
sore itu semua sibuk mempersiapkan parsel lamaran orang tua Aldo sudah tiba dan mereka sedang istirahat di kamar tamu sedang para Nany sedang sibuk membungkus parsel seserahan Shofia juga ikut turun tangan sedang Mami Widya mengontrol apa apa yang kurang
" akhirnya selesai juga " gumam Shofia
" gimana shof sudah lengkap? "
" ya ma tinggal kue kuenya aja yang belum sama buah nya " jawab Shofia
" ya semua mama sudah pesan dan minta supaya langsung di bungkus tokonya nanti kita tinggal bawa aja "
" klo gitu aku ke atas dulu liatin si kembar takut bangun tadi aku titip mas Rey. "
" ya udah kamu liatin sana " jawab mama Widya lalu melanjutkan mengecek apa saja yang perlu ditambahi.
" sayang baru aku mau keatas gimana si kembar bangun? " tanya Shofia pada suaminya yang berpapasan di anak tangga.
" nggak mereka masih lelap tadi aku sudah titip ke Nany" jawab Rey lalu merangkul istrinya menuju kamar mereka.
" sayang maaf ya..! " ucap Rey dengan suara beratnya sambil memeluk sang istri dari belakang. saat baru saja mereka masuk kamar.
Shofia mengernyitkan keningnya
" maaf..? untuk apa..? " tanya Shofia
" ya karena aku dulu tidak melamar mu secara baik kita tidak ada lamaran seperti Aldo " ucapnya lirih. Shofia membalikkan tubuhnya lalu tersenyum manis menatap netra suaminya.
" sayang tapi kamu sudah memberikan aku lebih dari itu dan aku sudah bahagia dengan kita seperti ini apalagi ada si kembar diantara kita jadi kamu jangan nggak enak hati kayak gini, lagian klo kamu mau ngasih kayak Aldo mana duitnya aja " ucap Shofia sambil menatakan tangannya. Rey mencubit hidung sang istri
" dasar emak emak mata duitan " kekeh Rey
" tapi kalo kamu mau seperti itu beli saja kan kartu debet yang aku kasih bebas kamu gunakan apa mau di isi lagi itu aja hampir tidak pernah kamu gunakan " ucap Rey lagi.
" ya udah aku mandi dulu gerah banget "
" ya udah mandi sana pantes aja aku dari tadi mencium bau asem asem." goda Rey. dan Shofia segera masuk ke kamar mandi.
selesai mandi Shofia memilih milih pakaiannya di dalam lemari.
" mas aku besok pakai baju apa ya kayaknya semua pada nggak muat klo ini sih muat tapi di bagian sini kayaknya nggak cukup " ucap Shofia sambil mencoba beberapa gaun miliknya yang sudah tidak muat karena ukuran tubuhnya yang masih membesar pasca lahiran.
" apa aku nggak usah hadir ya.. ! " gumamnya lagi sambil mematuk dirinya di depan cermin.
" emang kamu tega nggak akan datang di acara spesial sahabat mu sendiri "
" trus aku mau pake apa ini semua nggak cukup " kata Shofia frustasi
__ADS_1
" ya udah beli aja atau pesan di butik langganan mama "
" tapi apa nututin waktunya kan acaranya besok sore "
" udah nanti mas suruh orang butik ke sini untuk buatkan gaun yang indah untuk istri cantikku ini " sambil memeluk istrinya dari belakang dan menciumi pipi Shofia yang masih sedikit tembem.
setengah jam kemudian pemilik butik datang dan mengukur Shofia
" ingat besok pagi gaunnya harus selesai karena mau di gunakan sorenya " ucap Rey
" ya Tuhan mana bisa secepat itu bo.. siangan dikit ya eike janji agak saingan dikit lah jam dua belas lah paling lambat " kata si pemilik butik
" ya nggak papa mas jam dua belas " saut Shofia.
" tapi ini agak mehong ya soalnya minta cepet anak buah eike lembur bo.. " kata laki laki gemulai tersebut
" ya gua bayar tiga kali lipat asal tepat waktu " ucap Rey lagi.
" oke babang ganteng tenang aja sebelum jam dua belas eike pastiin udah beres" sambil mengedipkan matanya ke arah Rey membuat Shofia sedikit bergidik
" ya udah eike balik dulu, babang nggak sekalian bikin kemeja batik gitu biar eike ukur sekalian "
" nggak..nggak usah klo sudah sebaiknya kalian kembali ke habitat kalian " ucap Rey
" ya ya eike balik ayuk say tunggu besok ya " ucap pemilik butik hendak cipika cipiki sama Shofia namun dengan cepat Rey menarik Shofia
" alah pelit amat bang eike juga nggak napsu kali bang " ledek si pemilik butik. lalu berlalu keluar dari kediaman Rey.
