MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 64


__ADS_3

kini shofia vania dan akbar telah selesai menyantap makanan mereka


" makasih ya bar loe sudah traktir kita " ucap shofia sambil membersihkan sudut bibirnya


" gue juga yang Terima kasih karena kalian mau ngerayain bareng gua " balas akbar


" eh bar loe kenapa nggak ngerayain bareng pacar loe sih? " tanya vania


" gue belum punya pacar soalnya proposal permohonan gua di tolak terus sama dia " ucap akbar sambil melirik shofia


" udah deh bar kita lebih nyaman kayak gini berteman ya kan van? " kata shofia yang merasa nggak enak sudah di sindir akbar


" tau ya gua " jawab vania


" ah elo lagi " balas shofia


" oh ya bar kuliah loe gimana lancar kan ? jangan bilang loe sering bolos lagi dan masih suka ikutan cross? " tanya shofia


" dia udah jadi bos sekarang shof " jawab vania


" Oh ya? wah selamat ya ? " ucap shofia


" ya itu papa gue udah mulai sakit sakitan dan sering keluar masuk rumah sakit makanya mau nggak mau gua harus belajar gantiin posisi papa sekarang, dan loe tau sudah hampir tiga bulan ini gue nggak pernah ikut balapan loe banyangin aja " ucap akbar meluapkan kekesalannya


" ya loe harus sabar dan loe juga harus nahan sedikit ego loe karena loe anak tertua sedang adik loe masih kecil jadi nggak mungkin kan di yang harus mikul tanggung jawab usaha bokap loe " kini vania yang bicara


" iya bar bener kata vania sekarang loe harus belajar kurangin main mainnya " timpal shofia


" ya ya makasih pren loe berdua memang udah sering ngingetin gua, dan saat anak anak lain nganggap gua anak begajulan tapi loe berdua menganggap gue teman " ucap akbar


" eh udah udah kok pada melo gini sih ..? ah loe bar potongan loe aja sangar tapi hati melo " ujar vania sambil terkekeh


" ah sial loe van " ucap akbar dan di susul tawa shofia


" ah ya sory kayaknya gua harus cabut soalnya gua harus jemput anak gua " ucap shofia


" apa anak? loe sudah punya anak shof? kapan loe kawin kok nggak ngasi tau gue! wah tega loe ya hancur dah harapan gue " ucap akbar


shofia pun diam sejenak " ya ampun kenapa gua keceplosan gini " batinnya


" ah nggak loe salah denger kali mana ada gue nyebut anak " bantah shofia


" nggak gua denger loe nyebut anak sekarang jelasin ke gua " ucap akbar sambil menahan tangan shofia


" ya ya lepasin tangan gua dulu sakit nih " ujar shofia


" sory sory " ucap akbar


lalu shofia pun menatap vania kemudian menarik nafasnya dalam dalam


" dia anak angkat gue mamanya pergi ninggalin dia waktu masih bayi dan dia menganggap gua seperti mamanya sendiri "


" trus dia tinggal sama siapa sekarang? " tanya akbar penasaran


" ya sama papa dan omanya jadi gue kasihan melihat dia merengek minta gue jadi mamanya" tutur shofia


" awas loe jatuh cinta sama bokap tu anak " ucap akbar.

__ADS_1


shofia diam sejenak " apa iya dia sudah jatuh cinta sama papinya kyara tapi setiap berdekatan dengannya hatiku selalu berdebar dan setiap dia menggodaku aku selalu merona bahagia " batinnya


" hey kok loe bengong " tegur akbar


" apaan sih loe gua cuman mau nolong anak itu aja kok mana ada cinta cintaan apalagi sama bapaknya, udah ah gua cabut duluan ya takut dia nunggu lama di sekolah nya " ucap shofia


" sekali lagi selamat ulang tahun ya bar..! Semoga usia loe tambah berkah tercapai cita cita loe sukses dalam karir dan cinta loe "


" aamiin " jawab akbar dan vania bersamaan


" gue duluan ya van yuk assalamu'alaikum.! " pamit shofia lalu melangkah keluar dari kafe menuju parkiran kafe


sampai di parkiran mang udin sudah siap di depan kemudi, tadi sewaktu shofia berdiri hendak pamit mang udin dengan cepat keluar dari kafe setelah dia mendapatkan beberapa gambar dan mengirimnya ke tuannya.


" kita langsung ke sekolah kyara ya mang! " ucap shofia setelah dia berada dalam mobil


" baik non " jawab mang udin kemudian menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan kafe.


setelah menjemput kyara mereka pun segera kembali ke mension


" sayang kamu ganti baju dulu trus mandi ya! " ucap shofia pada kyara ketika mereka tiba di mension


" mba tolong kyara diganti bajunya dan dimandiin ya saya mau ke kamar dulu mandi badan terasa gerah banget" ucap shofia


" baik non " ucap salah satu nany.


kemudian shofia pun menaiki tangga dan baru saja dia menapaki dua anak tangga tiba tiba bi jum menyapanya


" non tunggu non" panggil bi jum


" itu non tuan nyariin dari tadi " lapor bu jum


" oh ya mau ngapain nyariin saya? " tanya shofia


" bibi kurang tau non " ucap bi jum


" ya sudah saya ke atas dulu ya bi! " lalu shofia pun naik ke lantai atas dan langsung masuk ke kamar


" ceklek " suara pintu dibuka. Rey yang sedari tadi gelisah menunggu shofia pura pura bersikap tenang duduk bersandar pada kepala ranjang.


