
malam itu selepas makan malam Rey dan keluarganya duduk santai di depan TV
" kyara papi mau nanya tadi tante yang kemaren datang lagi nggak? "
" nggak papi "
" oh ya udah, besok klo kamu ketemu lagi kasi tau papi ya! "
" ya papi memang kenapa ? "
" nggak papi pingin tau aja dan nanti klo dia ngomong sesuatu jangan percaya "
" iya papi, papi tenang aja kan kemaren mami juga udah ngasi tau nggak boleh ngomong sama orang asing yang kita tidak kenal ya kan mami "
" ya sayang ..!Owh anak mami pinter banget sih " sambil mencubit kedua pipi Kyara lalu mencium hidungnya
" Oh ya mama dan mas Rey ada salam dari mama " ucap Shofia sambil menikmati asinan buah yang baru diambil dari lemari pendingin.
" alaikum salam kapan kamu ketemu? " tanya mama Widya
" aku nggak ketemu, tadi mama telpon dan ini mama yang kirimin " sambil mengunyah buah potong yang ada dalam asinan buah tersebut.
" gimana kabarnya mama kamu Shof? " tanya mama Widya
" alhamdulillah baik ma, dan aku janji sama mama weekend ini kita akan ke sana kamu bisa kan mas? "
" ke rumah nenek mami ? " tanya Kyara semangat
" iya sayang "
" hore.. ke rumah nenek "
" kamu bisa kan mas? kasian mama kangen banget katanya ama kita "
" ya udah weekend kita ke sana tapi Berangkatnya agak siangan ya soalnya paginya aku ada kerjaan sedikit " ucap Rey
" oke trus nanti di rumah mama kita barbeque an mama ikut ya ma sekalian aku juga mengundang Vania dan kamu mas ajak Aldo ya ? "
" kenapa ngajak Aldo sih dia sibuk banyak kerjaan "
" mas tapi kan weekend, masak weekend dia kamu suruh kerja juga kan kasian "
" mas boleh ya lagian aku punya misi buat Aldo" ucap Shofia
__ADS_1
" misi apa? " tanya Rey lalu Shofia membisikkan sesuatu di Telinga suaminya
" jangan aneh aneh kamu " ucap Rey
" apa sih kalian kok pake bisik bisik segala" protes sang mama
" begini ma " lalu Shofia juga membisikkan sesuatu ke telinga mama mertuanya
" wah kalo begitu mama setuju, udah Rey biar kan saja lagian klo mereka jadian kan kalian dapat pahala "
" ih mami nggak asik pake bisik bisik" kini Kyara yang juga ikutan protes
" oh anak mami pingin tau juga, gini nanti om Aldo akan mami suruh bagian bakar bakarnya nemenin papi sayang tapi ini rahasia " ucap Shofia sedikit berbisik
" oh"
" Kyara ini sudah malam sayang kamu bobok ya besok biar nggak kesiangan bangunnya, oma juga udah ngantuk mama duluan ya! "
" ya ma " jawab Shofia
" iya oma," saut Kyara, " mama aku boleh tidur sama mami nggak kayak kemaren "
" boleh dong sayang ayo mama temani kamu bobo"
" tapi aku juga pingin bobok bareng papi juga boleh ya aku bobok di kamar mami dan papi "
" nggak papa mas, boleh kok sayang " kata Shofia
" tapi yang..! " protes Rey keberatan
" ssstt ngalah sedikit sama anaknya kenapa sih" ucap Shofia sambil melototkan matanya
Rey pun melangkah lesu masuk ke kamarnya mengekor di belakang istri dan anaknya.
" Kyara ayo cuci kaki dulu sekalian gosok giginya "
" oke mami " kemudian melangkah menuju kamarnya untuk menggosok giginya
" yang kenapa Kyara di kasi tidur di sini sih malam ini kan jatah aku "
" mas aku kasian sama Kyara biarin aja dia sesekali tidur sama kita ntar klo adeknya dah lahir aku takut nggak bisa sering sering nemenin dia tidur "
" terserah kamu lah, tapi yang klo dia udah tidur boleh ya yang "
__ADS_1
" hem" jawab Shofia sambil membetulkan posisi bantal mereka.
kini Kyara tidur diantara mereka berdua, Shofia membacakan satu cerita untuk putrinya tersebut sedang Rey sedang memeriksa beberapa email yang masuk ke ponselnya.
