MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 121


__ADS_3

Rey dan Aldo tiba di Singapore setelah kurang lebih dua jam perjalanan. begitu turun dari pesawat dengan cepat Rey berlari mencari toilet terdekat. ntah mengapa perjalanannya kali ini benar benar menyiksa.


Rey memuntahkan semua isi perutnya di dalam toilet Aldo yang kebingungan melihat kondisi bosnya ikut menyusul ke toilet.


" tok tok..! tuan anda tidak apa apa? " tanya Aldo sambil mengetok pintu toilet.


setelah sepuluh menit barulah Rey keluar dari toilet sambil merapikan jasnya dan tampak wajahnya sedikit pucat


" anda nggak apa apa tuan? " tanya Aldo, Rey hanya menggelengkan kepalanya


" seperti nya tuan masuk angin " ucap Aldo lagi


" ya seperti nya seperti itu karena tadi belum sempat sarapan dan tadi hanya minum kopi aja atau jangan jangan asam lambung ku lagi naik " kata Rey


" klo begitu sebaiknya kita cari rumah makan di sekitar sini untuk sarapan dulu tuan "


"ya sebaiknya begitu" lalu mereka berdua melangkah keluar dari bandara.


sesampainya di rumah makan kembali Rey merasakan perutnya seperti di aduk aduk tatkala mencium aroma masakan dan dengan cepat dia berlari mencari toilet kembali ingin memuntahkan isi perutnya namun hanya cairan bening yang keluar Aldo yang mengekor di belakangnya semakin panik


" tuan apa sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi anda tuan? "


" aku rasa nggak usah ini mungkin hanya masuk angin biasa atau mungkin juga mabuk perjalanan sudah sekarang kamu pesanan saja makanan kita " ucap Rey


" baik tuan" kemudian Aldo melangkah meninggalkan Rey lalu memesan makanan kemudian mencari tempat duduk.


Rey menyusul Aldo duduk di salah satu meja makan sesaat sebelum menu makanan mereka di antar kali ini Aldo hanya memesan sandwich ten teh panas untuk sarapan mereka. sebenarnya Rey enggan untuk memakan sarapan nya tapi dia paksakan agar perutnya terisi karena setelah ini dia akan membereskan masalah di perusahaan.


selesai sarapan mereka berdua menuju perusahaan di dalam mobil Aldo menjelaskan rencana yang akan mereka lakukan jadi hari ini mereka akan mengadakan rapat tertutup dengan petinggi cabang perusahaan di Singapore.


sesampainya di sana mereka langsung di sambut oleh manager perusahaan dan beberapa kepala devisi dan langsung mengadakan rapat tertutup Rey melihat laporan keuangan dan memang terdapat beberapa keganjalan setelah melakukan beberapa evaluasi mereka segera meninggalkan ruang rapat.


Rey langsung minta diantar ke hotel tempat mereka menginap


" al tolong kamu belikan saya masker entah parfum apa yang mereka pakai sehingga perutku merasa mual menciumnya " ujar Rey saat mereka dalam perjalanan menuju hotel.


sesampainya di hotel Rey langsung merebahkan tubuhnya di kamar yang bersebelahan dengan Aldo.


Rey meraih ponselnya ada lima kali panggilan masuk dari shofia dengan cepat dia telpon balik


" assalamu'alaikum sayang " sapa Rey melalui panggilan video


" waalaikum salam mas kamu dimana sekarang? apa kamu sudah sampai di Singapura? " tanya shofia


" sudah sayang mas sekarang ada di hotel"


" apa kamu sangat sibuk kenapa baru menghubungi ? "


" iya sayang tadi dari bandara mas langsung ke perusahaan, gimana kabarmu apa masih mual mual ? "


" tidak sayang alhamdulillah tadi aku nggak mual sama sekali sepertinya anak anak kita nurut sama kamu nggak mau nyusahin maminya karena tau papinya lagi nggak ada " tutur shofia dan Rey pun terkekeh


" ya syukur lah klo begitu ingat kamu makan yang cukup agar anak anak kita tumbuh sehat sayang "


" iya mas, trus kapan kamu pulang?"


