
siang itu setelah selesai meeting Rey segera pergi ke pengadilan Negeri untuk menghadiri sidang pertamanya. Rey duduk di deretan bangku pertama bersama Aldo dan juga mama Widya. sedang Eliza duduk di deretan samping bersama pengacaranya.
agenda hari ini adalah pembacaan dakwaan dari penuntut umum atas terdakwa Eliza kemudian hakim menanyakan apakah terdakwa Akan mengajukan eksepsi atau tidak.
semua anggota sidang mendengarkan pembacaan surat dakwaan dengan tenang namun berbeda dengan Eliza yang tampak wajah nya sedikit menegang Eliza yang didampingi kuasa hukum nya mengajukan eksepsi keberatan atas tuntutan hakim sehingga sidang pun ditunda minggu depan.
sedang pihak Rey tampak puas atas tuntutan. yang sudah dibacakan tadi. Rey dan rombongan segera melangkah keluar dari ruang sidang tanpa menoleh ke Eliza.
" Rey tunggu " teriak Eliza saat ia sudah hampir sampai ke pintu.
" tunggu Rey aku mau bicara " Rey berhenti sejenak
" apa lagi yang mau kamu bicarakan klo kamu mau bicara sampaikan nanti dengan pihak pengacaraku " jawab Rey tanpa membalikkan badan.
" aku minta maaf atas semua yang sudah aku lakukan aku sungguh menyesal " ucapnya tepat di belakang Rey
" tapi semuanya sudah terlambat " jawab Rey
" ya aku tau tapi Rey please setidaknya kamu maafin aku supaya aku bisa tenang menjalani hikuman ku "
" kalaupun aku memaafkan kesalahan mu proses hukum akan tetap berjalan dan kamu jangan pernah bermimpi klo aku akan mencabut tuntukan ku "
" aku tidak minta kamu mencabut tuntutanmu aku hanya meminta maaf pada mu dan kyara. dan aku ingin kyara tau klo aku ibu kandungnya itu saja "
" tidak semudah itu dan apa kau kira aku percaya ..? mungkin istriku percaya dengan semua sandiwara mu tapi aku tidak, dan aku tidak tau rencana jahat apalagi yang kamu rencanakan dan aku peringatkan sama kamu jangan pernah berhubungan dengan istri ku lagi " ucap Rey dengan tegas
" Rey aku mohon beri aku kesempatan di panggil mama sama kyara "
" manggil mama ? ha ha apa kau bermimpi bukannya dulu kau membuangnya trus sekarang tanpa rasa malu kamu datang tiba tiba dan mau dia mengakui mu sebagai mamanya? trus kemana aja kamu selamat ini saat putri kecilku merindukanmu saat ia membutuhkan mamanya kamu kemana? " sindir Rey
" ya aku tau aku salah aku minta maaf seandainya aku bisa mengulang waktu aku tidak akan meninggalkan kalian "
" ya tapi sayangnya semua sudah terlambat dan saat ini dia sudah tidak butuh mamanya karena dia sudah memiliki mami yang sangat menyayangi nya" ucap Rey ketus lalu melangkah keluar dari ruang sidang di ikuti Aldo Mama Widya dan juga pengacaranya, sedang Eliza tampak duduk merosot ke lantai dengan perasaan yang hancur.
" nona bangunlah sekarang kita harus ke tahanan " ucap sipir yang mendampingi Eliza.
Eliza pun di papah untuk masuk ke dalam mobil tahanan. dan kembali ke sel tahanan.
di dalam mobil semuanya diam tidak ada yang buka suara Rey yang duduk di kursi depan disamping kemudi duduk membisu mata nya hanya memandang keluar jendela sedang mama Widya dan Aldo memilih diam.
" Al kita berhenti di kopi shop itu sebentar " perintah Rey
" baik tuan " dan Aldo segera memarkir kendaraan nya di sebuah kopi shop di pinggir jalan.
" ma kita ngopi sebentar ya " ucap Rey saat mobil sudah berhenti
" ya Rey sebaiknya kamu tenangkan diri kamu sebentar " jawab mama Widya
__ADS_1
" ya ma " lalu mereka bertiga turun dari mobil.
Aldo memesan kopi untuk mereka bertiga tak menunggu lama pesanan mereka pun tiba.
" maafkan aku ya ma tadi sedikit emosi " ucap Rey setelah ia menyeruput kopinya.
" ya mama faham mama ngerti kondisi kamu sekarang, kamu pasti sangat marah kecewa Sama mantan istri kamu itu, tapi satu yang mau mama pesan kan ke kamu biar bagaimana pun kamu tidak bisa memutuskan hubungan darah antara kyara dan mama kandung nya. oke saat ini kamu sedang marah tapi mama harap kemarahanmu itu jangan berlarut larut " nasihat mamanya.
" ya ma tapi untuk saat ini masih sangat sulit buat aku memaafkannya jadi saat ini biarkanlah dulu seperti ini"
" ya mama ngerti " kata mama Widya.
setelah merasa lebih tenang Rey mengajak mama dan Aldo untuk segera kembali ke mansion. sesampainya di mansion mereka langsung di sambut Shofia.
