
" ceklek " pintu kamar mandi terbuka dan shofia keluar dari kamar mandi dengan lingeri warna merah maron sambil menutup bagian dadanya Rey langsung menangkap tubuh istrinya dan menempelkan ke dinding lalu mencium bibir istrinya dan ********** dengan sangat rakus kini bibir istrinya seperti candu baginya.
" sayang kamu seksi " bisik Rey ditelinga istrinya sontak pipi shofia bersemu merah karena malu. Rey terus menciumi seluruh wajah dan leher istrinya lalu Rey mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di atas ranjang mereka.
Rey terus menelusuri setiap lekuk tubuh istrinya tangannya mulai menjelajahi bagian bagian sensitif milik shofia desahan desahan pun mulai lolos dari bibir istrinya.
dengan sangat lihai dan sekali tarikan kini lingerie istrinya sudah terlepas dari tubuhnya. Rey kembali memberikan sentuhan sentuhan dengan bibirnya kembali shofia mendesah menerima sentuhan lembut nan indah suaminya.
setelah melihat wajah shofia memerah menahan hasratnya Rey pun langsung memasukkan batang miliknya ke dalam pusat inti istrinya yang masih terasa sangat sempit.
Rey merasakan kenikmatan yang luar biasa dia sangat bersyukur mendapatkan shofia yang ternyata masih suci karena dulu pernikahan pertamanya dia mendapatkan kondisi istrinya memang sudah tidak suci lagi namun Rey tidak mempermasalahkan hal itu karena cintanya dulu begitu besar pada mama kandungnya kyara dulu. dan kenikmatan itu dirasakannya sangat berbeda.
Rey terus memompa istrinya hampir satu jam lamanya hingga dia melihat shofia kelelahan dan akhirnya diapun menyudahi permainannya. Rey menyemburkan benihnya ke dalam rahim istrinya berharap ini akan segera tumbuh.
" makasih sayang " bisik Rey sambil mengecup sekilas bibir istrinya lalu tertidur lemas di samping tubuh istrinya.nafas mereka berdua masih terengah engah dengan keringat yang membanjiri tubuh mereka berdua karena pendingin ruangan tidak mampu memberikan rasa dingin karena pergumulan dua suami istri tersebut yang sedang di mabuk cinta.
" sayang aku haus " ucap shofia pelan. pergumulan tersebut tidak dapat di pungkiri sudah menguras keringat mereka berdua
" sebentar sayang " lalu Rey turun dari ranjang mengambilkan air putih untuk istrinya kemudian meminumkannya. setelah itu Rey pun ikut meminum dari bekas gelas istrinya. kemudian Rey kembali merbahkan tubuhnya di samping istrinya.
Rey memakaikan selimut untuk istrinya lalu meletakkan kepala istrinya di atas lengannya shofia pun tidur diatas lengan suaminya aroma maskulin yang keluar dari tubuh suaminya sangat dia sukai. tak menunggu lama shofia pun tertidur. dalam pelukan suaminya.
Rey perlahan bangun dari tidurnya dan meletakkan kepala istrinya di atas bantal dan dia melangkah menuju balkon kamarnya sambil menghubungi seseorang
" halo al? " sapa Rey setelah panggilannya terhubung
" ya tuan "
" kamu persiapkan keberangkatan saya besok sore dan tolong kamu persiapkan dengan matang semuanya " perintah Rey
" baik tuan saya akan persiapkan dengan baik " jawab aldo
" bagus kamu atur semuanya jadwal pertemuan saya sekalian di sana "
" baik tuan "
" oke Terima kasih Al "
" eh tunggu tuan .! maaf klo saya lancang tapi apa semuanya baik baik saja? " tanya aldo cemas
" menurut kamu? sudah saya tutup telponnya...! tutt.. tutt. " panggilan pun berakhir. kemudian Rey kembali masuk ke kamarnya dan ikut berbaring di samping istrinua.
shofia sempat menggeliat dan kemudian memeluk suaminya shofia yang tertidur masih dalam keadaan polos hanya selimut yang menutupi tubuhnya membuat Mr P suaminya bangun kembali
" shit..! kenapa bangun lagi sih nggak mungkin kan aku menyerangnya lagi ..! udah Rey tahan kasian dia sudah kelelahan " batin Rey lalu dia memilih masuk ke kamar mandi untuk menginginkan dan memendam hasratnya.