" dari mana kamu ? " tanya Rey dengan suara datar menatap tajam ke arah shofia, sedang shofia tetap berjalan santai menuju lemari pakaian. Rey pun turun dari ranjang berjalan mengikuti shofia yang masuk ke ruang wardrobe


" saya bicara sama kamu kenapa kamu nggak jawab ? " ucap Rey lagi


" oh bapak bicara sama saya? " ucap shofia santai sambil menunjuk dirinya


" dari mana kamu? " tanya Rey lagi


" penting ya saya pergi kemana? "


" saya tanya kenapa kamu balik bertanya? kamu tau kan saya lagi sakit kamu enak enakan keliaran di luar sana sama laki laki lain apa pantas? " ucap Rey dengan nada sedikit emosi


" apa pak?? anda bicara apa barusan pantas? ha ha seharusnya kalimat itu anda kembalikan pada diri anda apa pantas laki laki yang sudah beristri berduaan dengan prempuan lain di kamar mereka sendiri dan malah mengusir istrinya sendiri apa itu pantas " ucap shofia tidak kalah emosi.


" siapa? stela? ya aku dengan stela itu berbeda..! " ucap Rey


" oh berbeda berarti sama dong aku dengan akbar juga berbeda " ucap shofia lalu berjalan santai keluar dari ruangan wardrobe Rey pun mengikuti dari belakang

__ADS_1


" oh jadi laki laki itu namanya akbar? " tanya Rey


" ya ampun kenapa aku keceplosan sih nyebut nama akbar " batin shofia


" jawab aku? " teriak Rey


" tidak ada yang perlu saya jawab " kata shofia santai lalu hendak masuk ke kamar mandi dengan cepat Rey menarik lengannya hingga shofia jatuh ke dada bidang suaminya. untuk beberapa detik mereka saling diam mata meraka saling bertemu mengisyaratkan ke cemburuan diantara mereka berdua hanya debaran jantung mereka yang bertalu keras


" lepas..! ucap shofia setelah beberapa detik, lalu Rey pun melepaskan cengkramannya


" siapa dia,itu bukan urusan anda, bukannya anda pernah bilang klo kita nggak usah ikut campur dengan urusan kita masing masing apa anda lupa tuan Rayyan yang terhormat " ucap shofia ikut menatap tajam suaminya lalu . melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan keras.


Rey terpaku di didepan pintu kamar mandi lalu menjambak rambutnya


" aaah kenapa aku bersikap seperti ini bodoh kamu Rey..! ya Tuhan apa yang terjadi sama aku " ucap Rey lalu kembali duduk di tepi ranjang


tiga puluh menit kemudian shofia keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap


Rey memperhatikan setiap gerak gerik shofia yang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.


tidak ada pembicaraan diantara mereka. sesekali shofia mencuri pandang lewat kaca cermin didepannya lalu tanpa sengaja dia melihat nampan tempat nasi diatas nakas yang masih utuh itu berarti Rey belum makan dari tadi siang. lalu dengan cepat shofia membalikkan tubuhnya


" anda belum makan? " tanya shofia dan Rey menggelengkan kepalanya


" belum minum obat juga? " tanyanya lagi Rey hanya menganggukkan kepalanya. shofia menarik nafas dalam dalam lalu melangkah mendekati ranjang mengambil nampan berisi makan siang Rey


" anda tunggu sebentar " ucap shofia lalu turun ke bawah minta bi jum menyiapkan makanan yang baru.


sepulu menit kemudian shofia pun kembali masuk ke dalam kamarnya dengan membawa nampan berisi makanan dan duduk di samping ranjang.


" ayo makan ! " ucap shofia sambil meletakkan nampan di depan suaminya


" saya nggak mau makan saya nggak selera" ucap Rey..


" anda gimana mau sembuh kalau nggak mau makan dan minum obat, ayo aaak! " ucap shofia sambil menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulut suaminya. dan Rey pun tidak menolak suapan yang diberikan shofia padanya


" anda klo gini terus nggak akan cepat puluh jadi anda harus banyak makan supaya tidak merepotkan saya " kata shofia lagi sedang Rey hanya diam mendengar kan shofia berbicara


" tadi kenapa tidak makan ? apa saja yang dilakukan stela di sini atau jangan jangan kalian berbuat yang aneh aneh ya sehingga nggak sempat makan! " oceh shofia lagi.


" cup " tiba tiba saja Rey mengecup bibir shofia sekilas sontak shofia kaget setengah mati lalu menutup bibirnya dengan satu tangannya


" apa yang anda lakukan ? " ucap shofia


" itu hukuman karena kamu bicara terus! " ucap Rey cuek


" ayo suapin saya lagi kamu tau saya sengaja tidak makan karena nungguin kamu tadi " ucap Rey


" ya tapi kan tadi sudah ada stela jadi saya pikir dia yang akan melakukannya " ucap shofia


" yang jadi istri saya dia apa kamu! " ucap Rey lagi dan shofia pun memilih diam dia masih shock atas tindakan Rey yang tiba tiba menciumnya.


setelah menghabiskan makanannya shofia pun memberikan obat kepada Rey untuk di minum.


*****


Tetap kasi dukungannya ya like dan koment serta vote kalian para reader's ku 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2