MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 120


__ADS_3

Selamat hari raya Idul Adha bagi para readers yang merayakannya semoga keberkahan kesehatan selalu menyertai kita semua. aamiin.


****


Rey duduk di meja kerjanya berhadapan dengan asistennya Aldo


" jadi kapan kita berangkat "


" klo memungkinkan gimana klo nanti malam kita berangkat supaya paginya kita langsung eksekusi tuan"


Rey mengetuk ngetuk jarinya di atas meja " memang jam berapa kita harus tiba di perusahaan? " tanya Rey


" usahakan pagi kita sudah ada di perusahaan " jawab Aldo


" oke klo gtu kita berangkat jam 6 pagi" putus Rey


" apa tidak sebaiknya kita berangkat lebih awal tuan?"


" aku nggak tega ninggalin shofia dalam kondisi seperti ini jika berangkat malam hari jadi kita berangkat jam 6 pagi saja " Ucap Rey


" baik tuan dan saya mengerti tuan tapi masalah ini memang harus segera kita tangani agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang semakin besar "


" iya kamu benar, sekarang kamu urus keberangkatan kita besok "


" baik tuan klo begitu saya permisi tuan "


" hem " jawab Rey. Aldo pun bergegas meninggalkan meninggal kan ruangan atasan nya kembali ke ruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya.


sore itu Rey kembali ke mension dengan membawa satu bungkus rujak manis pesanan sang istri


" sayang kamu udah pulang mana rujak pesananku? " tanya Sofia saat menyambut suaminya


" ya ampun istri aku ni yang ditanya kok rujak bukannya suaminya" sindir Rey sambil mencubit pipi sang istri lalu memberikan bungkusan rujak yang dia beli di jalan tadi


" he he maaf tapi kan suami aku baik baik aja jadi nggak ada yang perlu di khawatirkan " jawab shofia sambil menggandeng tangan suaminya lalu duduk di ruang keluarga


" kamu bawa apa Rey? " tanya sang mama


" ini ma shofia minta di belikan rujak manis " jawab Rey sementara shofia bergegas ke dapur dan kembali dengan membawakan segelas air dan mangkok kosong beserta dua sendok.


" kyara mana ma? " tanya Rey


" oh itu tadi dia ikut ke super market sama salah satu nany


" ini mas minum dulu" shofia datang sambil menyerahkan air putih kepada Rey kemudian menuangkan ruang ke dalam mangkok dan mulai menyantapnya


Rey melihat istrinya begitu lahap memakan rujaknya meringis menahan salivanya


" nggak kecut sayang ? " tanya Rey


" nggak kok malah seger kamu mau aaak.. ! " shofia menyodorkan sendok berisi potongan buah dengan bumbu rujak


" nggak.. nggak..nggak..! buat kamu aja " Rey menolak dengan cepat


" oh ya Rey kata shofia kamu mau ke Singapore apa bener? " tanya mamanya


" iya ma "

__ADS_1


" kapan? "


" Insya Allah besok pagi pagi sekali aku berangkat " jawab Rey shofia yang sedang menikmati rujaknya tiba tiba hilang selera


" jadi kamu akan berangkat besok mas?" tanya shofia


" iya sayang kamu baik baik ya di rumah dan mama aku titip shofia dan kyara ya! "


" oh ya tentu kamu tenang aja mama akan jagain istri dan anak kamu "


" makasih ma, klo gitu aku ke kamar dulu ayo sayang " Rey menggandeng tangan istrinya menaiki lift dan sampai di kamar Rey langsung masuk ke kamar mandi sedang shofia menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.


selesai mandi mereka berdua duduk di balkon kamar sambil menikmati secangkir teh hangat


shofia tampak murung dan lebih banyak diam


" sayang kenapa hem? " tanya Rey sambil menyentuh tangan shofia


" nggak papa " jawab shofia


" udah jangan terlalu di pikir kan mas kan perginya cuman 3 hari " seolah tau akan kemudian Rey bangun dari duduknya lalu sedikit berjongkok menghadap ke perut sang istri


" sayang nanti kalo papi pergi jangan nakal ya dan jangan bikin mami kamu susah kasian mami oke" ucap Rey seolah mengajak bayi yang di dalam perut sang istri berbicara sambil mengelus perut istrinya.


