
Shofia melangkah mendekati ranjang lalu naik ke atasnya
" mana yang sakit? " tanya shofia sambil memijat kepala suaminya.
" sini" ucap Rey sambil mengarahkan tangan istrinya ke tongkat hidup yang sudah mulai tadi on
" aaakh..! mas kamu ya..! tadi katanya pusing tapi sekarang mesum " ucap shofia
" he he sini peluk aku kangen " ucap Rey kemudian menarik shofia untuk tidur di sampingnya lalu memeluknya.
Rey menciumi setiap sudut wajah istrinya dan berhenti pada bibir manis sang istri menyesap ********** dengan rakus sedang tangannya sudah mulai tak terkondisi kan. sebuah desahan lolos dari bibir shofia menambah gairah Rey untuk melakukan hal lebih
Rey mengubah posisinya kini dia berada di atas tubuh istrinya membuka piyama sang istri yang tanpa bra
" sayang kamu nggak mandi dulu? " tanya shofia
" nanti saja sekalian sekarang kita lakukan ini dulu " ucap Rey sambil menarik ****** ***** sang istri.
" sayang kenapa kamu nggak pake bra apa kau sengaja hem? " ucap Rey dengan nafas memburu
" plak " shofia memukul lengan suami nya
" BH ku udah nggak ada yang cukup sudah kekecilan semua " jawab shofia
" apa karena sering aku mainin makanya dia semakin membesar ? " tanya Rey polos
" ish ngawur ini karena pengaruh hormon kehamilan " Rey terkekeh kemudian langsung memainkan lidahnya pada tonjolan kecil pada dua bukit kembar istrinya menyesapnya dengan lahap membuat tubuh shofia menegang.
Rey terus menciumi setiap lekuk tubuh sang istri semakin turun ke bawah dan kembali berhenti ke lembah yang di tumbuhi bulu bulu halus menjilat nya memainkan lidahnya di sana. shofia semakin menegang
" mass Rey aahkk " shofia mendesah sambil mencengkram rambut sang suami. melihat wajah shofia yang sudah memerah manahan hasratnya Rey segera membuka semua pakaiannya
" mas pintunya belum di kunci " ucap shofia ketika Rey akan melanjutkan aksinya dan dengan cepat Rey melangkah ke pintu lalu menguncinya dan segera kembali ke ranjang melanjutkan permainan ranjang nya.
Rey terus memompa tubuh istrinya. shofia yang takut akan kehamilannya mengubah posisinya kini dia berada di atas tubuh sang suami dan tentu Rey merasa sangat bahagia.
shofia memaju mundurkan tubuh nya bergeliat manja Rey menatap nanar pemandangan di hadapannya memandang tubuh polos istrinya dengan dua bukit kembar yang bergelantungan ke sana Rey meraihnya mere**snya dengan gemas kemudian Rey duduk dan bersandar pada kepala ranjang tanpa melepaskan penyatuan mereka. Rey kembali meraih kedua bukit kembar di hadapannya lalu menyesapnya dengan rakus.
ntah sudah berapa kali shofia melakukan pelepasan merasakan kenikmatan yang luar biasa keringat mereka bercucuran melihat shofia mulai kelelahan Rey pun menghentikan permainannya dengan meminta shofia untuk memposisikan dirinya seperti orang merangkak dan Rey kembali menghujamkan tongkat kejantanannya ke dalam pusat inti istrinya
shofia memekik dan tak lama kembali merasakan kenikmatan dari pusat intinya hingga sepuluh menit kemudian Rey memuntahkan cairan putih kental ke dalam rahim istrinya dan kemudian mereka berdua ambruk di atas ranjang.
Rey mencium punggung sang istri lalu menutupi kedua tubuh mereka dengan selimut.
" makasih sayang kamu semakin pintar sekarang " puji Rey
" ih mas jangan di bahas malu " ucap shofia sambil menutupi wajahnya dengan selimutan
" hey jangan di tutupi wajahnya " ucap Rey lalu menggigit telinga sang istri menarik selimut yang menutupi wajah sang istri lalu mencium nya.
