
Rey terus memperhatikan shofia dari kejauhan ketika shofia menerima panggilan telpon
" siapa yang menelponnya malam malam begini? " gumam Rey dalam hati dia terus memperhatikan gerak gerik shofia apalagi setelah menerima panggilan tadi shofia tampak berbinar bahagia
" apa kekasihnya yang menelponnya " tanya nya dalam hati tapi menurut aldo dia tidak memiliki kekasih. tapi siapa klo benar itu kekasihnya gimana?" pikir Rey dan tiba tiba ada perasaan sakit takut, marah setelah melihat shofia menerima panggilan telpon tadi. lalu Rey pun memilih kembali ke ruang kerjanya melanjutkan pekerjaannya yang tadi.
sampai di ruangan nya Rey sama sekali tidak bisa fokus pada pekerjaannya dia masih memikirkan shofia yang tiba tiba bahagia setelah menerima panggilan telpon tadi.
" bagaimana jika yang menelpon tadi benar kekasihnya? trus suatu saat dia pergi dari rumah ini ? apa yang akan terjadi nanti bagaimana dengan kyara ? " ucap Rey sambil mengetuk ngetukkan telunjuknya pada meja.hatinya benar benar gelisah.
kemudian Rey pun memilih untuk mengakhiri pekerjaannya dan kembali ke kamar nya.
dikamar dia langsung masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan pikirannya yang sedikit kacau.
selesai dari kamar mandi dia langsung tidur di samping shofia dia perhatikan wajah wanita cantik yang kini menjadi istrinya.
" kenapa aku takut begini sih bukannya aku tidak peduli dengan kamu ? tapi kenapa semakin ke sini aku merasa takut klo kamu tiba tiba pergi" ucap Rey sambil membetulkan rambut yang menutupi sebagian wajah shofia
" apa aku mulai menyukainya? tidak.. tidak mungkin aku yakin kamu masuk ke rumah ini karena uang aku, mama membayar kamu satu milyar dulu agar kamu mau jadi maminya kyara kan? andai kamu tulus mencintai keluarga ini " batin Rey. dan tiba tiba saja shofia membuka matanya
" pak Rey anda belum tidur? " tanya shofia
" belum ini saya mau tidur, apa saya membangunkan kamu? " tanya Rey sedikit gugup
" nggak kok..! ya udah klo gitu selamat tidur pak Rey " ucap shofia lalu kembali memejamkan matanya sambil memeluk guling yang ada di tengah tengah mereka sebagai pembatas sedangkan Rey memilih tidur dengan membelakangi shofia.
suara kumandang azan subuh terdengar sayup sayup dari kamar mereka, shofia segera bangun dari tidurnya dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi mencuci wajahnya.hari ini ternyata dia tidak bisa melaksanakan sholat karena kedatangan tamu bulanannya. dan shofia pun keluar dari kamar mandi membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat subuh
" pak Rey bangun sholat subuh dulu "
" iya sebentar lagi " ucap Rey dengan mata yang masih terpejam
" pak bangun nanti subuhnya kesiangan "
" hemm " Rey bukannya bangun tapi dia malah menarik shofia yang dia anggap guling lalu memeluknya dengan erat hingga shofia jatuh dipelukan tubuh kekar suaminya.
" pakk Rey leppaas..! " ucap shofia sedikit kesusahan bernafas dan berusaha melepaskan pelukan suaminya.
" aaahhk " sakit kenapa kamu gigit saya " ucap Rey sambil mengusap dadanya bekas gigitan shofia
" abis bapak pagi pagi sudah mesum..! peluk peluk saya " ucap shofia sewot sambil berusaha melepaskan pelukan Rey.
lalu Rey pun mengumpulkan kesadarannya dan dia baru nggeh kalo dia saat ini sedang memeluk shofia dan dengan cepat dia melepaskan pelukannya
" siap yang peluk peluk kamu? kamu kali yang nempel nempel ke saya! " Rey membela diri
" aduh..! sudah jelas jelas buktinya tadi bapak yang peluk saya " kata shofia sewot
" ya sory itu juga karena saya nggak sadar, klo sadar mana mau saya peluk peluk kamu..!" ucap Rey lalu turun dari ranjangnya masuk ke kamar mandi. sedangkan shofia segera menyiapkan pakaian kerja suaminya lalu turun ke bawah membantu bi jum menyiapkan sarapan pagi.
kyara sudah siap dengan pakaian sekolah dan tas di bahunya sedang menuruni tangga sedang Rey sudah lebih dulu duduk di meja makan.
" ayo sayang duduk sini " panggil shofia pada kyara. lalu kyara pun duduk di samping maminya
" sayang hari ini mami nggak berangkat ke rumah sakit karena mami hari ini harus ke kampus jadi kamu berangkat sama mang udin ya ? " ucap shofia sambil meletakkan sandwich di atas piring suaminya.
" kenapa nggak berangkat bareng mami aja ? " tanya kyara
__ADS_1
" mami berangkatnya agak siangan, kamu nggak papa kan? "
" iya mam nggak papa " jawab kyara dan mulai menikmati sarapannya,
" nanti kamu biar papa yang antar" ucap Rey sambil menggigit potongan sandwich dengan garpu.
