MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 95


__ADS_3

sepulang mengantarkan kyara dari sekolah nya shofia memilih kembali ke mension sampai di ruang tamu dia bertemu dengan sang mama mertua yang tampak sudah berpakaian rapi.


" mama mau ke mana? " tanya shofia


" mama keluar sebentar ketemu sama teman arisan mama kamu mau ikut temani mama? "


" ah nggak deh ma aku mau buat laporan bulanan dan lusa harus di setor ke dosen pembimbing aku "


" oh ya udah klo gitu mama berangkat ya! assalamu'alaikum "


" waalaikum Salam mama hati hati " lalu mama Widya pun melangkah menuju parkiran mobil.


shofia masuk ke kamarnya dan langsung membuka laptopnya mengetik laporannya selama satu bulan belakangan ini.


" tutit..tutit.." notifikasi panggilan masuk pada ponsel nya


" vania " gumam shofia lalu memencet tombol hijau pada layar ponselnya mengangkat panggilan dari sahabatnya


" assalamu'alaikum hey loe lagi ngapain? " vania.


" waalaikum Salam, gua lagi bikin laporan " shofia


" gimana loe sudah dandan cantik nggak di depan laki loe ? "


" belum gua malu van "


" ckck" kenapa mesti malu sih sama suami sendiri "


" iya nanti gue coba dandan yang cantik di depan dia "


" ingat tu rambut jangan di ikat oke ! "


" iya iya bawel.! udah ah gua mau kerjain laporan mumpung lagi free hari ini"


" ya udah ntar kasi tau gue ya gimana reaksi laki loe liat elo dandan cantik atau apa perlu gua yang dandani loe "


" nggak nggak usah gua bisa kok Insya Allah "


" ya udah klo gitu gua tutup assalamu'alaikum "


" waalaikum Salam " jawab shofia kemudian dia letakkan kembali ponselnya dan kembali melanjutkan membuat laporan magangnya. setelah hampir satu jam shofia menutup laptopnya dia tatap jam di dinding kamar nya menunjukkan pukul setengah sebelas.


" gimana klo siang ini aku ke kantor nya mas Rey untuk membawakan makan siang dan sekalian aku dandan yang cantik mencoba mempraktikkan yang kemaren, ah iya ide bagus" batinnya dalam hati.


shofia pun bergegas turun ke bawah mencari bi jum yang kebetulan sedang bergelut di dapur menyiapkan makan siang


" bi jum mau masak apa? " tanya shofia


" ini non saya rencananya mau masak opor ayam tumis wortel sama buncis perkedel jagung "


" wah mantap itu bi aku bantu ya! "


" nggak usah non "


" nggak papa bi dan tolong bibi masaknya agak di lebihkan soalnya aku mau bawa ke Kantor mas Rey buat dia makan siang"


" oh boleh boleh non "


" ya udah sini aku bantu potong potong sayur nya " ucap shofia lalu mulai memotong buncis wortel dan juga baby corn lalu mengupas beberapa bumbu yang sudah di siapkan bi jum dengan di bantu seorang nany.


jam sebelas lewat shofia kembali ka kamarnya untuk siap siap berangkat ke kantor nya Rey.


shofia memakai dress hijau wardah selutut dengan lengan yang sedikit lebar kemudian dia mulai memoles wajahnya dengan make up yang dia beli kemaren. mencoba mengaplikasikan ke wajahnya. setelah di rasa cukup shofia segera turun ke bawah


" gimana bi jum makan siangnya sudah siap? " tanya shofia kepada bi jum


" wah non shofia cantik sekali terlihat berbeda lebih fresh "


" oh ya benarkah bi? "


" iya non bener anda terlihat semakin cantik "


" tapi nggak menor kan bi? "


" nggak kok non "


" ah syukur lah klo begitu, oh ya makan siang untuk mas Rey sudah siap? "

__ADS_1


" sudah non nih sudah bibi siapin "


" oke makasih bi, klo begitu saya berangkat dulu "


" lho non mau naik apa ke kantor tuan? mang udin kan masih ngantar nyonya besar..! "


" saya sudah pesan taxi online kok bi sebentar lagi paling nyampe "


" oh ya udah non hati hati ya semoga tuan senang dapat kiriman makan siang "


" iya bi klo begitu saya berangkat ya takut mas rey keburu makan siang di luar "


" oh ya non silahkan, anda hati hati di jalan "


" ya bi assalamu'alaikum..! "


" waalaikum salam " jawab bi jum.lalu shofia pun melangkah menuju pintu utama sambil menenteng rantang tamperuware dan didepan gerbang tampak taxi online yang di pesan sudah menunggu


mobil bergerak perlahan meninggalkan mension menuju perusahaan Rey.


" apa aku telpon dulu ya mas Rey ? takut dia nggak ada di kantor, tapi nggak usah lah aku mau buat kejutan buat dia " batin shofia sambil menatap jam di ponselnya menunjukkan pukul setengah dua belas siang.


