang untuk yang tadi " bisik Rey


" hem..ya udah kita tidur ini sudah malam " balas Shofia dan kemudian mereka berdua memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


ke esokan harinya dan hari hari berikutnya Rey kembali bersemangat menjalankan aktifitas dan pekerjaan nya. dan pagi itu seperti biasa Rey sudah siap dengan stelan jasnya saat ia keluar dari wardrobe.yang kebetulan hari ini ia berangkat agak siangan karena masih ingin bermain bersama si kembar. sedang kyara sudah lebih dulu berangkat ke sekolah.


Rey menghentikan aktifitas nya yang hendak memasang kaos kaki.


" sayang... kamu sudah bersih? " tanya Rey dengan tatapan berbinar


" lho kenapa di buka jasnya? " tanya Shofia.


" ini lebih penting sayang " jawab Rey sambil mengedipkan matanya kemudian membuka dasinya dan melemparkan ke sembarang tempat


" sayang ini sudah siang loh nanti kamu terlambat ke kantor emang kamu nggak kerja "


" hari ini aku cuti lagian hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan " jawab Rey kemudian memeluk sang istri dari belakang sembari memberikan gigitan kecil di telinga sang istri.


" maksudnya? "


" yang.. aku mau berbuka puasanya sekarang, kan kamu tau aku hampir dua bulan puasa "


" sayang tapi ini masih pagi nanti kalau si kembar bangun bagaimana? nanti malam aja ya ? "


" sekarang pemanasannya nanti malam lain lagi sayang " bisiknya dan kini tangannya sudah menemplok ke tempat tempat favorit nya


" oke kamu tunggu di sini jangan kemana mana " ucap Rey lagi lalu bergegas ke luar dari kamarnya. lima menit kemudian Rey kembali ke kamar.


" aman sayang bayi bayi kita sudah aku titipkan Nany dan aku sudah telpon Aldo klo masuk setelah jam makan siang " ucapnya sambil mengedipkan mata.


" emang harus sekarang ya klo mama nyariin aku kan nggak enak "

__ADS_1


" udah nggak usah pikirin mama, mama pasti ngerti kok "


" tapi saymbb" dan Rey langsung saja ******* bibir manis istrinya tidak memberikan kesempatan untuk bicara dan mendorong nya ke atas ranjang. Shofia sama sekali tidak di beri kesempatan untuk menolak Rey terus mencumbui istrinya hingga ******* pelan berhasil keluar dari bibir istrinya.


" sayang kamu sudah basah " seringai Rey dan di balas pukulan di lengannya. dan Rey pun terkekeh.


" aku mulai ya ? " Shofia mengangguk Rey pun mulai menuntaskan dahaga yang selama ini di rasanya.


******* nikmat terdengar bersautan Shofia mencengkram rambut suaminya tatkala merasakan kenikmatan merasuk dalam jiwanya. mereka berdua saling berpacu berburu kenikmatan saling memberikan rasa surga dunia yang kini menjadi ladang pahala bagi suami istri tersebut.


satu jam kemudian mereka mengakhiri permainan mereka. nafas mereka masih memburu keringat membajiri tubuh mereka berdua.


" sayang makasih ya..." Shofia mengangguk kemudian hendak bangun dan melilitkan selimut ke tubuhnya


" mau kemana?" tanya Rey


" aku mau mandi mas "


" nggak mau nambah?" tanya Rey dengan kedipan matanya.


" nggak ah capek " ucapnya lalu melangkah masuk ke kamar mandi dan dengan cepat Rey ikut masuk ke kamar mandi itu juga.


" mau ngapain?"


" ya mau mandi lah masa mau tidur" jawab Rey santai lalu membuka kran shower dan mengguyur tubuhnya.


" ck tapi kan aku juga mau mandi mas"


" ya udah mandi aja kan sunah rasul jika suami istri itu mandi berdua " ucap Rey mulai modus


" mandi aja ya nggak lebih "


" ya tapi nggak janji " jawab Rey terkekeh


" ya udah klo gitu kamu aja mandi duluan " ucap shofia kemudian hendak melangkah menuju pintu namun dengan sigap Rey menarik tubuh istrinya dan mengunci pintu kamar mandi


" mas kamu apa apaan sih..! "


" ya aku pingin mandi berdua ama kamu ayo sini aku mandiin " sambil menggiring istrinya lalu mengangkatnya ke dalam bathtub kemudian mengisinya dengan air hangat.


" udah sekarang kita berendam aku akan mengosok tubuhmu nanti kamu juga gosokkan punggung ku ya " ucap Rey lalu mulai menuangkan sabun cair ke punggung istrinya dan mulai menggosok nya dengan lembut. setelah nya gantian Shofia yang menggosok tubuh suaminya. setelah selesai kemudian mereka berdua keluar dari bathtub membilas tubuh mereka di bawah kucuran shower.


" yang adiknya bangun lagi nih boleh ya satu ronde aja " bisik Rey


" nggak yang ini aja masih ngilu, klo sekarang nambah berarti nanti malam dan dua hari ke depan nggak ada jatah " ancam Shofia dan berusaha menjauh


" kok gitu sih sayang "


" biarin wong ini masih sakit juga " kata Shofia sembari membalut tubuhnya dengan handuk


" gimana? " tanya Shofia

__ADS_1


" ya udah nggak jadi " ucap Rey pasrah dari pada jatahnya nanti malam dan dua hari ke depan hilang lebih baik dia sedikit menahan nya.


akhirnya mereka berdua keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Rey memilih rebahan di ranjang sedang Shofia mengambil ke dua bayi kembarnya untuk di susui. sedang Rey mengajak salah satu bayi mereka untuk bermain.


__ADS_2