MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 75


__ADS_3

shofia segera turun dari mobil begitu tiba di kafe melati.


" mang ini untuk mamang pesan makanan " ucap shofia sebelum turun sambil memberikan satu lembar uang ratusan ribu


" nggak usah non saya sudah ada di kasi tuan Rey " tolak mang udin


" ya nggak papa inikan dari saya udah ya mang saya masuk dulu sudah di tunggu teman soalnya. "


kemudian shofia pun bergegas masuk ke dalam kafe.shofia mengedarkan pandangannya dan dia langsung menangkap sosok Andika laki laki yang dulu sangat dekat dengan nya . Andika langsung melambaikan tangannya begitu melihat shofia.


shofia melangkah mendekati meja Andika dan dengan cepat Andika menarik kursi untuk shofia.lalu memeluknya dengan hangat


" kak apa kabar? " ucap shofia sambil berusaha melepaskan pelukan Andika


" ya seperti yang kamu lihat " jawab Andika lalu melepaskan pelukannya.


" kakak kenapa tidak ngabarin aku klo mau pulang ke Indonesia? " tanya shofia


" kita jangan bahas ini dulu ya lebih baik kita makan dulu kamu pasti belum makan, kakak sudah pesan kan makanan kesukaan kamu " ucap Andika sambil melambaikan tangannya ke pada salah satu pelayan. Andika terus saja memandangi wajah shofia membuat shofia sedikit salah tingkah


" gimana kuliah kakak lancar? " tanya shofia


" alhamdulillah lancar "


" apa kakak liburan sekarang? " tanya shofia basa basi namun obrolan mereka langsung terhenti ketika pelayan datang membawakan pesanan mereka


" kakak masih ingat aja sama makanan favorit aku " ucap shofia


" aku pasti selalu ingat apapun yang berhubungan dengan kamu shof, udah ngobrolnya nanti aja sekarang kita makan " ucap Andika. lalu mereka pun segera menyantap makanan mereka. namun tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh.


" siapa laki-laki bersama shofia itu? " tanya laki-laki tersebut dengan wajah kesalnya.


lalu laki laki tersebut permisi pada tamannya untuk berada lebih dekat dengan meja shofia.


yah laki-laki itu adalah Rayyan yang kini resmi menjadi suami shofia.


flashback on


"tok.. tok..! Pak Rey boleh saya masuk? " ucap aldo dari balik pintu


" masuklah " ucap Rey dan aldo pun segera masuk ke dalam ruangan bosnya itu.


"ada apa? " tanya Rey sambil meletakkan berkas yang baru saja dia tanda tangani


" begini pak klien kita meminta untuk meeting kita di majukan satu jam karena karena beliau akan segera kembali ke Jepang jam tiga sore ini tuan karena ada keluarganya yang sakit " lapor aldo


" ya kamu atur saja tapi kita tidak ada agenda kan jam segitu?" Rey memastikan


" tidak ada tuan "


" baik lah nggak masalah kalo begitu " ucap Rey


" baik pak klo begitu saya permisi " pamit Aldo.

__ADS_1


Rey dan Aldo pun segera keluar dari perusahaan kafe tempat mereka bertemu klien.


setelah hampir satu jam akhirnya pembicaraan bisnis mereka di akhiri dengan makan siang.dan tiba tiba saja Rey menangkap bayangan shofia masuk ke dalam kafe dan dia ikuti terus sosok wanita tersebut q


dan ternyata benar itu shofia istrinya.


Rey lalu membisikkan sesuatu ke pada aldo kemudian dia pamit undur diri


" maaf tuan kanaku saya permisi sebentar anda silahkan lanjutkan makan anda saya ada urusan sebentar" pamitnya lalu melangkah mendekati meja dimana Andika dan shofia saat ini sedang duduk. Rey mengepalkan tangannya ketika melihat Andika memeluk tubuh istrinya.


Rey duduk tepat di belakang meja mereka dan sengaja berusaha menguping pembicaraan mereka.


flashback off


shofia telah selesai menikmati makan siangnya


Andika dengan lembut membersihkan sudut bibir shofia yang terkena sisa saus dengan tisu.