***
keesokan hari nya gaun yang di pesan khusus untuk Shofia sudah diatar oleh pemilik butik itu langsung
" gimana cantek kan..? "
" ya bener mas bagus banget pas di badan aku " ucap Shofia
" hey..! yey jangan panggil eike mas panggil mba santi oke...! " katanya
" ha ha oke mba santi " kata Shofia lagi sambil tertawa geli
" mana bayaran eike sudah bikin bini loe senang " ucapnya sambil menatakkan tangannya ke arah Rey
" rekening loe masih sama kan? " tanya Rey sambil mengetikkan sesuatu di ponsel nya
" cek sudah aku transfer " kata Rey lagi
__ADS_1
" woow.. thank you ya.. loe emang bos tajir yang nggak pelit gue do'ain rezeki loe lancar " ucapnya sambil mengedipkan matanya dan hendak memeluk Rey namun dengan cepat Rey memeberi kode stop untuk tidak mendekat.
" dikit aja napa sih pelit amat nggak boleh gue peluk " kata santi mencebikkan bibirnya
" najis gue di peluk ama loe mending gue peluk istri gue " ucap Rey yang kini beralih memeluk istrinya.
" ampun.. deh ya udah ah eike pulang aja daripada mata eike ternoda lihat adegan mesum laki bini " lalu melangkah keluar dari ruang tamu. yang diiringi tawa mereka berdua.
sore hari semua sudah siap siap Shofia sudah berdandan rapi mama Widya dan juga orang tua Aldo serta beberapa keluarga Aldo yang berada di jakarta sudah berkumpul di ruang tamu
" klo mama sih inginnya kalian langsung akad nikah aja " ucap mama Aldo
" ma kan kemaren aku sudah bilang klo mamanya Vania maunya dia lulus kuliah dulu baru kita nikah "
" ya tapi Shofia bisa tu nikah sambil melanjutkan kuliahnya "ucap mama Aldo lagi
" ya ma aku juga inginnya begitu tapi kita kan juga harus menghargai keinginan orang tua Vania " ucap Aldo lagi
" ma apa yang dikatakan Aldo itu benar ma " kini papanya Aldo ikut berbicara setelah tadi asik ngobrol dengan Rey
" iya jeng lagian enam bulan lagi juga Insya Allah dia selesai kuliahnya. " kini mama Widya ikut menimpali
" tapi jeng saya kan pingin cepet punya cucu kayak jeng Widya tau tau sudah tiga aja cucunya "
" ya yang sabar aja jeng, Aldo kamu dengar kan mama kamu pingin cepat cepat punya cucu jadi nanti kamu nggak usah menunda " kata mama Widya dan di balas tawa oleh seluruh anggota keluarga.
" ya sudah semua sudah lengkap kan kita berangkat sekarang " kata mama Widya. lalu mereka semua masuk ke dalam mobil mereka masing masing Aldo dan Rey juga Shofia serta Kyara berada dalam satu mobil sedang mama Widya dan orang tua Aldo mereka juga satu mobil sedang kerabat Aldo berada di mobil lainnya.
Mama Rika sengaja tidak ikut karena diminta oleh mamanya Vania sebagai keluarga dari pihak perempuan jadi ia menunggu di kediaman Vania.
kini mobil iring iringan Aldo sudah parkir di depan rumah Vania tampak di sana sudah banyak orang yang akan menyambut kedatangan Aldo beserta keluarga.
mereka langsung di sambut oleh kedua orang tua Vania dan kerabat nya kini mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu yang cukup luas.
mereka kini duduk saling berhadapan setelah ramah tamah sebentar kemudian acara pun di mulai sebelum di mulai Vania di hadirkan di hadapan mereka.
Vania masuk ke ruang tamu dengan kebaya berwarna krem semua mata kini tertuju pada sosok Vania yang tampak anggun dan cantik dengan balutan kebayanya.
Vania melangkah dengan diiringi Shofia di sampingnya. Aldo menatap takjub pada calon istrinya. hingga Vania duduk di hadapannya Aldo tidak sedikitpun mengedipkan matanya.
" mas Aldo gimana acara bisa di mulia? " tanya MC. mama Aldo menyenggol putranya diiringi derai tawa dari para hadirin.
" ah iya tentu tentu silahkan " jawab Aldo sedang Vania hanya tersenyum malu.
" wah kayaknya mas Aldo nggak sabar ni buat halalin mba Vania nya " timpal MC itu lagi.kembali para hadirin tertawa melihat Aldo yang salah tingkah. dan beberapa menit kemudian prosesi acara lamaran pun dimulai. masing masing keluarga memberikan sambutannya menyampaikan maksud kedatangan mereka. kemudian Aldo menyampaikan maksud kedatangan nya beserta keluarganya kemudian setelah itu Vania di minta untuk menjawab lamaran Aldo.dan setelah itu Aldo menyematkan cincin ke jari manis Vania lalu menciun kening calon istri nya tersebut.
__ADS_1
" kamu cantik sekali malam ini sayang " bisik Aldo di telinga Vania. Vania hanya tersipu malu.
semua orang mengucapkan selamat atas pertunangan mereka. dan kemudian setelah itu semua tamu di persilahkan menuju meja prasmanan untuk menikmati sajian yang sudah di siapkan keluarga Vania.