" gimana sidangnya sayang " tanyaanya sambil mencium punggung tangan suami dan mama mertuanya
" alhamdulillah lancar " jawab Rey
" oh ya aku dan Aldo harus balik lagi ke perusahaan karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan " lanjutnya lagi
" tapi ini sudah hampir jam makan siang lho mas apa kamu nggak sekalian makan dulu abis itu baru balik ke kantor " tawar Shofia
" iya Rey bener kata Shofia lagian nanggung kamu mau balik toh sebentar lagi jam istirahat " mama Widya menimpali. dan Rey pun menurut.
Shofia menggandeng tangan suaminya menuju meja makan.
" iya tan " jawab Aldo dan langsung mengekor di belakangnya
" bi jum sudah siap semuanya? " tanya Shofia saat mereka masuk ke ruang makan
" sudah non silahkan " ucap bi jum dan mereka semua segera duduk di meja makan untuk makan siang.Shofia dengan telaten melayani suaminya. selesai makan siang Rey dan Aldo kembali ke perusahaan. sedang Shofia kembali ke kamarnya klo di tanya apa dia bosan? tentu dia merasakan sangat teramat bosan.
tidak banyak yang ia lakukan saat di rumah ia hanya makan tidur baca novel nonton film atau sesekali ia ikut menata tanaman hias di taman belakang dan juga mengikuti senam hamil itu pun hanya dua kali seminggu
dan hari ini sudah memasuki hari ketujuh Shofia berdiam diri di rumah. Shofia membuatkan teh hijau untuk suaminya dan membawanya ke ruang kerja
" sayang ini sudah malam lagian kan ini weekend kenapa masih kerja sih..? " meletakkan cangkir berisi teh hijau di atas meja lalu duduk di pangkuan suaminya.
" sedikit lagi sayang kenapa kamu kok belum tidur? " tanya Rey sambil mencium punggung istrinya dengan mata masih fokus pada laptopnya
" aku nggak bisa tidur nungguin kamu " ucap Shofia sambil mengelus bulu bulu halus di pipi suaminya.
" sayang apa kau merayuku? " Shofia tersenyum sambil bergelayut manja. Rey menatap wajah sang istri lalu mendekatkan bibirnya ke bibir shofia lalu menciumnya dengan lembut. dan perlahan menjadi ciuman panas hingga mereka kehabisan nafas. Rey langsung menutup laptopnya
" apa kau menginginkannya ? " tanya Rey Shofia mengangguk pelan lalu Rey mengangkat tubuh Shofia meletakkannya di sofa panjang. Rey kembali mencumbu Shofia memberikan stimulus Rey terus memainkan perannya kini mereka berdua polos tanpa busana. saat Rey akan memasukkan miliknya ke pusat inti Shofia
" sayang ini ruang kerja nanti klo ada yang kemari gimana "
__ADS_1
" nggak akan ada yang berani masuk kemari pintunya juga sudah aku kunci sayang " ucap Rey yang tadi sebelum ia mengangkat tubuh istrinya sempat menekan remot control menutup pintu dan tanpa menunggu lama Rey melanjutkan aksinya menyatukan miliknya dan istrinya
" ah sayang.... " desah Shofia
" kenapa sakit..? " tanya Rey namun Shofia
menggeleng. Rey tersenyum kemudian semakin mempercepat tempo gerakannya
" sayang kenapa semakin ke sini rasanya semakin sempit aaaahh... " desah Rey di sela gerakan maju mundurnya shofia terus mengeluarkan suara ******* dan erangan suara luknat keluar dari bibir mereka berdua hingga hampir satu jam barulah Rey menumpahkan lahar hangat ke dalam pusat inti istrinya. Rey memungut celana Boxer nya memakainya lalu di meraih pakaian Shofia yang teronggok di lantai memakaikannya lalu menggendong tubuh istrinya naik ke kamar mereka.
" sayang aku berat lho.. "
" nggak papa aku masih kuat kok " jawab Rey dengan sedikit terengeh engah sedang Shofia terkekeh geli.
sampai di kamar Rey langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan tak berapa lama Shofia pun ikut membersihkan dirinya.
kini mereka sudah rebahan di ranjang.
" mas... " panggil Shofia saat Rey mulai memejamkan matanya
" hem ada apa? "
" aku besok sudah boleh kan mulai masuk ke rumah sakit " tanya Shofia sambil mengusap dada bidang suaminya
" kan ini sudah satu minggu aku di rumah terus boleh ya.. "sambil menunjuk nunjuk dada suaminya
" apa kau merayuku..? "
" nggak aku hanya ijin aja "
" klo aku ijinkan apa imbalanku "
" idih mas kok gitu kamu kan tau aku nggak punya uang, semua uangku kan dari kamu semua " ucap Shofia kesal lalu membalikkan tubuh nya membelakangi suaminya
" hey.. nggak boleh munggungin suami kayak gitu ayo balik.. "
" nggak... "
" ya udah mau di ijinin nggak " dan dengan cepat Shofia membalikkan Tubuhnya
" tapi ada syarat nya "
" apa..? " tanya Shofia
" kita lakukan satu kali lagi .. " bisik Rey lalu menggigit telinga istrinya
" mas ih geliii... " ucap Shofia dan akhirnya mereka kembali mengulang percintaan mereka.
__ADS_1