
kini kedua bayi kembar tersebut sudah selesai menyusu dan mereka sedang terlelap di dalam box bayi. Rey mempersilahkan Aldo untuk menyapa shofia
" selamat nona Shofia atas kelahiran bayi kembarnya maaf saya hanya membawa ini " sambil menyerahkan serangkaian bunga lily.
" makasih al "
" ingat loe masih hutang kado untuk bayi kembar gue " kata Rey lagi
" iya tentu tuan "
" mas.. " ucap Shofia dengan tatapan horor
" nggak papa dia itu sudah aku gaji besar masak cuman kasi bunga kayak gini " ucap Rey sambil menggeleng kepala
" ya ampun sejak kapan tuan jadi matre gini " batin Aldo
" ya udah kita ngobrol di luar aja kasian istri dan anakku mereka mau istirahat " ajak Rey dan mereka pun melangkah ke ruang tamu yang di sana juga tampak mama Widya dan mama Rika serta kyara yang sedang duduk santai.
" tok.. tok.. "
" masuk " ucap mama Widya
" assalamu'alaikum tan.. gimana kabar bayinya mereka nggak rewel kan " ucap Vania nyerocos yang muncul dari balik pintu.
" alhamdulillah mereka sepanjang ini sih anteng " jawab mama Widya sedang Aldo dan Rey hanya menatap sekilas lalu melanjutkan obrolan mereka tentang pekerjaan.
" oh ya tan aku mau pamit ni sudah jam pulang besok aku balik lagi. trus mana baby twins nya "
" mereka baru saja tidur habis ***** sama maminya " jawab mama Widya. dan Vania melangkah masuk mengecek kondisi bayi kembar Shofia. yang tampak sedang tertidur setelah memeriksa keduanya Vania kembali ke ruang tamu
" oh ya tan aku pamit ya salam aja buat Shofia kayaknya dia masih lelah banget "
" ya nanti tante sampein, tapi ini sudah hampir malam kamu pulang sama siapa? " aku bawak mobil kok tan "
" oh malah tante mau nyuruh Aldo buat nganter kamu mau kan Al "
" ya tante " saut Aldo asal tanpa tau pertanyaan dari tante Widya.
" nggak usah tan aku bawak mobil kok, aku pamit ya mari tan pak Rey dan pak Aldo "
" ya silahkan " jawab Rey sedang Aldo hanya tersenyum dan Vania berjalan keluar dari ruang perawatan Shofia
" Aldo kamu susulin sana ikutin dari belakang kasian ini sudah hampir malam tante kawatir sama Vania takut terjadi apa apa "
" tapi ma aku masih membicarakan masalah kantor sama Aldo" protes Rey
" Rey kamu tu jangan semena mena sama bawahan ini kan sudah luar jam Kantor "
"terserah mama saja, Al nanti malam ke sini bawa berkas berkas yang perlu saya tanda tangani "
" baik tuan klo begitu saya permisi tuan, nyonya Widya, nyonya Rika "
" hem " jawab Rey
" semangat al pepet terus " ucap mama Widya
sedang mama Rika hanya menggelengkan kepalanya
Aldo berjalan menuju parkiran kemudian masuk ke dalam mobil nya baru saja mobil keluar dari gerbang rumah sakit mungkin saat ini dewi fortuna sedang berpihak pada nya , ia melihat Vania sedang turun dari mobilnya dan berjongkok melihat kondisi ban mobilnya yang kempes.
Aldo segera memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil.
" ada apa Vania ? "
" eh pak Aldo nggak tau nih kayaknya bannya bocor " ucap Vania
" kamu bawa ban serepnya? "
" nggak bawa "
__ADS_1
" ya udah klo gitu biar kamu saya antar "
" trus mobil saya bagaimana? "
" saya telpon bengkel langganan saya biar mereka yang akan menangani, sebentar " lalu Aldo menelpon bengkel langganannya.
" tukang bengkel nya sudah saya telpon mungkin satu jam lagi mereka nyampe "
" Terima kasih pak Al, klo pak Aldo ada urusan nggak papa kok biar saya di sini nunggu tukang bengkelnya "
" ah nggak nggak papa lagian bahaya klo perempuan sendirian di pinggir jalan "
" nggak papa kok santai aja " ucap Aldo dan Vania hanya tersenyum sambil memijit punggung yang terlihat kelelahan.
" sekarang sebaiknya kamu saya antar, lagipula pihak bengkel sebentar lagi juga sampe " ajak Aldo
" tapi pak apa tidak merepotkan "
" nggak ayo naik ke mobil saya " sambil menarik pergelangan tangan Vania untuk masuk ke dalam mobilnya.
di dalam mobil suasana hening Vania menguap beberapa kali dan Aldo meliriknya sekilas.
" sepertinya kamu kecapean banget " tanya Aldo memecah kesunyian sambil melirik sebentar ka arah Vania
" ya pak lumayan tadi banyak pasien "
" gimana kabar mantanmu apa dia masih mengganggu mu? " tanya Aldo lagi
" sudah tidak lagi dan aku dengar dia sudah tidak bekerja di perusahaan yang itu lagi "
" baguslah "
" ya gimana pak? "
" ah tidak, tidak ada lupakan " jawab Aldo dengan seringai liciknya.
tiga puluh lima menit kemudian mereka tiba di kediaman Vania. Aldo mematikan mobilnya. Aldo menoleh ke samping menatap wanita yang membuat hatinya berdesir aneh tapi ia tidak tau perasaan apa itu.