" pak jalannya bisa lebih cepat lagi nggak "


" baik mba " jawab sopir taxi tersebut.


setelah tiga puluh menit mobil yang di mengantarkan shofia tiba di depan gedung perusahaan milik Rey gedung yang menjulang tinggi yang terdiri dari lima puluh lantai.


shofia melangkah masuk ke dalam gedung dan langsung menuju resepsionis


" permisi mba "


" ya ada yang bisa saya bantu? "


" saya mau ketemu dengan tuan Rayyan, apa dia ada di ruangan nya? "


" maaf apa anda sudah ada janji dengan tuan Rayyan? "


" ehm belum sih " dan tanpa mereka sadari stela baru saja keluar dari lift hendak pergi mencari makan dan tanpa sengaja dia melihat sosok shofia berdiri di depan resepsionis dan dengan cepat dia raih ponsel dari dalam tasnya


" hallo mau apa wanita itu? " tanya stela pada salah satu resepsionis


" cegah dia jangan biarkan dia menemui tuan Rayyan dia itu salah satu wanita penggoda apa kamu mau kena marah sama Tuan Rayyan jika membiarkan dia sampai menemui tuan Rey "


" baik mba "


" bagus dan katakan saja bahwa bos kalian lagi meeting di luar sampai sore " ucap stela dengan senyum devil nya. sambil terus memperhatikan shofia dari balik dinding


kemudian salah seorang resepsionis itu menatap shofia dengan tatapan mengejek


" maaf anda nggak bisa bertemu dengan tuan Rey beliau hari ini sedang ada rapat di luar lagian klo anda mau bertemu harus ada janji terlebih dahulu " jawab salah satu resepsionis yang menerima telpon dari stela tadi


" oh gitu ya aduh sayang sekali " jawab shofia


" klo begitu apa saya boleh menunggu di sini ?" kata shofia lagi


" mba sebaiknya anda pulang saja asal anda tau sudah banyak wanita yang datang ke sini bahkan dengan dandanan yang lebih seksi tapi semuanya percuma jadi pesan anda sebaiknya anda berhenti menggoda bos kami dia tidak akan tergoda " kata resepsionis itu lagi sedang shofia hanya mengernyit kan dahinya kebingungan


" maaf maksud anda apa ya? " ucap shofia


" alah udah deh mba anda kan ke sini mau menggoda tuan Rey kan nggak usah ngelak wanita seperti anda ini sudah sering kami temui wanita penggoda bos bos kaya ya kan?"


" eh mba jaga bicara anda ya..! wajah anda cantik tapi sayang anda tidak bisa menjaga tutur kata anda dengan baik " balas shofia


" udah deh mba saya nggak mau ribut sama anda sebaiknya anda tinggalkan gedung ini atau saya akan panggil kan satpam " kata resepsionis satunya lagi


" oke saya akan telpon tuan anda sekarang " ucap shofia sambil mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya namun sial ponsel nya ternyata lowbatt


" ha ha udah deh mba nggak usah sok sok akrab dengan bos kami, satpam satpam tolong bawa mba ini keluar " ucap resepsionis tersebut dan dengan cepat satpam itu melangkah mendekat dan hendak memegang tangan shofia


" oke jangan sentuh saya saya akan keluar sendiri " ucap shofia sementara dari balik dingin tampak stela tersenyum penuh kemenangan dan di saat bersamaan tampak dua orang petinggi perusahaan keluar dari box bergerak dan sejurus kemudian tanpa sengaja aldo menatap sosok shofia yang di giring satpam hendak keluar dari gedung perusahaan


" nona shofia " ucap aldo. Rey yang sedang memainkan ponsel langsung mengangkat wajahnya


" shofia " ucap Rey dan langsung melangkah cepat mendekati satpam tersebut


" shofia..! " teriak Rey dan shofia yang mendengar namanya di sebut oleh suara yang sangat familiar baginya menghentikan langkah kan dan menoleh ke belakang

__ADS_1


" mas Rey " lalu berlari dan memeluk suaminya


dan Rey pun membalas pelukan istrinya dan tidak hanya memeluk Rey juga mencium kening istrinya


" sayang kamu mau ke mana kenapa tidak langsung ke atas mencari ku hah" ucap Rey


" tadi aku di usir sama mereka dan kata resepsionis kamu lagi ada meeting di luar " tutur shofia dan Rey langsung menatap orang orang tersebut dengan tatapan membunuh


" apa yang kalian lakukan pada istrinya saya hah! aldo bereskan mereka " ucap Rey dan sontak saja dua resepsionis dan satpam tersebut berdiri lemas


" apa istri? kapan tuan Rayyan menikah? ya ampun mampus lah aku hari ini tamat sudah karirku hari ini " begitu batin mereka kira kira.


" sayang ayo kita keruangan ku sekarang mereka biar aldo yang mengurus "


lalu Rey menggandeng tangan istrinya memasuki lift dan memencet tombol lima puluh


" sayang kamu kok nggak ngasi tau dulu mau ke sini " ucap Rey saat mereka berada di dalam lift


" iya tadinya aku mau ngasi kamu kejutan sambil membawakan makan siang buat kamu tapi aku malah dapat kejutan duluan sama dua pegawai pegawai mu itu " ucap shofia sambil merajuk manja dan Rey langsung mencubit hidung bangir istrinya..


