
shofia mendekati ranjang mamanya kemudian di tatap nya wajahnya mama yang selalu dirindukan nya
" dok gimana keadaan mama saya dok? " tanya shofia
" mama anda kondisinya sudah mulai membaik dan kesadarannya sudah mulai pulih cuman kondisinya masih sangat lemah jadi saya harap anda menjaga emosi mama anda agar tetap stabil" terang dokter loe
" baik Terima dokter " ucap shofia.
" mama" ucap shofia pelan dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
" ma aku kangen mama cepat sembuh ya " ucap shofia sambil memeluk mamanya. Rey mengelus punggung istrinya berusaha menenangkannya.
mama Rika perlahan membuka matanya
" shofia ini benar kamu nak? " ucap mamanya lemah
" iya ma ini aku shofia " jawabnya sambil menggenggam tangan mamanya
" gimana kabar kamu nak? kenapa kamu nggak pernah mengunjungi mama? " tanya mamanya
" maafin aku ma aku sekarang sibuk sama koas ku di jakarta " kata shofia
" maafin mamanya sayang mama sudah nyusahin kamu nak " ucap mamanya
" mama jangan ngomong gitu mama segalanya bagi aku keluarga aku hanya tinggal mama yang aku punya jadi mama nggak usah ngomong kayak gitu. mama harus kuat mama harus sembuh aku dan mas Rey akan melakukan pengobatan yang terbaik untuk mama " kata shofia lagi. lalu mamanya beralih menatap sosok di samping shofia
" dia siapa? " tanya mamanya lagi
" dia.. " shofia berhenti sejenak lalu memandang ke arah Rey dan dokter loe dan mereka menganggukkan kepalanya
" dia suami aku ma.. "
" suami? jadi kamu sudah menikah? " tanya mamanya dengan suara lemah
" iya ma maafin aku nggak bilang dulu ke mama dan selama ini keluarganya mas Rey yang sudah banyak membantu aku dan juga pengobatan mama, makanya sekarang mama bisa berobat di sini " terang shofia lalu Rey maju satu langkah mendekati mama mertuanya.
" ma..! kenalkan aku Rey ma suaminya shofia maaf aku dulu tidak melamar langsung ke mama " ucap Rey sambil mencium tangan mertuanya.
" iya nggak papa nak Rey, mama mengucapkan Terima kasih karena kamu sudah menjaga dan membantu mama dan shofia. sekarang mama bisa tenang karena sudah ada kamu yang menjaganya. mama titip shofia ya tolong jaga dia " ucap mama Rika
" iya ma mama tenang aja aku janji akan menjaga shofia dengan baik. sekarang mama nggak usah mikir yang macam macam mama fokus saja dengan kesembuhan mama " ucap Rey sambil menggenggam tangan mama mertua nya.
" makasih nak Rey " jawab mama mertua nya.
" ya ma. klo begitu aku mau ke ruang dokter dulu sebentar. sayang kamu tunggu di sini dulu jagain mama " ucap Rey
" iya mas " jawab shofia. kemudian Rey keluar dari ruang perawatan mama mertuanya lalu berjalan beriringan dengan dokter loe menuju ruangannya.
silahkan duduk tuan Rayyan " ucap dokter loe ketika mereka sudah berada di ruangan dokter.
" langsung saja dok bagaimana keadaan mama mertua saya? " tanya Rey
__ADS_1
" kondisi mama anda saat ini mengalami kemajuan yang cukup baik dan sesuai dengan kata saya kemaren jadi rencananya jadwal operasi akan kita lakukan besok pagi kita sudah menemukan donor jantung yang cocok untuk nyonya Rika dan ini jika kondisi tekanan darahnya dan kondisi pasien normal makanya kita akan pantau terus " terang dokter loe
" bagus lakukanlah secepatnya untuk masalah biaya anda jangan kawatir " kata Rey lagi
" baik tuan Rey kita akan melakukan yang terbaik untuk mertua anda jadi mungkin besok jam 9 pagi kita akan segera lakukan tindakan operasi "
" lalu berapa lama pasien masih akan di rawat di sini ? " tanya Rey
" ya kita lihat nanti bisa 2 minggu atau 1 bulan itu tergantung respon tubuh pasien terhadap organ yang baru" terang dokter loe
" oke klo begitu Terima kasih dok atas keterangannya klo begitu saya permisi " ucap Rey sambil menjabat tangan dokter leo lalu bangkit dari duduknya
" sama sama tuan Rey kita diakan Semoga semuanya dapat berjalan dengan lancar " kata dokter loe
Rey kembali melangkah menuju ruangan tempat mama mertuanya di rawat
" gimana sayang? " tanya shofia dengan wajah cemas nya
" besok pagi mama akan melakukan operasi pencangkokan jantungnya " terang Rey saat ini mereka duduk di sofa ruangan tersebut
" kata dokter kondisi mama sudah mulai membaik makanya akan segera di lakukan pencangkokan nya besok " ucap Rey lagi
" ah syukur lah Semoga semua berjalan dengan baik " ucap shofia
" ya amin kita doakan saja " ucap Rey sambil menggenggam tangan shofia berusaha menyalurkan rasa optimisnya.
" oh ya mama gimana keadaannya? " tanye Rey sambil memeluk istrinya
" ah syukur lah "ucap Rey sambil mencium rambut istrinya.