" nggak papa kak biar aku saja " Ucap shofia berusaha menolak


" udah nggak papa kamu kebiasaan klo makan cumi bakar dengan saus pedas pasti belepotan gini " ucap Andika.


" oh ya kaka belum cerita kenapa kaka pulang ke Indonesia tiba tiba kenapa nggak ngabarin aku dan vania terlebih dahulu " shofia berpura-pura.


" apa vania tidak cerita kenapa aku pulang ke Indonesia? " tanya balik Andika.


" kak..!" ucap shofia lirih


" bukan begitu kak tapi..! "


" tapi apa? aku tau kamu menikah dengan tuan Rayyan karena ingin balas budi kan ke tante widya yang sudah membantu membiayai pengobatan mama kamu iya kan? dan kamu juga terpaksa menerimanya karena kyara kan? aku tau kamu sama sekali nggak mencintai tuan Rayyan jadi aku mohon tinggalkan dia menikahlah denganku, aku sangat mencintai kamu shofia " ucap Andika sambil menggenggam erat tangan shofia


" nggak bisa begitu kak? " jawab shofia


" kenapa aku akan mengganti uang tante widya yang sudah di berikan kepadamu lalu kita akan segera pergi dari sini kamu bisa melanjutkan kuliahmu di London kita sama sama mulai hidup kita di sana kamu mau kan? " kata Andika lagi. sedang Rey yang duduk di samping meja mereka semakin mengepalkan tangannya menahan marah lalu di gembrak meja tersebut dan melangkah mendekati shofia dan Andika


" lepaskan tangan istri saya " ucap Rey dengan suara dingin dan tatapan tajamnya lalu mencengkram kerah kemeja Andika lalu " bugh.. " sebuah bogem mentah mendarat di pipi Andika


" aaahkh pak Rey apa yang anda lakukan " pekik shofia kaget sambil menolong Andika yang jatuh terduduk.


orang orang yang berada di tempat itu pun ikutan panik dan dengan cepat Aldo mengisyaratkan untuk semua pengunjung segera meninggalkan kafe dan membayar seluruh tagihan yang sudah mereka pesan. beruntung klien mereka juga sudah undur diri lima menit yang lalu.


" kak Andika kamu nggak papa? " tanya shofia sambil membantunya berdiri


" aku nggak papa " jawab Andika sambil mengusap sudut bibirnya yang sedikit robek lalu berusaha melepaskan tangan shofia dan berjalan membalas pukulan Rey


" buhg" namun Rey yang basic nya seseorang yang memiliki ilmu bela diri dengan sabuk hitam dengan sangat mudah menangkis serangan Andika


" stop kak..! pak Rey ..! kalian jangan berkelahi" ucap shofia berusaha melerai dua laki-laki tersebut. shofia berusaha memegang lengan Rey yang berusaha ingin menghajar Andika kembali karena sudah berani menyentuh istrinya


" aku peringatkan sama kamu jangan pernah ganggu dan temui istri aku lagi.! " Rey memperingatkan Andika


" cih istri? istri yang hanya kamu jadikan baby sitter anakmu ya kan dan aku tau kamu sama sekali tidak mencintai shofia kan jadi aku minta kamu segera ceraikan shofia ! " Andika tak kalah garang

__ADS_1


" jangan pernah bermimpi kamu aku peringatkan sekali lagi jangan pernah ganggu istri aku karena dia milikku, klo tidak aku tidak akan segan segan menghancurkan mu " ucap Rey lalu menarik tangan shofia untuk keluar dari kafe tersebut


" tuan Rayyan saya pastikan saya akan mengambil shofia dari tangan anda jadi anda camkan itu " teriak Andika. Rey yang sudah melangkah beberapa langkah menghentikan langkahnya lalu kembali menghadiahkan sebuah pukulan keras ke wajah dan dada Andika


" bugh" ini karena kamu lancang memeluk istriku


" bugh " ini untuk kamu yang sudah memegang tangan istri aku dan ini untuk...!