" Mami aku senang deh bisa tidur kayak gini bareng papi bareng mami " celoteh Kyara sesaat setelah sang mami selesai membacakan cerita
" tapi kamu nggak boleh sering sering tidur sama mami , kan kamu udah gede " ucap Rey
" iya papi tapi sekarang aku pingin tidur sama kalian soalnya aku kemaren mimpi buruk dan aku takut papi "
" itu karena kamu nggak baca doa mungkin " kata papinya yang masih sedikit kesal karena olah raga malamnya terancam gagal.
" aku sudah baca doa kok pi"
" ya udah sekarang kamu baca doa dulu sebelum tidur supaya nggak mimpi buruk lagi " kata Shofia. dan Kyara pun membaca doa sebelum tidur dan tak berapa lama akhirnya ia pun terlelap sambil memeluk Shofia.
" sudah tidur? " bisik Rey
" hem dia baru aja tidur " jawab Shofia sambil menepuk nepuk bokong Kyara agar semakin pulas sedang Rey perlahan turun dari ranjang memilih pindah di samping sang istri dan memeluknya dari belakang.perlahan tangannya menelusup ke dalam piyama istrinya meremas dua gundukan yang kini ukurannya semakin membesar
" yang ini kok sekarang tambah besar ya ? " bisiknya sambil masih memainkannya
"namanya juga lagi hamil jadi perubahan hormon memang kayak gitu" aaah " desah Shofia.
" mas udah ada Kyara nanti dia bangun "
" kita pindah di kamar tamu aja, dia juga sudah tidur ayo..! "
" tapi kalo dia terbangun trus bingung nyariin kita gimana? "
" nggak dia nggak akan bangun klo baru tidur gini " bisik Rey yang kini tangannya semakin turun ke bawah. Shofia menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu yang menggelitik di bawah sana dan tanpa menunggu jawaban Shofia Rey langsung mengangkat tubuh istrinya masuk ke kamar tamu dan dengan satu tarikan gaun tidur istrinya terbuka menampakkan pundak dan dua gundukan istrinya yang menyumbul separoh.
Rey mengecup punggung istrinya lalu berpindah ke leher memberikan tanda kemerahan di sana Shofia memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan bibir Rey dan dengan perlahan tapi pasti Rey menanggalkan seluruh pakaian istrinya kemudian kembali menciuminya mulai dari bibir leher dan terus turun ke bawak.
Rey mengangkat satu kaki Shofia agar memudahkan lidahnya bermain main di **** ***** istrinya.
Shofia mendesah penuh kenikmatan dan dia semakin menekan kepala sang suami agar lebih dalam lagi.
" sayang ayo lakukan aku sudah nggak tahan " ucap Shofia dengan suara parau.
Rey segera berdiri dan dengan perlahan memasukkan batang kejantanannya masuk dan menyeruak ke dalam pusat inti Shofia.
" aaakh " Shofia menjerit nikmati merasakan batang kejantanan milik suami nya memenuhi pusat intinya. Rey terus memaju mundurkan gerakannya hingga Shofia hampir kehilangan keseimbangan dan dengan cepat ia menangkap tubuh istrinya lalu dengan perlahan merebahkannya ke atas ranjang dan kembali Rey melancarkan aksinya ntah sudah berapa kali Shofia merasakan klimaksnya kini Rey merubah posisinya membiarkan Shofia berada di atasnya. Rey membimbing Shofia memaju mundurkan bokongknya
__ADS_1
******* dua manusia yang sedang memadu kasih terdengar saling bersautan keringat membanjiri tubuh mereka dan setelah satu jam lamanya barulah Rey mengakhiri permainan ranjang mereka.
Rey mencium bibir pipi dan kening istrinya. kemudian memakaikan kembali baju tidur istrinya dan ia pun kembali memakai piyama tidurnya lalu menggendong istrinya kembali masuk ke kamar mereka menemani Kyara yang tertidur pulas.