" kenapa apa kau sudah merindukanku? "


" ish nggak "


" ya udah sepertinya pekerjaan mas disini agak ribet mungkin seminggu baru bisa pulang "


" apa??? tapi kenapa seminggu kemaren katanya cuman tiga hari! " protes shofia


" lho emang kenapa? toh kamu nggak kangen kan sama mas "


" jangan lama lama "


" kenapa? "


" nanti aku kangen sama kamu"


" katanya nggak kangen "


" iiih mas ngeselin..! "


" he he ya udah mas mau mandi dulu kamu mau liat mas mandi? " goda Rey


" nggak..! "


" ya udah klo gitu mas tutup dulu telponnya ya I love you "


" ya mas kamu hati hati ingat jangan bekerja terlalu berat I love you too"


panggilan pun terputus. Rey merasa baikan setelah menghubungi istrinya kemudian dia masuk ke kamar mandi.


setelah makan siang Aldo langsung masuk ke kamar Rey untuk membicarakan hasil meeting di perusahaan tadi yang memang menemukan banyak kejanggalan


" jadi gimana menurut kamu Al? "

__ADS_1


"ya tuan memang disini terlihat adanya harga dasar bahan pokok sangat tidak masuk akal nanti saya akan coba menyelidikinya lebih jauh"


" oke bagus aku mau para pencuri itu segera di tangkap "


" ya tuan anda benar, lalu bagaimana kondisi anda sekarang? " tanya Aldo


" sudah mendingan ya udah aku mau istirahat sebentar jadi kamu silahkan kembali ke kamar mu! "


" baik tuan klo begitu saya permisi " kemudian Aldo meninggalkan kamar Rey yang memang kondisi nya kurang Vit semenjak mereka tiba di Singapore.


Rey merebahkan tubuhnya. dan dia heran dengan kondisi nya saat ini,seumur umur dia belum pernah merasakan mabuk perjalanan apa karena dia terlalu lelah hingga mengalami mabuk perjalanan.


setelah istirahat selama satu jam Rey segera siap siap akan melanjutkan penyelidikan mereka hingga menjelang magrib mereka baru kembali ke hotel.


Rey merasa tubuhnya sangat lelah dia membuka pakaiannya kemudian meraih handuk hendak merendam tubuhnya dengan air hangat


" tok. tok. tok. ' suara pintu di ketok Rey melangkah menuju pintu membukanya dan betapa kagetnya Rey ketika melihat siapa yang datang


" kamu mau apa kamu kemari? " tanya Rey dengan nada sinis


" ayolah Rey apa begini cara kamu menyambut aku " ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Eliza yang memang secara diam diam mencari tau keberangkatan Rey ke Singapura dan menyuruh orang untuk mengikutinya secara diam diam.


Elisa menerobos masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang kemudian membuka kancing bajunya satu satu. Eliza yang memakai dress super mini dengan kancing di depan sampai di bawah


" hey apa yang kamu lakukan keluar dari kamar aku " bentak Rey dengan mata melotot


" ayolah Rey apa kamu nggak kangen sama aku sama tubuh aku, ayo kita lakukan mumpung kita hanya berdua di sini, " kini semua kancing bajunya sudah terbuka memperlihatkan pakaian dalamnya kemudian bangun dari ranjang melangkah mendekati Rey menempelkan tubuhnya ke dada Rey yang bertelanjang dada


" apa kau tau aku sangat merindukanmu, merindukan setiap sentuhan dan hentakan tubuhmu " bisik eliza di telinga Rey


Rey merasakan kembali perutnya seperti di aduk aduk dan dengan cepat dia mendorong tubuh Eliza hingga dia jatuh terduduk kemudian Rey berlari masuk ke kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya.


Eliza yang jatuh terduduk berusaha untuk berdiri dan ingin menyusul Rey ke kamar mandi namun dia urungkan niatnya karena mendengar ponsel Rey berdering.


diraihnya ponsel tersebut dan terlihat panggilan video dan tertera di sana " my lovely " Eliza tersenyum licik kemudian dia melihat ke arah kamar mandi seperti nya Rey masih berada di kamar mandi dengan cepat Eliza mengusap layar ponsel tersebut.


