MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 187


__ADS_3

selepas sarapan pagi Rey kembali ke ruang perawatan istrinya tampak vania dan Shofia sedang bercengkrama sambil menyusui anaknya


" wah anak papi kuat banget nyusunya " ucap Rey sambil duduk di samping ranjang pasien


" kamu sudah selesai sarapannya? " tanya Shofia sambil mengelus pipi sang suami


" udah " jawab Rey sembari mengelus pipi Rafi.


" van loe nggak tugas hari ini? "


" nggak kebetulan gua free, sini mana gua pindahin si Rafi kayaknya dia sudah tidur lagi " ucapnya lalu menggendong bayi Rafi dan memindahkannya ke box bayi


bersamaan dengan itu Aldo tiba di ruangan tersebut


" permisi tuan ini ada satu berkas yang ketinggalan yang belum anda tanda tangani " ucap Aldo sambil melihat ke arah Vania sekilas kemudian duduk di atas sofa


" ya " jawab Rey tanpa melihat ke Aldo


" sayang antar aku ke kamar mandi aku pingin pipis " ucap Shofia


" ya ayo sini aku bantu, Al tunggu sebentar "


" baik tuan "


Rey membantu Shofia turun dari ranjang Rey memegang selang infus berjalan mengiri Shofia, Shofia mengambil pembalut dan celana ganti kemudian masuk ke dalam kamar mandi di bantu Rey suaminya.


" sayang kamu keluar dulu aku mau pipis " usir Shofia


" udah aku di sini aja nggak papa"


" tapi aku malu aku kan mau pipis nanti kamu jijik "


" udah nggak papa aku disini aja nanti kalo kamu butuh sesuatu gimana " dan Shofia pun pasrah


" ya udah kamu hadap kebelakang sana "


" he he kamu itu kayak anak gadis aja masih malu udah nggak papa aku kan


suamimu kenapa harus malu lagian aku sudah hampir setiap hari ngeliatnya juga "


" ish kamu mas " lalu Shofia membuka celananya dalamnya dan dan juga pembalutnya. selesai buang air kecil Shofia membersihkan organ intimnya lalu berusaha berjongkok untuk membersihkan ****** ***** dan pembalutnya Rey melihat Shofia agak kesulitan untuk berjongkok


" udah biar mas aja yang nyuci ini kamu pasti kesulitan "


" nggak usah mas kamu nanti jijik "


" udah nggak papa " kemudian Rey membersihkan ****** ***** istrinya dan mengambil pembalut bekas istrinya dan membuangnya di tempat sampah.


" Sayang tolong bantu aku pakai celana aku kesulitan "


" sini.. " kemudian Rey membantu istrinya untuk mengenakan ****** ***** nya Rey sama sekali tidak merasa jijik


" emang kamu nggak jijik mas liat nya"


" kenapa mesti jijik sih..udah? " Shofia mengangguk lalu mereka segera keluar dari kamar mandi.


sementara di luar kedua bayi kembar sedang menangis Vania segera mendekat dan meriksa keduanya tampaknya bayi Rafa sedang puff pantasnya ia tampak gelisah


" pak Al bisa bantu saya? "


" ya bantu apa? " ucap Aldo sambil melangkah mendekati Vania


" itu tolong ambilkan tisu basah sama pempes dan juga minyak telon " Aldo mendekat


" yang mana pempers nya?"