" udah dong mami senyum nanti papi janji bakal sering video call " dan shofia pun mengangguk terpaksa.


" ya udah ayo ke bawah kita makan malam kasian kyara sama mami nungguin kita " ajak Rey kemudian turun ke bawah untuk makan malam.


selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga malam itu ntah kenapa shofia bisa makan tanpa ada rasa mual sedikit pun seolah bayi mereka faham atas apa yang di ucapkan papi nya barusan.


" papi mau pergi ke Singapura ya? " tanya kyara yang duduk di pangkuan papi nya


" paling tiga hari dan kamu tolong jagain mami ya sayang dan jangan nakal "


" ya papi tenang aja aku nggak akan nakal kok dan aku juga akan jagain mami "


" oh ya papi tadi di sekolah aku ketemu sama tante yang kemaren datang ke rumah " tutur kyara dan seketika Rey shofia dan mama Widya saling adu pandang


" ngapain tante itu? " tanya Rey mulai cemas


" nggak ada dia cuman nyapa aku trus ngasi aku es krim "


" trus kamu ambil es krimnya? " tanya Rey


" nggak soalnya kata papi kita tidak boleh nerima makanan dari orang yang kita tidak kenal "


" anak pinter, besok klo dia ke sekolah dan ngajak kamu pergi jangan mau ya! " ucap Rey


" iya papi, tapi dia baik kok dia hanya peluk aku trus ngasi aku es krim abis gitu pergi " tutur kyara lagi


" sayang ingat besok besok kamu nggak boleh berbicara sama orang yang tidak kamu kenal karena kita nggak tau apakah orang itu jahat apa baik sama kita, udah klo gitu mulau besok oma akan nungguin kamu di sekolah " kata mama widya


" kan aku malu oma masak aku di tungguin sih"


" nggak papa sayang biar oma jagain kamu di sekolah mulai besok " ucap Rey lagi


" ya udah " jawab kyara kemudian menguap

__ADS_1


" kamu ngantuk sayang ayo kita ke kamar " ajak shofia kemudian naik ke lantai atas menuju kamar kyara.


sementara masih di ruang tamu


" apa maksud dia menemui kyara Rey? mama kawatir dia akan berbuat macam macam sama kyara " kata mama widya


" mama tenang aja aku akan minta bodyguard untuk diam diam menjaga kyara "


" ya mama rasa itu ide yang baik soalnya mama takut jika tiba tiba dia membawa kabur kyara ke luar negeri, ah mama nggak bisa bayangkan jika hal itu terjadi "


" ya mama tenang aja aku akan menjaga kyara dan juga keluarga aku dengan baik ma "


" ya mama tau itu tapi tetap aja mama kawatir "


" udah mama jangan berfikir terlalu jauh sekarang sebaiknya mama istirahat aku mau ke ruang kerja aku sebentar ada yang harus aku kerjakan " pamit Rey


" ya tapi kamu juga jangan tidur terlalu malam jaga kesehatan kamu "


" iya ma " jawab Rey sambil tersenyum bagaimana jika mamanya tau kalo sudah dua malam ini shofia selalu merepotkan nya tengah malam.


jam sebelas malam Rey masih berada di ruang kerjanya. shofia yang sudah dari tadi keluar dari kamar kyara gelisah di atas tempat tidur karena tidak ada sang suami di samping nya. shofia lalu keluar dari kamarnya dan di lihatnya lampu ruang kerja suaminya masih menyala perlahan shofia melangkah mendekati ruang kerja sang suami.


