MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 74


__ADS_3

suara kumandang azan subuh membangunkan shofia dari tidur mencoba membuka matanya dan pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah tampan milik suaminya.


" anda tampan sekali pak Rey pantas saja banyak wanita yang mengejar ngejar Anda tapi saya janji suatu saat anda akan jatuh cinta sama saya setelah..! " tiba tiba shofia ingat akan kejadian tadi malam dia langsung membuka selimut yang menutupi tubuhnya


" ah alhamdulillah masih lengkap tapi tadi malam berarti..? " lalu dia ingat kembali bagaimana mereka bercumbu dan hampir saja melakukannya


" ah kenapa aku ketiduran sih..? " ucapnya pelan sambil menepuk nepuk jidadnya.


" semangat shofia masih ada hari esok " ucapnya pelan lalu dengan hati hati dia turun dari ranjang kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian sholat subuh. sedang Rey yang pura pura tidur berusaha menahan tawanya melihat tingkah polos nan menggemaskan istrinya


selesai sholat shofia berusaha membangunkan suaminya untuk sholat dan tiba tiba muncul ide suaminya untuk mengerjai istrinya. ketika shofia mencoba membangunkannya Rey tiba tiba memeluk shofia dan mendekapnya dengan erat seolah olah sebuah guling.


namun kali ini shofia pasrah bahkan dia mengelus elus dada bidang milik suaminya


" pak Rey mau lanjut yang tadi malam " bisik shofia dan sontak Rey segera melepaskan pelukan nya


" jangan aneh aneh masih subuh..! awas saya mau sholat " ucap Rey sambil melepaskan pelukannya dan melangkah menuju kamar mandi.


" sial kenapa malah aku yang di kerjai ..?" batin Rey.ketika masuk ke dalam kamar mandi.


sedang shofia segera menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya kemudian segera turun ke bawah membantu bi jum menyiapkan sarapan pagi.


sampai di bawah shofia langsung di sambut oleh sang mama mertua. mama widya terus memperhatikan gerak-gerik shofia


" kok tidak ada yang aneh ya pada shofia " batinnya


" shofia..! " sapa sang mama


" eh pagi ma..! tumben mama pagi pagi sudah di dapur? " tanya shofia


" he he mama tadi haus kebetulan persediaan air di kamar mama sudah habis."mama widya beralasan lalu dia menuangkan air dalam gelas dan meminumnya.


"oh ya shof bagaimana tadi malam? sukses? " tanya mama widya sambil berbisik


" belum sukses ma..! " jawab shofia


" kok bisa? " tanya mama widya sedikit kecewa


" sebetulnya sih hampir berhasil tapi pas kita mau mulai pak Rey dapat telpon trus akunya ketiduran, he he maaf ya ma! " ucap shofia


" Ya Tuhan..! " ya udah nanti kamu bisa coba lagi " bisik mama mertuanya lagi


" tapi aku malu ma "


" nggak usah malu kan sama suami sendiri, ingat pahalanya besar lho " ucap mama widya sambil mengedip kan sebelah matanya


" ya ma " jawab shofia


" ya udah klo gitu mama ke atas dulu mau olahraga sebentar " ucap mama widya lalu kembali ka lantai atas.


setelah selesai membantu bi jum seperti biasa shofia segera membangunkan kyara memandikan lalu membantunya untuk siap siap berangkat ke sekolah. abis itu barulah dia kembali ke kamarnya untuk siap siap juga berangkat ke rumah sakit.


saat masuk ke kamarnya tidak dilihatnya suaminya kemudian dia pun segera masuk ke kamar mandi.


ketika keluar dari kamar mandi tampak Rey sudah duduk di sisi ranjangnya sambil memainkan ponselnya dan sesekali dia memperhatikan istrinya yang sedang memoles wajahnya dengan make up.


" nggak usah terlalu menor emang kamu mau goda siapa? " tanya Rey


" apanya menor sih pak ini lho lipstik nya warnanya shof banget " ucap shofia sambil mengaplikasikan lipstik di bibirnya.


