
Rey saat ini sedang berada di salah satu restoran siap saji bersama shofia dan kyara sekilas orang memandang mereka tampak seperti keluarga normal lainya.
shofia memesan dua loyang pizza dan juga minuman nya. setelah memesan shofia pun ikut duduk bergabung bersama Rey dan kyara. tampak suasana canggung diantara mereka berdua hanya kyara yang lebih banyak berceloteh.
" Pak Re Maaf apa mama sudah ngasi kabar?" tanya Sofia mencairkan suasana
" belum, Mama belum ngasi kabar " jawab Rey
" mmhh gimana kalau kita telepon Mama ?" ucap shofia
" Iya Mami telpon oma aku kangen sama Oma" ucap kyara antusias
" oke klo begitu sekarang kita telepon oma" ucap Sophia lalu mengeluarkan ponselnya. Rey menatap ponsel shofia yang sedikit retak pada layarnya.
" udah pake ini saja saya nggak yakin ponsel itu masih bisa berfungsi " ucap Rey
" tenang aja pak Rey walau kondisinya retak tapi masih normal kok masih bisa digunakan yang penting LCD nya tidak kenak " terang shofia
" udah saya bilang pake hape ini saja mata saya sakit melihatnya" ucap rey lagi lalu menekan tombol pada layar ponsel nya untuk menghubungi sang mama.
" hallo Assalamu'alaikum ma ! " sapa Rey melalui panggilan video
" waalaikum salam Rey gimana kabar mu! " ucap mamanya
" alhamdulillah baik ma " balas Rey
" oma aku kangen! "
" hey kyara ..! oma juga kangen! " ucap oma nya
" mama apa kabar kapan nyampe ma? " kini shofia yang bicara
" mama baik sayang maaf ya mama nggak sempat kasi kabar, mama baru tiga jam yang lalu tiba di Paris dan mama tadi sempat jed lag maklum sudah lama mama nggak pernah bepergian jauh " ucap mamanya
" ya ma nggak papa yang penting mama baik baik saja"
" oh ya kalian dimana sekarang kayaknya rame banget " ucap mamanya
" kita lagi makan pizza oma " jawab kyara sambil memperhatikan pelayan meletakkan pizza diatas meja mereka
" oh ya..? klo gitu selamat senang senang ya !"
" ya udah oma kita tutup ya kita mau makan pizza dulu " ucap kyara
" ya sayang assalamu'alaikum..! "
" waalaikum salam " jawab mereka bertiga.
setelah melakukan panggilan vidoe Rey memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya.
" ayo pi kita makan " ajak kyara nggak sabar
" sayang baca do'a dulu dong sebelum makan! " ucap shofia
" ya mam! " lalu kyara pun membaca do'a sebelum makan kemudian langsung menyantap pizza yang ada di hadapannya
" sayang pelan pelan dong makannya " ucap shofia sedang Rey hanya memperhatikan putrinya
" papi mau nggak ni aku suapin! " ucap kyara dengan mulut yang masih penuh lalu mengambil potongan pizza dan menyuapkan ke papinya
" gimana enak nggak? " tanya kyara sambil mengunyah pizza di dalam mulutnya
" enak .. ! " jawab Rey
" sekarang giliran mami aaak..! " ucap kyara sambil menyodorkan sisa pizza bekas gigitan Rey ke mulut maminya dan mau nggak mau shofia pun membuka mulutnya dan dengan refleks Rey menarik sudut bibir nya.
" enak kan mi? " kata kyara
" iya sayang enak! ayo sekarang kamu makan lagi " ucap shofia kemudian mereka pun melanjutkan makan pizza di hadapan mereka.
" mami aku kenyang..! " ucap kyara sambil memegang perutnya
" ya sudah klo kamu kenyang jangan di paksakan " kata shofia sambil membersihkan bibir kyara dengan tisu
__ADS_1
" gimana sudah? klo sudah papi mau segera kembali ke kantor " ucap Rey
" papi jangan langsung balik ke kantor aku masih pingin jalan jalan..!" rengek kyara
" sayang maaf ya papi hari ini nggak bisa papi banyak kerjaan di kantor kapan kapan aja ya kita jalan jalan! " bujuk Rey
" tapi aku mau jalan jalan dulu papi ! " ucap kyara lagi
" sayang kyara ...!papi sekarang itu masih banyak yang harus di kerjakan, mami janji setelah papi selesai dengan urusan kantor kita jalan jalan ke dufan sama papi juga gimana? " bujuk shofia
Rey mengeryitkan alisnya dan shofia mengedip kan matanya
" bener pi nanti kita ke dufan ? " tanya kyara memastikan
shofia menyenggol kaki Rey dibawah meja
" ah iya sayang nanti klo urusan papi selesai kita jalan jalan ke dufan " ucap Rey
" ya udah klo gitu tapi janji ya? " ucap kyara
" iyaa insya Alloh " jawab shofia
" klo gitu sekarang kamu papi antar pulang ya" ucap Rey lalu bangun dari kursinya membayar di kasir selesai membayar Rey segera mengantar kyara dan shofia kembali ke mension.