jam tiga pagi shofia pun terbangun karena ke belelet pipis pergerakannya membangunkan suaminya. shofia berusaha melepaskan pulukan suaminya
" mau kemana sayang? " tanya Rey sambil mengeratkan pelukannya
" sayang aku mau pipis sebentar " ucap shofia
" hemm jangan lama lama " ucap Rey
" iya sebentar kok" jawab shofia lalu menyambar lingerie nya untuk di gunakannya
" nggak usah di pake gitu aja " ucap Rey dengan suara seraknnya shofia hanya memutar matanya
" iya tapi kamu tutup matamu " ucap shofia masih malu
" he he kenapa tutup mata aku sudah dua kali liat semuanya " ucap Rey
" sayang ih dasar mesum " ucap shofia sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya namun lagi lagi Rey menahan selimut tersebut
" sayang aku mau pipis " ucap shofia
" ya pipis aja " ucap Rey sambil pura pura memejamkam matanya. shofia menarik nafas panjang lalu berjalan ke kamar mandi. setelah selesai shofia segera kembali ke ranjang nya dan merebahkan tubuhnya di samping suaminya tentu saja Rey langsung memeluk istrinya itu dan kembali hasratnya kembali muncul.
" sayang kita lakukan lagi ya? " ucap Rey
__ADS_1
" tapi ini sudah hampir subuh " ucap shofia
" sambil menunggu azan sayang " ucap Rey yang langsung menindih tubuh istrinya lalu mengulang kembali kegiatan panas mereka tadi malam hingga azan subuh menjelang.
" sayang sudah azan " ucap shofia di sela sela percintaan mereka
" sedikit lagi sayang.." ucap Rey lalu dia semakin meningkatkan tempo gerakan nya hingga
" aahhh" sebuah lengkuhan kepuasan keluar dari bibir suaminya Rey pun ambruk di atas tubuh istrinya.
Rey membaringkan tubuhnya di sisi istrinya dia atur nafas nya yang masih terengah engah. sambil mengelus perut rata milik istrinya
" semoga dia segera tumbuh sayang ucap Rey "
" aamiin " jawab shofia dalam hati.
" aku mandi dulu ya " ucap shofia lalu berusaha bangkit dari tidurnya
" ayo kita mandi bareng "
" eh nggak nggak aku mandi sendiri saja " tolak shofia
" sayang klo mandi satu satu nanti lama, ayo..! " lalu tanpa basa basi Rey langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar mandi
" sayang turunin aku.. aku bisa jalan sendiri kok" ucap shofia sedikit meronta
" kamu klo gerak gerak begini bangunin yang bawah lho .! kamu mau tanggung jawab? " ucap Rey. dan shofia pun akhirnya memilih untuk pasrah.
Rey menyalakan shower air dengan suhu hangat lalu mereka berdua mandi di bawah guyuran air yang keluar dari shower tersebut. rey meminta shofia untuk menggosok tubuhnya dengan sabun kemudian gantian dia yang menggosok tubuh istrinya dengan sabun.
awalnya semua berjalan normal namun beberapa menit kemudian tangan Rey mulai nakal shofia pun dengan cepat menepis tangan suaminya
" jangan macam macam ya tuan Rey kita belum sholat subuh " ucap shofia sambil melotot kan matanya
" berarti abis sholat boleh dong " bisik rey
" nggak aku kan harus ke rumah sakit dan kamu juga harus ke kantor kan? nanti kita bisa kesiangan " ucap shofia yang kemudian dengan cepat membilas tubuhnya dengan air bersih berwudu lalu segera keluar dari kamar mandi dan menyiapkan peralatan sholat untuk mereka berdua.
" sayang sini! " panggil Rey sambil menepuk sisi ranjang shofia yang sudah memakai pakaian rumahan hanya mendesah panjang
" sayang jangan macam macam aku mau ke bawah dulu bantuin bi jum menyiapkan sarapan " ucap shofia sambil menyisir rambutnya
" udah kamu nggak usah bantuin bi jum dia sudah dibantu nany yang lain, kamu temani aku sebentar aku janji nggak akan macam macam " ucap Rey memelas
" janji ya nggak macam macam " ucap shofia
" he em iya janji " kata Rey sambil mengacungkan dua jarinya.
shofia pun segera ikut naik ke atas ranjang tidur di samping suaminya. Rey langsung memeluk tubuh istrinya dan membenamkan wajahnya pada ceruk leher istrinya dan tidak menunggu lama mereka berdua pun tertidur.
hingga satu jam kemudian.
" tok.. tok..! mami buka pintunya..! mami..!
tok.. tok..! " terdengar suara gedoran pintu kamarnya
shofia terbangun dari tidurnya mendengar suara ketukan pintu yang begitu keras
" jam berapa ini? siapa yang mengetuk pintu begitu keras Ucap shofia sambil menatap jam dinding di kamar nya
" ya Tuhan sudah jam setengah tujuh " ucapnya lalu berusaha membangunkan suaminya
" sayang bangun sudah siang kamu nggak berangkat ke kantor ? " kata shofia sambil menggoyangkan tubuh suaminya
" heeem sebentar lagi sayang" ucap Rey tanpa membuka matanya dan semakin mengeratkan pelukannya
" tok.. tok..! " mami buka pintunya " teriak kyara
" sayang ada yang ketuk pintu aku buka pintu dulu " ucap shofia berusaha lepaskan pelukan suaminya.