" itu lho yang di bawah lemari nakas bungkus putih gold dan itu tisu basah dan minyak telonnya " terang Vania. Aldo segera mengambil apa yang diminta Vania namun tiba tiba bayi Rafi tiba tiba juga terbangun dan menangis


" pak Al bisa gendong bayi Rafi nggak dia kayaknya nangis mungkin haus " pinta Vania


" tapi aku takut mau megang takut salah karena dia masih kecil sekali" ucap Aldo panik. Vania segera menyelesaikan memasang popok Rafa lalu menggendong nya

__ADS_1


" pak Al tolong gendong bayi Rafa sebentar "


" tapi aku ngeri "


" ckk.. gini tangan anda.. ya begini ... ya udah tangan satunya di sini " vania mengajarkan Aldo menggendong bayi Rafa kini jarak mereka sangat dekat Aldo dapat mencium aroma tubuh Vania begitu pula Vania ia dapat mencium aroma mint dari tubuh Aldo untuk sepersekian detik mereka saling pandang Vania segera mengalihkan pandangannya ketika tangisan Rafi semakin keras.


" sebentar saya mengecek kondisi Rafi dulu" ucap Vania sedikit gugup dan Aldo hanya mengangguk.


" wah kamu pup juga ya " Vania segera mengambil pempers pengganti lalu dengan telaten ia mengganti popok bayi Rafi sedang Aldo berusaha menenangkan bayi Rafa.


Rey dan Shofia keluar dari kamar mandi


" lho pada bangun semua? "


" iya ni shof mereka kompak pada pup semua " jawab Vania


" wah Al kamu sepertinya sudah cocok jadi ayah liat Rafa langsung anteng kamu gendong " kata Shofia


" iya nona tapi saya masih agak ngeri gendongnya karena masih sangat kecil sekali "


" sudah sini biar aku gendong " kemudian Aldo memberikan bayi Rafa pada Shofia.


Aldo kembali duduk di sofa


" ini tuan berkas yang harus anda tanda tangani "


" oke mana " ucap Rey sambil melangkah duduk di sofa berhadapan dengan Aldo. lalu menandatangani berkas yang di sodorkan Aldo padanya.


" oh ya tuan tadi malam tuan mandez mengabarkan katanya ia akan datang ke ke Jakarta untuk memberikan Kesaksian di pengadilan nanti sekalian saya mengabarkan klo nona Shofia sudah melahirkan "


" kenapa dia tidak menghubungi ku langsung "


" katanya ponsel Anda tidak bisa di hubungi "


" ah ia tadi malam baterainya lowbat makanya aku cash "


selesai menandatangi berkas Aldo segera pamit berangkat ke perusahaan.sebelum pamit ia sempatkan diri menatap Vania sebentar kemudian keluar dari ruangan tersebut


" iya nggak papa pak Rey biar saya menemani "


" Oh ya udah nanti jam sepuluh sebetulnya aku ada meeting dengan klien tapi aku sudah meminta Aldo untuk menggantikan tapi kalau vania mau menemani nanti aku meeting sebentar selesai meeting aku langsung kemari " Shofia mengangguk


jam setengah sepuluh Rey meninggalkan rumah sakit untuk ketemu klien dan sebelum nya ia menghubungi Aldo terlebih dahulu.


sekitar jam dua belas Rey selesai meeting dan langsung kembali ke rumah sakit. sedang Vania langsung pamit kembali ke rumah.


sore hari menjelang asar mama Widya datang bersama Kyara, kyara langsung naik ke ranjang sang mami


" mami kapan pulang di rumah sepi nggak ada mami sama papi " rajuknya


" iya sayang mami kan belum sembuh mungkin besok atau lusa mami udah boleh pulang "


" sama adek kembar juga? "


" hem tentu"


" hore adek kembar boleh pulang "


" kamu seneng nggak? "


" seneng mami "


" si kembar lelap banget tidurnya " ucap mama Widya


" ya ma semoga aja mereka terus anteng kayak gitu, trus kapan Rey kamu mau ngadain acara akikahnya?"


" ya mungkin setelah ini ma nunggu dia boleh pulang dulu apa hari ke tujuh atau ke sebelas nya ya "


" ya mama sih terserah kamu aja "


" ya liat nanti aja ma "

__ADS_1


saat mereka sedang asik berbincang pintu ruangan di ketuk


" masuk.. " ucap Rey


" stela... " ucap mama Widya sontak Rey dan Shofia melihat ke arah pintu


" kamu kapan datang dari Jepang? " tanya mama Widya.