Rey ikut masuk ke dalam selimut memeluknya dengan hangat.
" sayang kamu selama di Singapura kangen nggak sama aku? " tanya shofia sambil mengelus dada sixpack suaminya
" tentu saja kangen makanya aku meminta Aldo buat ngubungin kamu waktu itu karena aku takut kamu masih marah sama aku " ucap Rey dan shofia tersenyum bahagia.
__ADS_1
" trus bagaimana bisa wanita itu tau kamu ada di Singapura? " tanya shofia
" ya aku juga nggak tau tiba tiba saja dia ada di sana "
" trus bagaimana dia bisa masuk ke kamarmu?" tanya shofia lagi sambil memicingkan matanya
" dia ngetuk pintu kamar mas kira Aldo dan dia langsung saja nyelonong masuk ke dalam "
" trus apa yang kalian lakukan di dalam kamar?
" nggak ada aku langsung masuk ke kamar mandi karena nggak tau tiba tiba saja mas merasa mual luar biasa" shofia masih memicingkan matanya sambil mengerucutkan bibirnya seolah mencari kebenaran
" bener sayang, aduh tu bibir kenapa di begitu pingin mas cium " cup " " Rey mencuri ciuman istrinya
" mas ih orang lagi serius juga " protes shofia sambil berusaha duduk dan dia lupa klo saat ini dia sedang polos dan dengan cepat Rey menangkap pemandangan indah di depannya
" yang kamu mau godain mas lagi ya? " sambil menatap dua benda kenyal yang bergelantung di depannya shofia mengikuti arah pandangan sang suami dan dengan cepat ia menutupi ke dua dada nya dengan kedua tangannya
" nggak mana ada " ucapnya lalu dengan cepat menarik selimut untuk menutupi tubuh nya namun Rey tidak kalah cepat lebih dulu menarik selimut tersebut dan sedetik kemudian tubuh shofia sudah berada di gendong an sang suami mengajaknya masuk ke kamar mandi,.
" mas lepasin..! lepasin ..! aku nggak mau ya kamu ngapa ngapain lagi "
" aku nggak ngapa pain cuman mau mandi bareng kamu aja " ucap Rey lalu membuka pintu kamar mandi yang sedikit terbuka dengan kakinya kemudian meletakkan shofia ke dalam Bath tube mengisinya dengan air hangat
kini kedua suami istri tersebut berendam di dalam bath tube Rey dengan telaten menggosok punggung sang istri kemudian gantian shofia yang menggosok punggung suaminya. setelah selesai Rey kembali menggendong tubuh istrinya mendirikan nya di bawah shower.
setelah membilas tubuh mereka lalu mereka keluar dari kamar mandi Rey menggelar sajadah untuk menunaikan sholat magrib.
selesai sholat shofia duduk di depan cermin memakai handbody lotion.
" tok tok tuan nona di tunggu nyonya untuk makan malam" panggil salah satu nany dari balik pintu.
" iya kami akan turun sebentar lagi" ucap Rey dan nany tersebut pergi undur diri.
Rey turun ke ruang makan bersama shofia, kyara yang melihat papinya berjalan bersama mami langsung berlari menuju papinya
" papiii... aku kangen " ucapnya sambil memeluk sang papi dan dengan cepat Rey menggendong putrinya tersebut sambil menciumi sang putri
" papi juga kangen saya kamu sayang, oh ya gimana selama papi tinggal kamu nggak nakal kan ? " tanya Rey sambil mendudukkan putrinya di salah satu kursi di meja makan
" nggak papi kemaren aku bobok sama mami trus aku juga pijitin kaki mami ya kan mami "
" hem anak mami memang pinter" ucap shofia.
" wah anak papi hebat ya klo gitu "
" gimana kabar kamu Rey " tanya mama widya
" alhamdulillah ma agak mendingan " jawab nya sambil mencium punggung tangan maminya.