" sayang Terima kasih ya atas kejutannya karena sudah mengantar aku kemari menjenguk mama, Terima kasih karena sudah melakukan yang terbaik buat mama " ucap shofia sambil duduk di pangkuan suaminya sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya
" apa kamu senang? " tanya Rey
" sangat senang aku sangat bahagia karena kamu tau aku sudah tidak punya keluarga lagi selain mama, pamanku sudah tidak menganggap aku keluarganya sedang kamu dan mama widya yang tadinya bukan siapa siapanya aku dengan ihlas mau membantu aku dan mama aku " ucap shofia dengan mata yang mulai berkaca kaca.
" sssttt sudah jangan menangis aku akan melakukan apapun agar kamu bahagia " ucap Rey sambil menghapus air mata di sudut mata istrinya
" sekali lagi makasih sayang " kata shofia lagi sambil mengecup pipi suaminya tentu saja hati Rey berbunga bunga ini pertama kalinya shofia berinisiatif menciumnya terlebih dahulu.
" tapi nona ini tidak gratis " bisik Rey di telinga istrinya
" maksudnya? " tanya shofia sambil melepaskan tangannya pada leher suaminya
" ya ini tidak gratis dan kau harus membayarnya" ucap Rey sambil mencubit hidung istrinya
" ah tuan Rey Anda ternyata perhitungan sekali baiklah aku akan membayarnya nanti jika aku sudah lulus dan aku buka praktek sendiri maka aku akan Mencicil nya nanti " ucap shofia polos
" tapi aku tidak mau uangmu " ucap Rey lagi
" maksudnya? trus aku bayar pake apa " tanya shofia bingung
__ADS_1
" aku mau kamu bayar dengan ini dengan tubuhmu" ucap Rey sambil tangannya menyelusup di balik rok Istrinya lalu meremas
" tuan suami ternyata anda sangat mesum ..! " ucap shofia sambil berusaha menarik tangan suaminya dari dalam roknya namun Rey tetap menahannya dan dan bahkan tangannya semakin lincah memainkan sesuatu di balik balutan kain persegi tiga tersebut.
" ah sayang jangan di sini ada mama trus nanti klo ada dokter atau perawat masuk bagaimana ? "
" pintunya sudah aku kunci dan mama juga sudah tidur " ucap Rey dan kemudian bibirnya ******* bibir istrinya dengan rakus
" ehhm ah..! sayang stop nanti mama bangun Oke aku janji kita akan melakukannya lagi nanti malam ya! " ucap shofia dengan wajah yang memerah dengan nafas naik turun
" he he Oke aku tagih itu nanti malam, dan kamu nyonya Rayyan harus mampu memuaskan suamimu " bisik Rey sambil menggigit telinga istrinya dan sontak shofia merasa sangat malu
" Oke siap takut " jawab shofia lalu segera berlari menghindar dari suaminya mendekati mamanya. sambil mengecek selang infus nya.
Rey melangkah mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang
" sayang kita cari makan yuk mama juga masih tidur " ucap Rey dan shofia melihat arloji di tangannya memang sudah jam Dua belas siang
" iya ayo tapi kita titip mama dulu ke perawat depan ya ! " ucap shofia lalu mereka berdua melangkah keluar dari ruang perawatan mamanya.
" suster saya titip mama saya ya nanti klo dia bangun bilang saya dan suami saya cari makan sebentar "pesan shofia pada salah satu perawat jaga
" baik nona" jawab perawat tersebut lalu Rey segera mengajak shofia untuk mencari makan disebuah restoran mewah di kota singapura.
Rey mengajak shofia makan di sebuah restoran di pinggir pantai dia sengaja memilih ruangan privat class yang hanya ada mereka berdua di ruangan itu.
" sayang pemandangan nya sangat indah " ucap shofia takjub sambil berdiri memandang birunya laut dari balik ruangan kaca
" hemm tapi masih lebih indah pemandangan di depan mata aku ini " ucap Rey yang terus memandang wajah istrinya sambil mengelus pipi istrinya. dengan posisi berdiri dan memeluk tubuh istrinya dari samping.
" apa kamu suka? " tanya Rey dan kini memeluk istrinya dari belakang sambil menciumi leher jenjang istrinya yang kini menjadi candu baginya
" iya suka banget " jawab shofia masih fokus pada pemandangan di depannya.
" sayang liat aku " panggil Rey dan shofia pun mengalihkan pandangan dan dengan cepat Rey kembali menyesap bibir manis milik istrinya. dan ciuman panas itu pun kembali terjadi
" tok.. tok..! ' suara pintu di ketuk menghentikan ciuman panas mereka dan Rey segera melepaskan pagutannya
" masuk! "ucap Rey dan seorang pelayan masuk dengan membawa nampan berisi pesanan mereka.
" silahkan tuan nona " kata pelayan
" oke makasih " jawab shofia lalu mereka pun mulai menikmati makan siang mereka dengan lahapnya.
" kamu harus makan yang banyak karena habis ini kamu harus bekerja keras " ucap Rey sambil menyuapkan steak ke dalam mulut istrinya.
***
segini dulu ya para readers ku 😘😘
tetap kasi dukungan kalian ke aku
__ADS_1