" sepertinya kau betul betul lelah nona " gumam Aldo yang masih setia menunggu Vania tidur.
Vania baru terjaga ketika ponselnya berdering. Vania menggeliat lalu mengucek matanya sambil mencari ponselnya namun juga ia mendapatkan ponselnya panggilan tersebut berakhir.
" eh pak kita sudah sampai? sejak kapan "
" ya lumayan "
" kenapa saya tidak di bangunkan ? " ucap Vania sambil merapikan rambutnya
" saya nggak tega bangunin kamu apalagi kamu kelihatannya capek banget "
" cie cie pak Aldo perhatian banget sama saya, makasih ya pak " sambil menepuk pipi Aldo lalu bergegas keluar dari mobil Aldo. sedang Aldo masih tertegun sambil memegang pipinya yang bekas di pegang Vania
" pak Aldo "tok tok.. " Vania memanggil dari balik pintu mobil
" ah iya " Aldo membuka kaca mobil
" anda tidak apa apa? " tanya Vania karena mobil Aldo masih belum bergerak
" tidak saya baik baik saja "
" makasih ya pak sudah diantar, bapak hati hati ya "
" ya klo begitu selamat malam " ucap Aldo sedikit gugup kemudian perlahan menjalankan mobilnya kembali ke apartemen.
sesampai di apartemen Aldo masih senyum senyum sendiri memegang pipinya bekas tepukan Vania tadi. sambil rebahan di atas kasurnya. dan lamunannya harus buyar karena bunyi ponselnya
" hallo Al loe di mana ? " tanya Rey dari seberang
" saya masih di apartemen tuan "
__ADS_1
" kenapa lama sekali balik ke rumah sakit loe tidur? " tanya Rey dengan mode marahnya
" nggak tuan saya baru saja pulang dari mengantar nona Vania "
" cepat ke rumah sakit ada yang akan aku bicarakan sekalian bawa berkas yang mau di tanda tangani "
" baik tuan " kemudian Aldo dengan cepat masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya kemudian bergegas turun ke lantai dasar menuju parkiran.
" kenapa lama sekali mana pesanan istriku " ucap Rey saat Aldo tiba didepannya
" ini tuan tiga bungkus nasi padang dan juga jus buahnya "
" oke " lalu mengambil tas plastik berisi nasi padang lalu menyerahkan ke dalam
" ini sayang pesananmu "
" makasih sayang... ma ini ma makan dulu mama kan belum makan malam "
" ya ayo jeng kita makan dulu mumpung si kembar masih terlelap " ajak mama Widya pada pada mama Rika
" Rey ...! kamu suapin Shofia kasian tangannya kan masih di infus pasti susah untuk makan " kata mama Widya lagi
" ya ma lalu duduk di sisi ranjang membuka bungkusan nasi padang lalu mulai menyuapi sang istri.
" kamu nggak makan? " tanya Shofia
" nanti saja aku belum lapar "
" jangan begitu ayo makan sini aku yang suapin" kata Shofia meraih sendok dari tangan suaminya lalu menyendok nasi dan menyodorkan ke mulut Rey
" ayo aaa"
" udah sayang aku nanti aja ini buat kamu saja kamu kan harus menyusui jadi mesti makan yang banyak "
" tapi aku mau kita makan berdua ayo aaak.. " paksa Shofia dan Rey mau nggak mau membuka mulutnya menerima suapan dari sang istri.
" mas sudah aku kenyang "
" iya wong nasinya juga sudah habis " Shofia terkekeh
" ayo minum abis itu minum obatnya, kamu istirahat aja biar si kembar malam ini aku sama kedua mama kita yang menjaganya "
" lalu kyara gimana? "
" kyara sama bi jum yang nemani "
" apa dia nggak rewel? " tanya Shofia lagi
" nggak aku sudah ngasi dia pengertian "
" ya udah " lalu Rey menyerah kan tiga butir obat dan juga air putih kepada Shofia dan Shofia segera meminumnya.
" udah kamu istirahat mumpung bayi kita pada tidur "
" ya mas "
" aku di luar bersama Aldo ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan " lalu Rey membaguskan posisi tidur Shofia mengecup kening pipi dan bibirnya sekilas. kemudian melangkah ke luar.
" Shofia sudah selesai makan Rey? " tanya mama Rika
" udah ma, oh ya ma aku ke kafe depan rumah sakit sebentar ada beberapa proyek pekerjaan yang harus aku bicarakan pada Aldo "
" ya tapi jangan lama lama takut Shofia membutuhkan mu "
" ya ma, oh ya Shofia juga tadi sudah minum obatnya "
" ya ingat jangan lama lama Rey "
" ya ma, ayo Al kita ngobrol di kafe depan aja "
__ADS_1
" baik tuan " lalu mereka berdua segera meninggalkan ruang perawatan Shofia. menuju salah satu kafe dekat rumah sakit tersebut.