" kamu jam berapa pulang dari rumah sakit? " tanya Rey


" biasanya jam 4 sudah pulang, kenapa? apa pak Rey mau jemput saya ya? " tanya shofia sambil menghentikan gerakan tangannya


" nggak saya hanya nanya saja " ucap Rey

__ADS_1


" oh tak kira pak Rey mau jemput saya trus ngajak makan malam romantis " kata shofia sambil melanjutkan dandannya.


" ya sudah saya duluan ke bawah " ucap Rey lalu melangkah keluar dari kamarnya


" tumben dia bilang mau turun ke bawah biasanya nyelonong aja " batin shofia.


setelah penampilanya rapi shofia segera turun ke bawah bergabung di meja makan. lalu mulai meletakkan makanan di piring suaminya lalu


" mami nanti antar aku kan ke sekolah ? " tanya kyara


" he em nanti mami yang antar " jawab shofia sambil mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut putri nya.


selesai sarapan semua pun bergegas meninggalkan kediaman mereka. shofia berangkat mengantarkan shofia lebih dulu ke sekolahnya lalu lanjut ke rumah sakit sedang Rey dengan di jemput Aldo berangkat ke perusahaan.


" apa semua sudah beres al? " tanya Rey


" sudah tuan semua sudah beres" jawab Aldo


" bagus lalu hari ini apa jadwal saya? " tanya Rey lagi pada asisten pribadinya


" nanti saat makan siang kita ada meeting sebentar dengan klien kita yang baru dari Jepang sepertinya dia tertarik dengan produk kita. " lapor Aldo pada atasannya dengan tetap fokus pada jalanan di depannya.


" oke nanti selesai meeting kita langsung jemput shofia di rumah sakit dan barang barangnya sudah saya suruh bi jum yang menyiapkan dan nanti tolong kamu telpon mang udin untuk mengirimkan koper saya dan shofia ke kantor " ucap Rey


" baik tuan " jawab Aldo.


mobil pun terus bergerak hingga tiga puluh menit kemudian mereka tiba di perusahan. Rey dan Aldo berjalan memasuki gedung perusahaan dengan gagahnya


" Rey tunggu! " teriak stela ketika Rey akan masuk ke dalam lift Aldo dan Rey pun menghentikan langkahnya kemudian mereka bertiga masuk ke dalam lift tersebut.


" Rey nanti kita makan siang bareng ya aku mau menunjukkan ke kamu restoran yang baru saja di buka dan tempatnya itu sangat bagus " ajak stela.


" maaf nona siang ini sepertinya tidak bisa kita nanti ada meeting saat jam makan siang " kini Aldo yang menjawab


" maaf nona sepertinya tidak bisa " jawab Aldo stela pun kesal


"aku tu bukan nanya ke kamu Al..? " sungut stela


" gimana Rey boleh ya? " tanya stela


" kamu sudah dengar kan kata Aldo barusan " ucap Rey masih dengan mode dinginya.


" ting" pintu lift pun terbuka dan mereka bertiga segera keluar dari bok berjalan Rey langsung masuk ke ruangannya sedang stela juga memilih masuk ke ruangannya.


sementara shofia baru saja tiba di rumah sakit dan langsung disambut oleh vania sahabatnya


" shofia tunggu?ahirnya gua ketemu loe kemarin gua nyari nyari loe tapi loe udah pulang duluan " ucap vania lalu shofia pun menghentikan langkahnya


" ada apa loe nyariin gue ? " tanya shofia


" kita duduk sebentar di sana ya! "ajak vania


" tapi kita belum absen " kata shofia


" ya masih ada waktu lima belas menit " ucap vania lalu menarik lengan sahabatnya dan duduk di sebuah kursi taman tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


" ada apa sih van kok kayaknya serius amat? " tanya shofia


" gini shof kemaren kak andika telpon gue, dan dia bilang kepikiran loe terus dan katanya dalam minggu minggu ini dia akan pulang ke Indonesia dan menyatakan perasaannya ke elo!" terang vania


" apa?? tapi kenapa baru sekarang? " ujar shofia


dia mau nyatain perasaannya ke gue.! trus loe ngomong apa? "


" ya gua bilang klo dia nggak usah mikirin masalah itu dulu gua minta agar dia fokus aja sama kuliahnya tapi dia kekeh mau pulang nemuin loe dan akhirnya gue bilang ke dia klo loe udah nikah sama papinya kyara "

__ADS_1


" trus trus apa komentar nya? "