" kreeek" terdengar suara pintu terbuka Rey mendongak kan kepalanya lalu senyum terbit di sudut bibirnya


" lho kenapa sayang? belum bisa tidur? " tanya Rey kemudian bangun dari kursinya menyambut sang istri mendudukkannya di atas pangkuannya


" aku nggak bisa tidur " jawab shofia sambil memeluk leher suaminya kemudian mencium leher sang suami


" he he ya sebentar ya mas selesaikan ini dulu sedikit lagi " ucap Rey kemudian melanjutkan pekerjaan nya memeriksa beberapa lembar yang akan dia bawa ke Singapura besok


" mas lagi lama ya? " tanya shofia sambil memainkan kancing baju suaminya dan mulai membuka satu kancing kemejanya


" cup " kenapa apa kamu sudah nggak sabar sayang hem? " shofia menundukkan kepalanya ntah kenapa beberapa hari ini dia berubah menjadi agresif.


Rey menutup fila berkasnya kemudian membelai pipi sang istri dan menciumnya


" apa kau menginginkannya lagi? " tanya Rey dan shofia tersenyum malu


kemudian Rey mengangkat tubuh sang istri mendudukkannya di atas meja kerja nya kemudian mencium bibir istri nya dey lembut. ciuman yang lembut perlahan menjadi ciuman panas shofia melingkarkan tangannya ke leher suaminya. sedang tangan Rey mulai meremas dua gundukan milik istrinya. sebuah desahan berhasil keluar dari bibir shofia


kini tangan Rey berpindah turun ke bawah mencoba meraih segi tiga pengaman milik shofia lulu menariknya ke bawah dan melemparkan me bawah meja. Rey membuka kedua kaki istri nya memberikan akses untuk wajahnya agar dapat mencium dan menjilatnya.


desahan kenikmatan keluar dari mulut shofia kini tubuhnya menegang menahan kenikmatan yang diciptakan oleh suaminya


" sayang aaah " desah shofia semakin menekan wajah suaminya agar lebih dalam lagi. setelah paus bermain main dengan lidahnya Rey berdiri kemudian kembali mencium wajah


" sayang apa boleh kita melakukan lagi? " tanya Rey shofia mengangguk pelan dan tanpa menunggu lebih lama Rey memasukkan tongkat keramatnya ke dalam milik shofia memaju mundur kan gerakannya.


kini shofia di pindahkannya ke sofa kembali mereka melakukan penyatuan shofia mencakar punggung suaminya menjambak rambutnya Rey terus memompa sang istri. melihat shofia dengan posisi kurang nyaman lalu Rey menggendong istrinya naik ke lantai atas menuju kamar mereka untuk melanjutkan permainan mereka di atas ranjang dan tiga puluh menit kemudian mereka mengalami klimaks dan " aaaarhhh" mereka berdua sampai pada titik kenikmatan surga dunia dan akhirnya Rey tumbang di samping tubuh polos istrinya. shofia memeluk tubuh suami nya


" apa kamu baik baik saja? " shofia mengangguk


" ah syukur lah, makasih sayang " cup" sekarang tidur lah besok pagi lagi sekali mas akan berangkat ke bandara. "


" hem" jawab shofia lalu memejamkan matanya dan Rey pun memakai kan selimut untuk dirinya dan istri nya.


sesuai jadwal jam 6 pagi Rey harus segera berangkat ke bandara dengan di antar mang udin sedang Aldo sudah lebih dulu tiba di bandara..

__ADS_1


tadi sebelum berangkat shofia memaksa ingin ikut mengantar ke bandara namun Rey tak mengizinkannya Rey meminta agar shofia kembali tidur di kamarnya untuk beristirahat.


dan anehnya pagi ini shofia tidak lagi mual mual tapi memang tubuhnya memang terasa sakit semua. percintaan mereka tadi malam sungguh membuat shofia lemas tak berdaya.


__ADS_2