
shofia dan Rey masih duduk di dalam mobil menunggu Aldo yang sedang memesankan makanan untuk shofia
" pak Rey ngomong ngomong pak Rey dan pak Aldo kok bisa tiba tiba ada disana tadi? " tanya shofia penasaran
" saya tadi abis ketemu klien di salah satu kafe dekat sana dan sewaktu kita akan balik ke kantor Aldo melihat kamu di sana makanya kita berhenti " terang Rey pada shofia.
" pak Rey Terima kasih ya sudah nolongin saya tadi! " ucap shofia
" hemm " jawab Rey
" kok cuman hemm sih! "
" maksudnya? " jawab Rey tak mengerti
" ya sudah lah " ucap shofia
" ini tuan makan siang untuk nona shofia " ucap Aldo yang baru saja keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil lalu menyerahkan box berisi makanan kepada Rey
" Terima kasih " ucap Rey sambil menerima box yang diberikan Aldo padanya lalu menyerahkan nya kepada shofia
" sekarang kamu makan ini ! " ucap Rey
" pak Rey nggak mau nyuapin saya? aduuuh tangan saya sakit pak..! " shofia pura pura meringis
" apanya yang sakit? " tanya Rey panik
" ini ni tangan saya aduh duh.. sakit.!" ucap sambil terus meringis
" ya sudah sini biar saya suapin kamu " ucap Rey lalu mengambil alih kotak berisi makanan dari tangan shofia, sedangkan aldo hanya memperhatikan bosnya dari balik kaca spion sambil tersenyum.lalu menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankannya.
Rey mulai menyuapi makanan ke dalam mulut istrinya.
" pak Rey makanan ini lezat sekali dan bertambah lezat karena pak Rey yang nyuapin " goda shofia
" udah jangan bicara saat makan! " ucap Rey sambil mengulum senyumnya.
" pak Rey nggak mau mencoba ini enak lho "
" nggak saya sudah kenyang" jawab Rey q
Rey dengan telaten menyuapi shofia makan hingga hampir habis
" pak Rey udah saya udah kenyang " ucap shofia sambil memegang perutnya.
" sedikit lagi..! " kata Rey sambil menyodorkan sendok berisi makanan namun shofia menggeleng kan kepalanya " udah kenyang..! " ucap shofia
" ya sudah sekarang kamu minum " ucap Rey sambil membukakan tutup botol air mineral lalu menyerahkannya pada shofia. dan shofia Meminumnya hingga tersisa separuh.
Rey meraih botol air mineral milik shofia lalu meminumnya.
" pak Rey itu kan bekas saya? emang pak Rey nggak jijik ya? " tanya shofia
" kamu nggak sakit TBC kan? " tanya Rey sambil menutup kembali botol tersebut
" ya nggak lah " jawab shofia
" ya udah lagian saya juga haus dan tidak ada air minum lagi di sini " ucap Rey beralasan.
mobil terus bergerak hingga dua puluh menit kemudian mobil pun tiba di rumah sakit.
Aldo dengan sigap segera membukakan pintu mobil untuk Rey
" kamu diam di sini.! Al tolong carikan kursi roda! " perintah Rey
" baik tuan " lalu Aldo pun masuk ke ruangan IGD meminta kursi roda.
" pak Rey saya masih bisa jalan kok jadi nggak usah pake kursi roda lagian lutut saya cuman lecet dikit "
" saya bilang diam ya diam nurut sama saya kenapa sih ! " ucap Rey mulai kesal. dan shofia pun memilih untuk diam
__ADS_1
sementara melihat kehadiran Aldo asisten dari tuan Rayyan membuat para dokter dan perawat yang berjaga sedikit kalang kabut.