" halo " sapa Eliza


" siapa kamu kenapa ponsel suami saya ada dikamu "


" saya Eliza mantan istrinya ups salah calon istrinya karena sebentar lagi kita akan rujuk " ucap Eliza berusaha memanasi


" bohong jangan ngarang kamu " ucap shofia geram apalagi melihat penampilan Eliza yang setengah telanjang


" mana suami aku? "


" oh Rey dia di kamar mandi dan kamu tau apa yang baru saja kami lakukan? ah aku nggak menyangka ternyata permainan nya masih hot sepertinya dulu " ucap Eliza lagi berusaha memanasi


" oh ya sekarang kamu lihat itu pakaian siapa ?" tanya Eliza sambil mengarahkan kamera pada celana dan kemeja Rey yang tergeletak di pinggir ranjang


" nggak kamu pasti bohong " geram shofia kemudian mematikan ponselnya sambil mengusap air matanya dengan kasar.


" hik hik.. ! tega kamu mas kamu bilang benci sama mantan kamu tapi apa kamu malah bermesraan sama dia di sana, padahal aku sekarang sedang mengandung anak kamu mas hik.. hik..! " tangis shofia pilu sambil memeluk guling di kamarnya. sejurus kemudian shofia teringat akan Aldo apa asistennya itu tau akan perbuatan atasnya atau dia sengaja menutupinya. " batin shofia


" tut..! tuut. "


" halo selamat malam nona ada apa? " sapa Aldo


" kamu dimana? " tanya shofia


" saya di kamar nona ada apa? apa ada yang bisa saya bantu? " tanya Aldo


" mas Rey mana? "


" tuan ada di kamarnya "


" sama siapa? " tanya shofia dan Aldo mengerutkan alisnya


" maksud nona ? "


" ya maksud aku saat ini tuan mu itu bersama siapa di kamarnya! " ucap shofia dengan nada sedikit tinggi sambil menahan sesak di dadanya juga menahan agar air matanya tidak tumpah.


" tuan sendirian nona atau kenapa anda tidak telpon tuan langsung "


" aku sudah menelponnya dan ternyata orang lain yang menerimanya dia wanita seperti nya dia mentan istrinya dan kamu jangan pernah Sesekali membohongi aku atau kamu akan jadi jomblo seumur hidup kamu " ancam shofia


" tapi nona benar saya nggak bohong tuan saat ini sedang berada sendiri di kamarnya " kata Aldo lagi


sementara di kamar Rey Eliza langsung menghapus riwayat panggilan nya kemudian meletakkan kembali ponsel Rey ke tempat semula. lalu segera keluar dari kamar Rey dengan senyum penuh kemenangan.


Rey keluar dari kamar mandi dan melihat sekeliling kamar ternyata Eliza sudah tidak ada di kamarnya kemudian dengan cepat memakai pakaian ganti lalu masuk ke kamar Aldo.


" Al kita cari makan sekarang " ucap Rey yang langsung masuk di kamar asisten nya yang saat itu sedang video call dengan istri atasannya tersebut.


" telpon dari siapa Al " tanya Rey dan sekilas tampak wajah shofia di dalam layar tersebut dan Rey menatap tajam asistennya tersenyum


" ini tuan nona shofia menelpon "


" ada apa kenapa dia menghubungi mu sini mana berikan padaku " ucap Rey lalu mengambil ponsel dari tangan Aldo

__ADS_1


" hallo sayang ada apa kenapa tidak menghubungi ku? " tanya Rey sambil menatap wajah istrinya yang tampak memerah menahan tangisnya.


" sayang ada apa hah? "


" tanyakan pada diri kamu sendiri ada apa ? dan apa yang sudah kamu lakukan "tut.. tut.. " panggilan terputus.


Rey yang bingung atas sikap shofia memandang Aldo mencoba menanyakan penjelasan atas apa yang terjadi.


