MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 110


__ADS_3

...aku sudah up ya beberapa hari yang lalu tapi kayaknya masih di review kok tumben agak lama...


shofia terbangun ketika merasakan cacing di dalam perutnya berdemo minta makan


" jam berapa ini? " gumamnya sambil berusaha untuk bangun untuk meraih handphone nya namun tubuh nya terasa berat karena ada tangan kekar yang menimpa tubuhnya dengan perlahan dia pindahkan tangan kekar tersebut kemudian memandang wajah lelah suaminya sambil menarik sudut bibirnya


" kenapa sih mas aku nggak pernah bisa menolak setiap sentuhan mu" batinnya sambil mengusap rahang keras suaminya.


setelah tangan kekar itu berhasil di pindahkan shofia duduk dan meraih ponselnya dan matanya terbelalak


" ya ampun sudah jam 9 malam pantas aja perutku kelaparan ternyata aku tidur sangat lama " ucap nya pelan kemudian shofia membangunkan suaminya


" mas..! mass..! bangun aku lapar "


" hemm sebentar lagi sayang"


" mass ayo dong aku lapar banget nih " ucapnya lagi sambil menggoyang goyangkan tubuh suaminya


" klo kamu nggak bangun aku turun sendiri ini cari makan " ancam shofia dan Rey pun membuka matanya


" kenapa sayang? " tanya Rey dengan kesadaran masih separoh


" aku lapar " ucap shofia dan kriuuuuk " terdengar suara dari perut shofia


" he he istriku lapar rupanya jam berapa ini? "


" jam 9 " jawab shofia dengan wajah cembetut nya


" apa ? ya udah kamu mandi dulu mas akan pesan makanan " kemudian Rey memencet telpon yang ada di atas nakas samping tempat tidur mereka.


begitu selesai mandi tampak hidangan sudah tertata di atas meja


" sini duduk ayo kita makan dulu" ucap Rey sambil menepuk sofa di samping nya. shofia melangkah mendekati suami nya


" kamu nggak mandi dulu mas? " setelah dia duduk di samping suami nya


" nanti saja selesai makan " ucapnya sambil mengambil piring dan menuangkan nasi ke atasnya


" kamu mau lauk apa? " tanya Rey


" nggak usah mas biar aku ambil sendiri " tolak shofia


" udah nggak papa kamu kelaparan itu gara gara mas kan? sekarang biar mas yang ngelayani kamu sebagai permintaan maaf "


" apa sih mas nggak usah minta maaf itu kan memang sudah kewajiban aku sebagai istri melayani suami aku kapan pun dan dimanapun juga " ucap shofia


" wah istriku sholeha banget " ucap nya sambil mengecup pipi sang istri


" udah segini cukup? " tanya Rey


" ya ampun mas ini kebanyakan "


" nggak papa kamu harus makan yang banyak karena habis ini kita akan bekerja keras untuk membuat adik buat kyara " ucap nya sambil mengedipkan sebelah matanya


" apa sih mas " shofia hanya tersenyum malu


" lho benar kan kita harus berusaha lebih giat lagi emang kamu lupa gimana kyara sangat bersemangat untuk dapat adik dia bahkan dengan rela nggak jadi ikut dengan kita kan? ah mas bayangin seandainya dia ikut mungkin dia akan selalu mengganggu kita " ucapnya sambil menyendok nasi ke dalam mulutnya


" ya tapi aku kasian sama dia mas pasti dia kesepian"


" ya udah kita telpon aja dia "


" jangan sekarang di Indonesia sekarang sudah hampir tengah malam dan kyara pasti sudah tidur biar besok aja kita telpon "

__ADS_1


" ah iya kamu benar juga " kemudian mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan obrolan santai dengan sesekali tertawa ringan.


selesai makan shofia membereskan sisa makanan mereka kemudian Rey menelpon pelayan hotel untuk membawa perlengkapan makan mereka.


kini Rey pun telah rapi sedang jam menunjukkan pukul sepuluh malam


"sayang kamu ngantuk? " tanya shofia


" kenapa kamu mau ngajak aku bobok lagi ? "


" eh nggak..! aku pingin kita jalan jalan selama di Tokyo kita belum kemana mana tadi hanya langsung berangkat ke perusahaan kamu "


" ya udah kamu pakai mantel dan juga syal di luar sangat dingin kita jalan jalan sebentar di dekat sini ada taman kota dan pemandangan nya lumayan bagus " ucap Rey


" benar kah? "


" hemm"


" oke aku ambil mantel dan syal ku dulu" lalu bergegas membuka lemari pakaiannya mengambil syal dan juga mantel Rey melangkah kemudian memegang tangan shofia


" ini kamu pakai juga sarung tangan ini karena sekarang mulai turun salju "


" benarkah wah aku sudah tidak sabar ingin melihat salju "


" iya tapi kita jangan lama lama ya aku takut kamu sakit nanti sekiranya sudah kedinginan kita segera kembali ke kamar "


" iya sayang .. ayo..! "ajak shofia nggak sabaran lalu mereka berdua pun keluar dari kamar hotel turun ke lantai dasar dan memang benar tampak salju mulai turun satu persatu Rey menggandeng taman istrinya berjalan menuju taman kota yang memang jaraknya tidak terlalu jauh hanya 1 kilo dari hotel.


kini mereka berdua berada di taman ueno park sebuah taman yang banyak di tumbuhi bunga sakura dengan lampu yang berjajar di sepanjang taman. tampak butiran butiran salju mulai turun


" wah indah sekali mas " ucap shofia takjub


" apa kamu kedinginan? " shofia menggelengkan kepala


" klo begitu kita duduk di bangku itu " tunjuk Rey mengajak shofia duduk di salah satu taman kota.