" tadi malam tante trus aku ke perusahaan ternyata kata Aldo Shofia sudah melahirkan, selamat ya Shofia atas kelahiran bayi kembarmu " ucapnya sambil melangkah masuk ke ruangan tersebut dan ternyata ia tidak datang sendiri melainkan bersama laki laki dengan perawakan tinggi putih dengan mata sedikit sipit


" Terima kasih kabarku baik " jawab Shofia


" kamu apa kabar Rey ..? hey kyara kamu tambah cantik aja " sapa Stella


" seperti yang kamu lihat kabarku baik, oh ya ada apa kamu tiba tiba pulang ke Indonesia? " tanya Rey


" iya aku ada kepentingan sedikit "


" stela dia siapa temanmu? " tanya mama Widya


" oh ya tan kenalkan dia taman aku tepatnya calon tunanganku, namanya kanaku jadi kedatangan aku ke indonesia karena dia mau melamarku dan kami akan segera bertunangan "


mendengar pengakuan Stella hati Shofia sedikit lega


" wah selamat ya buat kalian " ucap Shofia


" Hai tuan kanaku saya Shofia " ucapnya sambil mengulurkan tangan tapi dengan cepat Rey meraih tangan kanaku menggantikan istrinya


" saya Rey suaminya dan ini istri saya Shofia " ucap Rey


" oh ya saya Widya mamanya Rey " . am Widya memperkenalkan diri


" hai saya kanaku kekasih stella " kanaku memperkenalkan diri.


" oh ya ini aku bawa kado buat si kembar "


" aduh nggak usah repot repot Stella " kata Shofia


" nggak kok nggak repot " ucapnya sambil meletakkan paper bag berisi kado buat si kembar di atas nakas


" Wah ini bayi kembar kalian mereka sangat tampan, semoga kelak aku juga bisa mendapatkan baby kembar kayak kalian. sayang... sini liat mereka sangat tampan bukan? " ucap Stella pada kanaku dan kanaku mendekat ke box bayi.


" yes mereka sangat tampan "


" apa aku boleh menggendong nya ? " tanya Stella


" tentu " jawab Shofia dan mama Widya segera mengambil salah satu bayi kembar dan memberikannya pada Stella.


setelah bercengkrama cukup lama Stella dan kanaku pamit undur diri.


" tante sepertinya kami harus pamit karena ada urusan lain " ucap Stella


" ya makasih ya kamu sudah mampir ke sini, pesan tante cepet di halalkan hubungan kalian jangan menunggu lama lama "


" ya tan makasih atas nasehatnya "


" makasih ya Stella, dan aku minta maaf atas kejadian dulu " ucap Shofia karena biar bagaimanapun juga mereka sempat mengalami suasana yang kurang baik.


" ya aku juga minta maaf sekarang boleh kan kalau kita berteman? "


" tentu dengan senang hati " ucap Shofia sambil menggenggam tangan Stella. Rey yang melihat istrinya berbaikan dengan sahabatnya ikut merasa senang.


" baiklah klo begitu kami pamit "


" oh ya kami akan menyelenggarakan acara akikah si kembar klo kau sempat datanglah " kata Shofia lagi


" tentu kami akan datang kabari saja kapan tanggalnya klo aku masih di Indonesia aku usahakan datang "


" oke nanti kami hubungi " ucap Rey. dan Stella dan kanaku melangkah keluar dari ruangan tersebut.


jam lima sore tampak beberapa petinggi perusahaan datang berkunjung untuk melihat baby twins sang CEO. bayi Rafa dan Rafi mendapat banyak kado dan juga ucapan selamat untuk kedua orang tuanya.

__ADS_1


kini ruangan perawatan Shofia tampak ramai dengan kedatangan beberapa perwakilan karyawan perusahaan.


__ADS_2