" ada apa Al kenapa shofia marah begitu? "


" saya juga kurang tau tuan tapi tadi nona menanyakan anda bersama siapa di kamar dan tadi nona mengatakan menghubungi tuan dan yang mengangkat perempuan" tutur Aldo


" apa..? ya Tuhan pasti dia salah faham tadi pantas saja " kemudian Rey mengecek ponselnya tapi tidak ada riwayat panggilan.


" sebenrnya ada apa tuan? " tanya Aldo yang masih belum faham


" kamu tau Eliza ada di kamarku barusan "


" apa? "


" ya bahkan dia sempat menggodaku aku benar benar jijik melihatnya dan kau tau mual mual ku seketika kambuh " ucap Rey sambil bergidik


" tapi tuan bagaimana nona tau klo anda bersama wanita lain? apa jangan jangan memang tadi nona menelpon saat anda berada di kamar mandi ? " tanya Aldo


" ah ya kau benar tadi aku sempat mendengar telpon ku berdering tapi tadi aku cek tidak ada riwayat panggilan masuk " terang Rey


" atau jangan jangan nona Eliza menghapus nya tuan sekarang di mana nona Eliza?" tanya Aldo


" bisa jadi, karena ketika aku keluar dari kamar mandi Eliza sudah tidak ada di kamarku, klo begitu aku harus telpon shofia sekarang " ucap Rey langsung mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya berusaha menghubungi shofia.namun beberapa kali mencoba selalu di tolak dan hal ini membuat Rey menjadi gelisah


" ya ampun kenapa di tolak terus sih " gumamnya masih terus berusaha menghubungi istrinya.


" tuan sebaiknya anda makan malam dulu, saya kawatir dengan kondisi tuan yang tadi muntah muntah "


" apa kau nggal liat aku sedang menghubungi shofia gimana klo dia kepikiran trus nggak mau makan apa kau mau anakku kenapa napa hah " bentak Rey gusar


" maaf tuan tapi sebaiknya nanti kita coba lagi mungkin sekarang nona juga sedang makan malam tuan" bujuk Aldo


" ya sudah ayo kita turun ke restoran " ucap Rey berjalan kesal keluar dari kamar Aldo.


selesai makan Rey kembali menghubungi shofia namun kali ini tidak diangkat


" ya Tuhan angkat dong shofia " sambil terus berusaha menghubungi sang istri


" tuan coba anda hubungi nyonya saja " usul Aldo


" ah ya kau benar " kemudian mencoba menghubungi sang mama


" halo ma "


" ya Rey gimana urusan kamu udah selesai? "


" belum ma tapi aku usahakan secepatnya bisa selesai "


" ada apa kamu telpon? "


" aku mau nanya apa shofia baik baik aja? "


" ya dia baik baik aja dan kita baru aja selesai makan malam, emang kenapa? "


" ah syukur lah klo begitu "


" memang kenapa kamu kok kawatir banget lagian klo kamu pingin tau keadaannya kamu kan bisa hubungi istri mu langsung "


" itu dia ma aku dari tadi mencoba menghubungi nya tadi tapi selalu di tolak "


" emang ada masalah apa? " tanya mamanya lagi


"shofia salah faham ma sama aku "


" salah faham? salah faham gimana? "


" jadi begini ma... " Rey mulai menceritakan kronologi kejadian dikamar hotel tadi kepada mamanya mendengar cerita Rey membuat mamanya geram terhadap Eliza.


" mau apa lagi sih dia dasar wanita nggak tau mali, tapi Rey kenapa dia tau kalo kamu sekarang ada di Singapura "


" ntah ma aku sendiri juga nggak tau, ya udah ma klo begitu aku titip shofia dan kyara ya ma "


" ya kamu tenang aja mama akan jaga mereka dengan baik kamu konsentrasi aja sama urusan kamu di sana "


" ya ma Terima kasih, klo begitu aku tutup telpon nya ya, assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " kemudian Rey mematikan sambungan telepon nya.


" bagaimana tuan "


" syukurlah shofia baik baik aja " ucap Rey


kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang Aldo

__ADS_1


" malam ini aku tidur di sini, aku nggak mau wanita itu menggangu ku lagi nanti " ucap Rey kemudian memeluk guling. sedangkan Aldo hanya bisa pasrah atas sikap tuannya.


__ADS_2