" nanti malam kalian nggak usah nunggu saya untuk makan malam, saya malam ini lembur di kantor" ucap Rey setelah mobil berhenti di depan mension
" baik Pak Rey " jawab shofia
" ya udah klo begitu saya balik ke kantor dan saya titip kyara " ucap Rey lalu shofia pun meraih tangan Rey dan menciumnya
" bapak hati hati ya ! dan jangan lupa makan urusan kyara nggak usah kawatir " pesan shofia sebelum akhirnya dia turun dari mobil.
untuk beberapa hari kedepan Rey dan beberapa staf di perusahaan maupun di pabrik memang lembur untuk memenuhi pesanan dari beberapa negara tetangga. dan malam ini Rey tiba di rumah sudah pukul satu dini hari. sesampai di rumah Rey langsung masuk ke kamarnya dilihatnya shofia sudah tertidur pulas di sofa.
ada perasaan tidak tega melihat wanita yang kini menjadi istrinya itu tidur di sofa tapi dia juga belum mau untuk tidur satu ranjang dengan shofia karena biar bagaimana pun dia adalah laki laki normal sehingga dia takut akan melakukan itu kepada shofia sedangkan hatinya belum tau akan perasaan nya.
Rey segera membersihkan tubuhnya dengan air hangat setelah selesai membersihkan tubuh nya dia langsung berbaring di ranjangnya yang empuk dan tak menunggu lama Rey pun tertidur dalam buaian mimpinya.
esok harinya seperti biasa shofia membangunkan Rey untuk sholat subuh lalu menyiapkan pakaian kerjanya kemudian turun kebawah membantu para nany menyiapkan sarapan.
" maaf Pak Rey saya tidak menunggu anda tadi malam " ucap shofia di sela sarapan nya
" nggak masalah lagipula saya pulang sudah jam satu malam" jawab nya sambil mengigit roti bakar yang disiapkan shofia
"hari ini biar kyara saya yang antar kesekolah sekalian saya berangkat ke rumah sakit " ucap shofia
" hemm Terima kasih " jawab Rey singkat.
selesai sarapan shofia dan kyara berangkat lebih dulu menuju sekolah kyara kemudian ke rumah sakit.
dan seperti malam kemaren malam ini pun Rey kembali pulang larut malam dan malam ini shofia sengaja menunggu Rey pulang dari kantornya
" ceklek " terdengar pintu kamar di buka shofia pun bangun dari pembaringannya
" pak Rey anda sudah pulang? " ucap shofia sambil melangkah mendekati Rey mencium tangan suaminya kemudian meraih tas kerja milik suaminya
"maaf apa saya membangunkan mu ? " tanya Rey
" nggak pak kebetulan tadi saya terbangun karena haus " bohong shofia
" bapak mau mandi biar saya siapkan air hangat " kata shofia lagi lalu melangkah ke kamar mandi untuk mengisi bathtub dengan air hangat sedang Rey memilih rebahan si ranjangnya. lima menit kemudian
" pak Rey airnya sudah siap " ucap shofia kemudian Rey pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. sedang shofia menyiapkan baju ganti untuk suaminya dan meletakkan diatas ranjang.
setelah itu shofia turun ke dapur membuatkan segelas susu hangat untuk suaminya dan meletakkan di atas nakas.
diluar cuaca tampak hujan mulai turun dan mulai terlihat kilatan kilatan petir di balik gorden kamar.
shofia memilih kembali tidur diatas sofa sambil menutup wajah dan mukanya dengan bantal. shofia sangat takut dengan suara halilintar.Rey pun keluar dari kamar mandi. shofia yang mendengar langkah kaki memberanikan diri untuk bangun dari sofa dan melangkah mendekati Rey suaminya.
