MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 181


__ADS_3

Rey meraih kunci mobilnya lalu menggandeng tangan Shofia turun ke bawah menuju bagasi mobil.


di tengah jalan Shofia melihat kedai ayam goreng dan tiba tiba saja ia begitu ingin memakannya


" sayang berhenti aku mau ayam goreng itu "


" lho katanya martabak "


" ya martabak juga "


" ya udah " dan Rey pun kembali membalikkan mobil nya berhenti ke gerai ayam goreng


" kamu nggak pesan sayang? " tanya Shofia sesaat setelah mereka memesan menu.


" nggak aku pesan kentang goreng aja " tak lama pesanan mereka jadi mereka segera membawa nampan berisi pesanan mereka dan duduk di salah satu meja. Shofia segera melahap nasi dan juga ayam gorengnya Rey menukar minuman soda shofia dengan air putih


" makasih sayang " lalu meneguk air mineral yang di suguhkan Rey untuknya. setelah kenyang mereka segera meninggalkan gerai ayam goreng tersebut dan kembali masuk ke dalam mobil.


" gimana apa masih lapar? jadi beli martabak nggak ? " tanya Rey


" he he kenyang sih tapi masih pingin martabak... " rengek Shofia


" ya udah kita cari martabaknya " ucap Rey


" makasih sayang cup " Shofia mengecup pipi suaminya sambil bergelayut manja pada lengan suaminya.


setelah memutar mutar jalanan kota akhirnya mereka menemukan pedagang martabak yang masih buka.


" kamu tunggu di sini aja biar mas yang pesankan " Shofia mengangguk patuh karena memang ia merasa sudah sangat mengantuk. lima belas menit kemudian Rey datang dengan membawa dua kotak martabak keju dan juga coklat.


" sayang ini martabaknya " ucap Rey setelah masuk dan duduk di depan kemudi.


" yah dia malah tidur " gumamnya lalu memperbaiki posisi tidur istrinya. kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan melaju perlahan kembali ke kediamannya.


sesampai di mansion Shofia masih terlelap Rey berusaha menggendong sang istri tapi Shofia tiba-tiba membuka matanya.


" sayang sudah sampai? "


" iya kamu mau aku gendong apa jalan sendiri ?"


" nggak usah sayang aku jalan aja lagian aku berat lho sekarang "


" kamu meragukan kekuatan mas.. "


" bukan begitu tapi aku kasian aja kamu kan udah capek ntar klo aku kamu jatuhin kan nggak lucu ibu hamil jatuh dari gendongan suami ha ha.. "


" kamu ini.. " sambil mentoel hidung istrinya


" ayo turun nanti martabak nya keburu dingin" ajak Rey sambil mengulurkan tangannya dan disambut Shofia. mereka berjalan beriringan masuk ke dalam mansion. Rey segera ke dapur untuk membuatkan susu hamil untuk sang istri sedang Shofia memilih masuk ke kamarnya sambil membawa bungkusan martabak tadi.


" sayang ini susunya di minum..! lho martabaknya kok nggak dimakan? " tanya Rey yang melihat martabak masih terbungkus rapi.

__ADS_1


" aku kenyang mas "


" lha trus.. "


" kamu aja yang makannya " ucap Shofia sambil meraih susu diatas nampan dan meminumnya.


" tapi mas udah capek capek lho beliin masak nggak di makan "


" ya udah aku makan tapi sepotong aja ya " Rey mengangguk dan Shofia menyomot satu potong martabak namun karena kenyang ia menyuapkan potongan bekasnya ke mulut suaminya.


" sayang aaa! "


" nggak sayang mas nggak ingin makan "


" tapi sayang ini mubazir klo nggak dimakan ayo aaak" dan Rey pun terpaksa membuka mulutnya menerima suapan dari istrinya.


" sayang udah ya aku kenyang "


" trus siapa yang mau habiskan ini? "


" kita kasii satpam di depan aja ya " usul Rey dan Shofia mengangguk. dengan cepat Rey membawa martabak ke pos satpam setelah itu ia segera kembali ke kamarnya.


" yang sudah di kasi? " tanya Shofia saat keluar dari kamar mandi dan duduk di depan meja rias.


" sudah " jawab Rey lalu masuk ke kamar mandi .


Rey memeluk tubuh istrinya dari belakang menciumi pipi sang istri yang kini semakin bulat. sesaat setelah keluar dari kamar mandi.