" stop pak Rey please saya mohon jangan lakukan itu " ucap shofia sambil memeluk tubuh Rey dari belakang dan Rey pun menghentikan pukulannya sedang Andika meringis menahan perih di pipinya


" ha ha kenapa anda pukul saya anda takut shofia akan meninggalkan anda iya kan ? " ejek Andika


" kak Andika sudah stop! " ucap shofia sambil menahan air matanya yang hampir tumpah Rey yang melihat istrinya hampir menangis segera menarik paksa istrinya keluar dari kafe dan memasukkannya ke dalam mobil dan segera membalas menjalankan mobilnya dengan sangat kencang


" pak Rey saya mohon jangan kencang kencang " ucap shofia dengan ketakutan namun Rey tidak menghiraukan nya dia terus menginjak pedal gas mobilnya sambil menahan amarah di dadanya.


masih di kafe Aldo segera membereskan kekacauan yang ada serta membayar ganti rugi atas kerusakan dan juga semua makanan yang sudah di pesan oleh pengunjung tadi lalu segera membawa dokter Andika ke rumah sakit untuk diobati


sesampainya di mension Rey langsung membawa shofia naik ke kamarnya dan menguncinya dari dalam lalu Rey mendorong tubuh istrinya ke atas ranjang dan menciuminya secara kasar Rey menarik paksa kemeja yang dikenakan shofia hingga kancing nya berhamburan menampakkan bra berwarna hitam Rey terus melucuti seluruh pakaian shofia membuangnya ke sembarang tempat.


Rey pun membuka jasnya melepas dasi dan juga kancing kemejanya kembali Rey menciumu seluruh lekuk tubuh shofia dengan rakus kecupan kecupan tanda kepemilikan tercipta di leher dan dada milik shofia Rey melakukan nya dengan sangat kasar shofia hanya pasrah sambil tangannya mencengkram seprey ranjang mereka


" kamu adalah milik saya sampai kapan pun akan tetap menjadi milik saya dan tidak akan saya biarkan orang lain mengambil kamu dari saya " ucap Rey dengan wajah yang memerah menahan amarahnya kemudian Rey pun membuka sabuk celana nya dan melorot kan celananya kebawah kini mereka sama sama polos tanpa busana.


Rey kembali menciumi istrinya dengan kasar shofia hanya menggigit bibir bawahnya sambil menahan air matanya namun Rey sudah dibutakan oleh kemarahan dan rasa cemburu nya. Rey pun berusaha memasukkan batang kepemilikan nya ke dalam pusat inti shofia namun gagal Rey masih berusaha lagi shofia mulai merasakan sakit di area bawah perutnya


" pak Rey tunggu! " ucap shofia sambil menahan tubuh suaminya yang masih ingin menyerangnya


" kenapa kamu nggak mau saya sentuh kamu nggak mau melakukannya sama saya iya? " tanya Rey dengan emosi yang masih memuncak.


shofia pun menggelengkan kepalanya dengan pelan


" bukan tapi saya mohon lakukan dengan pelan karena ini pengalaman pertama bagi saya " ucap shofia pelan dengan air mata yang menumpuk dan hampir jatuh di sudut matanya.


"Rey yang melihat shofia hampir menangis segera mengusap wajah nya dengan kasar dan menengadahkan wajahnya ke atas


" ya Tuhan apa yang aku lakukan pada shofia dia pasti ketakutan " batin Rey lalu memperhatikan tubuh istri yang penuh dengan tanda kemerahan kemudian dengan lembut Rey menutupi kembali tubuh istrinya dengan selimut.


" maaf maafkan saya " ucap Rey lalu hendak beranjak ke kamar mandi namun dengan cepat shofia memeluk tubuh suaminya dari belakang


" anda mau kemana? " tanya shofia lembut


" maaf klo kamu belum bisa melakukannya sekarang saya tidak akan memaksa " ucap Rey berusaha melepaskan pelukan shofia


" lakukanlah saya siap ..! " kata shofia sambil mencium punggung suaminya dengan lembut lalu Rey pun membalikkan tubuhnya dan menangkup wajah istrinya menatap mata indah istrinya


" apa kamu siap dan mau melakukannya sekarang ? " tanya Rey dan shofia pun menganggukkan kepalanya dengan pelan.


*****


segini dulu ya udah panjang nih kita lanjut di part berikutnya ya 😃😃


dan tetap like komen dan vote nya kalian kasi ke aku para readers ku😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2