" tapi kenapa nggak telpon dulu sayang " ucap Rey sambil merapikan rambut depan istrinya dan bersamaan dengan itu lift pun terbuka dan Rey menuntun istrinya masuk ke dalam ruangannya


" baterai aku lowbat tadi makanya nggak bisa ngubungin kamu "


" ya udah maaf ya atas sikap karyawan dan satpam tadi "


" iya nggak papa lagian mereka bersikap begitu karena dia nggak kenal sama aku " jawab shofia sambil duduk di pangkuan suaminya


" maafin aku ya belum sempat mengenalkan kamu sama karyawan dan rekan kerja aku "


" ya nggak papa, oh ya ini aku bawakan menu makan siang buat kamu mas, kamu belum makan kan? " dan Rey pun menggelengkan kepalanya


" ya udah sebentar aku ambilkan piring sama sendok, dimana piring dan sendok nya sayang " ucap shofia sambil bangkit dari duduknya


" di dalam kamar itu ada piring dan sendok " ucap Rey sambil terus memperhatikan istrinya yang tampak berbeda dan Rey pun ikut melangkah masuk ke dalam ruang pribadi milik Rey


" sayang piring dan sendoknya di mana? " teriak shofia dan


" ceklek " pintu itu pun di tutup oleh Rey


" sayang kenapa pintunya dikunci kita kan mau makan siang ? " ucap shofia dan Rey terus melangkah mendekati istrinya


" aku mau makan kamu dulu " bisik Rey di telinga istrinya


" mas tapi ini kan kantor nanti klo mereka masuk bagaimana? "


" mereka nggak akan akan berani masuk " jawab Rey sambil menatap wajah cantik istrinya


" sayang kamu hari ini tampak berbeda " ucap Rey lagi sambil mengelus pipi istrinya


" benarkah? gimana penampilan aku cantik nggak ? " ucap shofia sambil mutar mutar tubuh


" cantik.. tapi aku nggak suka " jawab Rey


" lho kenapa ? "


" karena akan banyak mata laki laki lain yang akan melihatmu dan itu aku tidak rela " shofia pun merona mendengar jawaban suaminya.


" sayang aku dandan begini kan juga buat kamu supaya aku nggak di bilang kampungan lah muka kucel lah, aku klo tampil cantik kan supaya kamu juga bangga punya istri cantik, dan yang penting lagi suami aku nggak bakal lirik lirik cewek lain lagi" tutur shofia dan Rey pun langsung meraup bibir manis istrinya ********** dengan sangat rakus hingga shofia kehabisan nafas barulah dia melepaskan ciumannya.


" walau ada ribuan wanita cantik tetep kamu yang hanya mampu mengalihkan duniaku sayang " bisik Rey lalu kembali mencium bibir istrinya kemudian beralih ke leher dan dengan cekatan Rey menarik resleting gaun yang di kenakan istrinya hingga melorot sampai ke bahu. dengan sekali tarikan pakaian itu pun lolos dari tubuh istrinya menyisakan pakaian dalam berwarna ungu yang tampak kontras dengan warna kulit istrinya.


Rey kembali menciumi wajah leher dan kini turun kebawah dan sekali lagi Rey sudah melepaskan pengait tali pengikat dua gundukan milik istrinya hingga dua bukit kembar tersebut menyumbul sempurna Rey langsung menyesapnya lidahnya bermain main pada tonjolan kecil pada dua gundukan tersebut hingga tubuh shofia menegang menahan kenikmatan yang membuncah dan Rey pun perlahan merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang empuk yang ada di ruang kerjanya


Rey mulai melepaskan pakaiannya satu persatu kini mereka sama sama tanpa benang sehelai pun dan kembali Rey memberikan sentuhan ke tubuh istrinya hingga shofia meminta untuk segera di lakukan penyatuan dan Rey pun langsung menghujam kan senjatanya ke dalam pusat inti istrinya hingga jeritan dan desahan kenikmatan keluar dari bibir mereka, menikmati setiap hentakan yang mereka ciptakan berdua. hampir dua jam lamanya mereka belum juga menyudahi permainan panas mereka dinginnya AC ruangan tersebut tak mampu mendinginkan suhu ruangan tersebut.


hingga kriuuuk" he he kenapa sayang kamu lapar? " tanya Rey pada istri di sela sela percintaan mereka


" ya sayang aku lapar " jawab shofia


" oke sebentar lagi sayang " ucap Rey kemudian semakin memacu gerakannya dan sepuluh menit kemudian cairan hangat dan kental masuk menyeruak ke dalam rahim shofia dan Rey pun tumbang tersungkur di atas tubuh istrinya dan satu menit kemudian dia bangun lalu mencium perut istrinya


" semoga dia akan tumbuh di dalam sini tumbuh dengan subur " ucap Rey dan shofia membalasnya dengan tersenyum sambil membelai rambut suaminya.


****


tetep kasi dukungan kalian ya jangan lupa like komen dan votenya . happy Reading

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2