" sayang kangeeen " ucap Rey pelan sambil menciumi leher Shofia. Shofia terkekeh geli


" ya sebentar dong sayang aku nyeselesein ini dulu " namun Rey tak bergeming ia terus mengendus endus leher jenjang Shofia kemudian menggigitnya Sedang tangannya sudah mulai berselancar di dua bukit kembar istrinya.


" aahh sayang " ******* pelan keluar dari bibir Shofia. Rey membalikkan tubuh istrinya lalu meraup wajahnya dan ******* bibir manis sang istri yang beberapa hari ini tidak ia dapatkan. lidah mereka saling membelit saling tukar saliva hingga mereka kekurangan asupan oksigen.


Rey melepaskan pagutannya kemudian membimbing istrinya ke ranjang king size miliknya merebahkan tubuh Shofia dan kembali menciumi wajah dan seluruh tubuh istrinya. setelah melihat istrinya terbakar hasrat Rey mulai melakukan penyatuan mereka. Rey melakukannya dengan sangat pelan.


kini giliran Shofia mulai memimpin permainan beberapa hari tidak dijamah suaminya membuatnya begitu berhasrat. Shofia tampak sangat liar hingga Rey hampir kewalahan di buatnya.


" ah sayang kau hebat sekali malam ini " bisik Rey setelah mereka menyelesaikan permainan panas mereka. Shofia segera menutupi wajahnya dengan selimut.


" jangan di bahas aku malu " katanya


" kenapa malu hem mulai sekarang kau harus sering melakukannya karena aku suka honey " bisik Rey di telinga istrinya sambil memberikan gigitan kecil di sana.


"aaa jangan dibahas aku malu " kata shofia lagi sambil masih berusaha menutupi wajahnya sedang Rey hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang polos. kemudian ia turun dari ranjang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.setelah itu ia segera merebahkan tubuhnya kembali di samping sang istri.


pagi hari selesai sholat seperti hari hari sebelumnya shofia memasangkan dasi untuk suaminya.


" mas hari ini bukannya sidang perdana Eliza kamu nggak ke Pangadilan? " tanya Shofia sambil merapikan jas suaminya


" hem mungkin setelah meeting aku ke sana sidangnya jam 10 aku meeting jam 8 ini " jawab Rey

__ADS_1


" em apa aku boleh ikut ? " tanya nya lagi.


" nggak boleh kamu itu jangan bandel apa kamu lupa kalo sekarang kamu masih menjalani hukuman selama satu minggu kamu nggak boleh keluar rumah " sambil mentoel hidung istrinya.


"kirain hukumannya sudah selesai he he " sambil menyengir.


" belum lah, ingat kamu nggak boleh kemana mana tanpa ijin aku dan nggak boleh keluar tanpa aku oke.. "


" iya ya.. " memanyunkan bibirnya


"jangan manyun gitu apa kamu mau mas tambah hukumannya "


" eeeh nggak mana ada seperti itu.. " jawab shofia cepat


" makanya senyum jangan manyun kayak gitu. yasudah ayo kita turun ke bawah mama sama kyara pasti sudah menunggu "


"ya ayo.. " lalu mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan.


selesai sarapan Rey segera berangkat ke kantor dengan di jemput Aldo sedang kyara diantar oleh mang udin dan juga nany


Shofia mengantar keduanya sampai di halaman mansion.


" kamu belajar yang rajin oke jangan nakal di sekolah "


" oke mami " lalu mencium tangan dan pipi maminya lalu berlanjut ke papinya.


" dada mami papi love you "


" love you too sayang " kyara segera masuk ke dalam mobil dan perlahan mobilnya pun segera bergerak meninggalkan mansion.


" aku juga berangkat sayang " pamit Rey dan shofia mencium punggung tangan suaminya Rey membalas dengan ciuman di kening dan terakhir di bibir


" kamu hati hati ya ingat jangan lirik lirik cewek lain "


" tenang saja sayang di mataku hanya ada kamu seorang "


" lebay " lalu mereka berdua tertawa bersama


" yang aku kok malas ya berangkat ke kantor "


" eh jangan begitu ingat kamu tu harus kerja keras kerja yang rajin karena sebentar lagi kamu bakal punya dua baby lagi sayang " canda shofia


" tapi aku pingin sama kamu terus "


" sayang ih jangan kayak anak kecil lagian kan kamu mau meeting jam 8 ini "


" ah iya aku lupa, ya udah aku berangkat ya baik baik di rumah "


" ya sayang kamu hati hati love you "


" love you more " dan Rey pun masuk ke dalam mobil sedang Aldo hanya bisa memandang keromantisan sepasang suami-istri istri tersebut dari dalam mobil. Aldo segera menghidupkan mesin mobil dan menjalankannya menuju perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2