" kayaknya di shock dan kecewa banget dan abis gitu dia matiin ponselnya"kata vania.


shofia diam sejenak lalu menarik nafasnya dalam dalam


" van menurut elo gua salah nggak di sini? loe kan tau antara gue dan kak andika belum ada komitmen apapun walau gua sadar perhatiannya ke gua itu lebih dari pada perhatian seorang sahabat, apa gua salah menerima permintaan mama widya untuk menikah dengan pak Rey? " tanya shofia pada sahabatnya itu


" menurut gua loe nggak salah, loe menerima pak Rey karena kak andika tidak pernah menyatakan perasaannya ke elo kan dan kalian belum pernah punya komitmen apapun" kata vania


" tapi gue nggak enak sama ka Andika van, dia sudah sangat baik sama gue sama mama gue "


" trus sekarang mau loe apa? seandainya kak andika mengatakan perasaanya ke elo loe mau balik lagi ke kak andika? emang cinta elo sekarang mengarah ke siapa? " tanya vania


" ntah lah van bersama kak andika gue merasa aman merasa di lindungi klo bersama pak Rey gue juga merasa aman nyaman gua selalu berdebar jika gue berdekatan dengan nya. "


" oke fix itu berarti loe sudah jatuh cinta sama pak Rey, sekarang loe tanyakan hati dan perasaan loe dan otak loe juga loe pake mikir dan gua akan selalu ngedukung apapun keputusan elo selama itu membuat elo bahagia." ucap vania


" thanks ya van elo emang sahabat gue paling baik " ucapnya lalu memeluk erat tubuh sahabatnya itu


" eh udah ayo kita kembali ke ruangan kita belum absen " ajak vania. lalu meraka berdua masuk ke dalam gedung rumah sakit untuk melaksanakan tugas mereka masing masing.


shofia baru saja selesai menangani seorang


pasien yang jatuh dari motor dan pasien tersebut kini sudah di pindah kan ke ruang perawatan.


" lima belas menit lagi jam istirahat " ucap nya lalu melangkah ke wastafel untuk mencuci tangannya dan tiba tiba saja ponselnya bergetar shofia pun segera membuka ponselnya


" kak andika ! " ucapnya pelan lalu dia pencet tombol hijau


" hallo assalamu'alaikum " ucap shofia


" waalaikum salam shofia loe dimana? " tanya andika langsung


" masih di rumah sakit kakak apa kabarnya? " ucap shofia lagi berusaha menetralisir perasaannya yang sedikit gugup.


" kurang baik, aku sekarang ada di kafe melati kita bisa ketemu sebentar? pas jam istirahat aku tunggu kamu di sana " tut.. tut..! ponsel pun mati


" halo.. halo kak.. " panggil shofia namun panggilan tersebut telah terputus.


lalu shofia segera membuka jas putihnya dan menyimpannya ke dalam lemari kemudian segera mengambil tasnya dan bergegas menemui vania


" van kak andika van..! " ucap shofia ketika bertemu vania


" ada apa ? ada apa dengan kak andika? " ucap vania panik


" kak Andika sekarang ada disini dan dia nunggu gua di kafe melati. sekarang gua harus bagaimana van? "


" loe tenang loe atur nafas loe sekarang loe fikirkan baik baik tentang keputusan loe gua harap keputusan loe bisa membawa kebaikan untuk semua terutama untuk diri loe, loe fikirkan mama loe dan juga kyara yang sangat menyayangi dan membutuhkan loe. dan apapun keputusan loe gua tetep dukung " support vania


" loe temani gue ya van? "


" sory bukannya gue kagak mau tapi gua nggak enak ikut campur masalah pribadi loe sama kak andika pokoknya nanti klo ada apa apa loe telpon gue oke.! " kata vania lagi


'


" oke makasih ya van..! klo begitu berangkat " lalu shofia pun melangkah keluar dari gedung rumah sakit menuju parkiran mobil.


" mang tolong antar saya ke kafe melati yang mang..! "


" baik non! " jawab mang udin. dan mobil pun segera bergerak perlahan meninggalkan rumah sakit.


*******


sory para readers ku baru sempat up ini dikarenakan satu dan lain hal. tapi tetap kasi dukungan kalian ya like komen dan vote kalian 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2