"Aldo keluar dari ruang IGD dengan membawa kursi roda dan mendorongnya menuju mobil. Rey segera turun dari mobil dan berjalan mengitari mobil. lalu sedikit berjongkok kemudian mengangkat tubuh istrinya shofia dan meletakkan nya diatas kursi roda lalu mendorongnya masuk ke dalam ruangan IGD.
kehadiran Rey sebagai pemilik rumah sakit sontak membuat para petinggi rumah sakit segera menyambutnya. setelah basa basi sebentar mereka langsung memeriksa kondisi shofia
" saya mau kalian memeriksa kondisi nya tadi dia mengalami kecelakaan ingat periksa secara detail " kira kira seperti itu perintah Rey pada pihak rumah sakit.
" baik tuan kami akan melakukan cek medikal kepada nona shofia jadi mohon anda tunggu sebentar di luar " ucap salah satu dokter senior.
setelah Rey keluar dari ruangan itu barulah suasana sedikit rileks
" dok saya tidak apa apa kok hanya sedikit lecet sekarang lebih baik dokter obati aja ini maka semua akan selesai " punya shofia
" maaf nona shofia saya kita harus melakukan apa yang diminta pak Rey udah kamu tenang aja. lagian betul kata pak Rey gimana klo ada benturan di tubuh kamu dan kamu nggak ngerasa udah sekarang kamu berbaring dulu biar saya periksa " ucap dokter senior di rumah sakit yang kebetulan tempat shofia magang.
akhinya shofia pun menjalani serangkaian pemeriksaan dan hampir satu jam barulah segala tahapan pemeriksaan selesai dia lakukan.
" gimana dok kondisinya? " tanya Rey sesaat setelah dia duduk di ruang dokter.
" alhamdulillah dari hasil serangkaian pemeriksaan kondisi nona shofia baik baik saja dan tidak ada luka serius, dia hanya mengalami luka lecet dan tadi lukanya sudah kami bersihkan dan kami obati setelah di kasi obat tiga hari lagi lukanya akan segera mengering dan ini saya berikan resep untuk di minum silahkan di tebus nanti di apotik " terang sang dokter
" apa ada sesuatu yang harus dihindari dok? " tanya Rey sedang shofia hanya memutar matanya
" tidak ada cuman usahakan jangan kena air dulu agar lukanya cepat kering " terang dokter itu lagi
" baiklah Terima kasih dokter yusuf klo begitu kita pamit " ucap shofia dengan cepat
" ya sama sama semoga nona lekas sembuh " ujar dokter yusuf lalu shofia dan Rey pun keluar dari ruang periksa dokter tersebut.
Shofia mengajak Rey menunggu di dalam mobil sementara Aldo sedang mengurus administrasi dan sekalian menebus obat. setelah selesai Aldo segera masuk ke dalam mobil mengantarkan tuannya kembali ke mension milik Rey.
sesampai di mension shofia langsung di bawa ke kamarnya
" kamu minum obat dulu setelah itu istirahat saya akan menemani kamu di sini " ujar Rey
" tidak lagian tanggung sebentar lagi jam pulang kantor " jawab Rey lalu memanggil bi jum untuk membawa air putih ke kamarnya melalui telpon
" permisi tuan! " ucap bi jum masuk ke kamar tuannya yang kebetulan sedikit terbuka sambil membawa nampan berisi air putih.
" makasih bi jum " ucap shofia, bi jum yang melihat shofia tangannya di perban sedikit kaget
" lho nona shofia kenapa? " tanya bi jum kuatir
" nggak papa bi saya hanya terjatuh sedikit " jawab bi jum
" bi jum kamu temani shofia dulu sebentar saya mau ke bawah dulu " ucap Rey
" baik tuan " lalu Rey pun segera turun ke bawah memanggil mang udin ke ruang kerjanya
" mang udin tau kenapa saya panggil ke mari " ucap Rey setelah mang udin berdiri dihadapanya di ruang kerjanya
" nggak tau tuan " jawab mang udin sedikit gugup.