" kenapa senyum senyum?"


" nggak pingin senyum aja, makasih ya sayang sudah ngajak aku ke sini "


" apa kamu suka? " shofia menganggukkan kepalanya


" besok kita akak jalan ke osaka dan beberapa tempat wisata " ucap Rey sambil memeluk istrinya memberikan rasa hangat


" benarkah? apa Aldo ikut juga? "


" ya nggak lah kamu mau dia jadi obat nyamuk nanti? dia akan tetap berada di sini hingga dia hari ke depan setelah itu dia akan pulang duluan ke Indonesia "


" sayang Aldo seperti nya dia sangat bekerja keras apa dia tidak pernah libur? "


" walau libur pun dia akan tetap bekerja " jawab Rey sambil mengelus rambut istrinya


" apa tidak ada keluarganya mungkin istri, pacar kali "


" dia belum punya istri klo pacar aku sendiri nggak tau karena dia orangnya sedikit tertutup. kenapa kamu kepo dengan kehidupan Aldo? " sambil merenggangkan pelukannya berusaha menatap wajah sang istri.


" nggak aku cuman pingin tau saja karena aku liat seperti nya dia selalu stand bay setiap kamu butuhkan "


" udah nggak usah ngomongin dia nanti dia keselek lagi kamu omongin dia terus lagian aku sudah membayar dia mahal, mending sekarang kita ngomongin masalah kita aja "


" sayang sekarang katakan bagaimana perasaan mu padaku " ucap Rey masih membelai rambut istrinya


" maksudnya? " ucap shofia sambil menatap wajah suaminya

__ADS_1


"ccckk " bagaimana perasaan kamu ke akau apa kamu mencintai aku? " ucap Rey sedikit kesal


" menurut mas? " Rey menarik nafasnya dalam dalam


" ya mana aku tau lah " jawab Rey lagi


" mas apa mas nggak liat aku sekarang bahagia trus aku juga sudah menyerahkan segalanya ke mas apa itu belum cukup klo aku itu mencintai mas sangat cinta " ucap shofia sambil mengelus dada bilang suaminya. Rey menarik sudut bibirnya


" benarkah? " shofia menganggukkan kepalnya


" mas minta maaf klo dulu mas bersikap kurang baik sama kamu, bahkan mas mencurigai kamu, jangan jangan kamu ada maksud tertentu datang ke rumah mas apa lagi mas tau mama mentransfer kamu uang lumayan besar "


" mas hanya trauma saja semenjak gagal dengan mamanya kyara mas saat itu tidak pernah percaya yang namanya perempuan bahkan maaf mas sampe masang CCTV di setiap sudut ruangan " shofia sedikit kaget lalu dia mensejajarkan duduknya dan melepaskan pelukannya


" apa mas pasang CCTV di setiap sudut rumah ? " Rey menganggukkan kepalanya


" trus apa di kamarku juga? " kembali Rey mengangguk kan kepalanya


" ya ampun berarti mas liat dong aku ngapain aja di kamar aku? "


" iya " dan shofia pun ingat dia selalu mengganti pakaiannya di dalam kamarnya.


" jadi mas liat..? "


" iya sayang "


" ih dasar bos mesum " ucap shofia sambil memukul lengan suaminya


" untung nikah " celetuk Rey


" aaah mas aku kan malu "


" he he kenapa harus malu bukannya sekarang mas hampir setiap hari liat kamu polos " goda Rey


" iya tapi tetep aja aku malu "


" udah sini mas minta maaf ya " ucap Rey sambil menangkup wajah istrinya


" makasih ya sayang sudah mengisi hari hari aku dan juga kyara makasih sudah mau menerima mas dan juga kyara tetaplah selalu di samping mas dan kita akan menua bersama melihat kyara dan juga adik adiknya tumbuh besar sampai kita melihat anak cucu kita nanti"


" aamiin makasih juga atas semua cinta yang mas berikan ke aku, tegur aku jika aku salah aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak anak kita " ucap shofia sambil memandang manik suaminya mereka saling tatap kemudian perlahan Rey pun melabuhkan bibirnya ke bibir istrinya dengan lembut menyesap nya perlahan dan shofia pun membalasnya, Rey tidak tinggal diam dia tekan tengkuk sang istri agar ciuman mereka semakin dalam dan mereka pun melepas ciuman mereka setelah sama sama kekurangan oksigen.


Rey mengusap bibir shofia dengan ibu jarinya membersihkan sisa saliva yang menempel pada bibir sang istri


" ngomong ngomong kamu mau anak berapa? "


" aku terserah mas aja "


" oke klo begitu 6 " shofia membelalakkan matanya


" mas kira aku kucing "


" oke lima "


" nggak tiga "


" oke nambah satu empat deal tidak ada penawaran lagi " ucap Rey langsung membungkam bibir ranum sang istri.


shofia mendorong tubuh suaminya


" mas sudah malu ini tempat umum malu di liat orang " karena memang di sana ada beberapa pasang muda mudi yang juga sedang memadu kasih


" kenapa malu toh mereka juga melakukan yang sama seperti kita " ucap Rey cuek

__ADS_1


" iya tetap aja aku malu "


" ya udah ayo kita balik ke hotel kita lanjutkan di sana " ucap Rey lalu menarik pelan tangan shofia dan berjalan meninggalkan taman kota menuju hotel


__ADS_2