" pak Rey itu baju gantinya sudah saya siapkan dan itu saya juga buatkan susu hangat untuk anda " ucap shofia
" iya Terima kasih tapi kamu nggak usah repot begini " ucap Rey
__ADS_1
" nggak papa kok pak ini kan sudah menjadi kewajiban saya " ucap shofia dan Rey pun tak menjawab dia memilih memakai pakaian nya dan segera meminum susu yang dibuat kan shofia untuknya.
susu pun sudah tandas habis di minumnya
" ya sudah ini sudah malam sekarang kamu tidur " ucap Rey hendak merebahkan tubuhnya namun tiba tiba
" duaarrrr" terdengar suara halilintar memecahkan telinga dan bersamaan dengan itu lampu pun padam seketika
" pak Rey..! " pekik shofia lalu berlari memeluk Rey sangat erat sambil memejamkan matanya sedang Rey mematung masih belum percaya dengan apa yang dilakukan shofia secara tiba tiba
" saya takut " ucapnya gemetar sambil terus memeluk tubuh suaminya, Rey pun membalas pelukan istrinya.
sedang di kamar sebelah terdengar suara kyara yang menangis memanggil mami dan papinya
" mami..! papi aku takut gelap " suara kyara
" itu kyara saya ke sana dulu " ucap Rey
" tapi saya takut sendirian " ucap shofia sambil menahan tangisnya
" ya sudah ayo kita ke kamar kyara " ucap Rey kemudian meraih ponselnya yang digunakan sebagai penerangan. shofia masih memeluk tubuh suaminya dan Rey pun membalas mendekap tubuh shofia.
ada gelenyar aneh ketika shofia menempel pada tubuhnya. Rey berjalan sedikit kesulitan karena shofia memeluknya dengan erat. sedang di luar masih terdengar suara gemuruh yang saling bersahutan
Rey membuka pintu kamar kyara dan kyara pun segera berlari memeluk tubuh papinya shofia pun meregangkan pelukannya dan melangkah duduk di sisi ranjang
" papi aku takut..! huhu "
" sudah nggak papa kok ada papi di sini juga ada mami " ucap Rey
" duar.. " kembali terdengar suara gemuruh halilintar yang cukup keras
" papi..! "
" pak Rey! " kembali kedua wanita tersebut memeluk Rey dengan erat.
" sudah sudah nggak papa kita dalam rumah Insya Allah aman " ucap Rey sambil mendekap kedua wanita disampingnya.
Rey meraih ponselnya berusaha menghubungi mang udin menyuruhnya menyalakan genset
" maaf tuan gensetnya rusak ini belum bisa nyala " lapor mang udin lewat telpon
" klo begitu kamu dan satpam di depan tolong ke atas carikan lampu emergency dan bawa ke kamar saya " perintah Rey
" baik tuan " jawab mang udin
lalu Rey pun mengajak shofia dan kyara kembali ke kamarnya. kyara masih berada di gendongan papinya sedang shofia memilih mengekor dengan memegang ujuk kaos milik Rey
" kyara malam ini tidur sama papi sama mami juga ya " ucap Rey
" iya pi "
" dan kamu shof malam ini kamu tidur di ranjang bersama kami " ucap Rey
" baik Pak Terima kasih! dan maaf soal tadi saya tidak sengaja saya takut sekali tadi " ucap shofia
" sudah lupakan, sebentar lagi mang udin membawakan lampu emergency kemari" ucap Rey.
dan tak lama tampak mang udin membawa lampu emergency dan masuk ke kamar tuannya
" letakkan di sana saja mang! " perintah Rey
" baik tuan "
" dan yang lain taro di ruang tamu dan keluarga " perintah Rey lagi
" baik tuan " ucap mang udin lagi. lalu berlalu keluar dari kamar tuannya
" sudah sekarang kita tidur ini masih tengah malam " ucap Rey lalu merebahkan tubuhnya di sisi sebelah kiri shofia di sisi sebelah kanan sedang kyara berada di tengah tengah mereka.
dan malam ini mereka tidur bertiga dalam satu ranjang dengan saling berpelukan. ada rasa hangat yang menjalar di dalam perasaan mereka masing masing.
*******
__ADS_1
hay para readers ku hari ini lumayan panjang ya! yang minta double up sory aku belum bisa karena keterbatasan waktu aku.
tapi aku tetep mengharap dukungan kalian like yang banyak dan komen serta vote nya ya..! happy Reading 😘😘😘