" beneran pi? " tanya shofia
" hemm nanti papi antar kamu " ucap Rey lagi
" oke papi " mami oma kapan pulang? aku kangen sama oma " ucap kyara
" ya mami juga kangen gimana klo nanti selesai sarapan kita telpon oma, oke "
" oke "
" klo begitu cepat habiskan sarapanmu " kata shofia kemudian mulai memakan sarapan nya.
selesai sarapan mereka melakukan panggilan video pada mama widya
" assalamu'alaikum ma! mama gimana kabarnya? " tanya shofia
" alhamdulillah mama baik "
" oma kapan pulang aku kangen " ucap kyara
" ya sayang oma juga kangen, insya Allah dua hari lagi oma pulang "
" asyik..! trus oma bawain aku oleh olah nggak?
" siap oma "
" mami mana sayang oma mau bicara sebentar" kata oma widya lalu kyara pun menyerah kan ponselnya kepada shofia
" ya ma "
" gimana di sana semua baik baik saja kan? " tanya mama widya
" alhamdulillah baik ma. mama tenang aja "
"ya sukurlah klo begitu, Rey bersikap baik kan sama kamu? " tanya mama widya lagi
" baik kok ma " ucap shofia
" ma aku kan selalu baik ma " jawab Rey lalu shofia pun mengarahkan ponsel ke arah Rey
" awas aja kamu Rey kalo sampe macam macam sama menantu mama ! " ancam mamanya
" ya ampun ma anak mama itu aku apa shofia sih ? " tanya Rey
" ya kamu anak mama tapi klo kamu macam macam dan bikin shofia menangis awas aja kamu "
" iya ma, mama tenang aja aku belum ngapa ngapain dia kok! "
"Rey..! kamu ya..! pekik mamanya
" ha ha ya ma Becanda , mama cepetan pulang..! "
__ADS_1
" iya mama mungkin lusa sudah pulang, ya sudah klo begitu mama tutup telponnya dulu, assalamu'alaikum. "
"waalaikum salam " jawab Rey lalu Mematikan ponsel nya.dan menyerahkan kepada shofia.
" sayang ayo kita berangkat nanti kamu terlambat " ucap Rey pada putrinya
" ya pi, mam aku berangkat ya assalamu'alaikum " ucapnya sambil mencium tangan shofia kemudian shofia beralih mencium tangan Rey suaminya.
" waalaikum salam kalian hati hati dijalan " jawab shofia
lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil yang dikendarai aldo. mobil pun bergerak perlahan meninggalkan mension menuju sekolah kyara.
setelah semua berangkat shofia segera siap siap untuk berangkat ke kampusnya untuk menyerah kan laporan serta evaluasi selama mereka magang di rumah sakit. hari ini shofia ke kampus menggunakan motor nya sudah lama dia tidak pernah mengendarai motor nya dia begitu kangen dengan motor maticnya tersebut, sehingga dia melarang mang udin mengantarnya hari ini.
sementara Rey setiba di perusahaan langsung masuk ke ruangannya dan diikuti aldo sang asisten.
" ada apa Al? " tanya Rey sambil duduk di shofia dengan mengangkat sebelah kakinya.
" begini tuan nona shofia tadi malam melakukan transaksi lumayan besar " lapor Rey
" oh ya ..? berapa besar? "
" 950. juta tuan! "
" apa? dia kirim ke mana apa kekasihnya itu? "
" seperti nya bukan tuan, nona mentransfer ke sebuah rumah sakit moth Elizabeth "
" untuk apa dia transfer ke sana? "
"jadi begini tuan mama nona shofia mengidap penyakit gagal jantung dan saat ini sedang di rawat di rumah sakit mont Elizabeth dan segera akan dilakukan transplantasi jantung, karena itu nona mentransfer dana sebesar itu. " terang aldo
" kenapa kamu nggak bilang pada saya tentang masalah ini? " ucap aldo
" maaf kan saya pak, saya lupa memberi tau tuan dulu karena waktu saya akan memberitahu tuan dulu keburu nona stela masuk ruangan waktu ini" terang Aldo dan Rey mengaguk anggukan kepalanya.
" sudah berapa lama mamanya dirawat disana?" tanya Rey
" sudah hampir satu bulan tuan " jawab aldo
" sekarang saya punya tugas buat kamu! kamu cari tau kondisi mamanya dan pastikan mamanya mendapatkan perawatan terbaik disana " perintah Rey
" baik tuan "
" oh ya satu lagi tolong kosongkan jadwal saya tiga hari ke depan dan kamu siapkan keberangkatan saya dan shofia ke Singapura " perintah Rey lagi
" baik tuan "
" ya klo gitu kamu bisa kembali ke ruanganmu "
" baik klo begitu saya permisi tuan. " lalu Aldo pun keluar dari ruangan Rey..
******
maaf ya agak telat upload nya.. π₯ini karena keterbatasan waktu yang author miliki
semoga kalian tetap setia dengan cerita Akunya..! dan tetap dukung karya aku like komen dan vote kalian πππ
__ADS_1