__ADS_1
shofia segera turun dari ranjang setelah Rey melonggarkan pelukannya dan berjalan menuju pintu
" ceklek " tampak kyara berdiri di depan pintu kamarnya sambil membawa karet dan sisir untuk mengikat rambutnya lalu langsung menyerobot masuk ke kamar orang tuanya.
" mami mengapa nggak dandani aku di kamar? " ucapnya dan langsung melangkah naik ke atas ranjang orang tuanya.
" maaf sayang mami tadi ketiduran " jawab shofia lalu mengambil sisir dari tangan putrinya dan mulai merapikan rambut serta mengikatnya.
" papi bangun papi nggak ke kantor " celoteh kyara sambil mentoel hidung papinya
" iya sayang kamu sudah mandi? " tanya Rey sambil membuka matanya
" sudah papi aku sudah rapi ayo papi bangun aku mau diantar papi sama mami ke sekolah " ucap kyara
"sebentar sayang papi mandi dulu ya " ucap Rey
" papi kenapa baru bangun sama mami? papi sama papi kecapean ya? kata oma mami sama papi abis kerja lembur tadi malam. "
" hah " ucap mereka berdua sambil membelalakkan matanya lalu saling tatap
" ya sayang papi lembur sama mami tadi malam mau buatin kamu adik, kamu mau adik nggak " tanya papinya sontak Rey mendapatkan tatapan tajam dari istrinya.
" papi ih " ucap shofia pelan
" benar pi? " tanya Kayra antusias
" iya benar kamu seneng nggak klo dapat adik?" tanya Rey
" senang papi ..! hore aku mau dapat adik " teriak kyara sambil melompat diatas ranjang empuk orang tuanya.
" anak pinter " ucap Rey sambil mengacak rambut putrinya.
" papi rambut aku rusak lagi nanti " teriak kyara dan Rey pun memilih kabur masuk ke kamar mandi
" sayang kamu ke bawah dulu ya nanti mami sama papi nyusul kita mau siap siap dulu " ucap shofia sambil menggendong putrinya turun dari ranjang lalu mengantarnya sampai di depan pintu
" mami cepatan ya! " ucap kyara
" iya sayang " jawab shofia sambil mencubit hidung putrinya. lalu kyara pun melangkah meninggalkan kamar orang tuanya.
rey keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggang nya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil
" sayang mana baju kerja aku " tanya Rey dan shofia pun datang membawakan pakaian kerja suaminya dari dalam ruang wardrobe
" mas Rey kamu jangan ngomong kayak gitu sama kyara, anak kecil itu omongannya jujur nanti klo dia cerita sama teman temanya gimana? " ucap shofia sambil membantu suaminya memasangkan kancing baju suaminya.
" iya nggak papa kan betul kita lagi bikinin dia adik" ucap Rey lalu mulai memasangkan dasi di lehernya. sedang shofia hanya mengelengkan kepalanya malas
" udah kamu mandi sana nanti terlambat ke rumah sakit " ucap Rey. dan shofia pun segera masuk ke kamar mandi.
sepuluh menit kemudian shofia selesai mandi dan langsung mengganti pakaiannya.
" sayang tolong pasangkan dasinya " pinta Rey pada shofia lalu shofia pun melangkah mendekati suaminya dan mengikatkan dasi pada suaminya
Rey menatap lekat wajah cantik istrinya. shofia merasa di perhatikan balik membalas tatapan suaminya
" kenapa? " tanya shofia sedikit canggung. Rey menempelkan keningnya pada kening istrinya
" makasih sayang sudah hadir di rumah ini makasih kamu mau jadi mami yang baik untuk kyara dan istri yang sabar menghadapi aku. aku janji akan selalu menjaga dan mencintai kamu " ucap Rey
shofia merasakan hatinya menjadi hangat "makasih sayang karena kamu mau menerima aku mencintai aku " balas shofia sambil mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan Rey pun mencium bibir lembut istrinya ciuman yang awalnya hanya ciuman biasa menjadi ciuman panas. dan shofia langsung berusaha melepaskan pagutan suaminya.
"sayang kyara sudah menunggu di bawah " ucap shofia
" he he iya ayo kita turun! " ajak Rey
" sebentar aku merapikan make up ku sebentar " ucap shofia lalu duduk di depan cermin sedang Rey memilih duduk di tepi ranjang sambil memeriksa beberapa pesan dan email yang masuk.
*****
__ADS_1
udah panjang ya..! sorry ya aku belum bisa memenuhi keinginan kalian untuk double up .
dan tetep kasi dukungan kalian ke akunya, 😘😘