" jadi begini saya manggil kamu kemari untuk mengingatkan mulai hari ini jangan biarkan shofia bawa motor kemanapun dan mulai hari kamu saya tugaskan menjadi sopir pribadi shofia " ucap Rey
" baik tuan "
" trus tadi kenapa bisa dia keluar bawa motor? "
tanya Rey mengintrogasi
" anu tuan tadi itu nona shofia menolak saya antar dan katanya dia ingin bawa motor karena lama nggak pernah bawa motor kangen katanya" jelas mang udin
" ya pokoknya mulai sekarang kamu awasi shofia dan jangan biarkan dia keluar bawa motor "
" baik tuan "
" sudah kamu boleh keluar sekarang " ucap Rey man udin pun keluar dari ruang kerja Rey.
__ADS_1
sementara di kamar shofia sedang duduk di kamar ditemani bi jum dan juga kyara
" mami kenapa? ini sakit ya? " tanya kyara sambil menunjuk luka lutut shofia
" nggak kok sayang hanya perih sedikit " ucap shofia
" aku tiupin ya? "
"nggak usah sayang " ucap shofia tersenyum sambil membelai rambut putri sambung nya.
Rey pun masuk ke dalam kamar setelah urusannya dengan mang udin selesai
" papi sini! " panggil kyara
" bi jum kamu boleh kembali ke bawah " ucap Rey pada bi jum dan bi jum pun segera keluar dari kamar tuannya.lalu Rey segera ikut naik ke atas ranjang bergabung bersama kyara dan shofia.
" papi liat kasian mami tangan sama kakinya sakit, papi jangan galak galak ya sama mami! "
" emang kapan papi galak sama mami! " ucap Rey
" kemarin kemarin papi selalu galak sama mami "
" ya udah papi janji mulai nggak akan galak lagi sama mami "
" makasih ya pi..! " ucap kyara sambil cium pipi papinya
" papi aja nih yang di cium mami nggak? " shofia pura pura merajut
" iya dong mami juga muuach..! " kyara pun lalu mencium pipi mami nya shofia dan dengan cepat shofia memeluk kyara dengan gemas
" anak mami bikin gemes..! " ucap shofia
" aauwww" shofia meringis menahan lukanya
" ada apa? apanya yang sakit? " Rey tiba tiba menurunkan kyara dari pangkuan shofia
" saya kan sudah bilang jangan banyak gerak dulu luka kamu itu masih basah bisa dengar saya nggak sih ..? " ucap Rey dengan nada kawatir
" papi jangan marahin mami! " kini kyara yang memarahi papinya dengan mata yang mulai berkaca
" papi kan sudah janji nggak akan galakin mami" ucap kyara lagi
" iya sayang papi kamu nakal sama mami..! " shofia pura pura menangis
" papi klo nakal biar aku aduin sama oma " ancam kyara
" aduh sayang jangan dong ya..? papi nggak marahin mami kok papi cuman ngingetin mami aja supaya hati hati kan mami masih sakit " ucap Rey
" klo begitu papi harus minta maaf sama mami aku " ucap kyara. sedang shofia merasa bahagia karena putri sambung nya begitu menyayangi dan melindungi dirinya begitu juga dengan Rey dia bahagia melihat putrinya begitu menyayangi ibu sambungnya
" ya udah papi minta maaf sama mami. mami kyara papi minta maaf karena sudah bentak mami tadi " ucap Rey sambil mengatupkan kedua tangannya
" ya papinya kyara mami sudah maafkan " saut shofia
" sekarang papi cium mami " ucap kyara
" apa..?? " ucap mereka berdua berbarengan
" iya papi cium mami " ucap kyara. shofia hanya tersenyum sambil melirik suaminya. Rey yang awalnya ragu ragu akhirnya mendaratkan ciumannya di kening shofia dengan sangat lembut. ada debaran di jantung mereka ketika mereka berada pada posisi seperti itu.
" kenapa jantungku berdebar seperti ini? ini seperti perasaan dulu ketika aku pernah jatuh cinta, apa aku mulai jatuh cinta pada wanita ini?. batin Rey dalam hati.
melihat papinya mencium mami nya kyara pun menghambur memeluk kedua orang tuanya. dan mereka bertiga pun akhirnya saling berpelukan.
*****
segini aja dulu tetep dukung aku ya
like komen dan vote kalian para readers ku😘😘😘
__ADS_1