" kata aldo kamu ikutan ngidam? tanya mama widya
" ya ma Kata dokter begitu, apa istilahnya??kehamilan simpatik, ya itu " mama widya tersenyum
" Rey itu menandakan kamu sayang banget sama istrimu mama senang kok tapi asal jangan sampai mengganggu pekerjaan kamu di kantor aja nanti "
__ADS_1
" iya itu ma semoga saja tidak berlanjut karena selama di Singapura aku selalu mual saat pagi hari" ucap Rey lagi
" mas makasih ya kamu sangat menghawatirkan aku kamu mau berbagi rasa sama aku " ucap shofia sambil menggenggam tangan suaminya dan matanya mulai berkaca kaca
" hey jangan nangis udah nggak usah di bahas, aku nggak papa kok yang penting kamu dan bayi bayi kita sehat, udah kok jadi sedih sedihan gini ayo kita makan " shofia mengangguk kemudian mereka segera menikmati makan malam merdeka dengan penuh kehangatan.
pagi itu Rey merasakan tubuhnya lebih segar dan dia tidak merasakan mual mual seperti kemaren begitu pula shofia
" mas aku boleh nanya sesuatu nggak? " tanya shofia sambil memasang dasi di leher Rey
" mau nanya apa? jangan bilang kamu mau nanya Eliza lagi"
" cck siapa yang mau nanya dia sih, " ?
" trus? "
" makanya dengerin dulu dong! " ucap shofia
" gini emh apa aku boleh hari ini ke rumah sakit? "
" sayang kamu kan masih hamil jadi kamu nggak boleh kemana mana aku nggak mau kamu terlalu capek"
" mas aku ini cuman hamil nggak sakit, aku janji akan menjaga diri aku dan kandungan aku dengan baik boleh ya..? ya..! " rengek shofia
" nggak boleh, udah kamu cuti aja dulu " Rey mulai protektif
" tapi mas klo aku cuti trus kapan aku lulusnya mumpung sebelum anak kita lahir mas apalagi mereka bakal lahir dua "
" kamu tau kan jadi dokter itu cita cita aku dari dulu" kata shofia lagi
" ya udah klo kamu mau jadi dokter bisa kok nanti aku minta surat kelulusan kamu magang di rumah sakit cukup kan "
" cckk nggak aku nggak mau pokonya aku mau lanjut magang aku di rumah sakit, ya boleh ya..!"
" aku mau lulus memang dari usaha aku sendiri tanpa campur tangan kekuasaan suami aku, boleh ya sayang " ucap shofia lagi sambil bergelayut manja di leher suaminya
" tapi sayang mas kawatir kamu dan bayi kita kenapa napa "
" insya Allah nggak akan kenapa napa aku janji kok nggak akan terlalu capek ya please boleh ya " kini shofia mengatupkan kedua tangan nya
Rey menarik nafas dalam tak mampu menolak keinginan sang istri
" tapi kamu janji harus hati hati dan jaga kesehatan kamu jangan terlalu lelah jangan lupa selalu pakai masker "
" iya sayang aku janji " ucap shofia sambil mengacungkan dua jari nya
" iya udah tapi ingat jika terjadi sesuatu sama kamu dan kehamilan mu kamu harus ambil cuti"
"iya sayang,makasih ya cup" shofia langsung mencium sekilas pipi sang suami
" itu doang " ucap Rey
" terus? "
" ini dong " tunjuk Rey pada bibirnya dan shofia pun tak menolak segera mengecup bibir sang suami namun dengan cepat Rey memegang tengkuk sang istri menekannya untuk memperdalam ciumannya. shofia memukul mukul dada suaminya karena kehabisan nafas
__ADS_1
" he he ternyata kamu harus banyak belajar bagaimana cara ciuman yang baik " bisik Rey di telinga shofia dan blushing pilih shofia langsung memerah
" mass ih mesum banget, udah ayo turun ke bawah kita sarapan " ajak shofia karena jika terus berada di kamar bersama suaminya dia yakin akan terjadi sesuatu yang akan Mengakibatkan suaminya terlambat tiba di kantor.